Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar

Mediasaham.com – PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) membukukan laba bersih sebesar Rp153,65 miliar pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Angka ini meningkat 13,26% dibandingkan laba bersih Rp135,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba terjadi meskipun total pendapatan perusahaan turun 8,70% menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1,23 triliun. Penurunan beban usaha dan kerugian penurunan nilai aset keuangan membantu menopang laba sebelum pajak yang meningkat menjadi Rp196,39 miliar.

Induk Perusahaan Clipan Finance Indonesia Tbk. Dok/Clipan.co.id

Dari sisi neraca, total aset CFIN per 30 September 2026 tercatat Rp8,58 triliun, turun 9,90% dibandingkan Rp9,53 triliun pada 31 Desember 2025. Sementara itu, total liabilitas turun menjadi Rp2,84 triliun dan total ekuitas tercatat Rp5,74 triliun.

Ringkasan Kinerja Keuangan CFIN September 2026

Berikut perbandingan kinerja keuangan PT Clipan Finance Indonesia Tbk untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 dan 30 September 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba per saham.

Pos Keuangan Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Total pendapatan Rp1,12 triliun Rp1,23 triliun -Rp106,89 miliar -8,70%
Total beban Rp924,92 miliar Rp1,06 triliun -Rp136,14 miliar -12,83%
Laba sebelum pajak Rp196,39 miliar Rp167,14 miliar Rp29,25 miliar 17,50%
Laba bersih Rp153,65 miliar Rp135,66 miliar Rp17,99 miliar 13,26%
Laba komprehensif Rp158,08 miliar Rp135,66 miliar Rp22,42 miliar 16,53%
Laba per saham dasar/dilusian Rp38,56 per saham Rp34,05 per saham Rp4,51 per saham 13,24%

Pendapatan CFIN Turun 8,70%

PT Clipan Finance Indonesia Tbk mencatat total pendapatan sebesar Rp1,12 triliun hingga September 2026, turun Rp106,89 miliar atau 8,70% dibandingkan Rp1,23 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Pendapatan terbesar berasal dari pembiayaan konsumen yang mencapai Rp805,06 miliar. Namun, pendapatan dari segmen ini turun dari Rp896,12 miliar pada periode sebelumnya, atau berkurang Rp91,06 miliar.

Pendapatan sewa pembiayaan meningkat menjadi Rp56,16 miliar dari Rp53,89 miliar. Sebaliknya, pendapatan jual dan sewa-balik turun menjadi Rp7,33 miliar dari Rp8,19 miliar.

Pendapatan lainnya tercatat Rp246,40 miliar, turun dari Rp265,02 miliar pada Januari–September 2025. Sementara itu, keuntungan penjualan aset tetap meningkat menjadi Rp1,80 miliar dari Rp355,55 juta.

Beban Menurun, Laba Sebelum Pajak Meningkat

Total beban CFIN hingga September 2026 tercatat Rp924,92 miliar, turun 12,83% dibandingkan Rp1,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan total beban lebih besar dibandingkan penurunan pendapatan, sehingga laba sebelum pajak meningkat.

Beban bunga dan pembiayaan lainnya turun menjadi Rp172,32 miliar dari Rp213,77 miliar. Beban umum dan administrasi juga berkurang menjadi Rp122,15 miliar dari Rp136,24 miliar.

Di sisi lain, beban tenaga kerja meningkat menjadi Rp242,53 miliar dari Rp237,48 miliar. Beban imbalan pascakerja naik menjadi Rp19,81 miliar dari Rp10,41 miliar.

Pembentukan kerugian penurunan nilai aset keuangan tercatat Rp370,09 miliar, turun dari Rp456,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan beban penurunan nilai tersebut turut berkontribusi terhadap kenaikan laba sebelum pajak.

Laba Bersih CFIN Naik Menjadi Rp153,65 Miliar

Laba sebelum pajak CFIN mencapai Rp196,39 miliar hingga September 2026, meningkat 17,50% dibandingkan Rp167,14 miliar pada Januari–September 2025.

Setelah memperhitungkan beban pajak bersih Rp42,74 miliar, CFIN membukukan laba bersih Rp153,65 miliar. Angka ini naik Rp17,99 miliar atau 13,26% dibandingkan laba bersih Rp135,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban pajak bersih meningkat menjadi Rp42,74 miliar dari Rp31,49 miliar. Beban tersebut terdiri dari pajak kini Rp53,77 miliar, penyesuaian pajak penghasilan tahun lalu Rp7,11 miliar, serta manfaat pajak tangguhan Rp18,14 miliar.

Selain laba bersih, CFIN mencatat penghasilan komprehensif lain setelah pajak sebesar Rp4,43 miliar. Dengan demikian, total laba komprehensif periode berjalan mencapai Rp158,08 miliar, naik 16,53% dibandingkan Rp135,66 miliar pada September 2025.

Baca Laporan Keuangan Emiten:

  1. Laporan Keuangan AXIO Q3 2026: Pendapatan Tumbuh 24,21%, Laba Naik 73,66%
  2. Laporan Keuangan BPFI Q3 2026: Laba Bersih Melonjak 88%
  3. Penjualan Arwana Citramulia (ARNA) Tumbuh 15,57% Menjadi Rp2,51 Triliun
  4. Artha Mahiya Investama (AIMS) Rugi Rp706 Juta hingga September 2026
  5. Laporan Keuangan PTPP September 2026: Laba yang Diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk Meroket Jadi Rp259,97 Miliar
  6. Laporan Keuangan PJAA  September 2026: Laba Bersih Anjlok 56,5% Jadi Rp25,3 Miliar
  7. Laba Haloni Jane Tbk (HALO) Melejit 160% Per September 2026
  8. Laporan Keuangan Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) per September 2026
  9. Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
  10. Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun
  11. Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar

Laba per Saham CFIN Naik Menjadi Rp38,56

Laba per saham dasar/dilusian CFIN mencapai Rp38,56 per saham hingga September 2026, meningkat dari Rp34,05 per saham pada periode yang sama tahun 2025.

Kenaikan tersebut mencapai Rp4,51 per saham atau sekitar 13,24%, sejalan dengan peningkatan laba bersih perusahaan.

Posisi Aset CFIN September 2026

Total aset CFIN per 30 September 2026 tercatat Rp8,58 triliun, turun Rp942,93 miliar atau 9,90% dibandingkan Rp9,53 triliun pada 31 Desember 2025.

Piutang pembiayaan konsumen bersih masih menjadi komponen aset terbesar, yakni Rp7,28 triliun. Namun, nilai tersebut turun dari Rp7,97 triliun pada akhir 2025, atau berkurang Rp691,88 miliar.

Piutang sewa pembiayaan bersih turun menjadi Rp534,07 miliar dari Rp684,34 miliar. Tagihan anjak piutang bersih juga berkurang menjadi Rp197,06 miliar dari Rp268,63 miliar.

Piutang jual dan sewa-balik bersih turun menjadi Rp50,79 miliar dari Rp104,08 miliar. Perubahan pada berbagai portofolio piutang tersebut menjadi bagian dari pergeseran komposisi aset perusahaan sepanjang periode laporan.

Posisi Keuangan 30 September 2026 31 Desember 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Total aset Rp8,58 triliun Rp9,53 triliun -Rp942,93 miliar -9,90%
Kas dan bank Rp64,15 miliar Rp27,52 miliar Rp36,62 miliar 133,07%
Piutang pembiayaan konsumen bersih Rp7,28 triliun Rp7,97 triliun -Rp691,88 miliar -8,69%
Piutang sewa pembiayaan bersih Rp534,07 miliar Rp684,34 miliar -Rp150,28 miliar -21,95%
Tagihan anjak piutang bersih Rp197,06 miliar Rp268,63 miliar -Rp71,56 miliar -26,64%
Piutang jual dan sewa-balik bersih Rp50,79 miliar Rp104,08 miliar -Rp53,29 miliar -51,21%

Liabilitas CFIN Turun 24,11%

Total liabilitas CFIN per 30 September 2026 tercatat Rp2,84 triliun, turun Rp901,78 miliar atau 24,11% dibandingkan Rp3,74 triliun pada akhir 2025.

Utang bank menjadi komponen utama liabilitas. Nilainya turun menjadi Rp2,59 triliun dari Rp3,46 triliun, atau berkurang Rp873,63 miliar.

Utang bank kepada pihak berelasi turun menjadi Rp744,47 miliar dari Rp1,06 triliun. Sementara utang bank kepada pihak ketiga berkurang menjadi Rp1,84 triliun dari Rp2,40 triliun.

Utang kepada pihak ketiga juga turun menjadi Rp12,11 miliar dari Rp44,24 miliar. Sebaliknya, utang pajak meningkat menjadi Rp34,44 miliar dari Rp22,09 miliar.

Ekuitas CFIN Tercatat Rp5,74 Triliun

Total ekuitas CFIN per 30 September 2026 tercatat Rp5,74 triliun, turun Rp41,15 miliar atau sekitar 0,71% dibandingkan Rp5,79 triliun pada 31 Desember 2025.

Modal saham tetap sebesar Rp996,13 miliar, sedangkan tambahan modal disetor tidak berubah pada Rp351,95 miliar. Penghasilan komprehensif lain meningkat menjadi Rp58,57 miliar dari Rp56,12 miliar.

Saldo laba yang tidak ditentukan penggunaannya turun menjadi Rp4,34 triliun dari Rp4,38 triliun. Perubahan saldo laba tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan tipis total ekuitas perusahaan.

Arus Kas CFIN September 2026

Arus kas bersih dari aktivitas operasi CFIN mencapai Rp1,12 triliun hingga September 2026, meningkat 111,27% dibandingkan Rp531,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerimaan kas dari pembiayaan konsumen mencapai Rp4,53 triliun, turun dari Rp5,26 triliun. Namun, pengeluaran untuk penerusan pinjaman dan pembiayaan bersama turun menjadi Rp527,16 miliar dari Rp983,31 miliar, sehingga membantu meningkatkan arus kas operasi.

Dari aktivitas investasi, CFIN mencatat arus kas keluar Rp14,92 miliar, lebih besar dibandingkan Rp5,49 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pengeluaran ini antara lain berasal dari pembelian aset tetap sebesar Rp16,35 miliar dan aset takberwujud sebesar Rp361,47 juta.

Arus kas dari aktivitas pendanaan mencatat arus kas keluar Rp1,07 triliun, meningkat dibandingkan Rp516,07 miliar pada September 2025. Perubahan ini terutama dipengaruhi pembayaran pinjaman bank sebesar Rp2,34 triliun, lebih besar daripada penerimaan pinjaman bank sebesar Rp1,47 triliun.

Arus Kas Jan–Sep 2026 Jan–Sep 2025 Perubahan Nominal Perubahan (%)
Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp1,12 triliun Rp531,71 miliar Rp591,60 miliar 111,27%
Arus kas bersih dari aktivitas investasi -Rp14,92 miliar -Rp5,49 miliar -Rp9,43 miliar Arus keluar naik 171,93%
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan -Rp1,07 triliun -Rp516,07 miliar -Rp555,70 miliar Arus keluar naik 107,68%
Kenaikan bersih kas dan bank Rp36,62 miliar Rp10,15 miliar Rp26,47 miliar 260,74%
Kas dan bank akhir periode Rp64,15 miliar Rp37,93 miliar Rp26,21 miliar 69,12%

Kas dan Bank Meningkat Menjadi Rp64,15 Miliar

Kas dan bank CFIN pada akhir September 2026 mencapai Rp64,15 miliar, naik Rp36,62 miliar dari Rp27,52 miliar pada akhir 2025. Sementara dibandingkan posisi akhir September 2025 sebesar Rp37,93 miliar, kas dan bank meningkat sekitar 69,12%.

Kenaikan saldo kas dan bank selama sembilan bulan 2026 terjadi setelah perusahaan membukukan arus kas operasi positif Rp1,12 triliun, yang sebagian digunakan untuk aktivitas investasi dan pembayaran pendanaan, termasuk pembayaran pinjaman bank dan dividen.

Kesimpulan Kinerja Keuangan CFIN September 2026

Kinerja keuangan PT Clipan Finance Indonesia Tbk hingga September 2026 menunjukkan peningkatan laba di tengah penurunan pendapatan. Laba bersih tumbuh 13,26% menjadi Rp153,65 miliar, sedangkan laba sebelum pajak meningkat 17,50% menjadi Rp196,39 miliar.

Penurunan total beban sebesar 12,83% dan turunnya kerugian penurunan nilai aset keuangan membantu menopang profitabilitas. Laba per saham juga meningkat menjadi Rp38,56 dari Rp34,05 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset turun 9,90% menjadi Rp8,58 triliun. Piutang pembiayaan konsumen bersih, piutang sewa pembiayaan bersih, dan tagihan anjak piutang bersih sama-sama mengalami penurunan dibandingkan akhir 2025. Di sisi lain, total liabilitas turun 24,11% menjadi Rp2,84 triliun, terutama seiring berkurangnya utang bank.

Arus kas operasi meningkat menjadi Rp1,12 triliun, sedangkan kas dan bank akhir periode mencapai Rp64,15 miliar. Dengan demikian, laporan hingga September 2026 memperlihatkan pertumbuhan laba dan arus kas operasi, disertai penurunan total aset dan liabilitas perusahaan.

FAQ Kinerja Keuangan CFIN September 2026

Berapa laba bersih CFIN hingga September 2026?

CFIN mencatat laba bersih Rp153,65 miliar hingga September 2026, meningkat 13,26% dibandingkan Rp135,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berapa pendapatan CFIN hingga September 2026?

Total pendapatan CFIN mencapai Rp1,12 triliun, turun 8,70% dari Rp1,23 triliun pada Januari–September 2025.

Berapa laba per saham CFIN?

Laba per saham dasar/dilusian CFIN tercatat Rp38,56 per saham, naik dari Rp34,05 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berapa total aset CFIN per September 2026?

Total aset CFIN per 30 September 2026 mencapai Rp8,58 triliun, turun 9,90% dibandingkan Rp9,53 triliun pada 31 Desember 2025.

Bagaimana arus kas operasi CFIN?

Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp1,12 triliun hingga September 2026, meningkat 111,27% dibandingkan Rp531,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham