BCA Bagikan Dividen Interim Rp55 per Saham, Total Rp6,77 Triliun untuk Tahun Buku 2025

BCA Bagikan Dividen Interim Rp55 per Saham, Total Rp6,77 Triliun untuk Tahun Buku 2025

dividen bbca
Ilustrasi Dividen Bank BCA. Radit M. / Mediasaham.com

 

Mediasaham.com, Jakarta — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi menetapkan pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku 2025 dengan nilai total Rp6,77 triliun. Keputusan ini diambil oleh Direksi dan telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 24 November 2025.

Dividen tersebut setara dengan 15,6% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk hingga kuartal III-2025, yaitu Rp43,40 triliun. Perseroan menetapkan dividen interim sebesar Rp55 per saham, meningkat 10% dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 50 per lembar saham.

Baca: 400+ Daftar Saham Bagi Dividen Tahun 2025: Cek Jadwal dan Dividen Per Lembar

Berdasarkan harga penutupan saham BBCA pada Senin (25/11/2025) di Rp8.500, dividen interim ini memberikan dividend yield sekitar 0,64%.

Bank Central Asia Tbk (BBCA): Profil BCA, Dividen, Laporan Keuangan, dan Perkembangan Terbaru

Bank Central Asia Tbk (BBCA): Profil BCA, Dividen, Laporan Keuangan, dan Perkembangan Terbaru

Bank BCA

Profil Bank Central Asia Tbk (BCA)

Bank BCA adalah salah satu bank swasta terbesar di Indonesia yang berfokus pada layanan perbankan ritel dan korporasi. Dikenal dengan jaringan luas dan sistem transaksi digital yang andal, BCA memiliki reputasi sebagai bank dengan pelayanan nasabah terbaik di Indonesia.

BCA telah menjadi pionir dalam inovasi digital banking seperti BCA Mobile, KlikBCA, dan myBCA, yang menjadikannya pemimpin di sektor layanan perbankan berbasis teknologi.

BCA Catat Laba Bersih Rp43,4 Triliun di 9 Bulan 2025, Kredit Tumbuh 7,6% Didukung Likuiditas Kuat

BCA Catat Laba Bersih Rp43,4 Triliun di 9 Bulan 2025, Kredit Tumbuh 7,6% Didukung Likuiditas Kuat

 

Logo BCA

Mediasaham.com, Jakarta 21 Oktober 2025 — PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) menutup sembilan bulan pertama tahun 2025 dengan kinerja solid. Perseroan dan entitas anak membukukan pertumbuhan kredit sebesar 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp944 triliun per akhir September 2025. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi kredit berkualitas dan likuiditas yang tetap terjaga.

Laba bersih konsolidasian naik 5,7% YoY menjadi Rp43,4 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,0% YoY, didorong oleh dana murah (CASA) yang menjadi basis utama pendanaan BCA.

“Penyaluran kredit yang terjaga di berbagai segmen hingga September mencerminkan komitmen BCA dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, dalam keterangan resmi, Senin (20/10).

Laba Bersih BCA Naik 8,5% Jadi Rp39,06 triliun Hingga Agustus 2025

Laba Bersih BCA Naik 8,5% Jadi Rp39,06 triliun Hingga Agustus 2025

My BCA

Mediasaham.com – Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) kembali membukukan kinerja positif sepanjang delapan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan Bank BCA untuk periode 8 bulan pertama 2025, laba bersih BCA per 31 Agustus 2025 tercatat Rp39,06 triliun, naik 8,5 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp35,99 triliun.

Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat menjadi Rp53,12 triliun, naik 5,1 % dibanding Agustus 2024 sebesar Rp50,55 triliun. Pendapatan bunga BCA mencapai Rp61,38 triliun, tumbuh 5,3 % dari tahun lalu Rp58,27 triliun. Beban bunga juga naik 7,0 % menjadi Rp8,27 triliun, namun efisiensi pendanaan lewat dominasi dana murah tetap menjaga margin bunga.

 Baca
1. Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula
2. 
Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan
3. Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula
4. 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Oktober 2025)

Di luar bunga, pendapatan non-bunga BCA juga mencatat pertumbuhan signifikan. Pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi meningkat 7,6 % menjadi Rp12,61 triliun. Lonjakan besar terlihat pada pendapatan dividen yang naik hampir dua kali lipat, dari Rp1,11 triliun menjadi Rp2,20 triliun. Pendapatan lainnya juga naik hampir 99 %, sementara keuntungan dari transaksi derivatif melonjak 128,8 %. Namun, beban impairment (cadangan kerugian penurunan nilai aset) ikut naik tajam 106,8 % menjadi Rp2,66 triliun.

Aset BCA Tembus Rp1.504 Triliun, Kredit Jadi Penopang Utama

Aset BCA Tembus Rp1.504 Triliun, Kredit Jadi Penopang Utama

Aset BCA

Mediasaham.com – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) bersama entitas anak mencatat pertumbuhan aset konsolidasian pada paruh pertama 2025. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025 (tidak diaudit), total aset bank swasta terbesar di Indonesia ini mencapai Rp1.504,1 triliun. Angka tersebut naik 3,78% dibandingkan posisi akhir 2024 yang senilai Rp1.449,3 triliun (diaudit).

Meski total aset meningkat, komposisi beberapa pos mengalami pergeseran. Kas tercatat turun 24,39% dari Rp29,3 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp22,1 triliun pada Juni 2025. Sebaliknya, giro pada Bank Indonesia melonjak 42,23% menjadi Rp51,7 triliun, sementara giro pada bank lain meningkat signifikan 117,9% menjadi Rp8,9 triliun.

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham