Jakarta, Mediasaham.com — PT Mayora Indah Tbk (IDX: MYOR) mencatatkan penurunan laba bersih pada sembilan bulan pertama tahun 2025, meskipun penjualan masih tumbuh positif. Tekanan utama berasal dari lonjakan beban pokok penjualan dan kenaikan biaya operasional.
Penjualan dan Laba Bruto
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan Kamis (30/10), MYOR membukukan penjualan sebesar Rp27,16 triliun hingga 30 September 2025. Nilai ini tumbuh 5,93% dibandingkan Rp25,64 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Namun, beban pokok penjualan meningkat lebih tinggi, yakni 9,58% year on year menjadi Rp21,39 triliun dari Rp19,52 triliun. Kenaikan biaya bahan baku dan distribusi membuat laba bruto turun 5,88% menjadi Rp5,76 triliun dibandingkan Rp6,12 triliun pada tahun sebelumnya.
Laba Usaha dan Laba Sebelum Pajak
Laba usaha Mayora pada periode Januari–September 2025 tercatat Rp2,39 triliun, turun 12,45% dibandingkan Rp2,73 triliun pada sembilan bulan pertama 2024.
Sementara itu, laba sebelum pajak terkoreksi 8,88% menjadi Rp2,36 triliun dari Rp2,59 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Setelah memperhitungkan beban pajak bersih sebesar Rp473,43 miliar, laba tahun berjalan tercatat Rp1,88 triliun, menurun 8,74% dibandingkan Rp2,06 triliun pada kuartal III 2024.
Laba Bersih dan Earnings per Share
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,85 triliun, turun 8,42% dibandingkan Rp2,02 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini sejalan dengan pelemahan margin laba kotor dan beban operasional yang meningkat, meskipun pendapatan masih tumbuh positif.
Aset, Liabilitas, dan Ekuitas
Per 30 September 2025, total aset MYOR mencapai Rp30,71 triliun, meningkat 3,3% dibandingkan Rp29,73 triliun pada akhir Desember 2024.
Total liabilitas naik 3,88% menjadi Rp13,12 triliun dari Rp12,63 triliun, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp17,59 triliun dari Rp17,10 triliun pada akhir 2024.
Cek juga info mengenai: Pendapatan OMED Tembus Rp1,47 Triliun di Kuartal III-2025, Ekspor ke AS Melonjak 116,8%
Kewajiban jangka pendek tercatat Rp6,94 triliun, menjadi porsi terbesar dari total liabilitas.
Arus Kas dan Likuiditas
Jumlah kas dan setara kas per akhir September 2025 tercatat Rp4,50 triliun, turun 2,17% dibandingkan Rp4,60 triliun pada akhir tahun sebelumnya. Penurunan kas ini mencerminkan aktivitas operasional yang lebih intensif di tengah kenaikan beban bahan baku dan logistik.
Ringkasan Laporan Keuangan PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
(Periode 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024 / 31 Desember 2024)
(Dalam miliar Rupiah)
| Pos Keuangan | 2025 | 2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Penjualan | 27.160 | 25.640 | +5,93% |
| Beban Pokok Penjualan | 21.390 | 19.520 | +9,58% |
| Laba Bruto | 5.760 | 6.120 | -5,88% |
| Laba Usaha | 2.390 | 2.730 | -12,45% |
| Laba Sebelum Pajak | 2.360 | 2.590 | -8,88% |
| Laba Tahun Berjalan | 1.880 | 2.060 | -8,74% |
| Laba Bersih ke Induk | 1.850 | 2.020 | -8,42% |
| Total Aset | 30.710 | 29.730 | +3,30% |
| Total Liabilitas | 13.120 | 12.630 | +3,88% |
| Total Ekuitas | 17.590 | 17.100 | +2,87% |
| Kas dan Setara Kas | 4.500 | 4.600 | -2,17% |
Mayora Indah Tbk mencatatkan pertumbuhan penjualan 5,93% pada sembilan bulan pertama 2025, namun beban pokok penjualan yang melonjak 9,58% menekan margin laba. Akibatnya, laba bersih turun 8,42% menjadi Rp1,85 triliun.
Meski demikian, posisi keuangan tetap solid dengan pertumbuhan aset dan ekuitas, menandakan kemampuan perusahaan menjaga stabilitas di tengah tekanan biaya produksi dan distribusi.

0 Comments
Posting Komentar