PNGO Tebar Dividen Interim Kedua Rp90 Per Saham, Intip Jadwal dan Yield-nya

PNGO Tebar Dividen Interim Kedua Rp90 Per Saham, Intip Jadwal dan Yield-nya

jadwal dividen pngo 2026
Dividen interim PNGO 2026 sebesar Rp 90 per saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Mediasaham.com – Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Pinago Utama Tbk (PNGO). Emiten perkebunan ini secara resmi mengumumkan pembagian dividen interim kedua untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat Dewan Direksi pada 5 Januari 2026.

Berdasarkan surat keputusan No.001/DIR/PU/I/2026, PNGO akan membagikan total dividen interim sebesar Rp70.312.500.000 atau setara dengan Rp90 per lembar saham.

Jadwal Dividen 2026: Kalender Lengkap & Cara Hitung Yield (Update)

Jadwal Dividen 2026: Kalender Lengkap & Cara Hitung Yield (Update)

dividen 2026
Jadwal pembagian dividen 2026


Bagi investor saham, Tahun 2026 menjadi momen krusial untuk menangkap peluang passive income. Mengetahui Jadwal Dividen 2026 lebih awal memungkinkan Anda mengatur modal dan menghindari risiko membeli di harga yang sudah terlalu tinggi saat mendekati tanggal Cum Date.

Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI: (Januari 2026)

Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI: (Januari 2026)

broker asing di indonesia
Ilustrasi Daftar Broker Asing di Indonesia. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Berinvestasi di pasar modal Indonesia (Bursa Efek Indonesia/BEI) kini semakin mudah diakses oleh investor, baik lokal maupun global. Namun, bagi sebagian investor, muncul pertanyaan krusial, terutama ketika melihat jejak transaksi: Apa saja Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI yang aman dan legal digunakan?

Memilih perusahaan sekuritas yang tepat adalah langkah pertama menuju kesuksesan investasi. Kriteria utama yang wajib dipenuhi adalah legalitas. Semua perusahaan efek yang beroperasi di Indonesia, termasuk yang berafiliasi dengan entitas asing, wajib mengantongi izin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artikel ini akan memberikan panduan komprehensif, daftar lengkap Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI per Januari 2026, analisis mendalam mengenai layanan yang mereka tawarkan, dan mengapa kehadiran broker asing sangat penting bagi likuiditas dan transparansi pasar modal domestik.

Laba Bersih BCA November 2025 Tembus Rp52,6 Triliun di Tengah Penguatan CASA

Laba Bersih BCA November 2025 Tembus Rp52,6 Triliun di Tengah Penguatan CASA

Logo bank BCA

JAKARTA, Mediasaham.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan taji sebagai pemimpin pasar perbankan di Indonesia. Berdasarkan laporan posisi keuangan (individual) yang berakhir pada 30 November 2025 Laba Bersih BCA tembus Rp52,6 Triliun. BCA berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid, baik dari sisi aset, penyaluran kredit, hingga profitabilitas.

Keberhasilan ini didorong oleh strategi digitalisasi yang kuat serta manajemen risiko yang prudent di tengah dinamika ekonomi global. Berikut adalah bedah tuntas performa keuangan BCA periode November 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.

Pertumbuhan Aset dan Dominasi Dana Murah (CASA)

Hingga November 2025, total aset BCA tercatat mencapai Rp1.527,2 triliun, tumbuh sebesar 7,9% (YoY) dari posisi Rp1.415,4 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penyaluran kredit sebesar 5,19% menjadi Rp921,2 triliun dan kenaikan signifikan pada penempatan surat berharga yang mencapai Rp436,5 triliun.

Dari sisi liabilitas, kepercayaan nasabah tetap menjadi mesin utama pertumbuhan bank. Hal ini tercermin dari kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya pada komponen dana murah (CASA):

  • Giro: Tumbuh pesat menjadi Rp418,9 triliun dari sebelumnya Rp363,1 triliun.
  • Tabungan: Meningkat menjadi Rp594,2 triliun dibandingkan Rp551,7 triliun pada 2024.
  • Deposito: Mengalami sedikit penyusutan menjadi Rp186,6 triliun dari Rp194,6 triliun.
Nabung Saham Untung apa Rugi? Cek Fakta Studi Kasus Nabung Saham BBRI (2022-2025)

Nabung Saham Untung apa Rugi? Cek Fakta Studi Kasus Nabung Saham BBRI (2022-2025)

yuk nabung saham
Ilustrasi Nabung Saham di BEI. Adit Saputra / Mediasaham.com


Ringkasan

  • Metode DCA & Konsistensi: Nabung saham berfokus pada teknik Dollar Cost Averaging (DCA), yakni menyisihkan dana tetap secara rutin untuk membeli saham Blue Chip guna membangun aset produktif tanpa terpengaruh kepanikan pasar.
  • Fokus pada Akumulasi Lot: Berdasarkan studi kasus BBRI, meskipun nilai pasar berfluktuasi secara jangka pendek, disiplin menabung memungkinkan investor mengumpulkan jumlah lot yang maksimal sebagai sumber pendapatan dividen yang stabil.
  • Manajemen Risiko & Waktu: Keberhasilan investasi ini bergantung pada penggunaan "uang dingin" dan cakrawala waktu jangka panjang (3-5 tahun) untuk memanfaatkan efek bunga majemuk serta memitigasi risiko penurunan harga.

Apakah Anda ingin melawan inflasi dengan strategi yang teruji secara historis? Nabung saham adalah metode investasi dengan cara menyisihkan dana secara rutin untuk membeli saham perusahaan secara konsisten dalam jangka panjang.

Berbeda dengan tabungan bank konvensional, menabung saham memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga aset (capital gain) dan pembagian laba perusahaan (dividen). Dalam artikel ini, kita akan membedah strategi nabung saham berdasarkan data riil pasar periode 2022 hingga akhir 2025.

Saham RLCO ARA Berjilid - Jilid, Harga Meroket dari Rp168 ke Rp1.765 atau Terbang 950%

Saham RLCO ARA Berjilid - Jilid, Harga Meroket dari Rp168 ke Rp1.765 atau Terbang 950%

RLCO ARA Berjilid-jilid
Grafik saham RLCO terus mengalami ARA berjilid-jilid sejak IPO tanggal 8 Desember. Foto tangkapan layar Tradingview

JAKARTA, Mediasaham.com – Pasar modal Indonesia tengah dihebohkan oleh pergerakan harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Sejak melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada awal Desember 2025, emiten ini terus mencatatkan sejarah dengan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) di setiap hari perdagangan.

Hingga sesi perdagangan menjelang akhir tahun, 30 Desember 2025, saham RLCO telah bertengger di level Rp1.765. Angka ini menunjukkan kenaikan fantastis lebih dari 950% dibandingkan harga perdana saat IPO yang hanya sebesar Rp168.

Diversifikasi Bisnis, Indika Energy (INDY) Bentuk Anak Usaha Baru PT Indika Empat Mitra Timor

Diversifikasi Bisnis, Indika Energy (INDY) Bentuk Anak Usaha Baru PT Indika Empat Mitra Timor

anak perusahaan Indika
Ilustrasi Pendirian anak perusahaan Indika Energy. Adit Saputra / Mediasaham.com


JAKARTA, Mediasaham.com – Emiten energi raksasa, PT Indika Energy Tbk. (INDY), kembali memperkuat struktur bisnisnya melalui langkah diversifikasi. Melalui keterbukaan informasi resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), INDY mengumumkan pembentukan entitas anak usaha baru bernama PT Indika Empat Mitra Timor (IEMT).

Langkah ini mempertegas komitmen grup Indika Energy untuk memperluas portofolio bisnisnya di luar sektor tambang batu bara konvensional.

Tutup Tahun 2025 dengan Gemilang, PT PP Presisi Tbk (PPRE) Kantongi Kontrak Baru Rp1,2 Triliun

Tutup Tahun 2025 dengan Gemilang, PT PP Presisi Tbk (PPRE) Kantongi Kontrak Baru Rp1,2 Triliun

mining services
Ilustrasi gambar excavator dan dump truck yang selalu digunakan di proyek PT Presisi. Radit M. Pase / Mediasaham.com


JAKARTA, Mediasaham.com – Emiten jasa pertambangan dan konstruksi terintegrasi, PT PP Presisi Tbk (PPRE), mencatatkan prestasi membanggakan di penghujung tahun 2025. Anak usaha PT PP (Persero) Tbk ini sukses mengamankan tiga kontrak baru secara konsolidasian dengan nilai total mencapai Rp1,2 triliun.

Pencapaian ini menjadi katalis positif bagi kinerja fundamental perusahaan sekaligus memperkuat posisi PPRE sebagai pemain utama di sektor mining services dan konstruksi nasional.

Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba Bersih Meroket 171% Jadi Rp 5,97 Triliun

Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba Bersih Meroket 171% Jadi Rp 5,97 Triliun

JAKARTA, Mediasaham.com – Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba bersih (entitas induk) meroket 171% Jadi Rp 5,97 Triliun.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membuktikan ketangguhan operasionalnya dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat signifikan pada periode sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2025, perusahaan berhasil mengoptimalkan seluruh lini bisnis untuk mencetak laba yang impresif bagi para pemangku kepentingan.

I. Laporan Laba Rugi: Penjualan dan Keuntungan Melonjak Tajam

ANTAM berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat, didorong oleh volume penjualan yang masif:

  • Penjualan Bersih: Mencapai Rp72,02 triliun, melonjak 66,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp43,20 triliun.
  • Laba Kotor: Tercatat sebesar Rp10,98 triliun, naik tajam 167,7% secara tahunan (YoY).
  • Laba Bersih: ANTAM sukses membukukan laba periode berjalan sebesar Rp6,61 triliun, meningkat drastis 196,6% dari posisi Rp2,22 triliun pada September 2024.
  • Earning Per Share (EPS): Laba bersih per saham melonjak menjadi Rp248,62 dari sebelumnya Rp91,60.

Poin Penting: Segmen Logam Mulia dan Pemurnian menyumbang kontribusi terbesar dengan nilai penjualan Rp58,90 triliun, membuktikan dominasi ANTAM di pasar emas domestik.

Laporan keuangan antam kuartal 3 tahun 2025
Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba Bersih Per Saham 248,62. Sumber data dari laporan keuangan perseroan yang diolah oleh Tim Mediasaham.com

Indikator
(Dalam Jutaan Rupiah)
30 Sept 2025 30 Sept 2024 Pertumbuhan (%)
Penjualan Bersih 72.028.124 43.201.125 66,73%
Beban Pokok Penjualan (61.043.970) (39.097.924) 56,13%
Laba Kotor 10.984.154 4.103.201 167,70%
Beban Usaha (3.096.441) (2.239.383) 38,27%
Laba Usaha 7.887.713 1.863.818 323,20%
Laba Bersih (Entitas Induk) 5.974.579 2.201.262 171,41%
Sumber: Laporan Keuangan ANTM Q3 2025

Detail Segmen Operasi: Mengulas Performa Unit Bisnis

Manajemen Antam membagi operasionalnya ke dalam tiga segmen utama: Logam Mulia dan Pemurnian, Nikel, serta Bauksit dan Alumina. Berikut adalah analisis mendalam tiap segmen:

1. Segmen Logam Mulia dan Pemurnian (Emas & Perak)

Segmen ini tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar. [cite_start]Penjualan produk emas melonjak tajam dari Rp35,70 triliun pada Q3 2024 menjadi Rp58,67 triliun pada Q3 2025. Kenaikan ini didorong oleh volume penjualan yang kuat serta tren harga emas global yang terus menguat sebagai aset lindung nilai.

2. Segmen Nikel (Bijih Nikel & Feronikel)

Performa segmen nikel menunjukkan dinamika yang menarik. [cite_start]Penjualan Bijih Nikel tumbuh signifikan mencapai Rp9,52 triliun, naik tajam dari Rp3,50 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mengompensasi penurunan penjualan Feronikel yang tercatat sebesar Rp1,62 triliun akibat fluktuasi harga nikel global yang menantang.

3. Segmen Bauksit dan Alumina

Unit bisnis Bauksit dan Alumina juga menunjukkan tren positif. [cite_start]Penjualan Alumina tercatat sebesar Rp1,36 triliun, naik dari Rp1,11 triliun.Sementara itu, penjualan bijih bauksit mengalami lonjakan luar biasa dari hanya Rp48,4 miliar menjadi Rp588,5 miliar pada Q3 2025. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi hilirisasi dan penetapan pasar baru untuk bauksit.

II. Laporan Posisi Keuangan (Neraca): Struktur Modal Semakin Kokoh

Kesehatan finansial ANTAM tercermin dari pertumbuhan aset dan manajemen liabilitas yang terukur:

  • Total Aset: Meningkat menjadi Rp48,07 triliun (naik dari Rp44,52 triliun pada akhir 2024).
  • Aset Lancar: Terdapat kenaikan signifikan pada Kas dan Setara Kas yang mencapai Rp9,26 triliun, meningkat hampir dua kali lipat dari posisi Desember 2024.
  • Total Liabilitas: Tercatat sebesar Rp12,87 triliun, dengan adanya pinjaman bank jangka panjang baru senilai Rp2,90 triliun untuk mendukung rencana ekspansi.
  • Ekuitas: Tumbuh menjadi Rp35,19 triliun, didorong oleh akumulasi Saldo Laba yang mencapai Rp16,82 triliun.

Poin Penting: Likuiditas perusahaan berada pada level yang sangat aman, memberikan fleksibilitas tinggi bagi manajemen untuk melakukan investasi strategis atau pembagian dividen.

III. Laporan Arus Kas dan Kinerja Operasional

Manajemen arus kas yang efisien menjadi kunci keberlanjutan bisnis ANTAM. Keberhasilan operasional tercermin dalam arus kas perusahaan. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat surplus Rp4,02 triliun, berbalik positif secara signifikan dari posisi defisit Rp172,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan kas dan setara kas yang mencapai Rp9,26 triliun per 30 September 2025 memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mendanai proyek strategis tanpa ketergantungan tinggi pada utang eksternal.

Investasi Strategis: Perusahaan terus memperkuat posisi di sektor hilirisasi nikel, tercermin dari peningkatan nilai Investasi pada Entitas Asosiasi menjadi Rp8,74 triliun.

Kesimpulan untuk Investor

Kinerja ANTAM hingga September 2025 menunjukkan fundamental yang sangat solid. Lonjakan laba bersih hingga hampir tiga kali lipat dan posisi kas yang melimpah (Rp9,26 triliun) menjadi sinyal positif bahwa perusahaan mampu menavigasi volatilitas harga komoditas global dengan sangat baik. Bagi investor, efisiensi operasional dan pertumbuhan laba per saham (EPS) yang signifikan menjadikan saham ANTM memiliki daya tarik investasi yang kuat di sektor pertambangan saat ini.


Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Aneka Tambang Tbk per 30 September 2025.

IHSG Ditutup Melemah Menjelang Libur Akhir Tahun, Saham BUMI Puncaki Volume Transaksi

IHSG Ditutup Melemah Menjelang Libur Akhir Tahun, Saham BUMI Puncaki Volume Transaksi

IDX Jakarta
Gedung Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com


JAKARTA, Mediasaham.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi pada pekan pendek menjelang libur hari raya Natal 2025. Berdasarkan data statistik mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 22 hingga 24 Desember 2025, IHSG ditutup pada level 8.537,911. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,83% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 8.609,551.

Sejalan dengan penurunan indeks, kapitalisasi pasar juga terkoreksi sebesar 1,17%, turun dari Rp15.788 triliun menjadi Rp15.603 triliun pada pekan ini.

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham