Mediasaham.com – Trading saham harian
atau day trading sangat populer di kalangan anak muda gen Z khususnya
para pemula. Tentu kamu juga pernah dengar istilah trading saham harian
bukan? Simpelnya, ini cara cari untung dari jual-beli saham dalam waktu singkat
bahkan hanya dalam hitungan menit dan jam.
Kalau investasi saham
biasanya nunggu bertahun-tahun baru ada hasil, trading harian ini beda banget.
Kamu beli saham dalam hitungan menit dan jual saat itu juga, bisa langsung
dapet cuan.
Namun, di balik
peluangnya yang besar, risikonya juga lebih tinggi. Karena itu, penting bagi
kamu untuk memahami cara kerja, strategi, hingga tips manajemen risiko agar
tidak salah langkah. Yuk, kita bahas bareng-bareng biar nggak salah langkah.
Cara Trading Saham Harian: Biar Cuan Setiap Hari
Apa Itu Trading Saham Harian?
Trading saham harian
(atau sering disebut day trading) adalah kegiatan jual beli saham di
hari yang sama. Misalnya pagi hari kamu beli saham BCA waktu harganya turun,
siang harganya naik, langsung kamu jual.
Dari selisih harga itulah kamu dapet keuntungan. Tapi ingat, ini bukan tebak-tebakan. Kamu perlu tahu kapan waktu terbaik buat beli dan kapan harus jual.
Cara Kerja Trading Saham Harian
Ada empat hal utama
yang perlu kamu pahami biar nggak salah arah:
1. Waktu Singkat
Kalau investasi butuh
waktu lama, trading harian itu cepat banget.
Bisa beli pagi, jual sore. Bahkan ada yang cuma nahan saham beberapa menit yang
penting target untungnya sudah dapat.
Misalnya kamu beli
saham BBCA pas pasar saham buka pukul 09:00. Nah, target Kamu cukup naik 1-2%. Beberapa
menit kemudian harganya pun naik 1-2%. Nah kamu bisa langsung jual cepat.
2. Harus Bisa Analisa
Nggak bisa asal beli
karena feeling. Kamu perlu analisa harga saham, lihat grafik, dan cari tahu
saham mana yang lagi rame atau berpotensi naik.
3. Prinsipnya “Beli Murah, Jual Mahal”
Namanya juga trading,
ya intinya cari momen beli di harga rendah, jual di harga tinggi.
Jadi kamu harus jeli lihat pergerakan pasar. Kemana arah pasar akan bergerak.
4. Berani Jual Rugi (Cut Loss)
Harus berani jual rugi. Namanya juga bisnis trading saham, pasti ada untung dan rugi. Buat batas kerugian yang bisa kamu tanggung. Misalnya rugi 1% harus jual, jangan ditahan-tahan.
Tips Trading Saham Harian Buat Pemula
Nah, biar nggak asal-asalan
tanpa arah. Berikut beberapa tips simpel agar kamu bisa mulai trading harian
dengan cara yang aman dan menguntungkan:
1. Mulai dari Modal Kecil
Trading saham harian nggak
perlu langsung pakai uang banyak.
Mulai aja dulu dari Rp100 ribu, Rp200 ribu buat belajar. Kalau punya modal
lebih, tambah jadi Rp500 ribu. Lebih dari itu biasanya tidak cocok buat belajar. Lihat juga di sini bagaimana cara trading saham dengan modal 50 ribu.
Baca Juga: Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor
Kalau untungnya masih
kecil dan mini, nggak apa-apa — yang penting kamu ngerti polanya. Intinya kamu
terbiasa dulu dengan psikologis dalam trading harian. Singkatnya rasakan dulu
fellnya.
2. Pakai Uang Dingin
Jangan pakai uang buat
bayar kos, cicilan, atau sekolah anak ya 😅.
Gunakan uang dingin, alias uang lebih yang nggak kepakai buat kebutuhan penting
atau sehari-hari.
Karena trading itu bisa rugi, jadi harus siap mental. Intinya perkuat dulu
mentalnya.
3. Trading Pelan-Pelan Dulu
Nggak usah langsung
beli banyak. Mulai sedikit demi sedikit, biar kamu bisa belajar baca pasar dan
ngerti kapan harus jual atau tahan. Misalnya mulai dari bebera lot saja. Jangan
langsung habiskan modalmu dalam sekali beli.
4. Pilih Aplikasi Trading Saham Resmi Terdaftar di OJK dan BEI
Sekarang banyak banget aplikasi trading saham. Janga nasal pilih kalua tidak mau uangmu hilang. Pilih aplikasi trading saham resmi dan sudah ada ijinya dari OJK dan BEI. Kamu bisa cek di sini Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia yang Resmi Terdaftar di BEI & OJK
Pastikan juga
aplikasinya mudah dipakai dan punya fitur analisa harga. Satu lagi, pastikan
aplikasinya kencang, tidak lemot. Bayangkan saat mau jual saham, tiba-tiba
lemot. Bisa langsung rugi. Karena trading saham harian butuh kecepatan. Kamu bisa cek di sini 7 aplikasi trading saham terbaik yang bisa kamu pilih.
5. Punya Rencana Trading (Trading Plan Harian)
Bayangkan kamu mau memasuki
arena pertempuran di pasar saham. Tapi, kamu tidak ada rencana sema sekali.
Bisa-bisa kamu babak belur, kehabisan modal. Kalau dalam peperangan, kamu bisa
mati konyol.
Jadi sebelum mulai,
buat dulu trading plan harian. Misalnya seperti berikut:
- Saham apa yang mau dibeli
- Kapan mau beli
- Kapan mau jual
- Dan batas rugi yang kamu siapin (cut loss)
Dengan punya plan,
kamu nggak gampang panik waktu harga naik-turun. Kamu juga bisa membuat trading
plan sendiri. Buat dengan gaya kamu sendiri. Kadang cara trading orang lain
belum tentu cocok sama kita.
6. Buat Batas Keuntungan
Trading saham harian
tidak boleh rakus. Ingin langsung untung sebesar-besarnya. Buat batasan untung
yang ingin kamu capai. Misalnya untung 2% dan 3% langsung jual.
Baca Juga: 10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Saham Tertinggi
Jangan tergoda saat
sudah membuat batasan. Bisa-bisa malah jadi rugi, bukan untung karena tiba-tiba
sahamnya langsung terjun bebas dalam hitungan detik. Yang awalnya udah untung,
malah rugi.
6. Pahami Risiko
Jangan cuma lihat
cuannya. Pahami juga risiko setiap transaksi. Idealnya, kamu atur rasio untung
dan rugi minimal 1:2 — misalnya siap rugi Rp200 ribu, target untung Rp400 ribu.
7. Disiplin Itu Kunci
Jangan gampang berubah
pikiran. Kalau udah punya rencana, jalani dengan tenang.
Trading itu butuh sabar dan konsisten, bukan nebak-nebak harga.
Strategi Penting dalam Trading Saham Harian Berdasarkan Pengalaman Para Trader
Ada beberapa strategi
yang sering dipakai trader harian:
- Kelola keuangan: Pisahkan uang buat
trading dan uang kebutuhan harian. Ini wajib hukumnya.
- Cari saham likuid: Saham yang sering
ditransaksikan biasanya lebih gampang dibeli dan dijual.
- Catat semua transaksi: Bikin jurnal trading, biar kamu tahu kesalahan kamu yang mana, sehingga kamu tahu pola yang cocok buat kamu.
Risiko Trading Saham Harian
Trading saham harian
bisa kasih kamu untung cepat, tapi juga bisa bikin rugi cepat.
Beberapa risikonya antara lain:
- Harga saham bisa berubah drastis dalam
waktu singkat, bahkan dalam hitungan detik.
- Emosi bisa mengacaukan keputusan (misalnya
langsung panik saat harga turun).
- Kalau terlalu sering transaksi, biaya
broker bisa membengkak.
- Dan resiko lainnya, bisa cek di sini apa saja resiko trading saham online bagi pemula dan cara untuk menghindarinya.
Jadi, jangan asal
ikut-ikutan. Pelajari dulu, baru action.
Kesimpulan
Trading saham harian
bisa jadi cara cepat untuk mendapatkan keuntungan dari pasar saham, asalkan
dilakukan dengan disiplin dan strategi yang tepat. Mulailah dengan modal kecil,
gunakan uang dingin, analisa harga saham, dan kendalikan emosi.
Trading itu bukan
soal siapa yang paling cepat kaya, tapi siapa yang paling disiplin dan tenang.
0 Comments
Posting Komentar