Mediasaham.com, Jakarta – PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mencatat kinerja keuangan impresif pada kuartal III-2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di BEI, Bank Aladin berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp128,15 miliar, berbalik dari rugi Rp79 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Kinerja positif ini menunjukkan langkah transformasi digital dan ekspansi pembiayaan syariah mulai membuahkan hasil nyata.
Pendapatan Naik 39,2%
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib (bagi hasil dan ujrah) naik menjadi Rp595,58 miliar, dibanding Rp428,01 miliar pada kuartal III-2024 — meningkat 39,2%.
Analisis: Lonjakan pendapatan menunjukkan peningkatan penghimpunan dana syirkah temporer (tabungan dan deposito mudharabah) serta pembiayaan berbasis musyarakah yang semakin besar di segmen ritel dan UKM.
Pendapatan Usaha Lainnya Naik 269%
Pendapatan usaha lainnya melonjak menjadi Rp368,96 miliar, dibanding Rp99,82 miliar pada periode yang sama 2024 — naik 269,5%.
Peningkatan terbesar berasal dari fee-based income (pendapatan jasa perbankan) sebesar Rp328,10 miliar, naik hampir 274%, serta keuntungan penjualan surat berharga sebesar Rp40,80 miliar (naik 233%).
Analisis: Lonjakan ini menunjukkan keberhasilan Bank Aladin memaksimalkan sinergi digital dan pengelolaan portofolio surat berharga yang efisien.
Efisiensi Biaya Mulai Terlihat
Total beban operasional naik menjadi Rp452,09 miliar, dari Rp385,82 miliar pada 2024 atau meningkat 17,1%.
Kenaikan terbesar terdapat pada beban umum dan administrasi yang naik 74%, dari Rp132,77 miliar menjadi Rp231,37 miliar. Namun, beban pegawai justru turun 27,3%, dari Rp153,80 miliar menjadi Rp111,70 miliar.
Analisis: Penurunan beban pegawai menunjukkan hasil efisiensi digitalisasi operasional, sementara kenaikan beban administrasi mencerminkan penguatan infrastruktur teknologi dan perluasan jaringan layanan digital.
Laba Operasional Berbalik Positif
Dengan pertumbuhan pendapatan yang jauh lebih tinggi dari beban, Bank Aladin membukukan laba operasional Rp130,18 miliar, berbalik dari rugi Rp80,91 miliar di tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan beban non-operasional Rp2,02 miliar, laba sebelum pajak tercatat Rp128,15 miliar, atau naik 262% secara tahunan (YoY).
Analisis: Pembalikan laba ini menandakan Bank Aladin berhasil keluar dari fase investasi awal dan mulai menghasilkan profit operasional secara konsisten.
Aset Naik 36,6%
Per 30 September 2025, total aset Bank Aladin mencapai Rp12,79 triliun, naik 36,6% dibanding posisi akhir 2024 sebesar Rp9,36 triliun.
Kenaikan terbesar terjadi pada penempatan di Bank Indonesia, yang melonjak 90,5% menjadi Rp4,19 triliun, dan investasi surat berharga yang naik 49,3% menjadi Rp3,11 triliun.
Analisis: Pertumbuhan aset mencerminkan peningkatan likuiditas dan strategi konservatif Bank Aladin dalam mengelola dana, sambil tetap memperluas pembiayaan syariah.
Dana Syirkah Temporer Naik 61,8%
Dana syirkah temporer (dana nasabah) naik signifikan dari Rp5,41 triliun menjadi Rp8,76 triliun, tumbuh 61,8%.
Kenaikan ini berasal dari peningkatan deposito mudharabah sebesar 63,7%, dari Rp4,74 triliun menjadi Rp7,77 triliun.
Ekuitas Naik 4,3%
Total ekuitas Bank Aladin naik menjadi Rp3,27 triliun, dari Rp3,14 triliun per Desember 2024, atau naik 4,3%.
Kenaikan ini didorong oleh akumulasi laba bersih tahun berjalan dan peningkatan nilai wajar surat berharga.
Analisis: Pertumbuhan ekuitas memperkuat struktur permodalan, sementara rasio kecukupan modal (CAR) tetap tinggi dan sehat.
Laba per Saham Naik Signifikan
Dengan total 13,918 miliar lembar saham beredar, laba per saham (EPS) Bank Aladin pada kuartal III-2025 mencapai sekitar Rp9,21 per saham, naik dari rugi Rp5,67 per saham pada 2024.
Analisis: Pembalikan EPS menjadi positif menegaskan titik balik kinerja Bank Aladin menuju profitabilitas berkelanjutan.
📊 Ringkasan Kinerja Keuangan Bank Aladin Syariah (dalam miliar Rupiah)
| Pos Keuangan | Q3 2025 | Q3 2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Pengelolaan Dana | 595,58 | 428,01 | +39,2% |
| Pendapatan Usaha Lainnya | 368,96 | 99,82 | +269,5% |
| Beban Operasional | (452,09) | (385,82) | +17,1% |
| Laba Operasional | 130,18 | (80,91) | Berbalik Positif |
| Laba Sebelum Pajak | 128,15 | (79,00) | Berbalik Positif |
| Laba Bersih | 128,15 | (79,00) | Berbalik Positif |
| Total Aset | 12.791,83 | 9.362,09* | +36,6% |
| Dana Syirkah Temporer | 8.757,61 | 5.410,03* | +61,8% |
| Ekuitas | 3.273,66 | 3.138,59* | +4,3% |
| EPS (Rp/Saham) | Rp9 | (Rp6) | Berbalik Positif |
*Dibanding posisi akhir Desember 2024
Kesimpulan
Kinerja PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) pada kuartal III-2025 menandai pembalikan besar dari kerugian menjadi laba. Faktor pendorong utamanya adalah pertumbuhan pesat di lini fee-based income digital, efisiensi operasional, serta pertumbuhan aset dan dana nasabah yang kuat.
Dengan profit yang berkelanjutan dan transformasi digital yang semakin matang, Bank Aladin kini mulai menempatkan diri sebagai bank digital syariah paling prospektif di Indonesia.

0 Comments
Posting Komentar