Pola Candlestick Saham yang Sering Digunakan Trader
Pola candlestick saham merupakan salah satu cara yang banyak digunakan trader untuk membaca pergerakan harga. Dari bentuk candlestick, trader dapat melihat bagaimana kekuatan pembeli dan penjual pada suatu periode tertentu.
Dengan memahami pola candlestick, trader tidak hanya melihat harga saham naik atau turun, tetapi juga mencoba membaca sentimen pasar, potensi pembalikan arah, kelanjutan tren, serta kemungkinan terjadinya breakout.
Namun, pola candlestick sebaiknya tidak digunakan sendirian. Trader biasanya menggabungkannya dengan support dan resistance, volume saham, moving average, RSI, MACD, serta kondisi tren secara keseluruhan.
![]() |
| Ilustrasi grafik naik turunnya harga saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com |
Apa Itu Candlestick Saham?
Candlestick saham adalah bentuk visual yang menunjukkan pergerakan harga saham dalam periode tertentu. Satu candlestick dapat menggambarkan pergerakan harga dalam satu menit, lima menit, satu jam, satu hari, satu minggu, atau periode lainnya tergantung timeframe yang digunakan.
Dalam satu candlestick terdapat empat informasi utama, yaitu:
- Open: harga ketika periode dimulai.
- High: harga tertinggi yang dicapai selama periode tersebut.
- Low: harga terendah yang dicapai selama periode tersebut.
- Close: harga ketika periode berakhir.
Perbedaan antara harga open dan close membentuk bagian utama candlestick yang disebut body. Sementara garis yang berada di atas atau bawah body disebut shadow atau wick.
Bagian-Bagian Candlestick
Sebelum mempelajari pola candlestick saham, trader perlu memahami bagian dasar candlestick.
| Bagian | Pengertian | Informasi |
|---|---|---|
| Open | Harga awal periode | Menunjukkan harga ketika perdagangan pada periode tersebut dimulai. |
| Close | Harga akhir periode | Menunjukkan posisi harga ketika periode berakhir. |
| High | Harga tertinggi | Menunjukkan harga tertinggi yang sempat dicapai. |
| Low | Harga terendah | Menunjukkan harga terendah yang sempat dicapai. |
| Body | Jarak antara open dan close | Membantu melihat dominasi pembeli atau penjual. |
| Shadow/Wick | Garis di atas atau bawah body | Menunjukkan area harga yang sempat dicapai tetapi tidak bertahan hingga penutupan. |
Mengapa Pola Candlestick Penting bagi Trader?
Candlestick dapat memberikan gambaran mengenai pertempuran antara pembeli dan penjual.
Misalnya, sebuah saham sempat turun jauh tetapi kemudian ditutup mendekati harga tertinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembeli mampu mengambil alih tekanan jual menjelang penutupan.
Sebaliknya, jika harga saham sempat naik tinggi tetapi kemudian turun dan ditutup dekat harga terendah, hal tersebut dapat menunjukkan adanya tekanan jual yang kuat.
Karena itu, pola candlestick dapat digunakan untuk membantu mencari:
- potensi pembalikan tren;
- potensi kelanjutan tren;
- area entry;
- konfirmasi breakout;
- potensi rejection pada support atau resistance;
- perubahan momentum pembeli dan penjual.
Pola Candlestick Saham yang Sering Digunakan Trader
Ada banyak pola candlestick yang dikenal dalam analisis teknikal. Namun, trader tidak harus menghafal semuanya.
Beberapa pola yang cukup populer antara lain Doji, Hammer, Inverted Hammer, Shooting Star, Hanging Man, Engulfing, Morning Star, Evening Star, Three White Soldiers, Three Black Crows, serta beberapa pola lainnya.
1. Doji
Doji adalah candlestick ketika harga open dan close berada pada posisi yang sama atau sangat berdekatan.
Doji sering dianggap menunjukkan adanya keraguan pasar. Pembeli dan penjual sama-sama memiliki kekuatan sehingga harga akhirnya tidak bergerak jauh dari harga pembukaan.
Namun, Doji tidak otomatis berarti harga akan berbalik arah. Posisi Doji dan kondisi tren sebelumnya tetap harus diperhatikan.
Cara Membaca Doji
Jika Doji muncul setelah tren naik yang panjang, trader dapat memperhatikannya sebagai tanda bahwa momentum kenaikan mulai kehilangan kekuatan.
Jika Doji muncul setelah penurunan panjang, trader dapat menggunakannya sebagai tanda untuk memperhatikan kemungkinan perubahan momentum.
Konfirmasi dari candlestick berikutnya, volume, support atau resistance biasanya diperlukan sebelum mengambil keputusan.
2. Hammer
Hammer memiliki body relatif kecil dengan shadow bawah yang panjang. Pola ini biasanya muncul setelah harga mengalami penurunan.
Hammer menunjukkan bahwa harga sempat ditekan oleh penjual, tetapi kemudian pembeli berhasil mendorong harga kembali mendekati area atas.
Karena itu, Hammer sering diperhatikan sebagai salah satu pola yang dapat menunjukkan potensi pembalikan dari bearish menjadi bullish.
Contoh Sederhana Hammer
Misalnya saham turun dari Rp1.000 ke Rp900. Pada suatu hari, harga sempat turun hingga Rp850, tetapi kemudian pembeli masuk dan harga ditutup di Rp930.
Terbentuknya shadow bawah yang panjang menunjukkan bahwa area harga rendah tersebut mendapatkan perlawanan dari pembeli.
Namun, trader sebaiknya tidak langsung membeli hanya karena melihat Hammer. Konfirmasi dari candlestick berikutnya atau indikator lain dapat membantu mengurangi risiko sinyal palsu.
3. Inverted Hammer
Inverted Hammer memiliki body kecil dengan shadow atas yang panjang dan biasanya muncul setelah tren turun.
Pola ini menunjukkan bahwa pembeli sempat mendorong harga naik cukup tinggi, meskipun harga akhirnya kembali mendekati area pembukaan.
Inverted Hammer dapat menjadi tanda awal adanya perubahan momentum, tetapi biasanya membutuhkan konfirmasi candlestick berikutnya.
4. Shooting Star
Shooting Star memiliki bentuk yang mirip dengan Inverted Hammer, tetapi konteks kemunculannya berbeda.
Shooting Star biasanya muncul setelah tren naik. Harga sempat didorong naik cukup tinggi, tetapi kemudian mendapatkan tekanan jual sehingga kembali mendekati harga pembukaan.
Karena itu, Shooting Star sering digunakan untuk mengidentifikasi potensi pembalikan bearish.
Semakin kuat konteks resistance dan volume penjualan yang menyertai pola tersebut, semakin menarik pola tersebut untuk diperhatikan sebagai sinyal peringatan.
5. Hanging Man
Hanging Man memiliki bentuk yang menyerupai Hammer, yaitu body kecil dengan shadow bawah yang panjang.
Perbedaannya terletak pada konteks. Hanging Man biasanya muncul setelah harga mengalami tren naik.
Pola ini menunjukkan bahwa selama periode tersebut sempat terjadi tekanan jual yang cukup besar. Jika tekanan jual berlanjut pada candlestick berikutnya, harga berpotensi mengalami koreksi.
6. Bullish Engulfing
Bullish Engulfing merupakan pola dua candlestick yang biasanya muncul setelah penurunan.
Candlestick kedua memiliki body bullish yang lebih besar dan menutupi body candlestick sebelumnya.
Pola ini menunjukkan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali dari penjual.
Bullish Engulfing yang muncul di dekat support dapat menjadi lebih menarik untuk diperhatikan karena terdapat kombinasi antara pola candlestick dan area harga yang penting.
7. Bearish Engulfing
Bearish Engulfing merupakan kebalikan dari Bullish Engulfing.
Pola ini biasanya muncul setelah harga mengalami kenaikan. Candlestick bearish yang muncul kemudian memiliki body yang lebih besar dan menutupi body candlestick sebelumnya.
Bearish Engulfing menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mengalahkan tekanan beli.
Jika muncul di sekitar resistance, pola ini dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan trader untuk mengantisipasi potensi koreksi.
8. Morning Star
Morning Star merupakan pola yang terdiri dari tiga candlestick dan biasanya muncul setelah tren turun.
Secara umum, pola ini terdiri dari:
- Candlestick bearish yang relatif kuat.
- Candlestick kecil yang menunjukkan keraguan atau pelemahan tekanan jual.
- Candlestick bullish yang menunjukkan pembeli mulai mengambil alih.
Morning Star sering digunakan untuk mencari indikasi potensi pembalikan bullish.
9. Evening Star
Evening Star merupakan kebalikan dari Morning Star dan biasanya muncul setelah tren naik.
Pola ini terdiri dari tiga candlestick yang menunjukkan perubahan dari dominasi pembeli menuju tekanan jual.
- Candlestick bullish yang relatif kuat.
- Candlestick kecil yang menunjukkan keraguan.
- Candlestick bearish yang menunjukkan tekanan jual.
Evening Star dapat digunakan sebagai peringatan adanya kemungkinan perubahan tren menjadi bearish.
10. Three White Soldiers
Three White Soldiers adalah pola tiga candlestick bullish yang muncul secara berurutan.
Ketiga candlestick tersebut umumnya memiliki body bullish yang relatif kuat dan menunjukkan bahwa pembeli menguasai pergerakan harga.
Pola ini dapat menunjukkan penguatan momentum bullish, terutama ketika muncul setelah fase penurunan atau konsolidasi.
Namun, trader tetap perlu memperhatikan apakah harga sudah terlalu jauh naik dan mendekati resistance.
11. Three Black Crows
Three Black Crows merupakan kebalikan dari Three White Soldiers.
Pola ini terdiri dari tiga candlestick bearish yang muncul secara berurutan dan menunjukkan tekanan jual yang kuat.
Jika muncul setelah tren naik, pola tersebut dapat menjadi peringatan bahwa momentum bullish mulai melemah dan tekanan penjual meningkat.
12. Marubozu
Marubozu merupakan candlestick dengan body yang sangat dominan dan shadow yang sangat kecil atau bahkan hampir tidak ada.
Marubozu bullish menunjukkan dominasi pembeli selama periode tersebut. Sebaliknya, Marubozu bearish menunjukkan dominasi penjual.
Marubozu sering menarik perhatian trader karena menunjukkan pergerakan harga yang kuat.
Namun, konteks tetap penting. Marubozu bullish yang muncul ketika harga baru melakukan breakout resistance dapat memiliki arti berbeda dibandingkan Marubozu bullish yang muncul setelah harga sudah naik sangat jauh.
Ringkasan Pola Candlestick Saham
| Pola | Jumlah Candlestick | Konteks Umum | Interpretasi |
|---|---|---|---|
| Doji | 1 | Berbagai kondisi | Keraguan pasar |
| Hammer | 1 | Setelah tren turun | Potensi bullish reversal |
| Inverted Hammer | 1 | Setelah tren turun | Potensi perubahan momentum bullish |
| Shooting Star | 1 | Setelah tren naik | Potensi bearish reversal |
| Hanging Man | 1 | Setelah tren naik | Peringatan tekanan jual |
| Bullish Engulfing | 2 | Setelah tren turun | Potensi pembalikan bullish |
| Bearish Engulfing | 2 | Setelah tren naik | Potensi pembalikan bearish |
| Morning Star | 3 | Setelah tren turun | Potensi bullish reversal |
| Evening Star | 3 | Setelah tren naik | Potensi bearish reversal |
| Three White Soldiers | 3 | Setelah penurunan/konsolidasi | Momentum bullish |
| Three Black Crows | 3 | Setelah kenaikan | Momentum bearish |
| Marubozu | 1 | Berbagai kondisi | Dominasi pembeli atau penjual |
Cara Membaca Pola Candlestick Saham
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah melihat bentuk candlestick kemudian langsung mengambil keputusan. Padahal, satu pola candlestick dapat memiliki arti yang berbeda tergantung lokasi dan kondisi pasar.
Gunakan beberapa langkah berikut.
1. Lihat Tren Sebelumnya
Pertama, perhatikan apakah saham sedang berada dalam uptrend, downtrend, atau sideways.
Contohnya, Hammer yang muncul setelah tren turun lebih relevan sebagai pola potensi pembalikan bullish dibandingkan Hammer yang muncul di tengah kondisi sideways tanpa arah yang jelas.
2. Perhatikan Support dan Resistance
Lokasi munculnya candlestick sangat penting.
Candlestick bullish yang muncul tepat di area support dapat memberikan informasi yang berbeda dibandingkan candlestick bullish yang muncul ketika harga sudah berada jauh di atas support.
Begitu juga dengan candlestick bearish yang muncul di sekitar resistance.
![]() |
| Cara membaca volume saham. Adit Saputra/Mediasaham.com |
3. Perhatikan Volume Saham
Volume saham dapat digunakan sebagai konfirmasi tambahan.
Misalnya, Bullish Engulfing muncul dengan volume perdagangan yang meningkat. Kondisi tersebut dapat menjadi sinyal yang lebih menarik dibandingkan pola yang sama tetapi muncul dengan volume yang sangat rendah.
Volume tidak menjamin pola tersebut akan berhasil, tetapi dapat membantu trader menilai apakah pergerakan harga didukung aktivitas perdagangan yang cukup.
4. Tunggu Konfirmasi
Trader tidak harus selalu masuk pada saat pola pertama kali terbentuk.
Salah satu pendekatan adalah menunggu candlestick berikutnya memberikan konfirmasi. Misalnya, setelah muncul Hammer, trader dapat memperhatikan apakah harga berikutnya mampu menembus atau melewati high Hammer.
Tujuannya adalah mengurangi kemungkinan masuk berdasarkan sinyal yang ternyata gagal.
Pola Candlestick Bullish dan Bearish
Secara sederhana, pola candlestick dapat dikelompokkan berdasarkan potensi arah yang ingin diperhatikan trader.
| Kategori | Contoh Pola | Hal yang Diperhatikan |
|---|---|---|
| Bullish | Hammer, Inverted Hammer, Bullish Engulfing, Morning Star, Three White Soldiers | Potensi penguatan atau pembalikan ke atas. |
| Bearish | Shooting Star, Hanging Man, Bearish Engulfing, Evening Star, Three Black Crows | Potensi pelemahan atau pembalikan ke bawah. |
| Netral | Doji | Keraguan atau keseimbangan sementara antara pembeli dan penjual. |
Candlestick Reversal dan Continuation
Pola candlestick juga dapat digunakan untuk mencari dua hal utama, yaitu reversal dan continuation.
Candlestick Reversal
Reversal berarti kemungkinan perubahan arah tren.
Contohnya, saham sedang turun kemudian muncul Hammer atau Bullish Engulfing di area support. Trader dapat memperhatikan apakah tekanan jual mulai berkurang dan pembeli mulai mengambil alih.
Candlestick Continuation
Continuation berarti harga berpotensi melanjutkan tren yang sedang berlangsung.
Contohnya, saham sedang dalam uptrend, kemudian mengalami koreksi kecil dan kembali muncul candlestick bullish dengan volume yang meningkat. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa tren naik masih mendapatkan dukungan.
Candlestick Tidak Berdiri Sendiri
Salah satu prinsip penting dalam membaca candlestick adalah jangan menggunakan candlestick sebagai satu-satunya alasan untuk membeli atau menjual saham.
Trader dapat menggabungkan candlestick dengan beberapa alat analisis teknikal lainnya.
Candlestick + Support dan Resistance
Ini merupakan salah satu kombinasi yang sederhana untuk pemula.
Misalnya, harga mendekati support kemudian muncul Hammer. Trader dapat menunggu konfirmasi apakah support mampu bertahan.
Candlestick + Volume
Volume dapat membantu melihat apakah pergerakan harga memiliki dukungan aktivitas transaksi yang cukup.
Candlestick + Moving Average
Moving Average dapat digunakan untuk membantu membaca arah tren. Candlestick bullish yang muncul ketika harga masih berada di atas moving average dapat memiliki konteks berbeda dibandingkan pola yang muncul ketika harga berada di bawah moving average.
Candlestick + RSI
RSI dapat digunakan untuk membaca momentum dan kondisi overbought atau oversold.
Sebagai contoh, Hammer di area support yang muncul ketika RSI berada pada level rendah dapat menjadi kombinasi yang menarik untuk diamati. Namun, kondisi tersebut tetap bukan jaminan harga akan naik.
Candlestick + MACD
MACD dapat digunakan sebagai konfirmasi tambahan terhadap perubahan momentum. Trader dapat memperhatikan crossover, posisi terhadap garis nol, dan histogram MACD.
Contoh Strategi Sederhana Menggunakan Candlestick
Berikut contoh sederhana untuk memahami bagaimana candlestick dapat digunakan dalam trading.
Misalnya saham ABC sedang mengalami penurunan dari Rp1.200 menjadi Rp1.000.
Harga kemudian mendekati area support Rp1.000. Pada hari berikutnya terbentuk Hammer. Setelah itu, candlestick berikutnya ditutup lebih tinggi dan volume perdagangan meningkat.
Trader kemudian dapat menggunakan informasi tersebut untuk menyusun rencana:
- Area perhatian: sekitar support Rp1.000.
- Sinyal: muncul Hammer.
- Konfirmasi: harga bergerak naik pada candlestick berikutnya.
- Volume: meningkat.
- Stop loss: ditentukan berdasarkan level risiko yang telah direncanakan.
- Target: dapat menggunakan resistance terdekat sebagai salah satu acuan.
Contoh tersebut hanya ilustrasi. Dalam kondisi nyata, trader tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar, likuiditas saham, fundamental perusahaan, risiko gap, serta faktor lainnya.
![]() |
| Kesalahan Pemula Saat Membaca Candlestick. Adit Saputra / Mediasaham.com |
Kesalahan Pemula Saat Membaca Candlestick
1. Menganggap Setiap Pola Pasti Berhasil
Tidak ada pola candlestick yang menjamin harga akan bergerak sesuai perkiraan.
Candlestick merupakan alat untuk membaca kemungkinan, bukan alat untuk memastikan masa depan harga.
2. Tidak Memperhatikan Tren
Pola yang sama dapat memiliki arti berbeda jika muncul dalam tren naik, tren turun, atau sideways.
3. Tidak Memperhatikan Support dan Resistance
Lokasi pola sering kali sama pentingnya dengan bentuk pola itu sendiri.
4. Mengabaikan Volume
Volume dapat membantu menilai kekuatan pergerakan harga. Karena itu, jangan hanya melihat bentuk candlestick tanpa memperhatikan aktivitas perdagangan.
5. Terlalu Banyak Menghafal Pola
Pemula sering mencoba menghafal puluhan pola candlestick sekaligus. Padahal, lebih baik memahami beberapa pola utama secara mendalam.
Beberapa pola yang dapat dipelajari terlebih dahulu adalah Doji, Hammer, Shooting Star, Bullish Engulfing, Bearish Engulfing, Morning Star, dan Evening Star.
Timeframe Candlestick yang Sebaiknya Digunakan
Candlestick dapat digunakan pada berbagai timeframe.
| Timeframe | Contoh Penggunaan |
|---|---|
| Menit | Trading sangat pendek dan intraday. |
| Jam | Melihat pergerakan intraday atau swing jangka pendek. |
| Harian | Banyak digunakan untuk membaca pergerakan saham dari hari ke hari. |
| Mingguan | Membantu melihat tren yang lebih besar. |
Semakin panjang timeframe, satu candlestick biasanya mencerminkan lebih banyak informasi harga. Namun, pilihan timeframe harus disesuaikan dengan gaya trading dan strategi masing-masing trader.
Checklist Membaca Pola Candlestick Saham
Sebelum mengambil keputusan berdasarkan pola candlestick, trader pemula dapat menggunakan checklist sederhana berikut:
- Apakah saham sedang uptrend, downtrend, atau sideways?
- Di mana posisi support terdekat?
- Di mana resistance terdekat?
- Pola candlestick apa yang terbentuk?
- Apakah pola tersebut muncul setelah tren yang sesuai?
- Bagaimana kondisi volume?
- Apakah terdapat konfirmasi dari candlestick berikutnya?
- Bagaimana posisi moving average?
- Bagaimana kondisi RSI atau MACD?
- Di mana level stop loss jika analisis ternyata salah?
- Apakah potensi keuntungan sebanding dengan risiko?
Apakah Pola Candlestick Bisa Menjamin Keuntungan?
Tidak. Pola candlestick tidak dapat menjamin keuntungan dalam trading saham.
Pasar saham dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi perusahaan, sentimen investor, kondisi ekonomi, berita, aksi korporasi, likuiditas, serta kondisi pasar secara keseluruhan.
Karena itu, pola candlestick sebaiknya digunakan sebagai bagian dari sistem analisis dan manajemen risiko, bukan sebagai sinyal pasti untuk membeli atau menjual saham.
Kesimpulan
Pola candlestick saham membantu trader memahami hubungan antara harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan. Dari bentuk tersebut, trader dapat membaca kekuatan pembeli dan penjual serta mencari potensi perubahan momentum.
Beberapa pola candlestick yang sering digunakan antara lain Doji, Hammer, Inverted Hammer, Shooting Star, Hanging Man, Bullish Engulfing, Bearish Engulfing, Morning Star, Evening Star, Three White Soldiers, Three Black Crows, dan Marubozu.
Namun, bentuk candlestick saja tidak cukup. Cara membaca yang lebih baik adalah menggabungkannya dengan tren, support dan resistance, volume, moving average, RSI, MACD, serta manajemen risiko.
Bagi pemula, tidak perlu langsung menghafal semua pola. Mulailah dengan beberapa pola utama dan pahami kapan pola tersebut muncul, di mana lokasinya, bagaimana volumenya, dan apakah terdapat konfirmasi.
FAQ Pola Candlestick Saham
Apa pola candlestick yang paling sering digunakan trader?
Beberapa pola yang populer antara lain Doji, Hammer, Shooting Star, Bullish Engulfing, Bearish Engulfing, Morning Star, Evening Star, dan Marubozu.
Apa pola candlestick untuk melihat pembalikan harga?
Beberapa pola yang sering digunakan untuk mencari potensi reversal antara lain Hammer, Inverted Hammer, Shooting Star, Bullish Engulfing, Bearish Engulfing, Morning Star, dan Evening Star.
Apakah Hammer berarti harga pasti naik?
Tidak. Hammer hanya menunjukkan adanya potensi perubahan momentum. Trader sebaiknya menunggu konfirmasi dan memperhatikan support, volume, serta kondisi tren.
Apa perbedaan Hammer dan Shooting Star?
Hammer biasanya muncul setelah tren turun dan memiliki shadow bawah panjang. Shooting Star biasanya muncul setelah tren naik dan memiliki shadow atas panjang.
Apakah candlestick cocok untuk pemula?
Ya. Candlestick relatif mudah dipelajari dan dapat menjadi dasar untuk memahami pergerakan harga. Namun, pemula sebaiknya mempelajarinya bersama support, resistance, volume, dan manajemen risiko.
Seri Belajar Saham
- Apa Itu Trading? Pengertian, Cara Kerja, Jenis, Keuntungan dan Risikonya
- Apa Itu Saham? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya
- Cara Trading Saham untuk Pemula: Dari Nol Sampai Paham Strateginya
- Cara Jual Beli Saham di Bursa Efek Indonesia untuk Pemula
- Cara Membaca Candlestick Saham: Panduan Lengkap untuk Pemula
- Apa Itu Volume Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Cara Menggunakannya
- Cara Menentukan Support dan Resistance Saham
- Pola Candlestick Saham yang Sering Digunakan Trader
- Moving Average Saham: Pengertian, Jenis, Cara Membaca, dan Cara Menggunakannya
- Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko
- Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya
- Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Pemula
- 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia
- 92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal Resmi di Indonesia
- Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula










