Jakarta, Mediasaham.com — PT Erajaya Swasembada Tbk (IDX: ERAA) mencatatkan kinerja keuangan yang stabil sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Meskipun penjualan meningkat, laba bersih perusahaan mengalami sedikit penurunan akibat kenaikan beban operasional.
Pendapatan dan Laba Bruto
Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (30/10), ERAA mencatat penjualan sebesar Rp52,36 triliun hingga 30 September 2025, meningkat 7,71% dibandingkan Rp48,61 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Beban pokok penjualan naik 7,74% menjadi Rp46,51 triliun dari Rp43,16 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bruto meningkat 7,54% menjadi Rp5,85 triliun dibandingkan Rp5,44 triliun pada sembilan bulan pertama 2024.
Beban Usaha dan Laba Operasional
Beban usaha perusahaan meningkat signifikan, terutama beban penjualan dan distribusi yang naik 21% menjadi Rp2,65 triliun dari Rp2,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Beban umum dan administrasi juga naik 5,64% menjadi Rp2,06 triliun dari Rp1,95 triliun.
Akibat peningkatan tersebut, laba usaha menurun 1,23% menjadi Rp1,61 triliun dibandingkan Rp1,63 triliun pada sembilan bulan pertama 2024.
Laba Bersih dan Earnings per Share
Pada periode Januari–September 2025, laba tahun berjalan tercatat Rp848,75 miliar, turun 0,49% dibandingkan Rp852,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp785,57 miliar, turun tipis 0,71% dibandingkan Rp791,16 miliar pada sembilan bulan pertama 2024.
Baca juga informasi mengenai Laporan Keuangan PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) Kuartal III-2025: Laba Naik Hampir Tiga Kali Lipat
Penurunan laba bersih ini juga berdampak pada laba per saham (earnings per share / EPS) yang ikut melemah dengan persentase serupa.
Aset, Liabilitas, dan Ekuitas
Per 30 September 2025, total aset ERAA tercatat sebesar Rp28,57 triliun, meningkat 31,24% dibandingkan Rp21,78 triliun pada akhir Desember 2024.
Total liabilitas naik tajam 48,82% menjadi Rp18,93 triliun dari Rp12,72 triliun di akhir tahun sebelumnya, didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp15,81 triliun.
Sementara itu, total ekuitas meningkat 6,4% menjadi Rp9,64 triliun dari Rp9,06 triliun pada Desember 2024.
Arus Kas dan Likuiditas
Jumlah kas dan setara kas ERAA per akhir September 2025 mencapai Rp1,81 triliun, naik 2,26% dibandingkan Rp1,77 triliun pada akhir 2024.
Cek juga info mengenai Laporan Keuangan Trimitra Trans Persada (BLOG) Kuartal III 2025: Laba Bersih Meningkat 23,7%
Kenaikan kas terutama berasal dari arus kas bersih aktivitas pendanaan yang mencapai Rp1,54 triliun, ditopang oleh penarikan utang bank sebesar Rp2,41 triliun.
Ringkasan Kinerja Keuangan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
(Periode 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024)
(Dalam miliar Rupiah)
| Pos Keuangan | 2025 | 2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Penjualan | 52.360 | 48.610 | +7,71% |
| Beban Pokok Penjualan | 46.510 | 43.160 | +7,74% |
| Laba Bruto | 5.850 | 5.440 | +7,54% |
| Laba Usaha | 1.610 | 1.630 | -1,23% |
| Laba Tahun Berjalan | 848,75 | 852,89 | -0,49% |
| Laba ke Induk | 785,57 | 791,16 | -0,71% |
| Total Aset | 28.570 | 21.780 | +31,24% |
| Total Liabilitas | 18.930 | 12.720 | +48,82% |
| Total Ekuitas | 9.640 | 9.060 | +6,40% |
| Kas dan Setara Kas | 1.810 | 1.770 | +2,26% |
Kesimpulan
Erajaya Swasembada mencatatkan peningkatan penjualan dan pertumbuhan aset yang kuat sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Meski laba bersih turun tipis 0,71%, struktur keuangan perusahaan tetap solid dengan pertumbuhan ekuitas dan kas yang positif. Kenaikan liabilitas menunjukkan ekspansi pembiayaan jangka pendek untuk mendukung aktivitas usaha yang meningkat.

0 Comments
Posting Komentar