Jakarta, Mediasaham.com — PT Allo Bank Indonesia Tbk (IDX: BBHI) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Pertumbuhan pendapatan bunga dan ekspansi kredit mendorong kenaikan laba bersih lebih dari 25% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan dan Laba Bersih
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit, Allo Bank membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp379,88 miliar hingga 30 September 2025. Capaian ini naik 25,54% dibandingkan Rp302,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan bunga yang tumbuh 24,42% year on year (yoy) menjadi Rp1,35 triliun dari Rp1,09 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Di sisi lain, beban bunga tercatat naik lebih rendah, yakni 11,08% yoy menjadi Rp291,75 miliar dari Rp262,60 miliar. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih perusahaan melonjak 28,85% yoy menjadi Rp1,05 triliun dari Rp816,63 miliar pada sembilan bulan pertama 2024.
Pertumbuhan Kredit dan Aset
Sepanjang periode Januari–September 2025, penyaluran kredit Allo Bank mencapai Rp8,48 triliun, meningkat 15,58% dibandingkan Rp7,34 triliun pada tahun sebelumnya.
Baca: BCA Catat Laba Bersih Rp43,4 Triliun di 9 Bulan 2025, Kredit Tumbuh 7,6% Didukung Likuiditas Kuat
Kenaikan penyaluran kredit ini turut mendorong pertumbuhan total aset sebesar 18,18% yoy menjadi Rp16,62 triliun dari Rp14,07 triliun pada akhir September 2024.
Dana Pihak Ketiga (DPK) Melonjak
Allo Bank juga mencatat peningkatan signifikan dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga 30 September 2025, total DPK mencapai Rp8,78 triliun, tumbuh 78,15% yoy dibandingkan Rp4,93 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan simpanan deposito yang melonjak 88,56% yoy menjadi Rp7,76 triliun dari Rp4,11 triliun pada tahun sebelumnya.
Baca Laporan Keuangan Saham BBNI (Bank BNI) Kuartal III 2025: Laba Bersih Turun 7% dan Ini Penyebabnya!
Dari sisi struktur dana, giro mencatat pertumbuhan tertinggi secara persentase, naik 266,79% yoy menjadi Rp203 miliar dari Rp55 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, tabungan tumbuh stabil 7,57% yoy menjadi Rp813 miliar dari Rp756 miliar.
Ringkasan Laporan Keuangan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
(Periode 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024)
(Dalam miliar Rupiah)
| Pos Keuangan | 2025 | 2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Bunga | 1.350 | 1.085 | +24,42% |
| Beban Bunga | 291,75 | 262,60 | +11,08% |
| Pendapatan Bunga Bersih | 1.058 | 816,63 | +28,85% |
| Kredit yang Diberikan | 8.480 | 7.340 | +15,58% |
| Total Aset | 16.620 | 14.070 | +18,18% |
| Total DPK | 8.780 | 4.930 | +78,15% |
| Deposito | 7.760 | 4.110 | +88,56% |
| Giro | 203 | 55 | +266,79% |
| Tabungan | 813 | 756 | +7,57% |
| Laba Bersih ke Induk | 379,88 | 302,61 | +25,54% |
Kesimpulan
Allo Bank mencatatkan pertumbuhan kuat pada sembilan bulan pertama 2025, dengan kenaikan laba bersih 25,54% dan lonjakan penghimpunan DPK hingga 78,15%. Kinerja positif ini didukung oleh efisiensi biaya bunga dan peningkatan penyaluran kredit, yang mendorong pertumbuhan aset hingga 18,18%.

0 Comments
Posting Komentar