Laporan Keuangan Saham BBNI (Bank BNI) Kuartal III 2025: Laba Bersih Turun 7% dan Ini Penyebabnya!

BNI

Jakarta, Mediasaham.com — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat pertumbuhan solid sepanjang sembilan bulan pertama 2025 dengan total aset mencapai Rp1.269,48 triliun, naik 12,3% dibanding posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp1.129,81 triliun. Peningkatan ini menunjukkan ekspansi bisnis yang berkelanjutan, terutama di sektor pembiayaan dan penghimpunan dana.

Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp1.097,88 triliun dari Rp962,62 triliun, naik 14,1%. Kenaikan terbesar berasal dari simpanan nasabah yang tumbuh menjadi Rp934,33 triliun dibanding Rp805,51 triliun pada akhir tahun lalu. Di sisi lain, total ekuitas naik tipis menjadi Rp171,61 triliun, tumbuh 2,6% dari Rp167,19 triliun sebelumnya.

Pendapatan dan Efisiensi Operasional

BNI membukukan pendapatan bunga sebesar Rp51,17 triliun, naik 4,8% dibanding Rp48,84 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Namun, beban bunga juga meningkat menjadi Rp21,91 triliun atau naik 13% dari Rp19,40 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih sedikit tergerus menjadi Rp29,25 triliun, turun 0,6% dibanding tahun lalu yang tercatat Rp29,44 triliun.

Lihat Juga: Laba Hermina (HEAL) Turun 24%! Tanda Bahaya atau Peluang Beli?

Pendapatan operasional lainnya tercatat Rp16,67 triliun, meningkat 6,7% dibanding Rp15,62 triliun pada 2024. Peningkatan tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan provisi dan komisi lainnya sebesar Rp7,75 triliun serta kenaikan laba dari entitas asosiasi yang mencapai Rp1,21 triliun.

Namun, beban operasional lainnya meningkat menjadi Rp21,83 triliun dari Rp20,99 triliun, naik 4%. Biaya tenaga kerja, administrasi, dan premi penjaminan simpanan menjadi komponen dominan dalam struktur beban bank.

Laba Bersih dan Laba per Saham

Laba sebelum pajak BNI mencapai Rp18,44 triliun, turun 7,2% dari Rp19,87 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar Rp3,21 triliun, laba bersih konsolidasian tercatat Rp15,23 triliun, melemah 7,3% dibanding Rp16,43 triliun di tahun 2024.

Lihat Juga: Laporan Keuangan Mark Dynamics Indonesia Tbk  Q3 2025: Laba Bersih Turun 7,7% di Tengah Penurunan Penjualan

Dari total laba bersih tersebut, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp15,12 triliun. Berdasarkan jumlah saham beredar, laba per saham (earnings per share / EPS) turun menjadi Rp405 per saham dari sebelumnya Rp437 per saham pada kuartal III 2024.

Arus Kas Menguat Tajam

Dari sisi arus kas, aktivitas operasi BNI mencatat arus kas masuk bersih sebesar Rp91,46 triliun, berbalik positif dibanding periode sama tahun lalu yang mencatat arus keluar Rp60,78 triliun. Perbaikan ini menunjukkan peningkatan efisiensi dan optimalisasi pengelolaan aset likuid.

Arus kas dari aktivitas investasi tercatat negatif Rp3,79 triliun, sementara arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan arus keluar Rp19,73 triliun, terutama akibat pembayaran dividen dan pelunasan pinjaman. Dengan demikian, kas dan setara kas akhir periode meningkat signifikan menjadi Rp172,58 triliun dari Rp96,71 triliun setahun sebelumnya.

Ringkasan Laporan Keuangan Saham BBNI Q3 2025

Komponen 30 Sept 2025 30 Sept 2024 Perubahan (%)
Pendapatan bunga 51.166.706 48.836.365 +4,8%
Beban bunga 21.913.624 19.397.812 +13,0%
Laba sebelum pajak 18.438.640 19.865.533 -7,2%
Laba bersih 15.230.673 16.433.535 -7,3%
Laba ke induk 15.115.133 16.308.385 -7,3%
Earnings per share (EPS) 405 437 -7,3%
Total aset 1.269.486.437 1.129.805.637 +12,3%
Total liabilitas 1.097.876.035 962.619.084 +14,1%
Total ekuitas 171.610.402 167.186.553 +2,6%
Arus kas operasi 91.458.614 (60.783.961) berbalik positif

Penurunan laba PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada kuartal III 2025 sebesar 7,3% menjadi Rp15,23 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan beban bunga yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan bunga.

Beban bunga naik 13% menjadi Rp21,91 triliun, sedangkan pendapatan bunga hanya tumbuh 4,8%, sehingga menekan pendapatan bunga bersih yang turun 0,6%. Selain itu, beban operasional lainnya juga meningkat 4% menjadi Rp21,83 triliun, dipicu oleh kenaikan biaya tenaga kerja, administrasi, dan premi penjaminan simpanan.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham