Mediasaham.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. IHSG turun 26,159 poin atau 0,43% ke level 6.121,700, dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.147,859.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.013,079-6.150,552. Pelemahan indeks berlangsung di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai ratusan miliar rupiah.
| IDX Daily Statistics, Selasa, 29 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.co |
Transaksi Saham Hari Ini Rp13,22 Triliun
Berdasarkan IDX Daily Statistics, total volume perdagangan saham pada 29 September 2026 mencapai 36,13 miliar saham.
Nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp13,22 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai sekitar 1,79 juta kali.
Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp10.758 triliun.
Jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan harian sepanjang 2026, aktivitas perdagangan hari ini relatif lebih rendah.
Rata-rata harian sepanjang tahun berjalan tercatat sebesar 39,02 miliar saham, dengan rata-rata nilai transaksi Rp20,89 triliun dan frekuensi sekitar 1,21 juta kali.
Dengan demikian, nilai transaksi 29 September berada sekitar 36,7% di bawah rata-rata harian YTD.
Asing Net Sell Rp777,20 Miliar
Salah satu faktor yang mewarnai perdagangan hari ini adalah aktivitas investor asing.
Investor asing mencatat net sell sebesar Rp777,20 miliar atau sekitar US$43,18 juta.
Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, posisi net sell investor asing mencapai Rp79,43 triliun atau sekitar US$4,41 miliar.
Dari sisi valuasi, pasar saham Indonesia pada akhir perdagangan 29 September mencatat PER 12,31 kali dan PBV 1,63 kali.
Baca: 92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia 2026
BBCA Jadi Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar
Dari sisi nilai transaksi, BBCA menjadi saham dengan nilai perdagangan terbesar pada 29 September 2026.
Nilai transaksi BBCA mencapai sekitar Rp1,23 triliun, atau 9,30% dari total nilai perdagangan saham.
Posisi berikutnya ditempati:
| Saham | Nilai Transaksi |
|---|---|
| BBCA | Rp1,23 triliun |
| BMRI | Rp835 miliar |
| CUAN | Rp601 miliar |
| TLKM | Rp591 miliar |
| BBRI | Rp470 miliar |
| BUMI | Rp450 miliar |
| ADMF | Rp442 miliar |
| AMMN | Rp310 miliar |
| ANTM | Rp247 miliar |
| PTRO | Rp237 miliar |
BUMI Paling Banyak Diperdagangkan
Berdasarkan volume, BUMI menjadi saham dengan jumlah saham yang paling banyak diperdagangkan.
Volume BUMI mencapai sekitar 2,56 miliar saham, setara 7,08% dari total volume perdagangan.
Berikutnya adalah BTEK dengan 2,24 miliar saham dan BNBR dengan 1,57 miliar saham.
Baca: Daftar Harga Saham di Bawah 100 Rupiah, Lengkap Terbaru September 2026
10 Saham dengan Volume Terbesar
| No | Saham | Volume |
|---|---|---|
| 1 | BUMI | 2,56 miliar |
| 2 | BTEK | 2,24 miliar |
| 3 | BNBR | 1,57 miliar |
| 4 | KPIG | 1,49 miliar |
| 5 | PADI | 1,11 miliar |
| 6 | ELTY | 1,03 miliar |
| 7 | PPRO | 811 juta |
| 8 | CUAN | 689 juta |
| 9 | DEWA | 661 juta |
| 10 | KOTA | 591 juta |
CUAN Pimpin Frekuensi Transaksi
Sementara berdasarkan jumlah transaksi, CUAN berada di posisi pertama dengan 48.483 transaksi.
BUMI menyusul dengan 38.976 transaksi, sedangkan BMRI mencatat 32.885 transaksi.
| No | Saham | Frekuensi |
|---|---|---|
| 1 | CUAN | 48.483 |
| 2 | BUMI | 38.976 |
| 3 | BMRI | 32.885 |
| 4 | ADRO | 32.256 |
| 5 | TLKM | 26.977 |
| 6 | BBCA | 26.479 |
| 7 | PADI | 25.771 |
| 8 | DEWA | 25.585 |
| 9 | BBRI | 22.306 |
| 10 | AMMN | 21.481 |
SEMA Naik 24,85%, Jadi Top Gainer
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham justru mencatat kenaikan signifikan.
SEMA menjadi saham dengan kenaikan harga terbesar, yakni 24,85%, dari Rp330 menjadi Rp412 per saham.
IFSH naik 24,80% menjadi Rp1.560, sedangkan SOSS menguat 24,77% menjadi Rp1.385.
10 Top Gainer 29 September 2026
| Saham | Harga Sebelumnya | Harga Hari Ini | Perubahan |
|---|---|---|---|
| SEMA | 330 | 412 | +24,85% |
| IFSH | 1.250 | 1.560 | +24,80% |
| SOSS | 1.110 | 1.385 | +24,77% |
| BSWD | 1.855 | 2.310 | +24,53% |
| ALDO | 960 | 1.195 | +24,48% |
| CSMI | 193 | 240 | +24,35% |
| ASPI | 680 | 830 | +22,06% |
| SONA | 2.980 | 3.530 | +18,46% |
| MSIN | 176 | 206 | +17,05% |
| KUAS | 84 | 98 | +16,67% |
DSFI Turun 15%, Jadi Top Loser
Sebaliknya, DSFI menjadi saham dengan penurunan terbesar. Harga DSFI turun dari Rp100 menjadi Rp85 atau -15%.
RISE turun 14,79%, sementara MBTO dan SAFE masing-masing melemah 14,77%.
10 Top Loser 29 September 2026
| Saham | Harga Sebelumnya | Harga Hari Ini | Perubahan |
|---|---|---|---|
| DSFI | 100 | 85 | -15,00% |
| RISE | 710 | 605 | -14,79% |
| MBTO | 176 | 150 | -14,77% |
| SAFE | 535 | 456 | -14,77% |
| AKKU | 41 | 35 | -14,63% |
| FORU | 306 | 262 | -14,38% |
| TAMU | 35 | 30 | -14,29% |
| ATLA | 43 | 37 | -13,95% |
| BABP | 43 | 37 | -13,95% |
| BCAP | 43 | 37 | -13,95% |
Baca: IHSG Anjlok 3,09% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp361 Triliun
GOTO Jadi Penekan Terbesar IHSG
Dari sisi kontribusi terhadap pergerakan IHSG, BBRI menjadi salah satu saham yang memberikan dorongan positif terbesar.
BBRI naik 0,96% dan memberikan kontribusi sekitar 4,37 poin terhadap IHSG.
Saham lain yang memberikan kontribusi positif antara lain VKTR sebesar 3,69 poin, DSSA 3,00 poin, UNTR 2,37 poin, dan ASII 1,22 poin.
Namun, tekanan terbesar datang dari GOTO.
GOTO turun 13,95% dan memberikan kontribusi negatif sekitar 11,00 poin terhadap IHSG.
Selain GOTO, BBCA memberikan tekanan sebesar 6,61 poin, BREN 4,25 poin, BRMS 3,72 poin, dan FORU 2,52 poin.
11 Sektor BEI Bergerak Beragam
Pergerakan sektoral menunjukkan tekanan terbesar berasal dari sektor teknologi.
Indeks sektor teknologi turun 3,37%, diikuti properti dan real estat yang turun 1,31% serta energi turun 1,10%.
Sebaliknya, sektor konsumer siklikal naik 0,70%, industri naik 0,50%, infrastruktur naik 0,06%, dan keuangan naik tipis 0,03%.
| Sektor | Perubahan |
|---|---|
| Teknologi | -3,37% |
| Properti & Real Estat | -1,31% |
| Energi | -1,10% |
| Consumer Non-Cyclicals | -0,46% |
| Transportasi & Logistik | -0,36% |
| Basic Materials | -0,23% |
| Kesehatan | -0,12% |
| Keuangan | +0,03% |
| Infrastruktur | +0,06% |
| Industri | +0,50% |
| Consumer Cyclicals | +0,70% |
Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Berdasarkan jumlah saham, sebanyak 214 saham atau 22% naik lebih dari 2%.
Kemudian 177 saham atau 18% naik antara 0%-2%. Sebanyak 257 saham atau 27% tercatat stabil.
Di sisi lain, 176 saham atau 18% turun antara 0%-2%, sementara 139 saham atau 14% turun lebih dari 2%.
Indeks LQ45 Turun 0,60%
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks utama BEI.
LQ45 turun 0,60%, IDX30 turun 0,57%, dan IDX80 melemah 0,71%.
Sementara itu, IDX SMC Composite naik 0,09% dan IDX BUMN20 menguat 0,23%.
Pada indeks syariah, ISSI turun 0,04%, JII melemah 0,55%, sedangkan JII70 turun 0,42%. IDX-MES BUMN justru naik 0,52%.
Perdagangan Saham Syariah Capai Rp6,70 Triliun
Saham-saham yang masuk dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatat volume perdagangan sekitar 19,22 miliar saham, setara 53,2% dari total volume perdagangan saham di BEI.
Nilai transaksi saham ISSI mencapai Rp6,70 triliun, atau sekitar 50,6% dari total nilai transaksi saham BEI.
Dari sisi frekuensi, saham ISSI diperdagangkan sekitar 1,12 juta kali, setara 62,7% dari total frekuensi transaksi BEI.
Untuk nilai transaksi saham syariah, TLKM menjadi yang terbesar dengan Rp591 miliar, diikuti BUMI Rp450 miliar dan ANTM Rp247 miliar.
Rangkuman IHSG dan Perdagangan BEI 29 September 2026
| Indikator | Data |
|---|---|
| IHSG | 6.121,700 |
| Perubahan | -0,43% |
| Volume | 36,13 miliar saham |
| Nilai transaksi | Rp13,22 triliun |
| Frekuensi | 1,79 juta kali |
| Kapitalisasi pasar | Rp10.758 triliun |
| Net sell asing | Rp777,20 miliar |
| Net sell asing YTD | Rp79,43 triliun |
| PER | 12,31x |
| PBV | 1,63x |
| Volume terbesar | BUMI |
| Nilai transaksi terbesar | BBCA |
| Frekuensi terbesar | CUAN |
| Top gainer | SEMA +24,85% |
| Top loser | DSFI -15,00% |
| Sektor naik terbesar | Consumer Cyclicals +0,70% |
| Sektor turun terbesar | Teknologi -3,37% |
Kesimpulan
Perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 29 September 2026 ditutup melemah. IHSG turun 0,43% ke 6.121,700, sementara investor asing mencatat net sell Rp777,20 miliar.
Aktivitas perdagangan juga berada di bawah rata-rata harian YTD dari sisi volume dan nilai transaksi. Dari saham dengan aktivitas terbesar, BUMI memimpin volume perdagangan, BBCA mencatat nilai transaksi terbesar, sedangkan CUAN menjadi saham dengan frekuensi transaksi terbanyak.
Di sisi sektoral, teknologi menjadi sektor dengan penurunan terbesar sebesar 3,37%, sedangkan consumer cyclicals mencatat kenaikan terbesar sebesar 0,70%.
Baca: Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko
Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX Daily Statistics, Selasa, 29 September 2026.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
0 Comments
Posting Komentar