Mediasaham.com, Jakarta — PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) mencatat penjualan neto sebesar Rp70,09 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, meningkat Rp12,45 miliar atau 21,60% dibandingkan Rp57,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan penjualan tersebut diikuti perbaikan kinerja bottom line. Rugi periode berjalan KICI menyusut menjadi Rp2,19 miliar dari Rp6,79 miliar pada sembilan bulan 2025. Namun, posisi kas dan setara kas pada laporan posisi keuangan per 30 September 2026 tercatat Rp1,45 miliar, turun dibandingkan Rp5,09 miliar pada akhir 2025.
![]() |
| Kinerja Kedaung Indah Can Tbk (KICI) |
Ringkasan Kinerja Keuangan KICI
| Indikator | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan | % |
|---|---|---|---|---|
| Penjualan neto | Rp70,09 miliar | Rp57,64 miliar | +Rp12,45 miliar | +21,60% |
| Beban pokok penjualan | Rp54,43 miliar | Rp51,11 miliar | +Rp3,32 miliar | +6,50% |
| Rugi usaha | Rp1,09 miliar | Rp9,09 miliar | -Rp8,00 miliar | -87,97% |
| Rugi sebelum pajak | Rp2,89 miliar | Rp9,20 miliar | -Rp6,31 miliar | -68,57% |
| Rugi periode berjalan | Rp2,19 miliar | Rp6,79 miliar | -Rp4,60 miliar | -67,74% |
| Rugi neto per saham | Rp7,93 | Rp24,60 | -Rp16,67 | -67,76% |
Penjualan KICI Naik 21,60%
KICI membukukan penjualan neto Rp70,09 miliar hingga September 2026. Angka tersebut naik Rp12,45 miliar atau 21,60% dibandingkan penjualan Rp57,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, beban pokok penjualan meningkat Rp3,32 miliar menjadi Rp54,43 miliar dari Rp51,11 miliar. Kenaikan beban pokok tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan secara nominal.
Dalam laporan yang diberikan, pos laba bruto tercantum sebesar Rp6,53 miliar untuk 2026 dan Rp15,66 miliar untuk 2025. Namun, angka tersebut tidak konsisten dengan perhitungan penjualan dikurangi beban pokok penjualan. Berdasarkan dua pos tersebut, hasil perhitungannya masing-masing Rp15,66 miliar dan Rp6,53 miliar. Angka laba usaha yang tercantum dalam laporan, yakni rugi Rp1,09 miliar pada 2026 dan rugi Rp9,09 miliar pada 2025, juga lebih konsisten dengan laba bruto hasil perhitungan tersebut. Karena itu, angka laba bruto perlu dikonfirmasi kembali pada dokumen laporan keuangan asli sebelum dipublikasikan sebagai angka headline.
Rugi Usaha Menyusut Signifikan
Rugi usaha KICI pada sembilan bulan 2026 tercatat Rp1,09 miliar, membaik Rp8,00 miliar atau 87,97% dibandingkan rugi usaha Rp9,09 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban penjualan meningkat dari Rp899,11 juta menjadi Rp1,11 miliar. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp15,64 miliar dari Rp14,72 miliar.
Meski demikian, perbaikan pada laba bruto berdasarkan perhitungan penjualan dan beban pokok penjualan lebih besar dibandingkan peningkatan beban operasional, sehingga rugi usaha menyusut secara signifikan.
Rugi Bersih Turun 67,74%
Rugi sebelum pajak KICI mencapai Rp2,89 miliar pada sembilan bulan 2026, membaik Rp6,31 miliar atau 68,57% dibandingkan rugi Rp9,20 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan membukukan manfaat pajak tangguhan sebesar Rp2,41 miliar pada periode berjalan, dibandingkan Rp701,80 juta pada sembilan bulan 2025. Setelah memperhitungkan manfaat pajak tersebut, rugi periode berjalan turun menjadi Rp2,19 miliar dari Rp6,79 miliar.
Dengan demikian, rugi bersih KICI menyusut Rp4,60 miliar atau 67,74% secara tahunan. Rugi neto per saham juga membaik menjadi Rp7,93 dari Rp24,60.
Baca Laporan Keuangan Emiten:
- Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
- Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun
- Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
- Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar
- Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026
- Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026
- Bank Mandiri Cetak Laba Rp47,11 Triliun hingga September 2026, Naik 13,9%
- Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 61% hingga September 2026, Pendapatan Turun 10%
- Bukalapak Minus Rp881 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Naik 19%
- SNLK Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Bersih Turun 39,36%
- Laba BLES Melonjak 484% Jadi Rp284 Miliar hingga Kuartal III-2026
- Metrodata Electronics (MTDL) Raih Pendapatan Rp22,09 Triliun, Laba Naik 2,33% hingga September 2026
- Laba Saham PADA Melonjak 333% Jadi Rp3,4 Miliar hingga September 2026
- Laba PT Vale Indonesia (INCO) Meroket 180% Jadi AS$147,1 juta hingga September 2026
- Kedaung Indah Can (KICI) Pangkas Rugi 67,74% Jadi Rp2,19 Miliar hingga September 2026
Aset KICI Turun 2,32%
Total aset KICI per 30 September 2026 mencapai Rp220,34 miliar, turun Rp5,23 miliar atau 2,32% dibandingkan Rp225,57 miliar pada 31 Desember 2025.
| Komponen Aset | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan | % |
|---|---|---|---|---|
| Kas dan setara kas | Rp1,45 miliar | Rp5,09 miliar | -Rp3,64 miliar | -71,51% |
| Piutang usaha pihak ketiga | Rp15,48 miliar | Rp11,41 miliar | +Rp4,07 miliar | +35,67% |
| Piutang usaha pihak berelasi | Rp1,83 miliar | Rp702,56 juta | +Rp1,13 miliar | +160,62% |
| Persediaan | Rp143,38 miliar | Rp132,18 miliar | +Rp11,19 miliar | +8,47% |
| Aset lancar | Rp160,92 miliar | Rp154,45 miliar | +Rp6,47 miliar | +4,19% |
| Total aset | Rp220,34 miliar | Rp225,57 miliar | -Rp5,23 miliar | -2,32% |
Penurunan total aset terutama dipengaruhi oleh kas dan setara kas yang menyusut Rp3,64 miliar atau 71,51%. Sebaliknya, persediaan meningkat Rp11,19 miliar menjadi Rp143,38 miliar.
Aset lancar secara keseluruhan masih meningkat Rp6,47 miliar atau 4,19% menjadi Rp160,92 miliar. Piutang usaha pihak ketiga juga meningkat Rp4,07 miliar menjadi Rp15,48 miliar.
Liabilitas Turun, Ekuitas Menyusut
Total liabilitas KICI per 30 September 2026 tercatat Rp114,82 miliar, meningkat Rp7,42 miliar atau 6,91% dibandingkan Rp107,39 miliar pada akhir 2025.
| Komponen | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan | % |
|---|---|---|---|---|
| Liabilitas jangka pendek | Rp29,47 miliar | Rp39,59 miliar | -Rp10,13 miliar | -25,58% |
| Liabilitas jangka panjang | Rp85,35 miliar | Rp67,80 miliar | +Rp17,55 miliar | +25,89% |
| Total liabilitas | Rp114,82 miliar | Rp107,39 miliar | +Rp7,42 miliar | +6,91% |
| Ekuitas | Rp110,76 miliar | Rp112,95 miliar | -Rp2,19 miliar | -1,94% |
Liabilitas jangka pendek turun Rp10,13 miliar atau 25,58% menjadi Rp29,47 miliar. Penurunan tersebut antara lain terlihat pada pinjaman bank jangka pendek yang berkurang dari Rp16,64 miliar menjadi Rp4,76 miliar.
Namun, liabilitas jangka panjang meningkat Rp17,55 miliar atau 25,89% menjadi Rp85,35 miliar. Kenaikan tersebut terutama berasal dari munculnya pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp13,16 miliar serta meningkatnya liabilitas imbalan pascakerja menjadi Rp71,42 miliar.
Ekuitas turun Rp2,19 miliar atau 1,94% menjadi Rp110,76 miliar. Penurunan ini sejalan dengan posisi rugi periode berjalan perseroan.
Arus Kas Operasi Masih Negatif
Dalam laporan arus kas yang diberikan, KICI mencatat kas neto digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp394,66 juta pada sembilan bulan 2026, membaik dibandingkan penggunaan kas Rp5,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
| Arus Kas | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kas neto digunakan untuk aktivitas operasi | -Rp394,66 juta | -Rp5,42 miliar | +Rp5,03 miliar |
| Kas neto dari aktivitas investasi | Rp1,16 miliar | -Rp292,19 juta | +Rp1,45 miliar |
| Kas neto dari/(digunakan untuk) aktivitas pendanaan | -Rp4,68 miliar | Rp1,99 miliar | -Rp6,66 miliar |
| Penurunan neto kas dan setara kas | -Rp3,91 miliar | -Rp3,73 miliar | -Rp178,60 juta |
Perbaikan arus kas operasi terutama tercermin dari kas yang diperoleh dari operasi sebesar Rp1,11 miliar, dibandingkan penggunaan kas Rp4,05 miliar pada periode sebelumnya.
Aktivitas investasi menghasilkan kas neto Rp1,16 miliar, terutama karena adanya laba penjualan aset tetap sebesar Rp1,37 miliar, setelah memperhitungkan perolehan aset tetap Rp207,72 juta.
Sementara itu, aktivitas pendanaan menggunakan kas Rp4,68 miliar. Perseroan menerima pinjaman bank jangka pendek Rp12,26 miliar dan melakukan pembayaran pinjaman bank jangka pendek Rp10,28 miliar.
Kesimpulan
Kinerja KICI hingga September 2026 menunjukkan perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan meningkat 21,60%, sementara rugi usaha menyusut 87,97% dan rugi periode berjalan berkurang 67,74% menjadi Rp2,19 miliar.
Dari sisi neraca, total aset turun 2,32% menjadi Rp220,34 miliar. Kas dan setara kas juga mengalami penurunan signifikan, sementara persediaan dan piutang usaha meningkat.
Total liabilitas naik 6,91% menjadi Rp114,82 miliar karena peningkatan liabilitas jangka panjang, meskipun liabilitas jangka pendek turun. Ekuitas tercatat Rp110,76 miliar, turun 1,94% dari akhir 2025.
Arus kas operasi masih negatif Rp394,66 juta, tetapi defisitnya jauh lebih kecil dibandingkan Rp5,42 miliar pada sembilan bulan 2025.
FAQ Kinerja KICI
Berapa penjualan KICI hingga September 2026?
PT Kedaung Indah Can Tbk mencatat penjualan neto Rp70,09 miliar selama sembilan bulan 2026, naik Rp12,45 miliar atau 21,60% dibandingkan Rp57,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berapa rugi bersih KICI pada 9M 2026?
Rugi periode berjalan KICI mencapai Rp2,19 miliar, membaik Rp4,60 miliar atau 67,74% dibandingkan rugi Rp6,79 miliar pada sembilan bulan 2025.
Berapa total aset KICI per September 2026?
Total aset KICI tercatat Rp220,34 miliar per 30 September 2026, turun Rp5,23 miliar atau 2,32% dibandingkan Rp225,57 miliar pada 31 Desember 2025.
Bagaimana kondisi arus kas operasi KICI?
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat Rp394,66 juta pada sembilan bulan 2026, membaik Rp5,03 miliar dibandingkan penggunaan kas Rp5,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments
Posting Komentar