GoTo Klarifikasi Isu Merger dengan Grab, Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi


rumor
Ilustrasi. Cek fakta kebenaran. Foto Gerd Altmann Pixabay

Mediasaham.com, Jakarta 11 November 2025 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan atau kesepakatan apa pun terkait rumor merger dengan Grab yang ramai diberitakan di media massa. Pernyataan resmi ini disampaikan perusahaan melalui surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nomor 103/GOTO/CS/JKT/XI/2025, menanggapi permintaan klarifikasi dari bursa pada 10 November 2025.

Dalam keterangannya, manajemen GoTo menyampaikan bahwa perseroan saat ini berada pada posisi keuangan dan operasional terkuat dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh strategi menuju profitabilitas berkelanjutan. “Kami berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan mitra pengemudi, UMKM, dan konsumen di seluruh Indonesia yang memungkinkan pencapaian ini,” tulis GoTo dalam surat tersebut.

RUPSLB Tidak Terkait Aksi Korporasi

GoTo juga menegaskan bahwa agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 17 Desember 2025 tidak berkaitan dengan rencana aksi korporasi apa pun. Agenda tersebut merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan dilakukan atas permintaan beberapa pemegang saham.

Baca: Laporan Keuangan GOTO Kuartal III 2025: Rugi Rp775,55 Miliar

Pemanggilan resmi RUPSLB dijadwalkan dilakukan pada 25 November 2025, sesuai ketentuan peraturan pasar modal. Perseroan memastikan seluruh informasi akan disampaikan secara terbuka kepada publik melalui situs web GoTo, BEI, dan KSEI.

Tanggapan atas Spekulasi Media

Menanggapi rumor yang mengaitkan GoTo dengan Grab dan Danantara, manajemen menyebut belum ada kesepakatan apa pun dengan kedua pihak tersebut. “Tidak relevan membahas dampak keuangan atau strategi bisnis, karena belum ada keputusan atau kesepakatan yang dibuat,” tulis manajemen.

Terkait kabar rencana buyout saham GoTo di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), perusahaan menegaskan tidak dalam posisi menanggapi pemberitaan bersifat spekulatif. GoTo menekankan akan selalu menyampaikan informasi material secara akurat, tepat waktu, dan sesuai ketentuan perundang-undangan pasar modal.

Komitmen terhadap Regulasi dan Ekosistem Digital Nasional

Sebagai perusahaan teknologi yang lahir dan berkembang di Indonesia, GoTo menyambut baik upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong industri digital yang efisien, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan — termasuk mitra pengemudi, UMKM, dan konsumen.

“Fokus utama kami tetap pada eksekusi strategi bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh ekosistem GoTo,” tulis manajemen.

Tidak Ada Aksi Korporasi Material 12 Bulan ke Depan

Hingga saat surat ini diterbitkan, GoTo menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi material dalam 12 bulan ke depan, selain pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback) periode 2025–2026 dan pengalihan saham hasil buyback periode sebelumnya.

Selain itu, GoTo menegaskan tidak memiliki pengetahuan terkait rencana pemegang saham pengendali untuk menjual saham atau mengubah struktur kepemilikan. Berdasarkan daftar pemegang saham per 31 Oktober 2025, tidak ada satu pun pemegang saham yang memiliki lebih dari 50% kepemilikan. Namun, GoTo memiliki saham Seri B dengan hak suara multipel yang secara kolektif mewakili 57,82% total hak suara, dan dianggap sebagai kelompok pengendali sesuai peraturan OJK No. 22/POJK.04/2021.

Penegasan Keterbukaan Informasi

GoTo memastikan tidak ada informasi atau kejadian material lain yang belum diungkapkan kepada publik. Perseroan berkomitmen mengikuti seluruh ketentuan keterbukaan informasi sesuai dengan POJK No. 31/POJK.04/2015 (yang telah diubah dengan POJK No. 45 Tahun 2024) dan Peraturan Bursa I-E tentang kewajiban penyampaian informasi.

“Jika terdapat informasi material yang melibatkan GoTo, maka kami akan menyampaikannya kepada publik secepat mungkin, paling lambat sebelum sesi pertama perdagangan BEI pada hari kerja berikutnya,” tutup manajemen.


Tanggapan Perseroan Kepada BEI 


1. Klarifikasi atas Kebenaran Berita

a. Klarifikasi atas Pemberitaan

Tanggapan Perseroan:
Perseroan saat ini berada pada posisi terkuat dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh rencana strategis dan kemajuan menuju profitabilitas berkelanjutan.
RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 17 Desember 2025 tidak berkaitan dengan rencana aksi korporasi apa pun.

Menanggapi spekulasi media mengenai potensi transaksi antara GoTo dan Grab, Perseroan menegaskan belum ada keputusan atau kesepakatan yang dibuat terkait hal tersebut.


b. Skema dan Timeline Rencana Merger

Tanggapan Perseroan:
Hingga saat ini, belum ada keputusan maupun kesepakatan yang dibuat terkait isu merger tersebut.


c. Diskusi dengan Grab dan Danantara

Tanggapan Perseroan:
Pada tanggal keterbukaan ini, belum ada kesepakatan apa pun antara GoTo, Grab, maupun Danantara.


d. Hak dan Kewajiban Para Pihak

Tanggapan Perseroan:
Tidak relevan, karena belum terdapat kesepakatan dengan pihak-pihak yang disebutkan.


e. Dampak Keuangan dan Non-Keuangan dari Rencana Merger

Tanggapan Perseroan:
Tidak relevan, karena tidak ada keputusan atau kesepakatan mengenai merger pada saat ini.


f. Strategi dan Tindak Lanjut Pasca-Merger

Tanggapan Perseroan:
Tidak relevan, mengingat tidak ada keputusan maupun kesepakatan merger yang dibuat.


g. Rencana Buyout Saham GoTo di TLKM

Tanggapan Perseroan:
GoTo tidak dalam posisi menanggapi informasi spekulatif. Perseroan hanya akan menyampaikan informasi material yang akurat dan sesuai peraturan pasar modal.


h. Informasi Material Lainnya

Tanggapan Perseroan:
Tidak ada informasi material lainnya yang belum diungkapkan.
GoTo akan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan POJK No. 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Bursa I-E bila terdapat informasi material di kemudian hari.


i. Rencana Tindakan Korporasi 12 Bulan ke Depan

Tanggapan Perseroan:
GoTo tidak memiliki rencana aksi korporasi material dalam 12 bulan ke depan, selain:

  • Pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) periode 2025–2026.

  • Pengalihan saham hasil buyback periode 2024–2025.

  • RUPSLB atas permintaan beberapa pemegang saham yang akan diselenggarakan 17 Desember 2025, tanpa agenda aksi korporasi.


j. Rencana Penjualan Saham oleh Pemegang Saham Pengendali

Tanggapan Perseroan:
GoTo tidak memiliki informasi terkait rencana penjualan saham oleh pemegang saham pengendali.
Per 31 Oktober 2025, tidak ada satu pun pemegang saham yang menguasai lebih dari 50% saham.
Namun, saham Seri B dengan hak suara multipel memiliki total kepemilikan suara 57,82% secara kolektif, sehingga dianggap sebagai pemegang saham pengendali bersama sesuai POJK No. 22/POJK.04/2021.


Kesimpulan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menegaskan tidak ada keputusan, kesepakatan, atau rencana merger dengan Grab maupun aksi korporasi lain pada saat ini.
RUPSLB yang akan digelar 17 Desember 2025 hanya bagian dari tata kelola perusahaan yang baik dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran investor.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham