Laporan Keuangan Saham Bali Towerindo Kuartal III 2025: Laba Bersih Melonjak 32,2%

 

Bali Towerindo

Jakarta, Mediasaham.com — Emiten infrastruktur telekomunikasi PT Bali Towerindo Sentra Tbk (IDX: BALI) mencatatkan kinerja keuangan positif pada sembilan bulan pertama 2025. Pendapatan dan laba bersih perusahaan meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan bisnis yang solid di segmen tower leasing dan layanan fiber optik.

Pendapatan dan Laba Kotor Naik

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit, BALI membukukan pendapatan sebesar Rp922,02 miliar per 30 September 2025, naik 22,1% dibandingkan Rp754,77 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Lihat Juga: Laporan Keuangan Saham BBNI (Bank BNI) Kuartal III 2025: Laba Bersih Turun 7% dan Ini Penyebabnya!

Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp445,88 miliar, meningkat 31,3% dari Rp339,58 miliar tahun sebelumnya. Meski beban meningkat, laba kotor tetap tumbuh 14,7% menjadi Rp476,14 miliar dibandingkan Rp415,19 miliar pada 2024.

Beban usaha naik tipis 3,6% menjadi Rp74,31 miliar dari Rp71,73 miliar. Dengan demikian, laba usaha meningkat 17,0% menjadi Rp401,82 miliar dari Rp343,46 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba Bersih dan EPS Tumbuh Kuat

BALI mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp157,69 miliar, naik 39,2% dibandingkan Rp113,26 miliar pada 2024. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan bersih sebesar Rp18,97 miliar, laba periode berjalan mencapai Rp138,72 miliar, meningkat 32,2% dibandingkan Rp104,96 miliar pada tahun sebelumnya.

Lihat Juga: Laba Hermina (HEAL) Turun 24%! Tanda Bahaya atau Peluang Beli?

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik 32,2% menjadi Rp138,72 miliar dari Rp104,96 miliar pada September 2024. Sementara itu, laba per saham (earnings per share / EPS) tercatat Rp35,26 per saham, naik 32,1% dibandingkan Rp26,68 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Aset dan Ekuitas Menguat

Total aset per 30 September 2025 mencapai Rp6,33 triliun, naik 4,2% dibandingkan Rp6,08 triliun pada akhir Desember 2024. Kenaikan terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan bank yang melonjak 70,2% menjadi Rp322,90 miliar dari Rp189,69 miliar.

Total liabilitas naik 9,0% menjadi Rp3,81 triliun dari Rp3,50 triliun, terutama karena peningkatan utang bank jangka panjang yang mencapai Rp2,76 triliun. Sementara itu, total ekuitas turun 2,3% menjadi Rp2,52 triliun dari Rp2,58 triliun, terutama akibat pembagian dividen tunai senilai Rp196,73 miliar pada tahun berjalan.

Arus Kas Operasi Tetap Positif

Dari sisi arus kas, aktivitas operasi mencatat arus kas masuk bersih sebesar Rp487,25 miliar, meningkat 41,7% dibandingkan Rp343,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Arus kas dari aktivitas investasi menunjukkan arus keluar sebesar Rp297,04 miliar, lebih rendah 40,8% dibandingkan Rp501,99 miliar pada 2024. Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan mencatat arus keluar Rp56,99 miliar, berbalik dari arus masuk Rp382,20 miliar tahun lalu, terutama karena pembayaran utang bank dan dividen.

Lihat Juga: Laba Bersih Jaya Ancol (PJAA) Kuartal III-2025 Anjlok 41,7%, Ini Penyebabnya!

Kas dan bank akhir periode tercatat sebesar Rp322,90 miliar, turun 12,1% dibandingkan Rp367,34 miliar pada akhir September 2024.

Ringkasan Laporan Keuangan Saham BALI Q3 2025

(Periode 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024)
Pos Keuangan (Rp) 2025 2024 Perubahan (%)
Pendapatan 922.016.659.104 754.768.901.787 +22,1%
Beban Pokok Pendapatan 445.879.381.735 339.579.279.129 +31,3%
Laba Bruto 476.137.277.369 415.189.622.658 +14,7%
Laba Usaha 401.823.083.799 343.457.799.850 +17,0%
Laba Sebelum Pajak 157.692.339.857 113.255.859.497 +39,2%
Laba Bersih 138.723.261.088 104.961.280.014 +32,1%
Laba per Saham (EPS) Rp35,26 Rp26,68 +32,2%
Arus Kas Operasi 487.245.353.539 343.826.739.454 +41,7%
Arus Kas Investasi -297.040.734.104 -501.994.710.834 -40,8%
Arus Kas Pendanaan -56.989.854.421 382.198.147.822 berbalik negatif
Kas Akhir Periode 322.903.621.080 189.689.962.022 +70,2%
Total Aset 6.330.480.161.699 6.076.124.615.938 +4,2%
Total Liabilitas 3.808.896.928.325 3.495.309.913.102 +9,0%
Total Ekuitas 2.521.583.233.374 2.580.814.702.836 -2,3%

Kesimpulan

BALI mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat sepanjang kuartal III 2025, dengan kinerja operasional yang efisien dan arus kas operasi yang meningkat. Meski ekuitas turun akibat pembagian dividen, perusahaan tetap menunjukkan struktur keuangan yang solid di tengah ekspansi layanan telekomunikasi nasional.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham