MEDIASAHAM.COM, JAKARTA – PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berencana menerbitkan maksimal 80 juta saham baru melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Berdasarkan pengumuman perseroan pada 27 Oktober 2026, setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp100. Rencana aksi korporasi ini telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen pada 5 Juni 2026.
Jika seluruh saham yang direncanakan diterbitkan, jumlah saham baru tersebut memiliki nilai nominal total sebesar Rp8 miliar. Namun, nilai nominal tersebut bukan berarti nilai dana yang akan dihimpun, karena pengumuman ini belum mencantumkan harga pelaksanaan PMTHMETD.
| Bank Ina |
Jadwal Private Placement Bank Ina
Bank Ina telah mengumumkan jadwal pelaksanaan PMTHMETD yang berlangsung pada awal November 2026. Berikut rincian jadwalnya:
| Keterangan | Tanggal |
|---|---|
| Pemberitahuan kepada OJK dan pengumuman rencana pelaksanaan | 27 Oktober 2026 |
| Pembayaran biaya pencatatan saham kepada BEI | 2 November 2026 |
| Pelaksanaan PMTHMETD | 3 November 2026 |
| Pengumuman hasil pelaksanaan | 5 November 2026 |
Bank Ina Bisa Terbitkan Maksimal 80 Juta Saham Baru
Dalam pengumumannya, BINA menyebutkan bahwa jumlah saham baru yang akan diterbitkan melalui PMTHMETD mencapai sebanyak-banyaknya 80 juta saham, dengan nilai nominal Rp100 per saham.
PMTHMETD merupakan aksi penambahan modal yang dilakukan tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada pemegang saham lama. Karena itu, penerbitan saham baru berpotensi mengubah proporsi kepemilikan pemegang saham yang tidak ikut berpartisipasi, bergantung pada jumlah saham yang benar-benar diterbitkan.
Besarnya potensi perubahan kepemilikan belum dapat dihitung secara pasti hanya berdasarkan pengumuman tersebut. Perhitungannya memerlukan jumlah saham beredar sebelum pelaksanaan serta jumlah saham baru yang akhirnya diterbitkan.
Baca:
- Indofood Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Dimulai 26 Oktober 2026
- Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?
- Net Sell Asing BEI Capai Rp6,67 Triliun Periode 19-23 Oktober 2026
- BUMI Akuisisi Mount Margaret Mining di Australia Senilai US$22 Juta
- BSI (BRIS) Siapkan Kas Rp 500 Miliar untuk Buyback Saham
- Bahtera Bumi Raya (PGJO) Dirikan Anak Usaha Baru, Bidik Pengembangan Bisnis Logistik
- PPGL Bagikan 514,12 Juta Saham Bonus, Pemegang 6 Saham Dapat 4 Saham Baru
- Pukul Rata Kanan Borong Saham MMIX, Kini Kuasai 4,33% Saham
- Bank Ina (BINA) Siapkan Private Placement 80 Juta Saham, Pelaksanaan 3 November 2026
Pelaksanaan Mengacu pada Ketentuan OJK dan BEI
Rencana PMTHMETD Bank Ina mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32/POJK.04/2015 tentang penambahan modal perusahaan terbuka dengan memberikan HMETD, sebagaimana telah diubah melalui POJK Nomor 14/POJK.04/2019.
Perseroan juga merujuk pada Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A mengenai pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat.
Pengumuman tertanggal 27 Oktober 2026 tersebut belum merinci harga pelaksanaan, pihak yang akan menerima saham baru, maupun penggunaan dana hasil PMTHMETD. Informasi tersebut perlu diperhatikan investor ketika perseroan mengumumkan hasil pelaksanaan aksi korporasi pada 5 November 2026.
Sumber: Pengumuman PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), 27 Oktober 2026.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
0 Comments
Posting Komentar