Mediasaham.com, 7 Oktober 2025 – Volume saham menjadi salah satu indikator penting yang sering digunakan oleh trader dan investor saham dalam menganalisis pergerakan harga saham. Volume tidak hanya menunjukkan seberapa banyak saham diperdagangkan, tetapi juga mencerminkan kekuatan dan arah dari pergerakan harga itu sendiri.
Dalam dunia pasar modal, memahami arti volume trading bisa membantu kamu mengetahui kapan saat yang tepat untuk membeli atau menjual saham.
Volume trading saham adalah jumlah total lembar saham yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu, biasanya dalam satu hari bursa. Volume ini mencakup semua transaksi jual dan beli yang terjadi, baik oleh investor lokal maupun asing.
Contohnya, jika saham BBRI mencatat volume 200 juta dalam sehari, berarti sebanyak 200 juta lembar saham berpindah tangan antara penjual dan pembeli di hari tersebut.
Baca Juga: Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
Volume memberikan gambaran tentang seberapa aktif saham tersebut diperdagangkan. Saham dengan volume tinggi cenderung memiliki likuiditas yang baik, sedangkan saham dengan volume rendah lebih berisiko karena sulit dijual kembali dengan cepat.
20 Saham dengan Volume Perdagangan Terbesar di Bursa Efek Indonesia
Berdasarkan data perdagangan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) 7 Oktober 2025, terdapat 20 saham dengan volume transaksi terbesar. Saham PT Bumi Resources Tbk. (IDX: BUMI) mencatat volume tertinggi dengan total 6,12 miliar lembar saham.
Baca Juga: 10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Saham Tertinggi
Posisi kedua ditempati oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan volume 2,12 miliar saham, disusul PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) dengan 1,81 miliar saham.
Berikut daftar lengkap 20 saham dengan volume perdagangan terbesar:
| No | Kode Saham | Nama Perusahaan | Volume Saham |
|---|---|---|---|
| 1 | BUMI | Bumi Resources Tbk. | 6.120.027.600 |
| 2 | GOTO | GoTo Gojek Tokopedia Tbk. | 2.119.953.500 |
| 3 | CDIA | Chandra Daya Investasi Tbk. | 1.809.085.500 |
| 4 | DEWA | Darma Henwa Tbk. | 1.426.838.700 |
| 5 | MLPL | Multipolar Tbk. | 1.156.669.200 |
| 6 | CUAN | Petrindo Jaya Kreasi Tbk. | 1.130.135.300 |
| 7 | BUKA | Bukalapak.com Tbk. | 973.099.100 |
| 8 | NPGF | Nusa Palapa Gemilang Tbk. | 827.094.400 |
| 9 | SGER | Sumber Global Energy Tbk. | 753.779.300 |
| 10 | BRMS | Bumi Resources Minerals Tbk. | 745.593.900 |
| 11 | SCMA | Surya Citra Media Tbk. | 716.270.500 |
| 12 | TOBA | TBS Energi Utama Tbk. | 676.837.000 |
| 13 | MBMA | Merdeka Battery Materials Tbk. | 636.512.300 |
| 14 | MINA | Sanurhasta Mitra Tbk. | 603.845.200 |
| 15 | NTBK | Nusatama Berkah Tbk. | 579.591.200 |
| 16 | ZATA | Bersama Zatta Jaya Tbk. | 533.362.100 |
| 17 | BULL | Buana Lintas Lautan Tbk. | 496.446.700 |
| 18 | MTFN | Capitalinc Investment Tbk. | 485.360.400 |
| 19 | BIPI | Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. | 483.264.000 |
| 20 | GZCO | Gozco Plantations Tbk. | 452.874.700 |
Baca Juga: 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia
Dari daftar di atas, terlihat bahwa sektor energi dan sumber daya alam masih mendominasi aktivitas perdagangan. Saham-saham seperti BUMI, DEWA, TOBA, CUAN, MBMA, BRMS dan SGER. Selanjutnya diikuti sektor teknologi seperti saham GOTO dan BUKA.
0 Comments
Posting Komentar