Mediasaham.com, Jakarta — PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) mencatat peningkatan kinerja keuangan pada sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp10,63 miliar hingga 30 September 2026, melonjak 396% dibandingkan Rp2,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan neto menjadi Rp917,99 miliar dari Rp665,51 miliar. Meskipun beban pokok penjualan ikut meningkat, laba usaha berbalik positif menjadi Rp10,36 miliar setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya masih mencatat rugi usaha Rp275,91 juta.
![]() |
| Produk Trimegah Karya Pratama Tbk. Dok UVCR |
Ringkasan Kinerja Keuangan UVCR September 2026
Berikut perbandingan kinerja keuangan PT Trimegah Karya Pratama Tbk untuk periode Januari–September 2026 dan Januari–September 2025. Seluruh angka disajikan dalam rupiah, kecuali laba per saham.
| Pos Keuangan | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan Nominal | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Penjualan Neto | Rp917,99 miliar | Rp665,51 miliar | +Rp252,48 miliar | +37,94% |
| Laba Bruto | Rp44,50 miliar | Rp28,44 miliar | +Rp16,06 miliar | +56,47% |
| Laba Usaha | Rp10,36 miliar | -Rp275,91 juta | +Rp10,63 miliar | Berbalik positif |
| Laba Sebelum Pajak | Rp13,44 miliar | Rp3,01 miliar | +Rp10,43 miliar | +346,80% |
| Laba Bersih | Rp10,63 miliar | Rp2,14 miliar | +Rp8,48 miliar | +395,63% |
| Laba Komprehensif | Rp10,63 miliar | Rp2,14 miliar | +Rp8,48 miliar | +395,63% |
| Laba Bersih per Saham | Rp5,31 | Rp1,07 | +Rp4,24 | +396,26% |
Penjualan UVCR Tumbuh 37,94%
PT Trimegah Karya Pratama Tbk mencatat penjualan neto sebesar Rp917,99 miliar pada Januari–September 2026. Angka tersebut meningkat Rp252,48 miliar atau 37,94% dibandingkan Rp665,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan penjualan tersebut menjadi salah satu pendorong utama peningkatan laba bruto. Namun, beban pokok penjualan juga meningkat cukup tinggi, dari Rp637,06 miliar menjadi Rp873,48 miliar atau bertambah Rp236,42 miliar.
Meski beban pokok penjualan meningkat, kenaikan penjualan yang lebih tinggi membuat laba bruto UVCR naik menjadi Rp44,50 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bruto tercatat Rp28,44 miliar. Dengan demikian, laba bruto meningkat Rp16,06 miliar atau 56,47%.
Margin Laba Bruto Meningkat
Secara persentase, margin laba bruto UVCR meningkat dari sekitar 4,27% pada Januari–September 2025 menjadi sekitar 4,85% pada Januari–September 2026. Kenaikan margin ini menunjukkan bahwa pertumbuhan laba bruto lebih cepat dibandingkan pertumbuhan penjualan.
Beban umum dan administrasi meningkat dari Rp24,89 miliar menjadi Rp28,67 miliar. Beban penjualan juga naik dari Rp3,83 miliar menjadi Rp5,48 miliar. Secara keseluruhan, total beban usaha meningkat menjadi Rp34,14 miliar dari Rp28,72 miliar.
Namun, peningkatan laba bruto lebih besar daripada kenaikan beban usaha. Akibatnya, UVCR berhasil mencatat laba usaha Rp10,36 miliar, berbalik dari rugi usaha Rp275,91 juta pada periode sebelumnya.
Laba Sebelum Pajak UVCR Naik Menjadi Rp13,44 Miliar
Selain dari kegiatan usaha utama, UVCR mencatat penghasilan lain-lain neto sebesar Rp3,08 miliar pada Januari–September 2026, turun tipis dari Rp3,28 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan keuangan tercatat Rp5,75 juta, meningkat dari Rp3,71 juta. Sementara itu, beban keuangan turun menjadi Rp4,34 miliar dari Rp5,57 miliar, sehingga beban bunga dan pembiayaan memberikan tekanan yang lebih kecil terhadap kinerja dibandingkan tahun sebelumnya.
Pos lain-lain neto memberikan kontribusi Rp7,41 miliar pada 2026, dibandingkan Rp8,85 miliar pada 2025. Setelah memperhitungkan seluruh penghasilan dan beban tersebut, laba sebelum pajak mencapai Rp13,44 miliar, melonjak dari Rp3,01 miliar.
Laba Bersih UVCR Melonjak 395,63%
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan neto sebesar Rp2,81 miliar, UVCR membukukan laba bersih Rp10,63 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Nilai tersebut meningkat Rp8,48 miliar atau 395,63% dibandingkan Rp2,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba bersih jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan. Margin laba bersih meningkat dari sekitar 0,32% pada Januari–September 2025 menjadi sekitar 1,16% pada Januari–September 2026.
Tidak terdapat penghasilan atau rugi komprehensif lain pada kedua periode tersebut. Dengan demikian, total laba komprehensif UVCR sama dengan laba bersih, yaitu Rp10,63 miliar pada 2026 dan Rp2,14 miliar pada 2025.
Laba per saham dasar dan dilusian meningkat dari Rp1,07 menjadi Rp5,31 per saham.
Baca Laporan Keuangan Emiten:
- Laporan Keuangan BPFI Q3 2026: Laba Bersih Melonjak 88%
- Artha Mahiya Investama (AIMS) Rugi Rp706 Juta hingga September 2026
- Laporan Keuangan PTPP September 2026: Laba yang Diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk Meroket Jadi Rp259,97 Miliar
- Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Anjlok 56,5% Jadi Rp25,3 Miliar
- Laba Haloni Jane Tbk (HALO) Melejit 160% Per September 2026
- Laporan Keuangan Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) per September 2026
- Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
- Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun
- Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
- Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar
- Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026
- Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026
Posisi Keuangan UVCR per 30 September 2026
Total aset UVCR pada 30 September 2026 mencapai Rp245,77 miliar, meningkat Rp28,74 miliar atau 13,24% dibandingkan Rp217,03 miliar pada 31 Desember 2025.
| Pos Keuangan | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan Nominal | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Kas dan Bank | Rp2,37 miliar | Rp1,81 miliar | +Rp568,86 juta | +31,51% |
| Piutang Usaha Pihak Ketiga | Rp15,25 miliar | Rp10,34 miliar | +Rp4,91 miliar | +47,43% |
| Piutang Lain-lain Pihak Ketiga | Rp48,33 miliar | Rp118,03 miliar | -Rp69,70 miliar | -59,07% |
| Persediaan | Rp137,66 miliar | Rp49,72 miliar | +Rp87,94 miliar | +176,89% |
| Total Aset Lancar | Rp213,33 miliar | Rp182,22 miliar | +Rp31,11 miliar | +17,07% |
| Total Aset Tidak Lancar | Rp32,45 miliar | Rp34,81 miliar | -Rp2,37 miliar | -6,80% |
| Total Aset | Rp245,77 miliar | Rp217,03 miliar | +Rp28,74 miliar | +13,24% |
Persediaan UVCR Melonjak 176,89%
Salah satu perubahan terbesar pada aset UVCR berasal dari persediaan. Saldo persediaan per 30 September 2026 mencapai Rp137,66 miliar, meningkat Rp87,94 miliar atau 176,89% dibandingkan Rp49,72 miliar pada akhir 2025.
Persediaan menjadi komponen terbesar dalam aset lancar dan menyumbang lebih dari separuh total aset perseroan pada akhir September 2026.
Sementara itu, piutang usaha pihak ketiga meningkat 47,43% menjadi Rp15,25 miliar dari Rp10,34 miliar. Sebaliknya, piutang lain-lain pihak ketiga turun cukup signifikan dari Rp118,03 miliar menjadi Rp48,33 miliar.
Perubahan tersebut membuat total aset lancar meningkat 17,07% menjadi Rp213,33 miliar dari Rp182,22 miliar.
Liabilitas UVCR Naik Menjadi Rp134,03 Miliar
Total liabilitas UVCR per 30 September 2026 tercatat Rp134,03 miliar, meningkat Rp20,62 miliar atau 18,18% dibandingkan Rp113,41 miliar pada 31 Desember 2025.
| Pos Liabilitas dan Ekuitas | 30 September 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan Nominal | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Utang Bank Jangka Pendek | Rp52,39 miliar | Rp54,52 miliar | -Rp2,12 miliar | -3,89% |
| Uang Muka Pelanggan | Rp65,75 miliar | Rp43,04 miliar | +Rp22,71 miliar | +52,76% |
| Utang Pajak | Rp6,75 miliar | Rp6,12 miliar | +Rp633,24 juta | +10,35% |
| Total Liabilitas Jangka Pendek | Rp130,72 miliar | Rp110,40 miliar | +Rp20,31 miliar | +18,40% |
| Total Liabilitas Jangka Panjang | Rp3,31 miliar | Rp3,01 miliar | +Rp302,84 juta | +10,06% |
| Total Liabilitas | Rp134,03 miliar | Rp113,41 miliar | +Rp20,62 miliar | +18,18% |
| Total Ekuitas | Rp111,75 miliar | Rp103,62 miliar | +Rp8,13 miliar | +7,84% |
Kenaikan liabilitas terutama berasal dari uang muka pelanggan yang meningkat menjadi Rp65,75 miliar dari Rp43,04 miliar. Sementara itu, utang bank jangka pendek justru turun menjadi Rp52,39 miliar dari Rp54,52 miliar.
Liabilitas jangka pendek secara keseluruhan naik menjadi Rp130,72 miliar dari Rp110,40 miliar. Liabilitas jangka panjang juga meningkat menjadi Rp3,31 miliar dari Rp3,01 miliar.
Ekuitas UVCR Naik 7,84%
Total ekuitas UVCR per 30 September 2026 mencapai Rp111,75 miliar, meningkat Rp8,13 miliar atau 7,84% dibandingkan Rp103,62 miliar pada akhir 2025.
Modal saham tetap sebesar Rp40,00 miliar dan tambahan modal disetor juga tidak berubah di Rp33,27 miliar. Perseroan mencatat saham treasuri sebesar Rp1,50 miliar pada September 2026, sementara pada akhir 2025 belum terdapat saldo saham treasuri tersebut.
Saldo laba belum dicadangkan meningkat menjadi Rp32,86 miliar dari Rp23,23 miliar. Sementara saldo laba yang dicadangkan tetap sebesar Rp7,12 miliar.
Arus Kas Operasi UVCR Masih Negatif
Meskipun laba bersih meningkat signifikan, arus kas dari aktivitas operasi UVCR masih mencatat arus keluar. Pada Januari–September 2026, kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp64,34 miliar, membesar dibandingkan Rp8,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
| Arus Kas | Jan–Sep 2026 | Jan–Sep 2025 | Perubahan Nominal | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Penerimaan Kas dari Pelanggan | Rp945,79 miliar | Rp663,79 miliar | +Rp282,00 miliar | +42,48% |
| Pembayaran kepada Pemasok | -Rp976,64 miliar | -Rp646,36 miliar | Arus keluar naik Rp330,28 miliar | +51,10%* |
| Pembayaran kepada Karyawan | -Rp16,23 miliar | -Rp14,05 miliar | Arus keluar naik Rp2,19 miliar | +15,59%* |
| Kas Neto dari Aktivitas Operasi | -Rp64,34 miliar | -Rp8,99 miliar | Arus keluar naik Rp55,35 miliar | +616,25%* |
| Kas Neto dari Aktivitas Investasi | Rp70,78 miliar | -Rp19,83 miliar | Berbalik positif Rp90,61 miliar | Berbalik positif |
| Kas Neto dari Aktivitas Pendanaan | -Rp5,88 miliar | Rp28,21 miliar | Turun Rp34,09 miliar | Berbalik negatif |
| Kenaikan Neto Kas dan Bank | Rp568,86 juta | -Rp605,39 juta | +Rp1,17 miliar | Berbalik positif |
*Untuk arus kas keluar, persentase menunjukkan perubahan besaran arus kas keluar.
Penerimaan kas dari pelanggan meningkat menjadi Rp945,79 miliar dari Rp663,79 miliar. Namun, pembayaran kepada pemasok juga melonjak menjadi Rp976,64 miliar dari Rp646,36 miliar. Kenaikan pembayaran kepada pemasok lebih besar daripada pertumbuhan penerimaan kas dari pelanggan sehingga arus kas operasi menjadi negatif.
Aktivitas investasi justru menghasilkan kas bersih Rp70,78 miliar, berbalik dari penggunaan kas Rp19,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perubahan ini terutama dipengaruhi penerimaan pembayaran pinjaman dari pihak ketiga sebesar Rp82,02 miliar.
Aktivitas pendanaan menggunakan kas Rp5,88 miliar. Perseroan mencatat pembayaran utang bank jangka pendek Rp78,17 miliar, pembayaran dividen tunai Rp1,00 miliar, pembayaran utang bank jangka panjang Rp450 juta, serta pembayaran utang pembiayaan Rp802,22 juta.
Setelah memperhitungkan seluruh aktivitas tersebut, kas dan bank meningkat Rp568,86 juta sepanjang Januari–September 2026. Saldo akhir kas dan bank mencapai Rp2,37 miliar, naik dari Rp1,81 miliar pada awal tahun.
Kesimpulan Kinerja Keuangan UVCR September 2026
Kinerja PT Trimegah Karya Pratama Tbk pada sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi laba. Penjualan neto tumbuh 37,94% menjadi Rp917,99 miliar, sedangkan laba bruto meningkat 56,47% menjadi Rp44,50 miliar.
Peningkatan laba bruto mampu mengimbangi kenaikan beban usaha sehingga laba usaha UVCR berbalik positif menjadi Rp10,36 miliar. Laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp13,44 miliar dan laba bersih melonjak 395,63% menjadi Rp10,63 miliar.
Dari sisi neraca, total aset meningkat 13,24% menjadi Rp245,77 miliar. Persediaan menjadi komponen yang mengalami kenaikan paling besar, mencapai Rp137,66 miliar. Total liabilitas naik 18,18% menjadi Rp134,03 miliar, sementara ekuitas meningkat 7,84% menjadi Rp111,75 miliar.
Arus kas menjadi salah satu perhatian dalam laporan periode ini. Meskipun penerimaan kas dari pelanggan tumbuh kuat, arus kas operasi masih negatif Rp64,34 miliar akibat besarnya pembayaran kepada pemasok dan kebutuhan operasional lainnya. Namun, arus kas investasi berbalik positif Rp70,78 miliar sehingga secara keseluruhan kas dan bank tetap meningkat Rp568,86 juta.
Secara keseluruhan, UVCR mencatat pertumbuhan penjualan dan laba yang kuat pada Januari–September 2026, dengan peningkatan profitabilitas yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
FAQ Kinerja Keuangan UVCR September 2026
Berapa laba bersih UVCR pada Januari–September 2026?
UVCR membukukan laba bersih sebesar Rp10,63 miliar pada Januari–September 2026, meningkat 395,63% dibandingkan Rp2,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berapa penjualan neto UVCR?
Penjualan neto UVCR mencapai Rp917,99 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, naik 37,94% dari Rp665,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berapa total aset UVCR per 30 September 2026?
Total aset UVCR tercatat Rp245,77 miliar per 30 September 2026, meningkat 13,24% dibandingkan Rp217,03 miliar pada 31 Desember 2025.
Bagaimana posisi liabilitas UVCR?
Total liabilitas UVCR mencapai Rp134,03 miliar per 30 September 2026, naik 18,18% dari Rp113,41 miliar pada akhir 2025.
Berapa arus kas operasi UVCR?
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp64,34 miliar pada Januari–September 2026, dibandingkan arus kas keluar Rp8,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berapa laba per saham UVCR?
Laba per saham dasar dan dilusian UVCR mencapai Rp5,31 pada Januari–September 2026, meningkat dari Rp1,07 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments
Posting Komentar