Mediasaham.com – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) bersama entitas anak mencatat
pertumbuhan aset konsolidasian pada paruh pertama 2025. Berdasarkan laporan
keuangan per 30 Juni 2025 (tidak diaudit), total aset bank swasta terbesar di
Indonesia ini mencapai Rp1.504,1 triliun. Angka tersebut naik 3,78%
dibandingkan posisi akhir 2024 yang senilai Rp1.449,3 triliun (diaudit).
Meski total aset meningkat, komposisi beberapa pos mengalami pergeseran. Kas tercatat turun 24,39% dari Rp29,3 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp22,1 triliun pada Juni 2025. Sebaliknya, giro pada Bank Indonesia melonjak 42,23% menjadi Rp51,7 triliun, sementara giro pada bank lain meningkat signifikan 117,9% menjadi Rp8,9 triliun.
Baca:
1. Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula
2. Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan
3. Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula
4. 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Oktober 2025)
Penempatan dana pada Bank Indonesia dan bank-bank lain juga tumbuh
55,42% menjadi Rp24,4 triliun. Namun, aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi relatif stabil, hanya turun tipis 0,42% menjadi Rp21,4
triliun. Tagihan akseptasi naik 11,95% menjadi Rp10,7 triliun, sedangkan wesel
tagih merosot tajam 51,49% menjadi Rp4,3 triliun. Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali justru melesat 786,91% dari Rp1,4 triliun menjadi Rp12,8
triliun.
Baca: Daftar Bank Buku 4 di Indonesia
Di sisi lain, portofolio kredit tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan aset. Kredit yang diberikan naik 3,97% menjadi Rp905 triliun per Juni 2025. Aset berbasis syariah juga tumbuh 5,36% menjadi Rp10,7 triliun. Namun, piutang pembiayaan konsumen turun 2,41% menjadi Rp9,2 triliun, sementara efek untuk tujuan investasi terkoreksi 2,73% menjadi Rp361 triliun.
Beberapa aset non-keuangan menunjukkan tren penurunan. Aset tetap
berkurang 1,64% menjadi Rp27,8 triliun, aset tak berwujud turun 3,15% menjadi
Rp1,7 triliun, dan aset pajak tangguhan menyusut 12,82% menjadi Rp4,8 triliun.
Baca:
1. Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan
2. 105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO
3. Bank-Bank Tercatat di Papan Utama BEI, Ini 29 Daftar Emiten dan Kodenya
Secara keseluruhan, BCA berhasil menjaga momentum pertumbuhan aset meskipun terjadi pergeseran pada sejumlah pos keuangan. Lonjakan pada giro Bank Indonesia serta efek yang dibeli dengan janji dijual kembali menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan aset perseroan di semester pertama 2025.
0 Comments
Posting Komentar