Analisa Pasar Sepekan : IHSG Menguat ke 8.660, Transaksi Harian Melonjak 41% Didorong Sektor Energi

Rangkuman Pasar Saham Sepekan. Radit M. Pase / Media Saham

Rangkuman

1. IHSG Menguat dengan Likuiditas Tinggi: IHSG ditutup naik 0,32% di level 8.660,499. Aktivitas perdagangan melonjak tajam, di mana Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) melesat 41,95% menjadi Rp30,29 triliun per hari, menandakan peningkatan likuiditas yang signifikan.

2. Rotasi Sektor Drastis ke Energi: Terjadi rotasi dana besar-besaran dari sektor Keuangan yang terkoreksi 1,64%, menuju sektor Energi yang melonjak tertinggi 6,49%. Saham BUMI menjadi pendorong utama dengan kenaikan harga 54,62%.

3. Dominasi Investor Domestik: Investor domestik memegang peran dominan, menguasai 76% dari total transaksi. Meskipun demikian, investor asing tetap mencatatkan beli bersih (Net Buy) sebesar Rp1,42 triliun.


Mediasaham.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pekan perdagangan kedua bulan Desember 2025 dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren kenaikan di tengah lonjakan aktivitas transaksi yang signifikan, didorong oleh rotasi sektor yang kuat dari perbankan ke sektor energi dan material dasar.

Berdasarkan data perdagangan periode 8 hingga 12 Desember 2025, IHSG ditutup menguat 0,32% ke level 8.660,499, naik dari posisi penutupan pekan sebelumnya di 8.632,761. Meskipun kenaikan indeks komposit terlihat moderat, data mendasar menunjukkan peningkatan likuiditas pasar yang luar biasa, menandakan optimisme pelaku pasar menjelang akhir tahun.

Ringkasan Perdagangan: Likuiditas Pasar Melimpah

Sorotan utama pada pekan ini bukanlah sekadar kenaikan indeks, melainkan lonjakan aktivitas perdagangan yang masif. Data statistik mingguan IDX menunjukkan peningkatan drastis pada seluruh indikator utama perdagangan:

  • Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH): Melonjak tajam sebesar 41,95% menjadi Rp30,29 triliun per hari, dibandingkan Rp21,33 triliun pada pekan sebelumnya.
  • Rata-rata Volume Transaksi Harian: Naik 27,92% mencapai 59,34 miliar lembar saham.
  • Frekuensi Perdagangan: Meningkat 20,16% menjadi lebih dari 3,2 juta kali transaksi per hari.

Kenaikan nilai transaksi yang jauh melampaui kenaikan volume (41% vs 27%) mengindikasikan bahwa aliran dana tidak hanya masuk ke saham-saham penny stock (saham bernilai kecil), tetapi juga mengalir deras ke saham-saham berkapitalisasi menengah hingga besar yang memiliki valuasi harga lebih tinggi. Total nilai transaksi mingguan bahkan menembus angka Rp151,44 triliun.

Kapitalisasi pasar (Market Cap) bursa juga mencatatkan rekor baru, naik tipis 0,24% menjadi Rp15.882 triliun dari pekan sebelumnya Rp15.844 triliun.

Analisa Aliran Dana: Dominasi Investor Domestik

Struktur partisipasi pasar pada pekan ini mempertegas tren dominasi investor lokal. Berdasarkan komposisi investor, investor domestik menguasai 76% dari total perdagangan, sementara porsi investor asing berada di angka 24%. Angka partisipasi domestik ini meningkat dibandingkan pekan lalu yang berada di level 72%.

Meskipun porsi transaksi lebih kecil, investor asing tetap mencatatkan aksi beli bersih (Net Buy) yang solid. Sepanjang pekan 8-12 Desember 2025, investor asing membukukan Net Buy sebesar Rp1,42 triliun (setara USD 85,39 juta). Ini melanjutkan tren positif dari pekan sebelumnya di mana asing juga mencatatkan Net Buy sebesar Rp2,48 triliun.

Akumulasi asing yang berkelanjutan ini menjadi sinyal positif bahwa dana global masih memandang pasar ekuitas Indonesia menarik, meskipun terjadi volatilitas pada sektor-sektor tertentu.

Rotasi Sektoral: Energi Memimpin, Perbankan Tertekan

Dinamika pergerakan IHSG pekan ini diwarnai oleh rotasi sektoral yang sangat kontras. Sektor Energi muncul sebagai pahlawan yang menahan IHSG tetap di zona hijau, sementara sektor Keuangan (Financials) menjadi pemberat utama.

1. Sektor Energi (+6,49%)

Indeks sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 6,49%, ditutup pada level 4.429,197. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga saham-saham komoditas, terutama PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Saham BUMI menjadi fenomena pekan ini dengan kenaikan harga 54,62%, menjadikannya "Top Leader" pendorong indeks dengan kontribusi 32,48 poin terhadap IHSG.

2. Sektor Material Dasar (+4,56%)

Mengekor sektor energi, sektor Basic Materials naik 4,56%. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BRPT) memberikan kontribusi signifikan. BRPT sendiri naik 6,0% dan menyumbang 12,47 poin terhadap kenaikan IHSG.

3. Sektor Keuangan (-1,64%)

Di sisi lain, sektor yang biasanya menjadi tulang punggung IHSG, yakni Financials, justru terkoreksi 1,64%. Koreksi ini dipicu oleh aksi jual pada saham-saham perbankan raksasa (Big Banks) yang menjadi pemberat pasar (Laggards):

  • BBCA: Turun 3,61% dan menjadi pemberat utama yang menggerus IHSG sebesar 28,04 poin.
  • BBRI: Melemah 0,55% dengan dampak poin -3,26.
  • BMRI: Turun 1,63% dengan dampak poin -6,60.

Analisa teknikal pasar menunjukkan bahwa investor melakukan profit taking pada sektor perbankan untuk memindahkan aset mereka ke sektor komoditas yang sedang rally.

Baca:

Saham-Saham Penggerak Pasar (Top Movers)

Aktivitas perdagangan pekan ini sangat terkonsentrasi pada beberapa emiten tertentu yang mencatatkan volume dan nilai transaksi fantastis.

Top Gainers (Kenaikan Tertinggi)

Saham-saham lapis kedua dan ketiga mendominasi daftar kenaikan harga tertinggi:

  1. KIOS: Meroket 171,43% ke level Rp266.
  2. SOTS: Naik 141,03% ke level Rp1.075.
  3. CTTH: Naik 134,41% ke level Rp218.
  4. BUMI: Naik 54,62% ke level Rp368 (Masuk jajaran top gainers meski berkapitalisasi besar).

Top Value (Nilai Transaksi Terbesar)

Daftar saham yang paling banyak diperdagangkan secara nilai (turnover) menunjukkan minat pasar yang sangat besar pada saham BUMI:

  1. BUMI: Nilai transaksi mencapai Rp22,65 triliun (menguasai 14,96% dari total nilai transaksi pasar).
  2. DEWA: Transaksi sebesar Rp7,82 triliun.
  3. AMMN: Transaksi sebesar Rp5,77 triliun.
  4. BBCA: Transaksi sebesar Rp4,87 triliun.

Fakta bahwa nilai transaksi BUMI (Rp22 triliun) jauh melampaui BBCA (Rp4,8 triliun) adalah anomali langka yang menunjukkan betapa agresifnya spekulasi dan akumulasi di sektor pertambangan pada pekan ini.

IPO Watch: Debut Fantastis RLCO

Pekan ini juga menyambut emiten baru, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), yang resmi melantai (listing) pada tanggal 8 Desember 2025. Saham RLCO mencatatkan performa debut yang luar biasa. Dari harga penawaran umum perdana (IPO) di Rp168, saham ini menutup pekan di harga Rp550, mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 227,38%.

Perbandingan Kinerja Regional dan Global

Bagaimana posisi IHSG dibandingkan bursa saham dunia? Kinerja positif IHSG (+0,32%) sejalan dengan tren mayoritas bursa Asia Pasifik, meskipun tertinggal dari beberapa rekan regional.

Kawasan ASEAN:

  • Filipina (PSEi): Memimpin dengan kenaikan 1,47%.
  • Malaysia (KLCI): Naik 1,32%.
  • Singapura (STI): Naik 1,22%.
  • Indonesia (IHSG): Naik 0,32%.
  • Thailand (SET): Terkoreksi 1,54%.
  • Vietnam (VN-Index): Turun 2,44%.

Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat (US) terus mencetak rekor dengan Dow Jones Industrial Average melesat 1,56% ke level 48.704,01. Sentimen positif global ini tampaknya memberikan spillover effect yang menjaga IHSG tetap berada di jalur hijau meskipun terdapat tekanan jual pada sektor perbankan domestik.

Tinjauan Broker: Siapa yang Paling Aktif?

Dari sisi perantara pedagang efek (broker), aktivitas didominasi oleh sekuritas ritel berbasis teknologi, yang sejalan dengan dominasi investor domestik.

Berdasarkan Frekuensi Perdagangan:

  1. Stockbit Sekuritas Digital (XL): Mencatat 9.332 ribu kali transaksi (29,14% dari total frekuensi pasar).
  2. Mirae Asset Sekuritas (YP): 2.774 ribu kali transaksi.
  3. Mandiri Sekuritas (CC): 2.527 ribu kali transaksi.

Namun, jika dilihat dari Nilai Transaksi (Value), Stockbit (XL) tetap memimpin dengan Rp35,47 triliun, diikuti oleh Mandiri Sekuritas (CC) dengan Rp25,85 triliun dan UBS Sekuritas (AK) dengan Rp22,92 triliun. Dominasi Stockbit dalam nilai transaksi mengindikasikan bahwa investor ritel tidak hanya bermain di volume kecil, tetapi juga menggerakkan dana dalam jumlah besar secara agregat.

Kesimpulan dan Outlook

Pekan perdagangan 8-12 Desember 2025 memberikan gambaran pasar yang sangat dinamis. Kunci utama penggerak pasar minggu ini adalah:

  1. Rotasi Sektoral: Arus dana berpindah masif dari perbankan (Big Banks) ke sektor Energi dan Mineral.
  2. Likuiditas Tinggi: Kenaikan RNTH di atas 40% adalah sinyal bullish untuk vitalitas pasar.
  3. Resiliensi: IHSG mampu bertahan hijau meski saham berbobot terbesar (BBCA) turun lebih dari 3%.

Bagi investor, perhatian pada pekan depan kemungkinan masih akan tertuju pada keberlanjutan rally sektor energi, khususnya saham BUMI dan grup Bakrie lainnya (DEWA, BRMS) yang mendominasi daftar top active. Selain itu, investor perlu memantau apakah koreksi pada sektor perbankan sudah mencapai titik jenuh jual (oversold) yang dapat menjadi peluang entry menarik.

Dengan posisi IHSG di 8.660, level resistance berikutnya berada di kisaran harga tertinggi mingguan yakni 8.776, sementara level support terdekat berada di 8.560.


Sumber Data: IDX Weekly Statistics edisi 12 Desember 2025.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham