Memuat artikel...

Laba PT Vale Indonesia (INCO) Meroket 180% Jadi AS$147,1 Juta per September 2026

MEDIASAHAM.COM, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat kinerja keuangan yang semakin kuat hingga kuartal III 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar AS$147 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, hampir tiga kali lipat dibandingkan AS$52 juta pada periode yang sama tahun 2025.

Peningkatan kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, kenaikan volume penjualan nikel matte, serta semakin besarnya kontribusi penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa.

batubara
PT Vale Indonesia (INCO)

Pendapatan INCO Tumbuh 27%

PT Vale Indonesia mencatat pendapatan sebesar AS$896 juta pada 9M26, meningkat 27% dibandingkan AS$705 juta pada 9M25.

Pada kuartal III 2026 saja, pendapatan mencapai AS$353 juta, naik dari AS$290 juta pada kuartal II 2026.

Perseroan menyebut kenaikan pendapatan terutama didorong oleh peningkatan volume pengiriman nikel matte serta kontribusi penjualan bijih nikel dari operasi Bahodopi dan Pomalaa.

Produksi Nikel Matte Meningkat pada Kuartal III

Produksi nikel dalam matte pada 3T26 mencapai 18.341 metrik ton, meningkat dari 16.153 ton pada 2T26. Angka tersebut menjadi tingkat produksi triwulanan tertinggi yang dicatat PT Vale sepanjang 2026.

Indikator 3T26 2T26 9M26 9M25
Produksi nikel matte 18.341 ton 16.153 ton 48.114 ton 54.975 ton
Penjualan nikel matte 20.158 ton 13.932 ton 47.817 ton 54.675 ton
Harga realisasi rata-rata AS$14.053/ton AS$14.765/ton AS$14.306/ton AS$12.106/ton

Perseroan mengatakan peningkatan produksi dibandingkan kuartal sebelumnya didukung oleh meningkatnya ketersediaan peralatan dan stabilnya operasi pabrik setelah kegiatan pemeliharaan besar pada awal 2026.

Penjualan Bijih Nikel Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Selain produksi nikel matte, PT Vale semakin meningkatkan kontribusi dari penjualan bijih nikel.

Pada 3T26, Blok Bahodopi mencatat penjualan sebesar 415.000 wet metric tons (wmt). Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat penjualan jauh lebih tinggi, yakni 1.314.358 wmt.

Blok 3T26 2T26 9M26 9M25
Bahodopi 415.000 wmt 1.074.665 wmt 2.375.759 wmt 617.519 wmt
Pomalaa 1.314.358 wmt 495.601 wmt 1.898.943 wmt 278.745 wmt

Secara keseluruhan, penjualan bijih nikel dari kedua blok tersebut mencapai sekitar 1,73 juta wmt pada 3T26.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, volume penjualan dari kedua blok tersebut meningkat signifikan. Hal ini menunjukkan semakin besarnya kontribusi portofolio pertambangan PT Vale terhadap kinerja perseroan.

EBITDA INCO Capai AS$297 Juta

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA PT Vale pada 9M26 mencapai AS$297 juta, meningkat signifikan dari AS$166 juta pada 9M25.

Pada 3T26, EBITDA tercatat sebesar AS$101 juta, meskipun harga nikel masih menghadapi tekanan.

Perseroan menyebut capaian tersebut didukung oleh kinerja operasional yang kuat, peningkatan volume produksi serta aktivitas penjualan bijih yang lebih tinggi.

Laba Bersih Naik Hampir Tiga Kali Lipat

Laba bersih PT Vale pada 9M26 mencapai AS$147,1 juta, naik +180,50% dibandingkan AS$52,4 juta pada 9M25.

Dalam laporan laba rugi, laba periode berjalan pada 3T26 tercatat sebesar AS$42,75 juta, dibandingkan AS$60,77 juta pada 2T26.

Sementara itu, laba bruto 9M26 mencapai AS$221,41 juta, melonjak dibandingkan AS$73,49 juta pada 9M25.

Kinerja Keuangan 9M26 9M25
Pendapatan AS$896,07 juta AS$705,39 juta
Laba bruto AS$221,41 juta AS$73,49 juta
Laba usaha AS$192,00 juta AS$38,01 juta
Laba sebelum pajak AS$190,80 juta AS$72,18 juta
Laba periode berjalan AS$147,12 juta AS$52,45 juta
EBITDA AS$297 juta AS$166 juta

Baca Laporan Keuangan Emiten:

  1. Laba Haloni Jane Tbk (HALO) Melejit 160% Per September 2026
  2. Laporan Keuangan Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) per September 2026
  3. Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
  4. Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun
  5. Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
  6. Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar 
  7. Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026
  8. Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026
  9. Bank Mandiri Cetak Laba Rp47,11 Triliun hingga September 2026, Naik 13,9%
  10. Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 61% hingga September 2026, Pendapatan Turun 10%
  11. Bukalapak Minus Rp881 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Naik 19%
  12. SNLK Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Bersih Turun 39,36%
  13. Laba BLES Melonjak 484% Jadi Rp284 Miliar hingga Kuartal III-2026
  14. Metrodata Electronics (MTDL) Raih Pendapatan Rp22,09 Triliun, Laba Naik 2,33% hingga September 2026
  15. Laba Saham PADA Melonjak 333% Jadi Rp3,4 Miliar hingga September 2026
  16. Laba PT Vale Indonesia (INCO) Meroket 180% Jadi AS$147,1 juta  hingga September 2026

Biaya Produksi Nikel Matte Naik Moderat

Di sisi biaya, unit cash cost of sales nikel matte meningkat menjadi AS$10.404 per ton pada 3T26 dari AS$10.005 per ton pada 2T26.

Kenaikan tersebut terutama mencerminkan peningkatan biaya dan konsumsi energi selama periode berjalan.

PT Vale menyebut dampak kenaikan biaya sebagian diimbangi melalui efisiensi operasional, termasuk penggunaan batubara, diesel dan Marine Fuel Oil (MFO), serta pengendalian biaya penjualan, umum dan administrasi.

Belanja Modal Capai AS$95 Juta pada 3T26

Selama kuartal III 2026, PT Vale merealisasikan belanja modal sekitar AS$95 juta. Belanja modal tersebut digunakan untuk mendukung keberlangsungan operasi sekaligus pengembangan proyek strategis.

Secara kumulatif, pembayaran untuk pembelian aset tetap sepanjang 9M26 mencapai AS$350,16 juta, dibandingkan AS$331,44 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kas PT Vale Naik Jadi AS$247 Juta

Per 30 September 2026, kas dan setara kas PT Vale mencapai AS$247,31 juta, meningkat signifikan dibandingkan AS$110,66 juta pada akhir Juni 2026.

Arus kas operasi pada 9M26 mencapai AS$103,99 juta. Sementara itu, arus kas investasi tercatat negatif AS$349,57 juta, terutama akibat pembayaran pembelian aset tetap.

Untuk mendukung kebutuhan belanja modal dan pertumbuhan, PT Vale juga menarik dana sebesar AS$175 juta dari fasilitas pinjaman yang tersedia selama 3T26.

Total Aset Tembus AS$3,65 Miliar

Total aset PT Vale per 30 September 2026 mencapai AS$3,65 miliar, meningkat dari AS$3,38 miliar pada 30 Juni 2026 dan AS$3,35 miliar pada akhir 2025.

Aset tetap menjadi salah satu komponen terbesar, dengan nilai AS$2,56 miliar pada akhir September 2026.

Total liabilitas tercatat sebesar AS$778,69 juta, sedangkan ekuitas mencapai AS$2,87 miliar.

Posisi Keuangan 30 Sep 2026 30 Jun 2026 31 Des 2025
Total aset AS$3,653 miliar AS$3,383 miliar AS$3,346 miliar
Total liabilitas AS$778,69 juta AS$552,00 juta AS$570,77 juta
Ekuitas AS$2,874 miliar AS$2,831 miliar AS$2,775 miliar
Kas dan setara kas AS$247,31 juta AS$110,66 juta AS$376,36 juta

Proyek HPAL Pomalaa Masuk Tahap Penting

Di tengah peningkatan kinerja operasional, PT Vale juga melanjutkan agenda hilirisasi. Perseroan mencatat mechanical completion pertama untuk Line 1 dan Line 2 proyek HPAL Pomalaa.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu milestone penting dalam pengembangan bisnis hilir PT Vale dan diversifikasi portofolio produksi nikel.

Strategi PT Vale Menuju 2027

Memasuki 2027, PT Vale menyatakan akan terus mengoptimalkan produksi nikel dalam matte sekaligus meningkatkan kontribusi penjualan bijih nikel dari wilayah pertumbuhan.

Perseroan juga akan mendorong proyek-proyek hilirisasi strategis menuju tahap pengembangan berikutnya dengan tetap menjaga disiplin operasional dan neraca keuangan.

Dengan meningkatnya produksi nikel matte, ekspansi penjualan bijih nikel, serta kemajuan proyek hilirisasi, PT Vale menargetkan platform bisnis yang lebih kuat dan terdiversifikasi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.


Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Belajar Saham

      Dividen Saham