![]() |
| Ilustrasi Mass Spectrometry. Adit Saputra / Mediasaham.com |
Mediasaham.com, Jakarta — PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) kembali menegaskan posisinya sebagai pionir layanan laboratorium klinik Indonesia dengan meresmikan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), fasilitas diagnostik berbasis teknologi mass spectrometry generasi terbaru yang menawarkan layanan multiomics dengan tingkat presisi tinggi. Peresmian ini berlangsung pada 15 November 2025, bertepatan dengan 14 tahun perjalanan laboratorium mass spectrometry Prodia.
Baca: Cara Karyawan Punya Penghasilan Passive Income tanpa Keluar Kerja, Gaji Tetap tapi Aset Terus Bertumbuh
Langkah ini menjadi salah satu inovasi strategis Prodia dalam memperluas layanan precision medicine, pendekatan medis modern yang menyesuaikan strategi pengobatan berdasarkan kondisi unik setiap individu. Fasilitas PCMC diresmikan langsung oleh jajaran pimpinan Prodia, termasuk Founder dan Komisaris Utama Andi Widjaja, PhD, MBA, Direktur Utama Dr. Dewi Muliaty, M.Si, dan jajaran direksi serta komisaris lainnya.
PCMC Hadirkan Teknologi Multiomics Generasi Baru
Prodia menyampaikan bahwa PCMC menjadi pusat diagnostik yang mengintegrasikan berbagai pendekatan clinical omics seperti metabolomik dan proteomik untuk memahami kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Penggabungan berbagai data biomarker ini memungkinkan:
-
Deteksi dini penyakit degeneratif
-
Pemantauan risiko kesehatan
-
Penyusunan terapi yang lebih personal dan tepat sasaran
Lebih dari 140 jenis biomarker kini dapat diperiksa melalui PCMC, mulai dari vitamin, hormon, asam amino, lemak, mineral, hingga logam berat — seluruhnya dianalisis menggunakan mass spectrometry dan kromatografi berkinerja tinggi.
Baca: Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan
Andi Widjaja menegaskan bahwa fasilitas ini menjadi bukti komitmen Prodia dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih proaktif.
“Inisiatif multiomics ini memperkuat upaya kami dalam mendukung pengobatan individual dan presisi. Teknologi mass spectrometry yang telah kami kembangkan selama 14 tahun kini semakin mudah diakses pelanggan lewat PCMC,” ujarnya.
Penguatan Peran Prodia di Ranah Diagnostik Modern
Direktur Utama Dewi Muliaty menjelaskan bahwa teknologi mass spectrometry telah menjadi pilar diagnostik Prodia dalam satu dekade terakhir, tak hanya untuk layanan klinis namun juga untuk penelitian kedokteran diagnostik.
“Prodia konsisten mengembangkan teknologi ini untuk memastikan layanan yang preventif, personal, serta berstandar global. Kami terdaftar dalam program Newborn Screening CDC dan sudah terakreditasi CAP selama 10 tahun berturut-turut,” jelas Dewi.
Terhubung dengan seluruh jaringan Prodia di 34 provinsi, layanan PCMC kini dapat diakses oleh masyarakat lebih luas, memperkuat peran Prodia dalam sistem diagnostik nasional.
Pakar Medis: Teknologi Ini Bantu Memahami Kondisi Tubuh Hingga Level Seluler
Praktisi kedokteran Prof. Dr. dr. Noroyondo Wibowo, Sp.OG., Subsp.KFM menyambut baik peluncuran PCMC. Ia menilai teknologi multiomics berbasis mass spectrometry mampu memetakan kesehatan tubuh hingga tingkat selular.
“Teknologi ini membantu memahami kebutuhan zat aktif dalam tubuh hingga proses metabolisme di tingkat dinding sel, sitoplasma, dan organel. Informasi ini penting untuk menentukan kondisi ‘cellular wellness’ setiap individu,” ujarnya.
Hal ini memungkinkan dokter memperoleh gambaran lebih mendalam terkait proses biokimia tubuh, sehingga pengobatan dapat diarahkan lebih presisi dan efisien.
Analisis Singkat: Prodia Mendorong Standar Baru di Sektor Diagnostik
Peresmian PCMC menunjukkan bahwa PRDA bergerak agresif dalam memperkuat ekosistem layanan berbasis teknologi tinggi. Dengan semakin banyaknya layanan kesehatan yang mengarah ke personalisasi dan pencegahan, langkah Prodia menjadi sangat relevan di tengah:
-
Meningkatnya kebutuhan deteksi dini
-
Pertumbuhan pasar kesehatan premium
-
Persaingan laboratorium yang semakin ketat
Dalam konteks pasar modal, inisiatif ini dapat memposisikan PRDA sebagai emiten layanan kesehatan dengan nilai tambah jangka panjang, terutama bagi investor yang menilai perusahaan berdasarkan inovasi dan diversifikasi teknologi.
Ekspansi berbasis multiomics ini berpotensi menghasilkan layanan baru dengan margin lebih tinggi, sekaligus memperkuat reputasi Prodia sebagai center of excellence diagnostik nasional.
Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA)
Didirikan pada 7 Mei 1973 di Solo, Prodia telah berkembang menjadi jejaring laboratorium klinik terbesar dan paling terakreditasi di Indonesia. Prodia telah memperoleh akreditasi internasional College of American Pathologist (CAP) selama 10 tahun berturut-turut, memastikan kualitas hasil pemeriksaan setara standar global.
Baca:
1. Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula
2. Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
3. Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan
4. Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula
5. 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Oktober 2025)
Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2016, Prodia terus memperluas jejaring layanannya. Per 30 September 2025, Prodia mengoperasikan 384 outlet di 80 kota dan 112 kabupaten di 34 provinsi.
Prodia juga menghadirkan berbagai layanan digital seperti call center 1500-830, Tanya Prodia (TANIA), dan aplikasi U by Prodia.

0 Comments
Posting Komentar