Mediasaham.com, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melaporkan kinerja keuangan yang masih tertekan hingga akhir kuartal III-2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025 yang diterbitkan di BEI, perseroan mencatat rugi bersih Rp3,17 triliun, sedikit meningkat dibanding rugi Rp3,00 triliun pada periode yang sama tahun lalu — atau naik 5,7%.
Pendapatan usaha juga turun cukup dalam, menandakan sektor konstruksi BUMN ini masih menghadapi tekanan akibat restrukturisasi proyek dan pembiayaan.
Pendapatan Turun 22%
Pendapatan usaha tercatat Rp5,29 triliun, turun 22% dibandingkan Rp6,78 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Penurunan terjadi karena keterlambatan pembayaran proyek pemerintah dan BUMN, serta pembatasan aktivitas pada proyek-proyek baru yang masih dalam tahap review pembiayaan.
Analisis: Penurunan pendapatan menggambarkan dampak lanjutan restrukturisasi keuangan Waskita, di mana perusahaan fokus pada efisiensi dan penyelesaian proyek-proyek prioritas dibanding ekspansi baru.
Beban Pokok Pendapatan Turun 25,6%
Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp4,31 triliun, dibanding Rp5,79 triliun di tahun sebelumnya — menurun 25,6%.
Meski beban turun lebih besar dari penurunan pendapatan, margin laba kotor hanya naik tipis karena beberapa proyek masih mencatat efisiensi terbatas.
Laba Kotor Relatif Stabil
Laba kotor hanya turun sedikit 1,5%, menjadi Rp979,97 miliar dari Rp995,16 miliar pada 2024.
Hal ini menunjukkan upaya efisiensi operasional mulai berhasil menahan penurunan margin.
Beban Keuangan Masih Tinggi, Capai Rp2,83 Triliun
Beban keuangan Waskita mencapai Rp2,84 triliun, hanya turun 18% dari Rp3,46 triliun tahun sebelumnya.
Beban bunga tinggi ini masih menjadi beban utama akibat struktur utang yang belum sepenuhnya selesai direstrukturisasi.
Analisis: Walau restrukturisasi berjalan, bunga dan amortisasi masih menekan laba bersih. Pengurangan bunga baru akan signifikan setelah restrukturisasi tuntas 100%.
Rugi Bersih Rp3,17 Triliun
Setelah memperhitungkan seluruh beban, Waskita mencatat rugi bersih Rp3,17 triliun yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sedikit lebih besar dibanding Rp3,00 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Total Aset Turun 6,8%
Per 30 September 2025, total aset Waskita mencapai Rp71,93 triliun, turun 6,8% dari Rp77,16 triliun pada akhir 2024.
Penurunan terutama berasal dari pelepasan aset konsesi jalan tol yang dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan arus kas.
Liabilitas Turun 2,5%, Ekuitas Anjlok 44,5%
Total liabilitas turun menjadi Rp67,55 triliun, dari Rp69,28 triliun akhir 2024 (-2,5%).
Namun, ekuitas turun drastis 44,5% menjadi Rp4,38 triliun dari Rp7,88 triliun, akibat akumulasi rugi berjalan.
Rugi per Saham (EPS) Naik Jadi Rp110,21
Rugi per saham (EPS) meningkat menjadi Rp110,21 per lembar, dibanding Rp104,22 per lembar pada kuartal III-2024 — naik 5,7% sejalan dengan meningkatnya rugi bersih.
Analisis Laporan Arus Kas (Cash Flow)
Arus Kas Operasi (Negatif Rp1,94 Triliun)
Pada periode Januari–September 2025, arus kas dari aktivitas operasi (CFO) tercatat negatif Rp1,94 triliun, berbalik dari positif Rp628,47 miliar di periode sama tahun lalu.
Penurunan disebabkan lambatnya penerimaan piutang proyek dan tingginya pembayaran kepada pemasok.
Baca Juga: Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
Analisis:
CFO negatif menandakan tekanan likuiditas masih tinggi. Penyebab utama adalah keterlambatan pembayaran proyek pemerintah dan beban bunga yang masih besar.
Namun, langkah efisiensi dan penjualan aset diharapkan memperbaiki arus kas operasi pada Q4 2025.
Arus Kas Investasi (Positif Rp2,28 Triliun)
Arus kas dari aktivitas investasi (CFI) tercatat positif Rp2,28 triliun, berbalik dari negatif Rp5,14 triliun pada 2024.
Positifnya arus kas investasi berasal dari hasil penjualan aset konsesi jalan tol dan investasi anak usaha.
Arus Kas Pendanaan (Negatif Rp687,18 Miliar)
Arus kas dari aktivitas pendanaan (CFF) tercatat negatif Rp687,18 miliar, dibanding positif Rp1,12 triliun tahun lalu.
Penurunan ini terjadi akibat pembayaran cicilan pinjaman dan berkurangnya tambahan pinjaman baru setelah pembatasan kredit oleh bank.
Analisis:
Manajemen berfokus pada pembayaran utang dan menghindari pembiayaan baru sebelum proses restrukturisasi tuntas. Langkah ini memperbaiki posisi keuangan jangka panjang meski menekan likuiditas jangka pendek.
Posisi Kas Akhir Naik Tipis
Meskipun arus kas operasi negatif, posisi kas akhir September 2025 tercatat Rp1,91 triliun, naik 3,2% dari Rp1,85 triliun di awal tahun, berkat hasil divestasi dan efisiensi pengeluaran modal.
📊 Ringkasan Kinerja Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Pos Keuangan Q3 2025 Q3 2024 Perubahan (%) Pendapatan Rp5,29 T Rp6,78 T -22,0% Beban Pokok Pendapatan Rp4,31 T Rp5,79 T -25,6% Laba Kotor Rp0,98 T Rp0,99 T -1,5% Beban Keuangan Rp2,84 T Rp3,46 T -18,0% Rugi Bersih (Pemilik Entitas Induk) Rp3,17 T Rp3,00 T +5,7% Total Aset Rp71,93 T Rp77,16 T -6,8% Total Liabilitas Rp67,55 T Rp69,28 T -2,5% Ekuitas Rp4,38 T Rp7,88 T -44,5% Rugi per Saham (EPS) Rp110,21 Rp104,22 +5,7%
| Pos Keuangan | Q3 2025 | Q3 2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp5,29 T | Rp6,78 T | -22,0% |
| Beban Pokok Pendapatan | Rp4,31 T | Rp5,79 T | -25,6% |
| Laba Kotor | Rp0,98 T | Rp0,99 T | -1,5% |
| Beban Keuangan | Rp2,84 T | Rp3,46 T | -18,0% |
| Rugi Bersih (Pemilik Entitas Induk) | Rp3,17 T | Rp3,00 T | +5,7% |
| Total Aset | Rp71,93 T | Rp77,16 T | -6,8% |
| Total Liabilitas | Rp67,55 T | Rp69,28 T | -2,5% |
| Ekuitas | Rp4,38 T | Rp7,88 T | -44,5% |
| Rugi per Saham (EPS) | Rp110,21 | Rp104,22 | +5,7% |
Kesimpulan
Kinerja Waskita Karya kuartal III-2025 menunjukkan fase stabilisasi setelah dua tahun tekanan restrukturisasi. Ke depan, fokus utama perseroan akan tertuju pada penyelesaian restrukturisasi utang tahap akhir, efisiensi proyek, serta percepatan penagihan piutang pemerintah.

0 Comments
Posting Komentar