Laba Bersih INOV Melesat 47,2% Sepanjang 9 Bulan 2025, Ini Penyebabnya!

daur ulang sampah plastik
Ilustrasi daur ulang saham. Foto Gino Crescoli by Pixabay


Mediasaham.com, Jakarta – Kinerja keuangan PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) kembali mencuri perhatian di 2025. Emiten daur ulang plastik ini berhasil mencatat lonjakan laba bersih hingga 47,2% sepanjang Januari–September 2025.

Laporan keuangan terbaru menunjukkan, laba tahun berjalan INOV mencapai Rp17,75 miliar, naik dari Rp12,05 miliar pada periode sama tahun lalu. Kenaikan ini mencerminkan strategi efisiensi dan pertumbuhan penjualan yang efektif.

Pendapatan Naik, Beban Terkendali

Penjualan bersih INOV meningkat 10,4% menjadi Rp524,99 miliar dari Rp475,53 miliar pada 9M24. Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya permintaan produk daur ulang di pasar domestik dan ekspor.

Baca: Asri Karya Lestari (ASLI) Berbalik Rugi Rp26,99 Miliar di 9M25, Laba Bruto Anjlok 83,96% Akibat Tekanan Beban

Di sisi lain, beban pokok penjualan hanya naik tipis menjadi Rp410,96 miliar. Kondisi ini membuat laba bruto melonjak tajam ke Rp114,03 miliar, jauh di atas tahun lalu yang hanya Rp76,59 miliar.

Efisiensi Biaya Dorong Laba Usaha

Langkah efisiensi juga terlihat dari penurunan beban usaha menjadi Rp67,74 miliar, dari sebelumnya Rp71,24 miliar. Hasilnya, laba usaha ikut naik dan memberi dorongan kuat pada kinerja semester kedua tahun ini.

Baca: Laba BLES Anjlok 61,2% di 9M25, Kenaikan Beban Tekan Margin Meski Penjualan Tumbuh Tipis

Secara keseluruhan, laba sebelum pajak melonjak ke Rp17,28 miliar, naik signifikan dibanding Rp7,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Struktur Keuangan Semakin Sehat

Dari sisi neraca, total aset INOV per 30 September 2025 sebesar Rp972,12 miliar, sedikit turun dari Rp1,02 triliun di akhir 2024. Namun penurunan ini diimbangi oleh liabilitas yang menurun menjadi Rp641,30 miliar, menunjukkan arus kas yang lebih sehat.

Ekuitas juga meningkat menjadi Rp330,81 miliar, naik dari Rp313,06 miliar pada tahun sebelumnya. Dengan perbaikan ini, laba per saham dasar (EPS) ikut terdongkrak dari Rp6,66 menjadi Rp9,82 per saham.

Analisis Singkat: Efisiensi Jadi Kunci Lonjakan Laba

Kenaikan laba INOV di tengah pasar plastik daur ulang yang kompetitif menjadi sinyal positif. Efisiensi di lini produksi dan penurunan beban operasional memberi ruang margin lebih lebar.

Menurut catatan Mediasaham Research, tren ini memperlihatkan bahwa INOV berhasil mengubah skala bisnisnya menjadi lebih efisien dan produktif. Jika tren ini berlanjut, INOV berpotensi mencatatkan pertumbuhan laba dua digit hingga akhir 2025.


Ringkasan Kinerja Keuangan PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV)

(Per 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024)
(Dalam miliar rupiah)

Pos Keuangan9M259M24Perubahan (%)
Pendapatan524,99475,53+10,40%
Beban Pokok Penjualan410,96398,93+3,00%
Laba Bruto114,0376,59+48,90%
Beban Usaha67,7471,24-4,90%
Laba Usaha32,5329,78+9,24%
Laba Sebelum Pajak17,287,53+129,45%
Laba Bersih ke Induk17,7512,05+47,20%
Total Aset972,121.020,00*-4,70%
Total Liabilitas641,30713,29*-10,10%
Total Ekuitas330,81313,06*+5,70%

Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), per 30 September 2025
Keterangan: Pos bertanda () dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024*


Prospek dan Tantangan

Kinerja solid INOV pada 2025 menunjukkan keberhasilan strategi efisiensi di tengah fluktuasi harga bahan baku daur ulang global. Dengan meningkatnya kesadaran industri terhadap circular economy, peluang pertumbuhan bisnis daur ulang plastik di Indonesia masih terbuka lebar.

Namun, tantangan utama ke depan berasal dari volatilitas harga bahan baku plastik dan energi, yang dapat memengaruhi margin produksi. Selain itu, persaingan dengan produsen daur ulang regional dan kebutuhan investasi teknologi baru untuk meningkatkan kapasitas produksi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Jika INOV mampu menjaga efisiensi biaya, memperkuat penetrasi di sektor industri kemasan dan tekstil, serta memperluas pasar ekspor, prospek laba bersih hingga akhir 2025 berpotensi tetap positif, bahkan bisa tumbuh dua digit secara tahunan.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham