Laba Bersih Bank Neo Commerce (BBYB) Melonjak 11.217% Jadi Rp464 Miliar di Kuartal III 2025, ROE Tembus 11,22%

 

Bank Neo Commerce

Jakarta, Mediasaham.com — PT Bank Neo Commerce Tbk (IDX: BBYB) mencatat lonjakan laba bersih signifikan pada Kuartal III-2025. Emiten perbankan digital ini membukukan laba bersih sebesar Rp464,0 miliar, naik tajam dibandingkan laba bersih Rp4,1 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Kinerja kuat tersebut mencerminkan peningkatan efisiensi operasional dan keberhasilan transformasi digital yang terus dilakukan bank. Laba per saham (earnings per share / EPS) tercatat sebesar Rp35,15 per lembar, menunjukkan peningkatan substansial dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan dan Laba Operasional

Berdasarkan laporan keuangan kuartalan, pendapatan BBYB mencapai Rp2,38 triliun hingga akhir September 2025, turun 11,4% dibandingkan Rp2,68 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca: Laporan Keuangan Sido Muncul Q3 2025:  Laba Bersih Menanjak Jadi Rp818,54 Miliar

Meski pendapatan menurun, laba operasional atau operating profit justru mencapai Rp461,5 miliar, didorong efisiensi biaya dan peningkatan margin bunga bersih. Earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) juga melonjak tajam 794,8% year on year menjadi Rp518,1 miliar dari Rp57,9 miliar.

Kinerja tersebut membuat EBITDA margin mencapai 21,8%, sedangkan net margin berada di level 19,5%.

Laba Bersih dan Profitabilitas

Laba bersih BBYB sebesar Rp464,0 miliar menandai lonjakan 11.217,1% dibandingkan Rp4,1 miliar pada Kuartal III-2024. Secara kuartalan (quarter on quarter / QoQ), laba bersih meningkat 61,9% dari Rp159,9 miliar pada Kuartal II-2025.

Dengan pertumbuhan laba tersebut, rasio return on equity (ROE) tercatat 11,22%, sementara return on assets (ROA) mencapai 2,52%.

Neraca Keuangan

Dari sisi neraca, total aset BBYB per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp18,43 triliun. Jumlah kas mencapai Rp11,8 triliun, menandakan likuiditas yang sangat kuat bagi bank digital ini.

Total ekuitas tercatat Rp4,13 triliun, dengan rasio debt to equity sebesar 3,46 kali, mencerminkan struktur modal yang agresif namun tetap terkendali.

Cek Juga: Ringkasan Laporan Keuangan Mayora (MYOR) Q3 2025 yang laba turun 8,42%

Pinjaman jangka panjang mencapai Rp14,13 triliun, sementara kewajiban jangka pendek berada di Rp167,2 miliar. Book value per share (BVPS) berada di Rp312,77, dengan valuasi saham di level harga Rp406 per lembar dan price to book value (PBV) 1,30 kali.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham