Jakarta, Mediasaham.com — PT ABM Investama Tbk (IDX: ABMM) melaporkan penurunan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2025 di tengah fluktuasi harga batu bara dan cuaca ekstrem di area tambang. Emiten energi terintegrasi milik Grup Tiara Marga Trakindo ini mencatatkan laba bersih USD 42,4 juta atau turun 62,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 111,9 juta.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh pendapatan konsolidasian yang juga menurun 12,5 persen year-on-year (yoy) menjadi USD 781,6 juta dari USD 893,5 juta pada 9M24. Adjusted EBITDA tercatat sebesar USD 280,7 juta, turun 39,8 persen dibanding tahun lalu.
Menurut laporan resmi perusahaan, pelemahan harga batu bara global serta gangguan cuaca ekstrem pada semester pertama menekan aktivitas pengupasan lapisan tanah (overburden removal) dan volume produksi batu bara.
Peningkatan Kinerja Kuartal III dan Optimisme ke Depan
Meski secara tahunan masih menurun, manajemen mencatat adanya pemulihan yang kuat secara kuartalan. Pada kuartal III/2025, volume pengupasan tanah meningkat 15,6 persen quarter-on-quarter (qoq), sedangkan pengambilan batu bara naik 12,8 persen. Kondisi ini mendorong pendapatan naik 7,0 persen qoq dengan laba kotor tumbuh signifikan 39,5 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Direktur ABMM, Hans Manoe, menegaskan bahwa Perseroan tetap fokus pada efisiensi biaya, produktivitas operasional, dan manajemen keuangan yang disiplin.
“Kami bergerak cepat mengeksekusi inisiatif strategis untuk memperbaiki kinerja pasca semester pertama yang menantang. Momentum pemulihan kuartal ketiga menjadi pondasi menuju hasil yang lebih kuat di kuartal terakhir,” ujarnya.
Segmen Bisnis: Logistik dan Fabrikasi Masih Solid
Dari sisi operasional, volume pengupasan tanah turun 12 persen yoy menjadi 178,6 juta bank cubic meter (Mbcm), sementara pengambilan batu bara menurun 14,2 persen menjadi 24,8 juta ton.
Bisnis perdagangan bahan bakar mengalami penurunan volume 14,4 persen menjadi 282 juta liter, namun segmen logistik masih menunjukkan ketahanan dengan tingkat pengiriman tepat waktu (on-time delivery) sebesar 94 persen.
Cek Juga info Laporan Keuangan Bukit Asam Tbk (PTBA) Q3 2025: Laba Bersih Longsor 57%
Sementara bisnis jasa dan fabrikasi justru meningkat efisiensinya dengan tingkat pengiriman tepat waktu dan lengkap (on-time in-full) mencapai 83,7 persen, naik dari 77 persen pada tahun sebelumnya.
Kinerja Laporan Keuangan ABMM 9M25
| Pos Keuangan | 9M24 | 9M25 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | USD 893,5 juta | USD 781,6 juta | -12,5% |
| Adjusted EBITDA | USD 466,7 juta | USD 280,7 juta | -39,8% |
| Laba Bersih | USD 111,9 juta | USD 42,4 juta | -62,1% |
| Total Aset | USD 2.131,9 juta | USD 2.079,0 juta | -2,5% |
| Total Liabilitas | USD 1.316,2 juta | USD 1.213,8 juta | -7,8% |
| Ekuitas | USD 820,7 juta | USD 865,2 juta | +5,4% |
Fokus Keberlanjutan dan ESG
ABM Investama terus memperkuat inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, governance/ESG).
Beberapa capaian keberlanjutan tahun 2025 antara lain:
-
Pemasangan panel surya 643,8 kWp di lokasi tambang Jambi.
-
Pengurangan emisi karbon hingga 110 ton CO₂e sejak 2022 di unit logistik.
-
Program sosial “Journey of Aranio Coffee” yang meraih penghargaan CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan 2025 dari Kementerian Desa.
Perseroan juga menerima Merit Achievement Award dari InvestorTrust serta menjadi Kandidat Platinum ASRRAT 2025, menegaskan komitmen kuat terhadap nilai berkelanjutan dan tata kelola korporasi.
.jpg)
0 Comments
Posting Komentar