Laba Bersih IPCC Naik 28,6% di Kuartal III-2025 Menjadi Rp190,3 miliar

Logo Indonesia Kendaraan Terminal 

Mediasaham.com, Jakarta — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) mencatat pertumbuhan laba bersih signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan interim yang tidak diaudit, laba bersih IPCC melonjak 28,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp190,3 miliar, dibandingkan Rp148,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh peningkatan aktivitas ekspor-impor kendaraan, efisiensi biaya operasional, serta pertumbuhan pendapatan keuangan dari pengelolaan kas perusahaan.

Pendapatan Operasi Tumbuh 12,7%

Sepanjang Januari–September 2025, pendapatan operasi IPCC tercatat sebesar Rp660,24 miliar, naik 12,7% YoY dari Rp585,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini didorong oleh peningkatan volume throughput kendaraan ekspor-impor, serta optimalisasi layanan terminal domestik dan internasional.

Beban pokok pendapatan juga meningkat 8,3% YoY menjadi Rp371,76 miliar, seiring dengan peningkatan aktivitas bongkar muat dan biaya perawatan fasilitas terminal.
Meski demikian, laba bruto IPCC melonjak 18,9% menjadi Rp288,48 miliar, mencerminkan efisiensi margin di tengah pertumbuhan bisnis.

Laba Usaha Naik 21,3%

Setelah memperhitungkan beban operasional dan administrasi, laba usaha IPCC naik 21,3% YoY menjadi Rp218,42 miliar dari Rp180,09 miliar.
Kenaikan ini ditopang oleh efisiensi biaya operasional lainnya yang berhasil ditekan hingga 34,6% YoY, dari Rp14,97 miliar menjadi Rp9,79 miliar.

Di sisi lain, beban umum dan administrasi naik 20,7% YoY menjadi Rp63,14 miliar, seiring penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan sistem digitalisasi operasional terminal.

Pendapatan Keuangan Naik 41,5%

Dari sisi non-operasional, pendapatan keuangan IPCC meningkat tajam 41,5% YoY menjadi Rp43,69 miliar, didorong oleh hasil penempatan kas dan deposito berjangka.
Sementara beban keuangan naik tipis 6,9% YoY menjadi Rp25,25 miliar, terkait biaya bunga atas liabilitas sewa jangka panjang.

Kombinasi pertumbuhan pendapatan operasional dan optimalisasi kas mendorong laba sebelum pajak naik 26,4% YoY menjadi Rp236,86 miliar.

Laba Bersih Tumbuh 28,6%, EPS Naik ke Rp104,65

Setelah memperhitungkan beban pajak kini dan tangguhan sebesar Rp46,56 miliar, IPCC membukukan laba tahun berjalan Rp190,30 miliar, naik 28,6% YoY dari Rp148,02 miliar.
Kinerja ini juga berdampak pada laba per saham dasar (EPS) yang naik dari Rp81,40 menjadi Rp104,65, menandakan peningkatan profitabilitas per lembar saham.

Aset Naik 4,2%, Ekuitas Tumbuh 5,1%

Dari sisi neraca, total aset IPCC naik 4,2% YoY menjadi Rp1,93 triliun.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar 19,1% YoY, dari Rp810,40 miliar menjadi Rp964,84 miliar, yang diperoleh dari aktivitas operasional.

Sementara total ekuitas naik 5,1% YoY menjadi Rp1,34 triliun, ditopang oleh akumulasi laba ditahan.
Liabilitas juga meningkat ringan 2,3% YoY menjadi Rp586,73 miliar, mencerminkan stabilitas struktur keuangan yang sehat.

Arus Kas Operasi Tumbuh, Likuiditas Tetap Kuat

IPCC mencatat kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp297,99 miliar, naik 8,1% YoY dibandingkan Rp275,64 miliar tahun sebelumnya. Arus kas yang solid ini memperkuat posisi likuiditas, meskipun perusahaan tetap melakukan pembayaran dividen sebesar Rp124,3 miliar dan pembayaran liabilitas sewa Rp11,6 miliar selama periode berjalan.

Dengan total kas akhir periode mencapai Rp964,83 miliar, IPCC memiliki ruang cukup luas untuk ekspansi operasional maupun investasi fasilitas baru.

🧾 Ringkasan Kinerja Keuangan IPCC – Kuartal III 2025 vs Kuartal III 2024

(Dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pos Keuangan Utama

Sept 2025

Sept 2024

Perubahan (±)

% Perubahan YoY

Pendapatan Operasi

660.240.192

585.823.826

+74.416.366

+12,7%

Beban Pokok Pendapatan

(371.755.687)

(343.296.590)

-28.459.097

+8,3%

Laba Bruto

288.484.505

242.527.236

+45.957.269

+18,9%

Beban Umum & Administrasi

(63.136.394)

(52.294.867)

-10.841.527

+20,7%

Pendapatan Operasi Lainnya

2.864.122

4.830.173

-1.966.051

-40,7%

Beban Operasi Lainnya

(9.791.598)

(14.970.432)

+5.178.834

-34,6%

Laba Usaha

218.420.635

180.092.110

+38.328.525

+21,3%

Pendapatan Keuangan

43.693.524

30.886.390

+12.807.134

+41,5%

Beban Keuangan

(25.253.981)

(23.630.210)

-1.623.771

+6,9%

Laba Sebelum Pajak

236.860.178

187.348.290

+49.511.888

+26,4%

Beban Pajak (Kini + Tangguhan)

(46.563.428)

(39.324.062)

-7.239.366

+18,4%

Laba Tahun Berjalan

190.296.750

148.024.228

+42.272.522

+28,6%

Laba per Saham Dasar (Rupiah penuh)

104,65

81,40

+23,25

+28,6%

Total Aset

1.928.885.229

1.850.738.338

+78.146.891

+4,2%

Kas & Setara Kas

964.835.014

810.397.210

+154.437.804

+19,1%

Total Liabilitas

586.725.749

573.509.947

+13.215.802

+2,3%

Total Ekuitas

1.342.159.480

1.277.228.391

+64.931.089

+5,1%

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

297.997.620

275.642.890

+22.354.730

+8,1%

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

(7.650.571)

(24.537.444)

+16.886.873

-68,8%

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

(135.909.245)

(151.974.270)

+16.065.025

-10,6%

Kas Akhir Periode

964.835.014

769.312.792

+195.522.222

+25,4%

Kesimpulan:

Kinerja keuangan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid hingga kuartal III-2025. Dengan kenaikan laba bersih sebesar 28,6% YoY menjadi Rp190,3 miliar, perseroan berhasil menjaga performa di tengah tantangan global sektor logistik dan otomotif.

Kenaikan ini menegaskan peran IPCC sebagai terminal kendaraan utama di Indonesia yang mampu memanfaatkan peningkatan arus ekspor kendaraan nasional dan efisiensi operasional internal.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham