
Ilustrasi trading saham. Adit Saputra / Mediasahamc.om
Mediasaham.com, Jakarta — Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan 10–14 November 2025 menunjukkan lonjakan yang cukup kuat. Broker lokal dan asing seperti Stockbit (XL), hingga YP terus mendominasi transaksi ritel, sementara broker asing terbesar seperti broker AK dan ZP tetap stabil dengan nilai transaksi jumbo.
Pergerakan tiga indikator utama — volume, frekuensi, dan nilai transaksi — memberikan gambaran jelas broker mana yang paling aktif, paling sering digunakan trader, dan paling besar menyerap dana transaksi. Ini sangat membantu investor dalam menentukan tempat eksekusi yang paling likuid dan efisien.
Broker dengan Nilai Transaksi Terbesar
Broker-broker besar mendominasi nilai transaksi, dipimpin oleh Stockbit Sekuritas Digital yang mencatat nilai tertinggi, disusul Mandiri Sekuritas dan Mirae Asset. Berikut 10 top broker dengan nilai transaksi paling jumbo sepanjang pekan 10–14 November 2025:
XL – Stockbit Sekuritas Digital
Nilai transaksi: Rp26,313 triliun
Pangsa pasar: 11,27%CC – Mandiri Sekuritas
Nilai: Rp19,252 triliun
Pangsa: 8,25%YP – Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Nilai: Rp18,184 triliun
Pangsa: 7,79%AK – UBS Sekuritas Indonesia
Nilai: Rp15,882 triliun
Pangsa: 6,80%ZP – Maybank Sekuritas Indonesia
Nilai: Rp13,039 triliun
Pangsa: 5,59%MG – Semesta Indovest Sekuritas
Nilai: Rp12,475 triliun
Pangsa: 5,34%PD – Indo Premier Sekuritas
Nilai: Rp10,194 triliun
Pangsa: 4,37%YU – CGS International Sekuritas Indonesia
Nilai: Rp9,639 triliun
Pangsa: 4,13%BK – J.P. Morgan Sekuritas Indonesia
Nilai: Rp8,331 triliun
Pangsa: 3,57%XC – Ajaib Sekuritas Asia
Nilai: Rp7,943 triliun
Pangsa: 3,40%
Broker asing seperti UBS dan J.P. Morgan tetap menjadi mesin transaksi besar, terutama di saham-saham big-cap.
Broker dengan Volume Transaksi Terbesar
Stockbit Sekuritas Digital berada di posisi pertama dengan volume lebih dari 70 miliar saham, disusul Mirae Asset dan Semesta Indovest.
Pergerakan ini mencerminkan tingginya minat trading, terutama dari investor ritel yang tetap mendominasi pasar.
Berikut daftar lengkap Top 10 Broker by Volume sepanjang pekan 10–14 November 2025:
-
XL – Stockbit Sekuritas Digital
Volume: 70.811 juta saham
Kontribusi: 13,12% -
YP – Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Volume: 49.434 juta
Kontribusi: 9,16% -
MG – Semesta Indovest Sekuritas
Volume: 47.046 juta
Kontribusi: 8,72% -
CC – Mandiri Sekuritas
Volume: 42.809 juta
Kontribusi: 7,93% -
YU – CGS International Sekuritas Indonesia
Volume: 32.623 juta
Kontribusi: 6,05% -
AK – UBS Sekuritas Indonesia
Volume: 25.740 juta
Kontribusi: 4,77% -
CP – KB Valbury Sekuritas
Volume: 22.133 juta
Kontribusi: 4,10% -
PD – Indo Premier Sekuritas
Volume: 20.631 juta
Kontribusi: 3,82% -
XC – Ajaib Sekuritas Asia
Volume: 19.397 juta
Kontribusi: 3,60% -
ZP – Maybank Sekuritas Indonesia
Volume: 18.609 juta
Kontribusi: 3,45%
Broker dengan Frekuensi Transaksi Terbesar
Stockbit Sekuritas Digital mencatat frekuensi transaksi tertinggi, jauh meninggalkan pesaingnya, disusul Mirae Asset dan Mandiri Sekuritas. Pertarungan trader harian, Stockbit melonjak jauh.
Berikut daftar lengkap Top 10 Broker by Frequency sepanjang pekan 10–14 November 2025:
-
XL – Stockbit Sekuritas Digital
Frekuensi: 7.371 ribu kali
Kontribusi: 27,30% -
YP – Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Frekuensi: 2.352 ribu
Kontribusi: 8,71% -
CC – Mandiri Sekuritas
Frekuensi: 2.081 ribu
Kontribusi: 7,71% -
XC – Ajaib Sekuritas Asia
Frekuensi: 1.875 ribu
Kontribusi: 6,94% -
PD – Indo Premier Sekuritas
Frekuensi: 1.350 ribu
Kontribusi: 5,00% -
AK – UBS Sekuritas Indonesia
Frekuensi: 1.332 ribu
Kontribusi: 4,93% -
CP – KB Valbury Sekuritas
Frekuensi: 969 ribu
Kontribusi: 3,59% -
MG – Semesta Indovest Sekuritas
Frekuensi: 931 ribu
Kontribusi: 3,45% -
ZP – Maybank Sekuritas Indonesia
Frekuensi: 737 ribu
Kontribusi: 2,73% -
NI – BNI Sekuritas
Frekuensi: 550 ribu
Kontribusi: 2,04%
Frekuensi tinggi mengindikasikan ramainya aktivitas trader harian yang mencari peluang cepat di pasar.
Kesimpulan
Stockbit Sekuritas Digital menjadi bintang pekan ini karena memimpin di tiga kategori sekaligus: volume, frekuensi, dan nilai transaksi. Ini menegaskan dominasi platform digital di kalangan investor ritel Indonesia, terutama trader aktif.
Sementara broker institusi tetap menjaga stabilitas transaksi besar, broker digital semakin merebut porsi pasar dan menjadi pusat aktivitas perdagangan harian.
0 Comments
Posting Komentar