![]() |
| Laporan Keuangan Bank OCBC NISP Tahun 2025. Tangkapan layar dari laporan keuangan Bank OCBC |
Mediasaham.com, Jakarta – Laba bersih PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) Tahun 2025 sebesar Rp5,06 triliun, naik 3,94%. Keterangan ini sesuai dengan data resmi yang dirilis perseroan di laporan keuangan konsolidasian tahunan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga serta efisiensi pada cadangan kerugian penurunan nilai, di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.NISP juga mampu melakukan ekspansi aset yang masif hingga menembus angka Rp308,35 triliun, meningkat hampir 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
1. Analisis Laba Rugi: Pendapatan Operasional Lainnya Jadi Pendongkrak
Meskipun suku bunga pasar bergerak dinamis, NISP berhasil menjaga profitabilitas melalui diversifikasi pendapatan secara agresif.
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income)
Pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp10,04 triliun, naik tipis 1,24% dari Rp9,92 triliun pada tahun 2024. Walaupun pertumbuhan bunga bersih cenderung moderat, hal ini menunjukkan kemampuan bank dalam menjaga Net Interest Margin (NIM) di tengah ketatnya persaingan perebutan dana di pasar.
Lonjakan Pendapatan Non-Bunga (Fee-Based Income)
Salah satu sorotan utama dalam laporan 2025 adalah Pendapatan Operasional Lainnya yang melesat 35,11% menjadi Rp2,14 triliun (dibandingkan Rp1,58 triliun di 2024). Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor kunci:
- Keuntungan dari transaksi valuta asing.
- Peningkatan pendapatan dari layanan perbankan digital.
- Keuntungan dari penjualan efek-efek yang terealisasi secara strategis.
Laba Komprehensif yang Mengesankan
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp5,06 triliun. Namun, jika memperhitungkan pos penghasilan komprehensif lain (seperti revaluasi aset keuangan), total laba komprehensif NISP melonjak 11,38% menjadi Rp5,59 triliun. Angka ini mencerminkan portofolio investasi bank yang berkinerja sangat baik di pasar modal.
2. Bedah Neraca: Lonjakan Aset dan Strategi Surat Berharga
NISP melakukan langkah berani dalam mengalokasikan likuiditasnya pada tahun 2025 untuk memaksimalkan keuntungan jangka panjang.
| Posisi Keuangan | 31 Des 2025 (Miliar Rp) | 31 Des 2024 (Miliar Rp) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Total Aset | 308,356.7 | 281,167.2 | +9.67% |
| Pinjaman yang Diberikan (Bruto) | 165,873.6 | 162,421.5 | +2.13% |
| Efek-Efek / Surat Berharga | 95,661.9 | 57,278.1 | +67.01% |
| Total Liabilitas | 264,508.0 | 240,476.2 | +10.00% |
| Total Ekuitas | 43,848.7 | 40,691.0 | +7.76% |
Poin Penting Analisis Aset:
Lonjakan masif sebesar 67,01% pada pos Efek-efek menunjukkan bahwa NISP sangat aktif melakukan penempatan dana pada instrumen keuangan likuid seperti obligasi negara. Di sisi lain, Penyaluran Kredit tetap tumbuh sebesar 2,13% YoY, mencerminkan prinsip prudent lending atau kehati-hatian dalam memilih debitur berkualitas tinggi.
3. Dana Pihak Ketiga (DPK): Keberhasilan Strategi CASA
Kepercayaan nasabah terhadap OCBC NISP terlihat dari arus masuk dana yang kuat, khususnya pada dana murah yang menjadi tumpuan bank.
- Giro: Rp84,507 miliar (Naik signifikan +41,40% dari Rp59,765 miliar).
- Tabungan: Rp56,831 miliar (Naik +4,64% dari Rp54,312 miliar).
- Deposito: Rp102,422 miliar (Naik +11,30% dari Rp92,021 miliar).
Pertumbuhan Giro yang mencapai 41,40% adalah sebuah prestasi luar biasa. Hal ini membantu bank menekan biaya dana (Cost of Fund) secara efektif, yang pada gilirannya memperkuat margin laba bersih bank.
4. Kualitas Aset dan Manajemen Risiko
NISP terus memperkuat profil risikonya. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) untuk pinjaman mengalami penurunan dari Rp8,04 triliun menjadi Rp7,50 triliun, atau turun sekitar -6,7%.
Baca: Histori Dividen NISP dari Tahun ke Tahun
Penurunan cadangan ini merefleksikan perbaikan kualitas portofolio kredit atau keberhasilan dalam pemulihan kredit bermasalah. Hal ini memberikan dampak positif langsung pada laba bersih karena efisiensi beban provisi.
5. Arus Kas dan Komitmen Dividen
Sepanjang tahun 2025, NISP mencatatkan arus kas bunga dari aktivitas operasi sebesar Rp17,41 triliun. Bank juga menunjukkan komitmen tinggi kepada investor dengan realisasi pembayaran Dividen Tunai sebesar Rp1,65 triliun pada tahun berjalan. Dengan kenaikan laba di 2025, ekspektasi dividen untuk tahun buku mendatang diprediksi akan tetap stabil dan menarik bagi pemegang saham.
6. Kesimpulan dan Proyeksi Strategis 2026
Laporan Keuangan NISP 2025 menggambarkan sebuah institusi keuangan yang kokoh, likuid, dan adaptif. Kenaikan total aset sebesar 9,67% dan pertumbuhan ekuitas sebesar 7,76% menjadi Rp43,85 triliun memberikan jaminan keamanan modal (Margin of Safety) yang sangat solid.
Bagi para pengamat bisnis dan investor, OCBC NISP telah memposisikan diri sebagai bank dengan fundamental kuat yang siap menghadapi ekspansi lebih agresif di tahun 2026, didukung oleh likuiditas yang melimpah dari portofolio surat berharga mereka.

0 Comments
Posting Komentar