Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi, Perak Pecahkan Rekor! Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed
![]() |
| Emas batangan berat 1 kg yang dijual di pasaran. Steve Bidmead / Pixabay |
Mediasaham.com – Jakarta. Harga emas spot mengalami kenaikan signifikan pada hari Kamis (11/12), mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Kenaikan tajam ini dipicu oleh keputusan Federal Reserve (The Fed) AS untuk memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin, yang secara langsung menekan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Tak hanya emas, harga perak bahkan melonjak ke rekor tertinggi baru, menunjukkan momentum kuat di pasar logam mulia.
Analisis Pergerakan Harga Logam Mulia
Menurut data dari Reuters pada 11 Desember:
- Emas Spot menguat 1,2% menjadi $4.280,08 per ons, menembus level tertinggi sejak 21 Oktober.
- Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 2,1% pada $4.313 per ons.
- Perak Spot melonjak hampir 4% menjadi $64,22 per ons, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di $64,31 yang dicapai pada sesi yang sama.
Analis pasar, Edward Meir dari Marex, mengungkapkan pandangannya terkait fenomena ini. "Perak tampaknya menarik emas ke atas, dan juga mengangkat platinum serta paladium... ada banyak momentum di baliknya saat ini," jelas Meir.
Dolar AS Melemah, Menguntungkan Emas
Penurunan suku bunga The Fed menyebabkan dolar AS tergelincir ke level terendah delapan minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Pelemahan dolar ini membuat emas yang dihargai dalam greenback menjadi lebih terjangkau dan menarik bagi pembeli di luar AS, sehingga mendorong permintaan dan harganya.
Meir menambahkan bahwa keputusan The Fed memangkas suku bunga di tengah kondisi inflasi yang belum optimal (belum kembali ke target 2% The Fed) adalah faktor "sangat bullish untuk emas", mengingat logam mulia sering dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Keputusan The Fed dan Implikasinya
Pada hari Rabu (10/12), The Fed menyampaikan pemotongan suku bunga sebesar seperempat poin untuk kali ketiga berturut-turut. Meskipun demikian, para pembuat kebijakan mengisyaratkan kemungkinan jeda dalam pemotongan lebih lanjut sambil terus memantau tren pasar tenaga kerja dan inflasi yang masih "agak tinggi".
Secara umum, suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas karena merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Suku bunga yang rendah mengurangi opportunity cost (biaya peluang) memegang emas dibandingkan dengan aset berbunga lainnya.
Presiden AS Donald Trump telah sejak awal masa jabatan keduanya mengadvokasi suku bunga yang lebih rendah, dan calon pemimpin Federal Reserve berikutnya, yang diprediksi kuat adalah penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett, diperkirakan akan mempertahankan pandangan tersebut.
Katalis Lain dan Prospek Selanjutnya
Investor kini menantikan laporan non-farm payrolls (NFP) bulanan AS, yang dijadwalkan rilis pada 16 Desember, sebagai petunjuk segar mengenai jalur kebijakan The Fed ke depan.
Baca: Harga Emas Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed, Harga Perak Tembus Rekor $60
Di sisi lain, regulator dana pensiun India pada hari Rabu juga mengumumkan izin investasi dalam ETF emas dan perak untuk dana pensiun negara tersebut. Keputusan ini berpotensi meningkatkan permintaan institusional terhadap logam mulia di pasar global.
Logam mulia lainnya juga turut menguat:
- Platinum naik 2,5% menjadi $1.697,61.
- Paladium naik 1,1% menjadi $1.492,55.
Sumber: Reuters (Dec 11)

.jpg)
.jpg)
.jpg)