Mediasaham.com, Jakarta – Berdasarkan laporang keuangan GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) per Juni 2025. Emiten teknologi terbesar di Indonesia, mencatat perbaikan signifikan pada kinerja keuangannya.
GOTO berhasil memangkas rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp580,01 miliar, turun tajam 78,5% dibandingkan rugi Rp2,70 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan Naik 10,6%
Selama enam bulan pertama tahun 2025, GOTO membukukan pendapatan bersih Rp8,56 triliun, meningkat 10,6% dibandingkan Rp7,74 triliun pada semester I 2024.
Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan stabil di lini bisnis on-demand services, e-commerce (Tokopedia), dan layanan keuangan digital (GoPay).
Efisiensi Biaya Dorong Perbaikan Kinerja
Total biaya dan beban GOTO turun 7,8% menjadi Rp8,73 triliun dari Rp9,46 triliun pada tahun sebelumnya.
Penurunan terbesar berasal dari:
-
Beban umum dan administrasi: Rp1,93 triliun, turun 22% dari Rp2,47 triliun.
-
Beban penjualan dan pemasaran: Rp1,34 triliun, menurun 7,1%.
-
Beban penyusutan dan amortisasi: Rp355,82 miliar, turun 26,9%.
Dengan efisiensi ini, rugi usaha GOTO menyempit drastis menjadi Rp171,60 miliar, dibanding rugi Rp1,73 triliun pada semester I 2024 — perbaikan 90,1%.
Rugi Bersih Turun 78,5%
Setelah memperhitungkan pendapatan keuangan dan beban lain-lain, GOTO mencatat rugi sebelum pajak Rp499,48 miliar, jauh lebih rendah dibanding Rp2,90 triliun tahun sebelumnya.
Setelah pajak, rugi periode berjalan mencapai Rp741,96 miliar, turun 74% dari Rp2,85 triliun pada Juni 2024.
Sementara itu, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp2,70 triliun menjadi Rp580,01 miliar, menunjukkan perbaikan 78,5%.
Total Aset Turun Tipis 2%, Ekuitas Turun 4%
Per 30 Juni 2025, total aset GOTO tercatat sebesar Rp42,32 triliun, turun tipis 2% dari Rp43,21 triliun per akhir 2024. Penurunan terutama disebabkan oleh penurunan kas dan deposito dari Rp20,93 triliun menjadi Rp18,23 triliun, seiring dengan penggunaan dana operasional.
Total liabilitas naik ringan 2,5% menjadi Rp13,12 triliun. Sementara ekuitas turun 4% ke Rp29,19 triliun dari Rp30,40 triliun pada akhir 2024.
Kas dan Setara Kas Turun 7,8%
Pos kas dan setara kas tercatat Rp17,78 triliun, turun 7,8% dari Rp19,18 triliun di akhir 2024. Arus kas dari aktivitas operasi masih negatif Rp612,05 miliar, hampir sama dengan defisit Rp598,72 miliar di tahun sebelumnya.
Namun, GOTO mencatat kas bersih dari aktivitas investasi positif Rp305,73 miliar, berbalik dari defisit Rp10,56 triliun pada semester I 2024 — sebuah perbaikan besar yang menandakan pengendalian investasi dan efisiensi modal kerja.
Rugi per Saham Turun Drastis
Rugi per saham (basic & diluted) juga menyusut signifikan dari Rp3 per lembar saham menjadi hanya Rp0,55 per lembar saham, mencerminkan keberhasilan manajemen menekan beban operasional dan meningkatkan efisiensi.
📊 Ringkasan Kinerja Keuangan GOTO (Semester I)
| Pos Keuangan | 30 Jun 2025 | 30 Jun 2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Bersih | Rp8,56 triliun | Rp7,74 triliun | +10,6% |
| Rugi Usaha | Rp171,60 miliar | Rp1,73 triliun | -90,1% |
| Rugi Bersih (Pemilik Entitas Induk) | Rp580,01 miliar | Rp2,70 triliun | -78,5% |
| Total Aset | Rp42,32 triliun | Rp43,21 triliun* | -2,0% |
| Total Liabilitas | Rp13,12 triliun | Rp12,80 triliun* | +2,5% |
| Ekuitas | Rp29,19 triliun | Rp30,40 triliun* | -4,0% |
| Kas dan Setara Kas | Rp17,78 triliun | Rp19,18 triliun* | -7,8% |
*Desember 2024
Kesimpulan
Hasil semester I 2025 menunjukkan bahwa strategi efisiensi dan fokus profitabilitas GOTO mulai membuahkan hasil nyata. Penurunan rugi hingga 78% dan perbaikan arus kas investasi menjadi indikator kuat bahwa perusahaan kini lebih disiplin dalam pengeluaran modal.
Namun, arus kas operasi yang masih negatif dan penurunan kas bersih perlu diwaspadai oleh investor, terutama menjelang semester II yang biasanya padat promosi e-commerce dan insentif driver. Jika tren efisiensi ini berlanjut, GOTO berpeluang mencatatkan break even point (BEP) lebih cepat dari proyeksi analis sebelumnya.
Disclaimer: Informasi hanya untuk edukasi, bukan rekomendasi investasi. Analisis ini tidak bertujuan untuk mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Penulis: Adit Saputra - Mediasaham Research

.png)
0 Comments
Posting Komentar