Jadwal Dividen Interim Alfamart 2026,  Dividen Mencapai Rp595,83 miliar

Jadwal Dividen Interim Alfamart 2026, Dividen Mencapai Rp595,83 miliar

Mediasaham.com – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) akan membagikan dividen interim sebesar Rp14,50 per saham kepada pemegang saham. Total dividen interim yang disiapkan perseroan mencapai Rp595,83 miliar.

Pembagian dividen interim tersebut berasal dari laba bersih PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.

dividen alfamart
Pembagian dividen Alfamart. Adit Saputra/ Mediasaham.com

Keputusan pembagian dividen interim telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi perseroan pada 1 Oktober 2026.

Dalam pemberitahuan kepada pemegang saham yang ditandatangani Direksi pada 5 Oktober 2026, perseroan menetapkan jadwal pembagian dividen interim, termasuk tanggal cum dividend, ex dividend, recording date, hingga pembayaran dividen.

Alfamart Bagikan Dividen Interim Rp595,83 Miliar

Total dividen interim yang akan dibagikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mencapai:

Rp595.831.574.150 Sementara itu, dividen interim yang diterima pemegang saham ditetapkan sebesar:

Rp14,50 per saham. Dividen tersebut berasal dari laba bersih perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Baca: 50 Dividen Saham Terbesar 2026

Jadwal Dividen Interim Alfamart 2026

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen interim Alfamart:

Keterangan

Tanggal

Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi

13 Oktober 2026

Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi

14 Oktober 2026

Cum Dividen Pasar Tunai

15 Oktober 2026

Recording Date

15 Oktober 2026

Ex Dividen Pasar Tunai

16 Oktober 2026

Pembayaran Dividen Interim

27 Oktober 2026

Dengan jadwal tersebut, 13 Oktober 2026 menjadi cum dividend date di pasar reguler dan negosiasi. Sementara itu, tanggal 15 Oktober 2026 merupakan cum dividend di pasar tunai sekaligus recording date.

Pembayaran dividen interim dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

Baca: Jadwal Dividen 2026: Kalender Lengkap & Cara Hitung Yield 
10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2026  (Data Resmi BEI)

10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2026 (Data Resmi BEI)

10 broker saham asing dan lokal dengan nilai trading tertinggi 2026 menunjukkan persaingan yang semakin ketat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data Total Trade Value secara year to date (YTD) hingga Agustus 2026, Stockbit Sekuritas Digital (XL) menjadi broker dengan nilai trading saham terbesar di Indonesia.

Stockbit Sekuritas Digital mencatat nilai trading sebesar Rp748,38 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Posisi kedua ditempati Mandiri Sekuritas (CC) dengan nilai trading Rp673,29 triliun, disusul UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar Rp672,32 triliun.

Broker Asing Terbesar
Ilustrasi. Seorang Investor sedang memasuki kantor broker saham. Adit Saputra / Mediasaham.com

Selain melihat nilai transaksi, daftar broker saham terbesar juga menarik karena memperlihatkan perubahan kinerja dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Beberapa broker mencatat pertumbuhan nilai trading lebih dari 60% secara year on year (YoY).

10 Broker Saham dengan Nilai Trading Tertinggi 2026

Berikut daftar 10 broker saham asing dan lokal dengan nilai trading tertinggi 2026 berdasarkan total nilai perdagangan saham YTD hingga Agustus 2026:

Peringkat Broker Saham Kode Nilai Trading YTD
1Stockbit Sekuritas DigitalXLRp748,38 triliun
2Mandiri SekuritasCCRp673,29 triliun
3UBS Sekuritas IndonesiaAKRp672,32 triliun
4Maybank Sekuritas IndonesiaZPRp432,76 triliun
5Mirae Asset Sekuritas IndonesiaYPRp352,95 triliun
6CGS International Sekuritas IndonesiaYURp347,77 triliun
7Indo Premier SekuritasPDRp265,15 triliun
8J.P. Morgan Sekuritas IndonesiaBKRp258,79 triliun
9Semesta Indovest SekuritasMGRp224,78 triliun
10Ajaib Sekuritas AsiaXCRp187,61 triliun

Catatan: nilai trading pada tabel merupakan pembulatan dari data dalam satuan miliar rupiah.

Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula 2026

Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula 2026

Mediasaham.com - Broker Saham Terbaik di Indonesia. Ingin mulai investasi saham tapi bingung harus mulai dari mana? Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak orang yang ingin mencoba peruntungan di pasar saham, tapi masih belum tahu apa itu broker saham dan bagaimana cara memilih broker saham terbaik dan aman.

Memilih broker yang tepat adalah langkah pertama dan paling penting sebelum kamu bisa beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kalau salah pilih, bisa-bisa transaksi kamu terganggu atau bahkan uangmu tidak aman.

Ilustrasi Seorang investor sedang berpikir untuk memilih Broker Saham Terbaik. Adit Saputra

Cara Memilih Broker Saham Terbaik dan Terpercaya Tahun 2026 

Nah, di artikel ini kita akan bahas lengkap dan mudah dipahami tentang:

  • Apa itu broker saham

  • Mengapa kamu butuh broker saham

  • Ciri-ciri broker saham terbaik

  • Langkah-langkah buka rekening saham online


Apa Itu Broker Saham?

Broker saham (perusahaan sekuritas) adalah perusahaan yang menjadi perantara jual beli saham antara investor dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Mereka bertugas menyalurkan pesanan beli atau jual saham yang kamu lakukan lewat aplikasi online.

Bayangkan broker sebagai “jembatan” antara kamu dan pasar saham. Tanpa mereka, kamu tidak bisa membeli atau menjual saham secara langsung di BEI.

Broker resmi biasanya sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek.

Jadi, kalau kamu ingin aman dan tidak tertipu, pastikan broker pilihanmu sudah resmi dan diawasi OJK.


Mengapa Kamu Perlu Broker Saham?

Tanpa broker, kamu tidak bisa bertransaksi jual beli saham di bursa saham Indonesia.
Selain sebagai perantara, broker juga memberikan banyak layanan penting untuk investor, seperti:

  1. Aplikasi trading saham online
    Kamu bisa jual beli saham langsung dari HP dengan mudah.

  2. Rekening Dana Nasabah (RDN)
    Tempat penyimpanan uang kamu sebelum dipakai membeli saham. RDN aman karena atas nama kita sendiri dan diawasi oleh bank serta OJK.

  3. Laporan riset dan rekomendasi saham
    Banyak broker saham menyediakan analisis saham harian yang membantu kamu memilih saham potensial.

  4. Edukasi dan pelatihan gratis
    Beberapa broker aktif memberikan kelas online, webinar, dan simulasi trading untuk nasabah pemula.

Dengan semua layanan ini, broker bukan cuma tempat jual beli saham, tapi juga partner belajar investasi.


Ciri-Ciri Broker Saham Terbaik 2026

Banyak broker menawarkan fitur menarik, tapi tidak semuanya cocok untuk Anda.
Berikut ciri-ciri broker saham terbaik dan terpercaya di Indonesia tahun 2026:

1. Sudah Terdaftar dan Diawasi OJK

Pastikan broker yang kamu pilih punya izin resmi dari OJK dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kamu bisa cek langsung daftar resminya di situs OJK atau BEI.

2. Aplikasi Ringan dan Mudah Dipakai

Broker terbaik memiliki aplikasi yang cepat, mudah dipahami, dan bisa diakses lewat HP atau laptop.

Memiliki fitur penting misalnya: grafik harga saham, laporan keuangan, berita pasar, dan fitur order beli/jual yang mudah.

3. Biaya Transaksi (Fee) Rendah

Setiap transaksi saham akan dikenakan biaya kecil. Biasanya antara 0,10%–0,20% untuk pembelian dan 0,20%–0,30% untuk penjualan. Semakin rendah fee-nya, semakin rendah fee yang diberikan semakin bagus karena kamu tidak perlu banyak mengeluarkan uang fee saat transaksi.

4. Tersedia Layanan Edukasi

Broker yang peduli dengan nasabah biasanya punya kelas investasi, artikel, dan video edukasi. Ini penting banget buat pemula agar tidak asal beli saham tanpa analisis.

5. Pelayanan Cepat dan Responsif

Pilih broker dengan customer service yang mudah dihubungi, baik lewat chat, email, atau telepon. Kalau ada masalah seperti saldo tidak masuk atau aplikasi error, kamu bisa langsung ditangani.


Cara Buka Rekening Saham Online

Sekarang semua proses bisa dilakukan 100% online tanpa perlu datang ke kantor sekuritas.
Berikut langkah-langkahnya agar kamu bisa mulai berinvestasi saham dari rumah:

1. Pilih Broker Saham Terpercaya

Cari broker yang sudah terdaftar di OJK dan punya aplikasi saham online yang mudah digunakan. Contoh: Stockbit, BCA Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan sebagainya.

2. Isi Formulir Pendaftaran

Masuk ke website atau aplikasi broker, lalu isi data pribadi seperti nama lengkap, NIK (KTP), dan nomor rekening bank.

3. Unggah Dokumen Identitas

Kamu akan diminta upload KTP, NPWP (jika ada), dan foto selfie untuk verifikasi data. Biasanya pihak sekuritas akan memandu kamu dalam proses pendaftaran dari awal sampai selesai.

4. Tunggu Proses Verifikasi

Biasanya proses verifikasi memakan waktu 1–3 hari kerja.
Setelah disetujui, broker akan mengirimkan akun trading dan nomor Rekening Dana Nasabah (RDN).

5. Setor Dana Awal

Kamu bisa mulai top-up ke RDN, bahkan ada broker yang membolehkan setoran awal hanya Rp100.000 saja.
Setelah dana masuk, kamu sudah bisa beli saham pertamamu.


Tips Memilih Broker Saham untuk Pemula

  • Pilih broker dengan reputasi baik dan sudah lama beroperasi.

  • Pastikan aplikasinya stabil dan tidak sering error saat pasar ramai.

  • Bandingkan biaya transaksi dari beberapa broker sebelum memutuskan.

  • Gunakan broker yang menyediakan akun demo atau simulasi trading, supaya kamu bisa belajar dulu tanpa risiko.

  • Jika kamu masih pemula, pilih broker yang aktif memberikan materi edukasi investasi.


Kesimpulan

Memilih broker saham yang aman dan terpercaya adalah langkah awal menuju investasi yang sukses. Broker berperan penting sebagai jembatan antara kamu dan Bursa Efek Indonesia, sekaligus penyedia fasilitas transaksi dan edukasi.

Sebelum buka rekening saham, pastikan broker pilihanmu:

  • Terdaftar di OJK

  • Memiliki aplikasi trading yang mudah digunakan

  • Menawarkan fee kompetitif

  • Menyediakan edukasi dan layanan pelanggan yang responsif

Dengan langkah yang tepat, kamu bisa mulai investasi saham dengan nyaman, aman, dan berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang.

IHSG Anjlok 3,28% pada Pekan Ini, Transaksi Saham Capai Rp63,13 Triliun

IHSG Anjlok 3,28% pada Pekan Ini, Transaksi Saham Capai Rp63,13 Triliun

Mediasaham.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini, 28 September hingga 2 Oktober 2026, di zona merah. IHSG ditutup pada level 6.036,888, turun 205,004 poin atau 3,28% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di 6.241,892.

Sepanjang pekan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.227,899 dan level terendah 5.973,163.

MARKET SUMMARY

Transaksi Saham Capai Rp63,13 Triliun

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume perdagangan saham selama pekan tersebut mencapai 251,85 miliar saham.

Nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp63,13 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai 8,40 juta kali.

Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, aktivitas perdagangan mengalami peningkatan dari sisi volume dan nilai transaksi.

Rata-rata volume harian meningkat 72,51% menjadi 50,37 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian naik 5,40% menjadi Rp12,63 triliun.

Namun, rata-rata frekuensi perdagangan justru turun 7,54% menjadi sekitar 1,68 juta transaksi per hari.

Kalkulator Average Down Saham

Kalkulator Average Down Saham

Kalkulator Average Down Saham adalah alat bantu hitung untuk mengetahui harga rata-rata pembelian saham (average price) setelah Anda melakukan pembelian kembali saham yang harganya sedang turun.

Secara umum, strategi average down dilakukan ketika Anda membeli suatu saham di harga tinggi, lalu harganya mengalami penurunan, dan Anda memilih untuk membeli lagi di harga yang lebih murah agar harga rata-rata pemilikan saham Anda menjadi lebih rendah.

Fungsi dan Manfaat kalkulator average dwon:

  1. Menghitung Harga Rata-Rata Baru secara Akurat Sangat berguna untuk mengetahui berapa harga rata-rata (avg price) saham Anda setelah menambah modal (averaging down) tanpa perlu menghitung rumus secara manual.
  2. Menentukan Strategi Break-Even Point (BEP) Dengan harga rata-rata yang lebih rendah, titik impas/BEP Anda otomatis ikut turun. Kalkulator ini membantu Anda melihat seberapa besar penurunan harga rata-rata tersebut.
  3. Simulasi Alokasi Modal & Manajemen Risiko Membantu merencanakan berapa jumlah lot dan dana tambahan yang harus disiapkan untuk menurunkan harga rata-rata ke level target tertentu.
Kalkulator Average Down

133 Daftar Saham Sektor Barang Konsumen Primer di BEI

133 Daftar Saham Sektor Barang Konsumen Primer di BEI

133 daftar saham sektor barang konsumen primer di Bursa Efek Indonesia (BEI) berisi perusahaan yang bergerak di bidang barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sektor barang konsumen primer mencakup berbagai perusahaan, mulai dari produsen makanan dan minuman, rokok, produk rumah tangga, perawatan pribadi, hingga perusahaan ritel seperti supermarket dan toko kebutuhan dasar. Berikut daftarnya

Daftar Saham Sektor Barang Konsumen Primer di BEI
Ilustrasi beberapa keluarga sedang berbelanja barang kebutuhan sehari-hari di toko. Adit Saputra / Mediasaham.com

Kalkulator Saham

Kalkulator Saham

Kalkulator saham ini bisa digunakan untuk menghitung:
  1. Target profit berapa % 
  2. Menghitung modal harga beli
  3. Menghitung  profit harga jual
  4. Take Profit
Jangan lupa mengisi fee jual dan fee beli broker, sehingga menghasilkan keuntungan bersih.
 

Kalkulator Saham


Gunakan Kalkulator di bawah ini untuk menghitung profit

Take Profit

Data Beli
Data Jual
Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun, IHSG Turun 1,02% pada 1 Oktober 2026

Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun, IHSG Turun 1,02% pada 1 Oktober 2026

JAKARTA — Aktivitas investor asing menjadi salah satu sorotan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 1 Oktober 2026.

Berdasarkan statistik BEI, investor asing mencatat net sell Rp241,86 miliar atau sekitar US$13,48 juta pada perdagangan hari tersebut.

Tekanan jual investor asing berlangsung bersamaan dengan pelemahan IHSG sebesar 1,02 persen ke level 6.009,502.

Ilustrasi IHSG Hari Ini. Adit Saputra / Mediasaham.com

Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun

Jika melihat kinerja secara year to date, aktivitas jual bersih investor asing tercatat jauh lebih besar.

BEI mencatat akumulasi net sell investor asing sebesar Rp81,28 triliun atau sekitar US$4,53 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sepanjang periode YTD yang tercantum dalam statistik BEI, nilai penjualan bersih investor asing masih lebih besar dibandingkan pembelian bersihnya.

Baca: Volume Trading Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Strategi Analisis untuk Investor

Rangkuman Q&A Public Expose ITMG 2026: Strategi Logistik, Divisi Nikel, hingga Prospek Dividen

Rangkuman Q&A Public Expose ITMG 2026: Strategi Logistik, Divisi Nikel, hingga Prospek Dividen

Mediasaham.com, Jakarta — PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) baru saja menggelar agenda Public Expose 2026. Dalam kesempatan tersebut, jajaran direksi merespons berbagai pertanyaan krusial dari investor retail maupun media, mulai dari tantangan penurunan debit air Sungai Mahakam, rencana ekspansi ke mineral strategis (nikel), hingga prospek dividen dan kinerja operasional tahun ini.

Q&A Public Expose ITMG
Rangkuman Q&A Public Expose ITMG

Berikut adalah ringkasan lengkap tanya jawab (Q&A) Public Expose ITMG 2026:

I. ISU OPERASIONAL, LOGISTIK & TARGET PERUSAHAAN

Q: Bagaimana dampak penurunan debit air Sungai Mahakam terhadap kapasitas muat tongkang dan biaya logistik Perusahaan saat ini?

  • Jawaban (Mulianto & Yulius Kurnawan Gozali - Direksi): Kondisi penurunan debit air di hulu Sungai Mahakam merupakan tantangan operasional yang juga dialami beberapa tambang kami di area Melak. Untuk memitigasi risiko kandas, kapasitas pemuatan tongkang disesuaikan turun berkisar 30% hingga 40% tergantung tinggi air. Dari sisi biaya, volume muat yang lebih kecil per perjalanan memang berpotensi menaikkan biaya logistik per ton. Namun, keterbatasan pengiriman ini juga menekan pasokan di pasar, yang pada gilirannya mendukung harga batu bara. Dampak biaya secara keseluruhan tetap terbatas karena area Melak hanya mencakup sebagian dari total penjualan. Sementara itu, tambang Indominco di Bontang tidak terdampak karena berlokasi di area pesisir laut.

Q: Bagaimana strategi Perusahaan mengantisipasi lonjakan harga solar pada semester II-2026 dan menjaga target Strip Ratio (SR)?

  • Jawaban (Yulius Kurnawan Gozali - Direksi): Kami fokus meningkatkan efisiensi operasional melalui efisiensi konsumsi bahan bakar dan memastikan kepastian pasokan solar. Mengenai strip ratio, target keseluruhan tahun tetap kami jaga di kisaran 10,3x hingga 10,5x, dan sejauh ini posisinya relatif stabil.

Q: Bagaimana update terkait persetujuan RKAB 2026 serta target produksi dan penjualan Full Year 2026?

  • Jawaban (Mulianto - Direksi): Mengenai revisi RKAB, Perusahaan mengacu pada pemberitahuan resmi dari Pemerintah. Fokus utama manajemen saat ini adalah menjalankan operasional sesuai ketentuan yang berlaku dan berupaya optimal mencapai target tahunan yang telah ditetapkan.

Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026: IHSG Turun 0,83%, Asing Net Sell Rp1,61 Triliun

Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026: IHSG Turun 0,83%, Asing Net Sell Rp1,61 Triliun

Mediasaham.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perdagangan saham pada Rabu, 30 September 2026 ditutup dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG ditutup di level 6.071,138, turun 50,562 poin atau 0,83% dari posisi sebelumnya 6.121,700. Level tertinggi IHSG pada perdagangan hari tersebut berada di 6.187,046, sedangkan level terendah berada di 6.071,138.

Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026
Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.com

Data berikut merupakan rangkuman IDX Daily Statistics yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia.

Perdagangan Saham BEI 30 September 2026

Indikator30 September 2026
IHSG6.071,138
Perubahan-50,562
Perubahan IHSG-0,83%
Volume saham28,294 miliar saham
Nilai transaksiRp14,030 triliun
Frekuensi1,790 juta kali
Kapitalisasi pasar BEIRp10.695 triliun
Kapitalisasi IHSGRp2.644 triliun
USD/IDR BIRp17.877

Rata-rata perdagangan harian sepanjang tahun berjalan atau YTD tercatat sebesar 38,958 miliar saham, dengan nilai transaksi rata-rata Rp20,847 triliun dan frekuensi rata-rata 1,202 juta kali.

Asing Net Sell Rp1,61 Triliun

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp1,613,47 miliar atau sekitar Rp1,61 triliun pada perdagangan 30 September 2026.

Dalam denominasi dolar AS, net sell asing tercatat sebesar US$90,25 juta.

Secara kumulatif sepanjang 2026, posisi net sell asing mencapai Rp81,038,72 miliar atau sekitar Rp81,04 triliun, setara US$4,533,13 juta.

Sementara itu, market PER tercatat 12,42 kali dan market PBV sebesar 1,62 kali.

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham