![]() |
| Gerai Alfamart / Alfamart.co.id |
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), atau Alfamart, resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham (share buyback) di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Daftar Isi
- Mengapa Alfamart Melakukan Share Buyback?
- Anggaran dan Batasan Buyback AMRT
- Jadwal Pelaksanaan Buyback Saham AMRT
- Dampak Buyback terhadap Kinerja Keuangan
- Rencana Pengelolaan Saham Hasil Buyback
- Tanya Jawab Cepat (FAQ) Mengenai Buyback AMRT
Mengapa Alfamart Melakukan Share Buyback?
Pembelian kembali saham adalah bentuk keyakinan perusahaan terhadap fundamental bisnisnya. Tujuan utama aksi ini meliputi:
- Menjaga stabilitas pasar modal dan mendukung kepercayaan investor.
- Meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang.
- Memberikan fleksibilitas pengelolaan modal, karena saham treasuri dapat dijual kembali jika perusahaan memerlukan tambahan modal.
Anggaran dan Batasan Buyback AMRT
Berikut rincian anggaran dan batasan yang ditetapkan Alfamart:
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Nilai Buyback Maksimum | Rp1.500.000.000.000 (Rp1,5 triliun) |
| Sumber Dana | Kas internal perusahaan |
| Jumlah Saham Maksimum | 650.000.000 lembar saham |
| Persentase Maksimum | Tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor |
| Free Float Setelah Buyback | Tidak kurang dari 7,5% |
Jadwal Pelaksanaan Buyback Saham AMRT
Pembelian kembali saham akan berlangsung selama maksimal 3 bulan.
| Keterangan | Tanggal |
|---|---|
| Pengumuman Keterbukaan Informasi | 5 Desember 2025 |
| Periode Buyback | 8 Desember 2025 – 6 Maret 2026 |
Perseroan dapat menghentikan buyback lebih cepat apabila:
- jangka waktu 3 bulan berakhir,
- dana Rp1,5 triliun sudah terserap,
- jumlah 650 juta lembar saham tercapai, atau
- perusahaan memutuskan menghentikan secara mandiri.
Dampak Buyback terhadap Kinerja Keuangan
Manajemen AMRT menegaskan bahwa aksi buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan pada kegiatan operasional maupun arus kas perusahaan. Alfamart memiliki posisi kas yang kuat untuk membiayai aksi ini.
Proforma Laporan Keuangan (30 September 2025)
Berikut gambaran proforma apabila buyback mencapai batas maksimum:
| Keterangan (dalam jutaan Rupiah) | Sebelum Buyback | Dampak | Setelah Buyback |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih Periode Berjalan | 2.314.904 | - | 2.314.904 |
| Total Aset | 40.020.781 | (1.500.000) | 38.520.781 |
| Total Ekuitas | 18.619.684 | (1.500.000) | 17.119.684 |
| Laba Bersih per Saham (EPS) | 55,75 | - | 56,63 |
Hasil perhitungan proforma menunjukkan bahwa EPS diperkirakan meningkat, meskipun total aset dan ekuitas menurun seiring penggunaan kas untuk buyback.
Rencana Pengelolaan Saham Hasil Buyback
Setelah periode buyback selesai, saham yang dibeli akan disimpan sebagai saham treasuri. Pengalihan saham treasuri di masa depan akan mengikuti seluruh ketentuan peraturan yang berlaku.
Tanya Jawab Cepat (FAQ) Mengenai Buyback AMRT
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum terkait rencana Pembelian Kembali Saham Alfamart (AMRT):
Q: Apa dasar hukum yang digunakan AMRT untuk melaksanakan buyback ini?
A: Dasar hukum pelaksanaan buyback antara lain:
- Peraturan OJK No. 29 Tahun 2023
- Peraturan OJK No. 13 Tahun 2023
- Surat OJK No. S-102/D.04/2025
Q: Bagaimana metode pembelian kembali saham ini akan dilakukan?
A: Pembelian kembali saham akan dilakukan secara bertahap atau sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melaksanakan buyback tersebut.
Q: Apakah ada pihak yang dilarang melakukan transaksi saham AMRT selama periode buyback?
A: Ya. Pihak-pihak berikut dilarang melakukan transaksi atas saham AMRT selama masa buyback atau pada hari yang sama dengan penjualan saham treasuri oleh Perseroan:
- Komisaris, direktur, pegawai, atau pemegang saham utama
- Pihak yang memiliki akses informasi orang dalam
- Pihak yang dalam 6 bulan terakhir tidak lagi menjabat sebagai pihak-pihak di atas
Q: Apa dampak utama buyback ini terhadap keuangan perusahaan?
A: Dampak utama buyback adalah penurunan Total Aset dan Total Ekuitas sekitar Rp1,5 triliun (sesuai nilai maksimum buyback). Namun, Laba Bersih per Saham (EPS) diperkirakan akan meningkat karena jumlah saham beredar berkurang.
Baca:
1. Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula
2. Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
3. Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan
4. Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula
5. 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Oktober 2025)

0 Comments
Posting Komentar