Laporan Keuangan Indosat Q3 2026: Laba Bersih Melonjak +37,19% Jadi Rp4,92 triliun, Cek Analisis Keuangan ISAT

Mediasaham.com, Jakarta — PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp5,12 triliun hingga 30 September 2026. Angka tersebut meningkat 33,07% dibandingkan laba Rp3,84 triliun pada periode sembilan bulan yang sama tahun 2025.

Pertumbuhan laba ditopang kenaikan pendapatan sebesar 11,14% menjadi Rp45,75 triliun. Indosat juga mencatat peningkatan laba sebelum pajak menjadi Rp6,46 triliun, dari sebelumnya Rp4,75 triliun.

Kantor pusat Indosat Ooredoo Hutchison. Foto: Indosat

Pendapatan Indosat Tumbuh 11,14%

Pendapatan Indosat selama sembilan bulan 2026 mencapai Rp45,75 triliun, naik Rp4,59 triliun atau 11,14% dibandingkan Rp41,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen selular masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp37,85 triliun, meningkat dari Rp34,56 triliun. Pendapatan dari multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) juga tumbuh menjadi Rp7,24 triliun dari Rp6,00 triliun.

Segmen Pendapatan 9M 2026 (Rp triliun) 9M 2025 (Rp triliun) Perubahan Perubahan (%)
Selular 37,85 34,56 +Rp3,30 triliun +9,54%
MIDI 7,24 6,00 +Rp1,24 triliun +20,66%
Telekomunikasi tetap 0,66 0,60 +Rp52,19 miliar +8,64%
Jumlah pendapatan 45,75 41,16 +Rp4,59 triliun +11,14%

Segmen selular menyumbang sekitar 82,74% dari total pendapatan, sedangkan MIDI berkontribusi sekitar 15,82%. Sisanya berasal dari layanan telekomunikasi tetap.

Laba Sebelum Pajak Naik 36,16%

Laba sebelum pajak penghasilan Indosat mencapai Rp6,46 triliun, meningkat Rp1,72 triliun atau 36,16% dibandingkan Rp4,75 triliun pada sembilan bulan 2025.

Sebelum memperhitungkan penghasilan dan biaya keuangan, perusahaan mencatat angka laba sebesar Rp9,84 triliun, naik 25,45% dari Rp7,84 triliun pada periode sebelumnya.

Sejumlah komponen beban mengalami kenaikan. Beban penyelenggaraan jasa meningkat menjadi Rp19,45 triliun dari Rp17,60 triliun. Beban penyusutan dan amortisasi naik menjadi Rp12,68 triliun dari Rp11,89 triliun, sedangkan beban karyawan bertambah menjadi Rp3,30 triliun dari Rp2,32 triliun.

Indosat juga membukukan keuntungan bersih Rp1,51 triliun yang berkaitan dengan hilangnya pengendalian atas entitas anak dan transaksi jual dan sewa balik. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pos tersebut tidak tercatat.

Biaya keuangan meningkat menjadi Rp3,75 triliun dari Rp3,23 triliun. Meski demikian, kenaikan pendapatan dan kontribusi sejumlah pos penghasilan lainnya membuat laba sebelum pajak tetap tumbuh.

Laba Bersih Indosat Tembus Rp5,12 Triliun

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp1,35 triliun, Indosat membukukan laba periode berjalan Rp5,12 triliun. Nilai ini meningkat Rp1,27 triliun atau 33,07% dibandingkan Rp3,84 triliun pada periode yang sama 2025.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4,92 triliun, naik dari Rp3,59 triliun. Sementara itu, laba yang menjadi bagian kepentingan nonpengendali tercatat Rp193,37 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp256,55 miliar pada periode sebelumnya.

Indikator Kinerja 9M 2026 (Rp triliun) 9M 2025 (Rp triliun) Perubahan Perubahan (%)
Pendapatan 45,75 41,16 +Rp4,59 triliun +11,14%
Laba sebelum pajak 6,46 4,75 +Rp1,72 triliun +36,16%
Laba periode berjalan 5,12 3,84 +Rp1,27 triliun +33,07%
Laba pemilik entitas induk 4,92 3,59 +Rp1,33 triliun +37,19%

Laba per saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp152,61, meningkat dari Rp111,23 pada sembilan bulan 2025. Kenaikannya mencapai Rp41,38 per saham atau sekitar 37,20%.

Kas dan Setara Kas Naik 61,79%

Posisi kas dan setara kas Indosat per 30 September 2026 mencapai Rp8,21 triliun, naik Rp3,14 triliun atau 61,79% dibandingkan Rp5,08 triliun pada 31 Desember 2025.

Secara keseluruhan, aset lancar tercatat Rp19,01 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp19,00 triliun pada akhir 2025. Namun, komposisi aset lancar mengalami perubahan. Klaim restitusi pajak dan pajak dibayar di muka naik menjadi Rp1,22 triliun dari Rp530,27 miliar, sementara beban frekuensi dan lisensi dibayar di muka untuk bagian lancar turun menjadi Rp3,27 triliun dari Rp5,39 triliun.

Aset yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sebesar Rp2,51 triliun pada akhir 2025 tidak lagi tercatat pada September 2026.

Total Aset Indosat Meningkat 24,45%

Total aset Indosat per 30 September 2026 mencapai Rp147,64 triliun, meningkat Rp29,01 triliun atau 24,45% dibandingkan Rp118,63 triliun pada 31 Desember 2025.

Kenaikan terutama terlihat pada aset tidak lancar yang bertambah menjadi Rp128,63 triliun dari Rp99,63 triliun. Aset tetap meningkat menjadi Rp99,18 triliun dari Rp75,10 triliun. Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama juga naik menjadi Rp3,03 triliun dari Rp1,04 triliun.

Aset pajak tangguhan tercatat Rp2,53 triliun, meningkat dari Rp294,21 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, goodwill dan aset takberwujud lain sedikit turun menjadi Rp19,58 triliun dari Rp19,76 triliun.

Liabilitas Naik Menjadi Rp106,85 Triliun

Total liabilitas Indosat mencapai Rp106,85 triliun per 30 September 2026, naik Rp27,73 triliun atau 35,05% dibandingkan Rp79,12 triliun pada akhir 2025.

Liabilitas jangka pendek meningkat menjadi Rp50,89 triliun dari Rp30,50 triliun. Salah satu perubahan terbesar berasal dari utang pengadaan jangka pendek yang naik menjadi Rp20,46 triliun dari Rp8,85 triliun.

Pinjaman jangka pendek yang pada akhir 2025 belum tercatat, pada September 2026 mencapai Rp7,55 triliun. Utang pajak penghasilan juga meningkat menjadi Rp2,53 triliun dari Rp370,31 miliar.

Liabilitas jangka panjang naik menjadi Rp55,96 triliun dari Rp48,62 triliun. Komponen terbesarnya adalah liabilitas sewa jangka panjang sebesar Rp43,43 triliun, meningkat dari Rp33,10 triliun pada akhir 2025.

Ekuitas Meningkat 3,24%

Total ekuitas Indosat per 30 September 2026 tercatat Rp40,79 triliun, naik Rp1,28 triliun atau 3,24% dibandingkan Rp39,51 triliun pada akhir 2025.

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp37,66 triliun dari Rp36,32 triliun. Saldo laba yang belum dicadangkan naik menjadi Rp18,61 triliun dari Rp17,26 triliun.

Sementara itu, kepentingan nonpengendali tercatat Rp3,13 triliun, sedikit turun dibandingkan Rp3,19 triliun pada akhir 2025.

Arus Kas Operasi Mencapai Rp14,19 Triliun

Indosat mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp14,19 triliun selama sembilan bulan 2026. Angka tersebut turun Rp1,53 triliun atau 9,73% dibandingkan Rp15,72 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerimaan kas dari pelanggan meningkat menjadi Rp44,34 triliun dari Rp40,15 triliun. Namun, pengeluaran kas kepada regulator, operator lain, pemasok, dan pihak lainnya juga naik menjadi Rp22,56 triliun dari Rp17,82 triliun.

Arus kas investasi mencatat penggunaan kas bersih Rp15,29 triliun, lebih besar dibandingkan Rp10,04 triliun pada periode yang sama 2025. Pengeluaran terbesar berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp16,96 triliun, meningkat dari Rp10,25 triliun.

Di sisi pendanaan, Indosat membukukan arus kas bersih positif Rp4,13 triliun, berbalik dari penggunaan kas Rp7,72 triliun pada periode sebelumnya. Arus kas pendanaan 2026 antara lain ditopang penerimaan dari transaksi penjualan kepemilikan entitas anak dan transaksi jual dan sewa balik sebesar Rp9,79 triliun serta penerimaan pinjaman jangka pendek Rp7,40 triliun.

Setelah memperhitungkan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan dampak selisih kurs, kas dan setara kas meningkat bersih Rp3,14 triliun selama periode berjalan.

Baca Laporan Keuangan Emiten:

  1. Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
  2. Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun
  3. Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
  4. Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar 
  5. Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026
  6. Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026
  7. Bank Mandiri Cetak Laba Rp47,11 Triliun hingga September 2026, Naik 13,9%
  8. Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 61% hingga September 2026, Pendapatan Turun 10%
  9. Bukalapak Minus Rp881 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Naik 19%
  10. SNLK Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Bersih Turun 39,36%
  11. Laba BLES Melonjak 484% Jadi Rp284 Miliar hingga Kuartal III-2026
  12. Metrodata Electronics (MTDL) Raih Pendapatan Rp22,09 Triliun, Laba Naik 2,33% hingga September 2026
  13. Laba Saham PADA Melonjak 333% Jadi Rp3,4 Miliar hingga September 2026
  14. Laba PT Vale Indonesia (INCO) Meroket 180% Jadi AS$147,1 juta  hingga September 2026
  15. Kedaung Indah Can (KICI) Pangkas Rugi 67,74% Jadi Rp2,19 Miliar hingga September 2026
  16. Laporan Keuangan Indosat Q3 2026: Laba Bersih Melonjak +37,19% Jadi Rp4,92 triliun, Cek Analisis Keuangan ISAT

Ringkasan Kinerja Keuangan Indosat

Indikator 2026 Pembanding 2025 Perubahan
Pendapatan 9M Rp45,75 triliun Rp41,16 triliun +11,14%
Laba periode berjalan 9M Rp5,12 triliun Rp3,84 triliun +33,07%
Laba per saham Rp152,61 Rp111,23 +37,20%
Total aset per 30 September / 31 Desember Rp147,64 triliun Rp118,63 triliun +24,45%
Total liabilitas Rp106,85 triliun Rp79,12 triliun +35,05%
Total ekuitas Rp40,79 triliun Rp39,51 triliun +3,24%
Arus kas operasi 9M Rp14,19 triliun Rp15,72 triliun -9,73%

Kesimpulan

Kinerja keuangan Indosat hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan meningkat 11,14%, sedangkan laba periode berjalan tumbuh 33,07% menjadi Rp5,12 triliun.

Di sisi neraca, total aset naik 24,45% menjadi Rp147,64 triliun. Namun, total liabilitas juga meningkat 35,05% menjadi Rp106,85 triliun, terutama seiring kenaikan utang pengadaan jangka pendek, pinjaman jangka pendek, dan liabilitas sewa.

Arus kas operasi masih positif Rp14,19 triliun, meskipun lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk investasi meningkat, terutama untuk perolehan aset tetap.

FAQ

Berapa laba Indosat hingga September 2026?

Indosat membukukan laba periode berjalan sebesar Rp5,12 triliun hingga 30 September 2026, naik 33,07% dibandingkan Rp3,84 triliun pada periode yang sama 2025.

Berapa pendapatan Indosat hingga September 2026?

Pendapatan Indosat mencapai Rp45,75 triliun, meningkat 11,14% dibandingkan Rp41,16 triliun pada sembilan bulan 2025.

Segmen apa yang menjadi kontributor pendapatan terbesar Indosat?

Segmen selular menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp37,85 triliun hingga September 2026.

Berapa total aset Indosat per September 2026?

Total aset Indosat tercatat Rp147,64 triliun per 30 September 2026, naik 24,45% dibandingkan posisi 31 Desember 2025.

Bagaimana arus kas operasi Indosat?

Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp14,19 triliun selama sembilan bulan 2026, turun 9,73% dibandingkan Rp15,72 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Belajar Saham

      Dividen Saham