MediaSaham.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini, 28 September hingga 2 Oktober 2026, di zona merah. IHSG ditutup pada level 6.036,888, turun 205,004 poin atau 3,28% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di 6.241,892.
Sepanjang pekan, IHSG
sempat menyentuh level tertinggi 6.227,899 dan level terendah 5.973,163.
Transaksi Saham Capai Rp63,13 Triliun
Berdasarkan data Bursa
Efek Indonesia (BEI), total volume perdagangan saham selama pekan tersebut
mencapai 251,85 miliar saham.
Nilai transaksi saham
tercatat sebesar Rp63,13 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai 8,40
juta kali.
Jika dibandingkan
dengan pekan sebelumnya, aktivitas perdagangan mengalami peningkatan dari sisi
volume dan nilai transaksi.
Rata-rata volume
harian meningkat 72,51% menjadi 50,37 miliar saham. Rata-rata nilai
transaksi harian naik 5,40% menjadi Rp12,63 triliun.
Namun, rata-rata frekuensi perdagangan justru turun 7,54% menjadi sekitar 1,68 juta transaksi per hari.
Kapitalisasi Pasar Turun 2,55%
Di tengah pelemahan
IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan.
Kapitalisasi pasar
turun dari Rp10.905 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp10.627
triliun, atau berkurang Rp278 triliun.
Dengan demikian,
penurunan IHSG pada pekan ini berlangsung bersamaan dengan penyusutan
kapitalisasi pasar saham Indonesia.
Baca: Volume Trading Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Strategi Analisis untuk Investor
Investor Asing Catat Net Sell
Tekanan pasar juga
terlihat dari transaksi investor asing. Sepanjang pekan, investor asing
mencatat net sell sebesar Rp5,04 triliun.
Nilai tersebut setara
sekitar US$281 juta. Pada pekan sebelumnya, posisi net sell asing
tercatat sekitar Rp3,16 triliun.
Data perdagangan juga
menunjukkan nilai transaksi jual investor asing mencapai sekitar Rp28,17
triliun, sedangkan transaksi beli asing sekitar Rp23,13 triliun.
Baca: Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
GOTO Paling Banyak Diperdagangkan
Dari sisi volume, GOTO
menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar sepanjang pekan.
Volume perdagangan
GOTO mencapai 110,96 miliar saham, atau 43,54% dari total volume saham
yang tercatat dalam daftar saham teratas mingguan BEI.
Di posisi berikutnya
terdapat BUMI dengan 9,54 miliar saham, BNBR 5,23 miliar saham, BTEK 4,68
miliar saham, dan ELTY 4,05 miliar saham.
Baca: Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko
BBCA Pimpin Nilai Transaksi
Sementara dari sisi
nilai transaksi, BBCA menjadi saham dengan nilai perdagangan terbesar,
yakni sekitar Rp6,36 triliun.
Selanjutnya terdapat
TLKM Rp3,30 triliun, GOTO Rp3,07 triliun, BMRI Rp2,97 triliun, dan BBRI Rp2,67
triliun.
Sektor Teknologi Turun 12,45%
Tekanan terbesar
secara sektoral datang dari indeks teknologi.
Indeks sektor
teknologi turun 12,45% selama pekan ini. Sektor basic materials menyusul
dengan penurunan 5,29%, consumer cyclicals turun 4,82%, dan infrastruktur
melemah 4,31%.
Sementara sektor
energi mencatat penurunan paling kecil di antara sektor yang berada di zona
merah, yakni 0,99%.
Ringkasan IHSG Pekan Ini
|
Indikator |
Data |
|
IHSG |
6.036,888 |
|
Perubahan IHSG |
-3,28% |
|
IHSG tertinggi |
6.227,899 |
|
IHSG terendah |
5.973,163 |
|
Volume saham |
251,85 miliar saham |
|
Nilai transaksi |
Rp63,13 triliun |
|
Frekuensi |
8,40 juta kali |
|
Kapitalisasi pasar |
Rp10.627 triliun |
|
Net sell asing |
Rp5,04 triliun |
|
Saham volume
terbesar |
GOTO |
|
Nilai transaksi
terbesar |
BBCA |
|
Sektor terlemah |
Teknologi -12,45% |
Pelemahan IHSG sebesar
3,28% pada pekan ini terjadi ketika investor asing membukukan net sell Rp5,04
triliun. Di saat yang sama, sektor teknologi menjadi sektor dengan tekanan
paling besar, sementara aktivitas perdagangan meningkat dari sisi volume dan nilai
transaksi.
Sumber: Bursa Efek
Indonesia (BEI), IDX Weekly Statistics periode 28 September–2 Oktober 2026.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
0 Comments
Posting Komentar