Laba BLES Anjlok 61,2% di 9M25, Kenaikan Beban Tekan Margin Meski Penjualan Tumbuh Tipis

 

produk bles

Jakarta, Mediasaham.com — PT Superior Prima Sukses Tbk (IDX: BLES), emiten produsen bata ringan dan bahan bangunan, melaporkan penurunan laba bersih signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Kenaikan beban pokok penjualan dan tingginya biaya usaha menjadi faktor utama tertekannya profitabilitas perusahaan meski penjualan masih tumbuh tipis.

Pendapatan dan Beban Pokok Penjualan

Mengutip laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/11), BLES mencatat penjualan bersih sebesar Rp1,07 triliun hingga 30 September 2025, naik 3,88% dibandingkan Rp1,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, beban pokok penjualan meningkat lebih tinggi, yaitu 18,17% menjadi Rp812,10 miliar dari Rp687,20 miliar pada 9M24. Kenaikan tersebut membuat laba bruto perseroan terkoreksi cukup tajam, turun 24,43% menjadi Rp261,05 miliar dari Rp345,45 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan Laba Usaha dan Laba Bersih

Tekanan berlanjut pada laba usaha, yang merosot menjadi Rp74,94 miliar dari Rp168,58 miliar di 9M24. Penurunan tersebut terjadi di tengah beban usaha yang relatif tinggi di level Rp186,11 miliar, hanya turun tipis dari Rp176,87 miliar tahun sebelumnya.

Akibatnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tertekan tajam sebesar 61,20% menjadi Rp48,68 miliar dibandingkan Rp125,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham dasar dan dilusian ikut turun menjadi Rp5,47615 per saham dari Rp15,90463 per saham.

Kondisi Neraca Keuangan

Dari sisi neraca, total aset BLES per 30 September 2025 tercatat meningkat menjadi Rp2,05 triliun, naik dari Rp1,83 triliun pada akhir Desember 2024. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh bertambahnya aset tetap dan persediaan, yang menjadi bagian dari ekspansi kapasitas produksi.

Lihat juga informasi mengenai laba Semen Indonesia (SMGR) Q3 2025 yang laba bersihnya rontok hingga 84,04%.

Total liabilitas juga meningkat menjadi Rp969,96 miliar, naik dari Rp768,90 miliar pada akhir 2024, seiring dengan bertambahnya kewajiban jangka pendek. Sementara itu, total ekuitas masih terjaga stabil di Rp1,08 triliun, sedikit naik dari Rp1,06 triliun pada akhir tahun sebelumnya.


Ringkasan Laporan Keuangan PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES)

(Per 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024)
(Dalam miliar rupiah)
Pos Keuangan 9M25 9M24 Perubahan (%)
Penjualan Bersih1.0701.030+3,88%
Beban Pokok Penjualan812,10687,20+18,17%
Laba Bruto261,05345,45-24,43%
Laba Usaha74,94168,58-55,54%
Laba Bersih ke Induk48,68125,48-61,20%
Total Aset2.0501.830*+12,02%
Total Liabilitas969,96768,90*+26,15%
Total Ekuitas1.0801.060*+1,89%
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), per 30 September 2025
Keterangan: Pos bertanda (*) dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024

Prospek dan Tantangan PT Superior Prima Sukses Tbk

Ke depan, prospek PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) akan sangat dipengaruhi oleh dinamika sektor properti dan konstruksi nasional. Permintaan bata ringan dan bahan bangunan diperkirakan masih tumbuh seiring dengan pembangunan infrastruktur pemerintah serta proyek hunian swasta. Namun, persaingan harga yang ketat di segmen bahan bangunan massal berpotensi menekan margin keuntungan.

Selain itu, kenaikan biaya energi dan bahan baku seperti semen, pasir silika, serta biaya logistik dapat menjadi tantangan serius dalam menjaga efisiensi produksi. Perusahaan perlu terus memperkuat rantai pasok dan efisiensi operasional agar mampu mempertahankan profitabilitas di tengah tekanan biaya yang meningkat.

Cek juga informasi mengenai Laba bersih PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) yang Melonjak 74% di Kuartal III-2025, Didorong Proyek PIK2

Jika BLES mampu menyeimbangkan pertumbuhan penjualan dengan pengendalian biaya dan memperluas pasar ekspor, potensi pemulihan kinerja keuangan pada 2026 masih terbuka lebar.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham