Analisis Laporan Keuangan Bank Mandiri Semester I-2025, Laba Bersih Turun 7,9% Imbas Kenaikan Beban Bunga

Teller Bank Mandiri

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp24,45 Triliun di Semester I-2025, Turun 7,9% Imbas Kenaikan Beban Bunga

Mediasaham.com, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melaporkan kinerja keuangan semester I-2025 yang tetap solid di tengah tekanan ekonomi global. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian terbaru, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp24,45 triliun, turun 7,9% dibandingkan Rp26,55 triliun pada periode yang sama tahun 2024.

Meskipun laba bersih mengalami penurunan, kinerja intermediasi Bank Mandiri tetap kuat dengan pertumbuhan aset dan dana pihak ketiga (DPK) yang solid.

🔹 Pendapatan Bunga Naik 11,8%

Bank Mandiri mencatat pendapatan bunga dan syariah Rp81,58 triliun, naik 11,8% dari Rp72,22 triliun pada semester I-2024. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penyaluran kredit di segmen korporasi dan UMKM, yang masih menjadi motor utama bank pelat merah ini.

Analisis: Pertumbuhan dua digit menunjukkan masih kuatnya permintaan kredit, namun tekanan margin akibat kenaikan biaya dana mulai terasa di pertengahan tahun.


🔹 Beban Bunga dan Syariah Naik 26,2%

Beban bunga dan syariah meningkat menjadi Rp29,19 triliun, naik 26,2% dari Rp23,14 triliun. Kenaikan tajam ini disebabkan oleh peningkatan komposisi deposito berjangka yang memiliki bunga lebih tinggi.

Analisis: Biaya dana yang meningkat menekan margin bunga bersih (NIM). Ke depan, manajemen perlu mengoptimalkan komposisi dana murah (CASA) untuk menjaga profitabilitas.


🔹 Pendapatan Nonbunga Tumbuh 7,9%

Pendapatan operasional lainnya naik menjadi Rp20,78 triliun, tumbuh 7,9% dibanding Rp19,26 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan terutama berasal dari fee based income digital banking, layanan transaksi korporasi, dan kartu kredit.

Analisis: Diversifikasi pendapatan nonbunga memperkuat ketahanan profit Bank Mandiri di tengah fluktuasi suku bunga global.


🔹 Beban Operasional Naik 25,3%

Total beban operasional lainnya mencapai Rp32,66 triliun, naik 25,3% dari Rp26,08 triliun.
Peningkatan terutama disebabkan oleh kenaikan beban pegawai dan biaya administrasi yang terkait ekspansi layanan digital dan jaringan.

Analisis: Kenaikan biaya operasional perlu menjadi perhatian agar efisiensi tetap terjaga, terutama menjelang semester II yang biasanya padat aktivitas pembiayaan.


🔹 Laba Sebelum Pajak Turun 8,4%

Laba sebelum pajak Bank Mandiri tercatat Rp33,52 triliun, turun 8,4% dari Rp36,61 triliun di periode yang sama 2024. Setelah pajak sebesar Rp6,67 triliun, laba bersih konsolidasian menjadi Rp26,85 triliun, dengan laba bersih untuk pemilik entitas induk sebesar Rp24,45 triliun.

Analisis: Penurunan laba terutama disebabkan oleh kenaikan beban bunga dan biaya operasional.

🔹 Aset Tumbuh 3,6% Jadi Rp2.514 Triliun

Total aset konsolidasian Bank Mandiri per 30 Juni 2025 mencapai Rp2.514,68 triliun, naik 3,6% dibandingkan Rp2.427,22 triliun di akhir Desember 2024.
Pertumbuhan aset ini sejalan dengan ekspansi kredit dan peningkatan investasi pada surat berharga pemerintah.

Analisis: Pertumbuhan aset yang stabil menunjukkan ekspansi bisnis yang berkelanjutan di tengah volatilitas ekonomi.


🔹 DPK Naik 9,4% Jadi Rp1.582 Triliun

Dana Pihak Ketiga (DPK) naik menjadi Rp1.582,78 triliun, dari Rp1.446,23 triliun, atau tumbuh 9,4% year-on-year.
Komposisi CASA (Current Account & Saving Account) tetap dominan, menjaga efisiensi biaya dana.

Analisis: Pertumbuhan DPK yang kuat mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah yang tinggi dan strategi likuiditas yang efektif.


🔹 Ekuitas Turun 5% Karena Dividen Jumbo

Total ekuitas Bank Mandiri tercatat Rp297,92 triliun, turun 5% dibandingkan Rp313,47 triliun pada akhir 2024. Penurunan ini disebabkan oleh pembayaran dividen jumbo Rp43,51 triliun yang dibagikan dari laba tahun sebelumnya.

Berikut laporan keuangan Bank Mandiri Semester I-2025. Perbesar untuk melihat lebih jelas.

Laporan keuangan saham Mandiri


📊 Ringkasan Kinerja Keuangan Bank Mandiri (Konsolidasian)

Pos Keuangan30 Juni 202530 Juni 2024Perubahan (%)
Pendapatan Bunga & SyariahRp81,58 TRp72,22 T+11,8%
Beban Bunga & SyariahRp29,19 TRp23,14 T+26,2%
Pendapatan NonbungaRp20,78 TRp19,26 T+7,9%
Laba Sebelum PajakRp33,52 TRp36,61 T-8,4%
Laba Bersih (Pemilik Entitas Induk)Rp24,45 TRp26,55 T-7,9%
Total AsetRp2.514,68 TRp2.427,22 T*+3,6%
Dana Pihak Ketiga (DPK)Rp1.582,78 TRp1.446,23 T*+9,4%
EkuitasRp297,92 TRp313,47 T*-5,0%
*Desember 2024

 Kesimpulan

Kinerja Bank Mandiri semester I-2025 menunjukkan fundamental yang sangat solid meski ada sedikit tekanan laba. Pertumbuhan pendapatan bunga dua digit, kenaikan aset, dan peningkatan DPK menegaskan posisi Mandiri sebagai bank dengan profitabilitas dan likuiditas terkuat di Indonesia.

Ke depan, fokus manajemen pada efisiensi biaya dan digitalisasi diharapkan menjadi pendorong utama pemulihan laba di semester II-2025.

Disclaimer: Informasi hanya untuk edukasi, bukan rekomendasi investasi. Analisis ini tidak bertujuan untuk mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Penulis: Adit Saputra  - Mediasaham Research

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham