MEDIASAHAM.COM – PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menargetkan pertumbuhan laba sebesar 15% pada 2026. Perseroan mengandalkan lokalisasi proyek OEM yang telah dikembangkan pada tahun-tahun sebelumnya untuk mendorong realisasi bisnis tahun ini.
Target tersebut disampaikan manajemen Garuda Metalindo dalam paparan publik tahunan. Dalam agenda tersebut, manajemen juga memaparkan strategi ekspor, peluang industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), hingga rencana ekspansi perseroan.
| Produk Metalindo (BOLT) |
BOLT Bidik Laba Tumbuh 15%
Investor Relations Garuda Metalindo menjelaskan bahwa perseroan menargetkan profit tumbuh 15% pada 2026.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah mempercepat lokalisasi proyek OEM yang telah dikerjakan pada tahun-tahun sebelumnya agar dapat segera direalisasikan pada 2026.
Strategi lokalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperluas basis bisnis dan meningkatkan kontribusi proyek OEM terhadap kinerja Garuda Metalindo.
Target Ekspor BOLT Tumbuh 5%-10%
Selain mengejar pertumbuhan laba, Garuda Metalindo juga menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 5% hingga 10% pada 2026.
Manajemen menyebut target tersebut relatif moderat karena pengembangan produk baru membutuhkan waktu. Perseroan perlu melalui proses pengembangan sebelum produk dapat masuk ke tahap produksi dan komersialisasi.
Garuda Metalindo saat ini masih memiliki kapasitas ekspor ke Amerika Serikat. Namun, perubahan kebijakan perdagangan dan tarif antara Indonesia dan AS membuat sejumlah calon bisnis baru masih berada dalam tahap wait and see.
Baca:
- PPGL Bagikan 514,12 Juta Saham Bonus, Pemegang 6 Saham Dapat 4 Saham Baru
- Pukul Rata Kanan Borong Saham MMIX, Kini Kuasai 4,33% Saham
- Bank Ina (BINA) Siapkan Private Placement 80 Juta Saham, Pelaksanaan 3 November 2026
- MESOP Mitratel Rp582: Harga Eksekusi Opsi Saham MTEL Lebih Mahal 51% dari Harga Pasar!
- Market Cap BBCA Anjlok Rp385 Triliun, Nilai Saham Djarum Turun Rp211 Triliun
- Garuda Metalindo (BOLT) Targetkan Laba 2026 Tumbuh 15%, Ekspor Dipatok Naik 5-10%
Perang Dagang AS Jadi Tantangan Bisnis Baru
Manajemen BOLT mengatakan perubahan tarif perdagangan Indonesia-AS tidak memberikan dampak langsung terhadap bisnis ekspor yang sudah berjalan.
Pasalnya, pelanggan yang sudah menggunakan produk perseroan tidak dapat begitu saja mengganti pasokan yang telah berjalan. Namun, kondisi berbeda terjadi pada proyek-proyek baru yang masih dalam tahap pembicaraan.
Ketidakpastian mengenai perubahan regulasi membuat sebagian pelanggan memilih menunggu perkembangan kebijakan sebelum mengambil keputusan bisnis.
Produk Indonesia Masih Kompetitif
Dalam ekspansi global, Garuda Metalindo juga menghadapi tantangan berupa kebijakan proteksionisme di sejumlah negara tujuan ekspor.
Meski demikian, manajemen menilai produk manufaktur asal Indonesia masih memiliki keunggulan dari sisi harga dibandingkan produk dari Eropa maupun Amerika Serikat.
Perseroan juga menilai skala manufakturnya cukup kompetitif dibandingkan produsen lain di Indonesia.
Salah satu keunggulan BOLT adalah sistem manufaktur fastener yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari material hingga proses plating atau pelapisan.
Integrasi tersebut dinilai memberikan kepercayaan lebih kepada pelanggan karena perseroan dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus menawarkan harga yang kompetitif.
BOLT Mulai Bidik Industri Kendaraan Listrik
Garuda Metalindo juga terus mengikuti perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia, termasuk program lokalisasi yang didorong pemerintah.
Namun, manajemen mengakui pertumbuhan industri EV di Indonesia masih relatif kecil sehingga kontribusi bisnis dari segmen tersebut terhadap perseroan belum besar.
Saat ini, Garuda Metalindo menyebut telah melakukan komunikasi dengan VinFast terkait pengembangan produk. Namun, kerja sama tersebut belum memasuki tahap finalisasi karena proses pengembangan produk membutuhkan waktu.
Manajemen juga menyebut saat ini terdapat dua merek kendaraan listrik yang telah membangun industri di Indonesia, yakni BYD dan VinFast.
Belanja Modal 2025 Capai Rp29,3 Miliar
Dari sisi belanja modal, Garuda Metalindo mencatat realisasi capital expenditure (CAPEX) sebesar Rp29,3 miliar pada 2025.
Nilai tersebut hanya sekitar 56% dari rencana awal. Manajemen menyebut penggunaan belanja modal pada 2026 masih akan terus dikaji agar perseroan dapat meningkatkan efisiensi.
| Target dan Strategi BOLT | 2026 |
|---|---|
| Target pertumbuhan laba | 15% |
| Target pertumbuhan ekspor | 5%-10% |
| Realisasi CAPEX 2025 | Rp29,3 miliar |
| Realisasi terhadap rencana CAPEX 2025 | Sekitar 56% |
| Strategi utama | Lokalisasi proyek OEM |
Rencana Akuisisi BOLT Belum Final
Terkait aksi korporasi berupa akuisisi, manajemen Garuda Metalindo menyatakan belum terdapat rencana akuisisi baru yang dapat disampaikan secara pasti kepada publik.
Manajemen mengatakan pembahasan mengenai kemungkinan akuisisi selanjutnya masih berada dalam tahap diskusi internal. Karena itu, belum ada informasi yang dapat disampaikan secara firm kepada publik mengenai target maupun nilai transaksi.
Konflik Timur Tengah Belum Berdampak Signifikan
Garuda Metalindo juga mengungkapkan bahwa saat ini perseroan belum melakukan ekspor produk ke kawasan Timur Tengah. Perseroan memiliki aktivitas ekspor ke India.
Terkait konflik dan gangguan di kawasan Selat Hormuz, dampak yang mulai terlihat terutama pada harga plastik yang digunakan sebagai bahan kemasan.
Namun, karena penggunaan plastik sebagai kemasan oleh Garuda Metalindo tidak terlalu besar, manajemen menilai dampaknya terhadap harga produk perseroan tidak signifikan.
BOLT Siapkan Lokalisasi OEM untuk Dorong Kinerja
Dengan target laba tumbuh 15% dan ekspor meningkat 5%-10%, Garuda Metalindo akan mengandalkan realisasi proyek OEM dan pengembangan pasar ekspor untuk menopang kinerja 2026.
Di sisi lain, peluang dari industri kendaraan listrik masih menjadi salah satu area yang terus dijajaki perseroan. Pengembangan kerja sama dengan produsen EV seperti VinFast masih membutuhkan proses sebelum dapat memberikan kontribusi terhadap bisnis.
Perseroan juga tetap melihat peluang ekspansi global meskipun harus menghadapi tantangan berupa proteksionisme dan perubahan kebijakan perdagangan di negara tujuan ekspor.
Dengan integrasi manufaktur dari material hingga plating, manajemen menilai produk BOLT masih memiliki daya saing dari sisi harga dan kapasitas produksi.
Sumber: Hasil Paparan Publik Garuda Metalindo (BOLT) Tahun 2026
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
0 Comments
Posting Komentar