Mediasaham.com, Jakarta — PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp22,09 triliun hingga September 2026, meningkat 17,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,81 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba kotor dan laba bersih. Laba tahun berjalan MTDL mencapai Rp688,10 miliar, naik 2,33% dari Rp672,41 miliar pada periode yang sama 2025. Namun, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 5,47% menjadi Rp443,92 miliar.
| Ilustrasi Kinerja Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Radit M. Pase/Mediasaham.com |
Ringkasan Kinerja Keuangan MTDL September 2026
| Kinerja | 2026 | 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan bersih | Rp22,09 triliun | Rp18,81 triliun | +17,46% |
| Laba kotor | Rp1,60 triliun | Rp1,41 triliun | +13,25% |
| Laba sebelum pajak | Rp891,27 miliar | Rp854,69 miliar | +4,28% |
| Laba tahun berjalan | Rp688,10 miliar | Rp672,41 miliar | +2,33% |
| Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk | Rp443,92 miliar | Rp469,61 miliar | -5,47% |
| Total aset | Rp16,14 triliun | Rp13,12 triliun | +22,99% |
| Total liabilitas | Rp9,63 triliun | Rp6,81 triliun | +41,49% |
| Total ekuitas | Rp6,51 triliun | Rp6,31 triliun | +3,05% |
Pendapatan MTDL Tumbuh 17,46%
MTDL mencatat pendapatan bersih Rp22,09 triliun hingga September 2026, naik dari Rp18,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan mencapai Rp3,28 triliun atau sekitar 17,46%.
Kenaikan pendapatan tersebut turut meningkatkan laba kotor menjadi Rp1,60 triliun dari Rp1,41 triliun. Dengan demikian, laba kotor tumbuh 13,25% secara tahunan.
Namun, beban usaha juga meningkat menjadi Rp616,21 miliar dari Rp572,54 miliar. Selain itu, biaya keuangan naik cukup signifikan menjadi Rp126,24 miliar dari Rp48,37 miliar.
Laba Bersih MTDL Naik 2,33%
Setelah memperhitungkan berbagai pendapatan dan beban, MTDL membukukan laba sebelum pajak Rp891,27 miliar, meningkat 4,28% dari Rp854,69 miliar.
Beban pajak penghasilan naik menjadi Rp203,17 miliar dari Rp182,28 miliar. Setelah memperhitungkan beban pajak tersebut, laba tahun berjalan tercatat Rp688,10 miliar, naik 2,33% dari Rp672,41 miliar.
Meski laba konsolidasian meningkat, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru turun menjadi Rp443,92 miliar dari Rp469,61 miliar. Sementara itu, laba yang menjadi bagian kepentingan nonpengendali meningkat menjadi Rp244,17 miliar dari Rp202,80 miliar.
| Pos Laba Rugi | 2026 | 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan bersih | Rp22,09 triliun | Rp18,81 triliun | +17,46% |
| Beban pokok pendapatan | Rp20,49 triliun | Rp17,40 triliun | +17,80% |
| Laba kotor | Rp1,60 triliun | Rp1,41 triliun | +13,25% |
| Beban usaha | Rp616,21 miliar | Rp572,54 miliar | +7,63% |
| Biaya keuangan | Rp126,24 miliar | Rp48,37 miliar | +160,96% |
| Laba sebelum pajak | Rp891,27 miliar | Rp854,69 miliar | +4,28% |
| Beban pajak penghasilan | Rp203,17 miliar | Rp182,28 miliar | +11,47% |
| Laba tahun berjalan | Rp688,10 miliar | Rp672,41 miliar | +2,33% |
Aset MTDL Melonjak 22,99%
Total aset MTDL per 30 September 2026 mencapai Rp16,14 triliun, meningkat 22,99% dibandingkan Rp13,12 triliun pada 31 Desember 2025.
Peningkatan aset terutama terlihat pada aset lancar yang naik menjadi Rp14,95 triliun dari Rp12,07 triliun. Persediaan menjadi salah satu komponen yang mengalami kenaikan paling besar, yakni dari Rp1,97 triliun menjadi Rp4,10 triliun.
Kontrak dalam penyelesaian juga meningkat menjadi Rp3,19 triliun dari Rp2,75 triliun. Piutang usaha pihak ketiga mencapai Rp4,94 triliun, naik dari Rp4,29 triliun pada akhir 2025.
| Aset | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Kas dan setara kas | Rp934,16 miliar | Rp1,30 triliun | -28,08% |
| Piutang usaha pihak ketiga | Rp4,94 triliun | Rp4,29 triliun | +15,22% |
| Persediaan | Rp4,10 triliun | Rp1,97 triliun | +107,89% |
| Kontrak dalam penyelesaian | Rp3,19 triliun | Rp2,75 triliun | +16,13% |
| Pajak dibayar di muka | Rp951,57 miliar | Rp659,15 miliar | +44,37% |
| Total aset | Rp16,14 triliun | Rp13,12 triliun | +22,99% |
Liabilitas MTDL Naik 41,49%
Seiring dengan pertumbuhan aset, total liabilitas MTDL meningkat cukup signifikan. Per 30 September 2026, total liabilitas mencapai Rp9,63 triliun, naik 41,49% dari Rp6,81 triliun pada akhir 2025.
Kenaikan tersebut terutama terlihat pada pinjaman jangka pendek yang meningkat menjadi Rp3,19 triliun dari Rp965 miliar. Utang usaha juga naik menjadi Rp3,01 triliun dari Rp2,61 triliun.
Liabilitas kontrak tercatat Rp1,59 triliun, relatif meningkat dibandingkan Rp1,57 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas jangka panjang mencapai Rp338,05 miliar.
| Liabilitas | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Utang usaha | Rp3,01 triliun | Rp2,61 triliun | +15,13% |
| Akrual | Rp1,24 triliun | Rp1,11 triliun | +11,68% |
| Liabilitas kontrak | Rp1,59 triliun | Rp1,57 triliun | +1,56% |
| Pinjaman jangka pendek | Rp3,19 triliun | Rp965,00 miliar | +230,17% |
| Pinjaman bank jangka panjang | Rp117,32 miliar | Rp122,53 miliar | -4,25% |
| Total liabilitas | Rp9,63 triliun | Rp6,81 triliun | +41,49% |
Ekuitas MTDL Naik 3,05%
Total ekuitas MTDL pada akhir September 2026 mencapai Rp6,51 triliun, meningkat 3,05% dari Rp6,31 triliun pada akhir 2025.
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4,82 triliun, sedangkan kepentingan nonpengendali tercatat Rp1,68 triliun. Saldo laba yang belum dicadangkan meningkat menjadi Rp4,29 triliun dari Rp4,18 triliun.
Arus Kas Operasi MTDL Masih Negatif
Dari sisi arus kas, MTDL mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp2,16 triliun hingga September 2026, meningkat dari Rp650,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp21,82 triliun, tetapi pembayaran kepada pemasok dan untuk beban operasional lainnya mencapai Rp22,97 triliun. Selain itu, perusahaan membayar Rp661,36 miliar kepada karyawan.
Aktivitas investasi menghasilkan arus kas bersih Rp10,81 miliar, terutama karena penerimaan penghasilan keuangan Rp23,34 miliar, sementara penambahan aset tetap mencapai Rp12,81 miliar.
Sementara itu, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas bersih Rp1,79 triliun. MTDL menerima pinjaman bank Rp10,57 triliun dan melakukan pelunasan pinjaman bank Rp8,29 triliun. Perusahaan juga membayar dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp331,48 miliar dan kepada kepentingan nonpengendali Rp164 miliar.
| Arus Kas | 2026 | 2025 |
|---|---|---|
| Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi | Rp2,16 triliun | Rp650,31 miliar |
| Kas bersih dari aktivitas investasi | Rp10,81 miliar | (Rp6,14 miliar) |
| Kas bersih dari aktivitas pendanaan | Rp1,79 triliun | Rp240,62 miliar |
| Penurunan bersih kas dan setara kas | Rp364,73 miliar | Rp415,83 miliar |
| Kas dan setara kas akhir | Rp934,16 miliar | Rp1,14 triliun |
Rasio Keuangan MTDL
Berdasarkan angka laporan posisi keuangan, sejumlah rasio sederhana menunjukkan perubahan struktur keuangan MTDL hingga September 2026.
| Rasio | 2026 | 2025 |
|---|---|---|
| Liabilitas terhadap aset | 59,67% | 51,88% |
| Ekuitas terhadap aset | 40,33% | 48,12% |
| Liabilitas terhadap ekuitas | 1,48x | 1,08x |
| Margin laba kotor | 7,23% | 7,50% |
| Margin laba bersih | 3,11% | 3,57% |
Rasio tersebut merupakan perhitungan sederhana berdasarkan angka laporan keuangan.
Kesimpulan Kinerja MTDL September 2026
Kinerja MTDL hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang cukup kuat. Pendapatan bersih meningkat 17,46% menjadi Rp22,09 triliun, sedangkan laba kotor tumbuh 13,25% menjadi Rp1,60 triliun.
Laba tahun berjalan naik lebih terbatas sebesar 2,33% menjadi Rp688,10 miliar. Pertumbuhan laba tersebut tertahan antara lain oleh kenaikan beban usaha dan biaya keuangan. Selain itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 5,47% menjadi Rp443,92 miliar.
Di neraca, total aset meningkat 22,99% menjadi Rp16,14 triliun. Persediaan lebih dari dua kali lipat menjadi Rp4,10 triliun, sementara pinjaman jangka pendek meningkat menjadi Rp3,19 triliun. Di sisi arus kas, aktivitas operasi masih mencatat arus kas negatif Rp2,16 triliun, meskipun aktivitas pendanaan menghasilkan Rp1,79 triliun.
Baca Laporan Keuangan Emiten:
- Laporan Keuangan BPFI Q3 2026: Laba Bersih Melonjak 88%
- Laba Haloni Jane Tbk (HALO) Melejit 160% Per September 2026
- Laporan Keuangan Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) per September 2026
- Laporan Keuangan AKRA per 30 September 2026, Laba Bersih Melonjak 34,00% Jadi Rp2,21 triliun
- Laporan Keuangan BTPN Syariah (BTPS) 30 September 2026, Laba Naik 7% Jadi Rp1,01 triliun
- Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
- Laporan Keuangan Onix Capital Tbk (OCAP) September 2026 Rugi Rp25,34 miliar
- Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026
- Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026
- Bank Mandiri Cetak Laba Rp47,11 Triliun hingga September 2026, Naik 13,9%
- Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 61% hingga September 2026, Pendapatan Turun 10%
- Bukalapak Minus Rp881 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Naik 19%
- SNLK Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Bersih Turun 39,36%
- Laba BLES Melonjak 484% Jadi Rp284 Miliar hingga Kuartal III-2026
- Metrodata Electronics (MTDL) Raih Pendapatan Rp22,09 Triliun, Laba Naik 2,33% hingga September 2026
FAQ MTDL September 2026
Berapa pendapatan MTDL hingga September 2026?
MTDL membukukan pendapatan bersih sebesar Rp22,09 triliun hingga September 2026, naik 17,46% dibandingkan Rp18,81 triliun pada periode yang sama 2025.
Berapa laba bersih MTDL?
Laba tahun berjalan MTDL mencapai Rp688,10 miliar, meningkat 2,33% dari Rp672,41 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagaimana laba MTDL yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk?
Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp443,92 miliar, turun 5,47% dari Rp469,61 miliar.
Berapa total aset MTDL per September 2026?
Total aset MTDL mencapai Rp16,14 triliun per 30 September 2026, naik 22,99% dibandingkan Rp13,12 triliun pada akhir 2025.
Bagaimana arus kas operasi MTDL?
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp2,16 triliun hingga September 2026, lebih besar dibandingkan Rp650,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
0 Comments
Posting Komentar