Jakarta, Mediasaham.com — PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (IDX: URBN) mencatatkan penurunan kinerja signifikan pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Pendapatan perusahaan mengalami penurunan tajam, diikuti penurunan laba bersih yang mencapai lebih dari 98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan dan Laba Kotor
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit, URBN membukukan pendapatan sebesar Rp10,37 miliar hingga 30 September 2025, turun 78% dari Rp47,23 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp6,60 miliar, menurun 79,5% dibandingkan Rp32,17 miliar tahun lalu. Meski beban pokok turun, penurunan pendapatan yang lebih besar membuat laba kotor perusahaan anjlok 75%, menjadi Rp3,77 miliar dari Rp15,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban umum dan administrasi tercatat Rp11,38 miliar, turun 19,8% dari Rp14,19 miliar pada tahun lalu, sementara beban penjualan juga menurun menjadi Rp244,6 juta dari Rp658,6 juta. Pendapatan operasi lainnya tercatat Rp2,68 miliar, turun 36,9% dari Rp4,24 miliar pada kuartal III 2024.
Baca juga informasi mengenai 10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Saham Tertinggi
Laba usaha perusahaan berbalik negatif, mencatat rugi usaha sebesar Rp7,52 miliar pada kuartal III 2025, dibandingkan laba Rp1,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba Bersih dan Earnings per Share
URBN membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,39 miliar pada kuartal III 2025, turun 76,9% dari Rp10,32 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp2,28 miliar, laba tahun berjalan hanya mencapai Rp110,97 juta, merosot 98,4% dibandingkan Rp8,23 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca juga informasi mengenai Laba Bersih Unilever Q3 2025 Naik 10,8%, Tapi Apakah Pertumbuhannya Nyata?
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp129,76 juta, turun 98,4% dari Rp8,34 miliar pada kuartal III 2024. Nilai laba per saham dasar (earnings per share / EPS) sebesar Rp0,04 per saham, turun drastis dari Rp2,58 per saham pada tahun lalu.
Aset dan Ekuitas
Per 30 September 2025, total aset URBN mencapai Rp4,19 triliun, naik tipis 1,1% dibandingkan Rp4,15 triliun pada akhir Desember 2024.
Total liabilitas naik 2,2% menjadi Rp2,14 triliun dari Rp2,09 triliun pada akhir tahun sebelumnya. Ekuitas tercatat stabil di level Rp2,05 triliun, hanya naik 0,01% dibandingkan Rp2,05 triliun pada akhir Desember 2024.
Baca juga informasi mengenai Laba Hermina (HEAL) Turun 24%! Tanda Bahaya atau Peluang Beli?
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sedikit menjadi Rp1,09 triliun dari Rp1,085 triliun pada periode sebelumnya.
Arus Kas
Dari sisi arus kas, aktivitas operasi URBN masih mencatat arus kas keluar sebesar Rp18,09 miliar hingga kuartal III 2025, membaik dibandingkan arus kas keluar Rp94,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga informasi mengenai Laba Bersih Jaya Ancol (PJAA) Kuartal III-2025 Anjlok 41,7%, Ini Penyebabnya!
Arus kas dari aktivitas investasi mencatat arus keluar Rp2,79 miliar, berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang mencatat arus masuk Rp95,22 miliar.
Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan mencatat arus masuk Rp16,85 miliar, berasal dari penerimaan utang bank baru senilai Rp17 miliar.
Temukan juga di sini informasi mengenai Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan
Kas dan bank pada akhir periode tercatat Rp9,57 miliar, turun 33,1% dari Rp14,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ringkasan Laporan Keuangan PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN)
(Periode 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024)
(Dalam Rupiah)
| Pos Keuangan | 2025 | 2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 10.371.980.771 | 47.238.870.642 | -78,0% |
| Beban Pokok Pendapatan | 6.602.034.269 | 32.173.756.199 | -79,5% |
| Laba Kotor | 3.769.946.502 | 15.065.114.443 | -75,0% |
| Laba Usaha | (7.515.763.998) | 1.292.985.010 | n/a |
| Laba Sebelum Pajak | 2.387.267.643 | 10.317.349.207 | -76,9% |
| Laba Tahun Berjalan | 110.968.380 | 8.231.615.007 | -98,4% |
| Laba ke Induk | 129.762.038 | 8.335.607.387 | -98,4% |
| Earnings per Share (EPS) | 0,04 | 2,58 | -98,4% |
| Total Aset | 4.192.709.339.828 | 4.146.519.085.914 | +1,1% |
| Total Liabilitas | 2.138.765.679.899 | 2.092.686.394.365 | +2,2% |
| Total Ekuitas | 2.053.943.659.929 | 2.053.832.691.549 | +0,01% |
| Arus Kas Operasi | (18.092.590.222) | (94.668.014.382) | +80,9% |
| Arus Kas Investasi | (2.787.501.378) | 95.223.774.714 | n/a |
| Arus Kas Pendanaan | 16.850.328.006 | (170.172.001) | n/a |
| Kas Akhir Periode | 9.571.814.852 | 14.306.717.275 | -33,1% |
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Tidak Diaudit PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN), per 30 September 2025.
Kesimpulan
Dari laporan keuangan saham URBN (Urban Jakarta) Kuartal III 2025, menunjukkan tantangan signifikan bagi saham URBN di sektor properti tahun 2025. Penurunan tajam pada pendapatan dan laba bersih mengindikasikan adanya perlambatan penjualan unit properti atau penundaan pengakuan pendapatan proyek.
.jpg)
0 Comments
Posting Komentar