Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan bursa Indonesia
Seseorang sedang memperhatikan papan bursa. Adit Saputra / Mediasaham.com

Pengertian Papan Pencatatan Saham di BEI

Papan pencatatan saham adalah sistem klasifikasi yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengelompokkan perusahaan tercatat (emiten) berdasarkan ukuran, kinerja, serta karakteristik bisnisnya.

Tujuan utama papan pencatatan adalah agar BEI dapat memantau dan membedakan jenis perusahaan yang sudah terdaftar, sekaligus membantu investor dalam menentukan strategi investasi yang sesuai. Cek di sini daftar perusahaan yang terdaftar di BEI.

Pengertian Bursa Efek Indonesia, Fungsi, Cara Kerja dan dan Instrumen yang Diperdagangkan

Pengertian Bursa Efek Indonesia, Fungsi, Cara Kerja dan dan Instrumen yang Diperdagangkan

Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indoensia. Adit Saputra / Mediasaham.com


Buat kamu yang baru mulai belajar investasi, istilah Bursa Efek Indonesia (BEI) pasti sering muncul. Tapi sebenarnya, apa sih Bursa Efek Indonesia itu? Kenapa tempat ini begitu penting dalam dunia saham?

Yuk, kita bahas dengan bahasa yang simple dan mudah dipahami.

Pengertian Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah tempat resmi untuk memperdagangkan berbagai surat berharga di Indonesia, mulai dari saham, obligasi, reksa dana ETF, hingga derivatif.
Sederhananya, BEI itu seperti pasar besar yang mempertemukan perusahaan yang butuh modal dengan investor yang ingin menanamkan modal.

BEI dikelola oleh PT Bursa Efek Indonesia, lembaga yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengapa Disebut “Bursa Efek”?

Karena yang diperdagangkan adalah efek—istilah hukum yang mencakup saham, obligasi, surat utang, dan instrumen investasi lainnya.
Jadi, Bursa Efek = pasar tempat jual-beli efek.

Fungsi Bursa Efek Indonesia

Bursa bukan sekadar tempat jual-beli saham. Fungsinya jauh lebih luas, di antaranya:

1. Menjadi Wadah Transaksi Saham

BEI menyediakan sistem perdagangan yang aman, teratur, dan efisien agar investor bisa jual-beli saham kapan saja selama jam bursa.

2. Membantu Perusahaan Mendapatkan Modal

Perusahaan bisa go public dan menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat untuk mendapatkan dana ekspansi bisnis.

3. Menyediakan Informasi Pasar

BEI menyediakan data harga saham, laporan keuangan, pengumuman aksi korporasi, hingga indeks saham seperti IHSG.

4. Menjaga Kepercayaan Investor

Dengan regulasi yang ketat dan pengawasan OJK, bursa membantu menciptakan pasar yang transparan dan terpercaya.

Cara Kerja Bursa Efek Indonesia

Prosesnya cukup sederhana:

  1. Investor membuka akun di perusahaan sekuritas.

  2. Selama jam perdagangan, investor bisa membeli atau menjual saham perusahaan yang terdaftar.

  3. Semua transaksi diproses melalui sistem perdagangan BEI, seperti JATS (Jakarta Automated Trading System).

  4. Harga saham bergerak berdasarkan permintaan dan penawaran.

  5. Setelah transaksi terjadi, proses penyelesaian dilakukan oleh KPEI dan KSEI.

Instrumen yang Diperdagangkan di BEI

Tidak hanya saham, BEI juga memperdagangkan berbagai instrumen lain seperti:

Peran BEI dalam Perekonomian

BEI punya pengaruh besar terhadap ekonomi Indonesia. Kenapa?

  • Menjadi sumber pendanaan perusahaan nasional.

  • Menggerakkan sektor keuangan.

  • Menciptakan lapangan kerja dari berbagai industri pasar modal.

  • Menjadi indikator kesehatan ekonomi lewat IHSG.

Semakin aktif transaksi di BEI, semakin dinamis pula pergerakan ekonomi.

Siapa Saja yang Bisa Berinvestasi di BEI?

Semua orang bisa! Mulai dari pelajar, karyawan, UMKM, sampai investor asing.
Cukup buka akun di sekuritas yang terdaftar di BEI, setor dana, dan kamu sudah bisa mulai beli saham.

Blue Chip
Ilustrasi. Seorang investor sedang melihat daftar saham blue chip. Adit Saputra / Mediasaham.com


Jenis-Jenis Sektor Saham di Bursa Efek Indonesia

Dalam dunia investasi, memahami klasifikasi sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat penting. Pembagian sektor ini membantu investor menganalisis kinerja suatu perusahaan berdasarkan industri tempat mereka beroperasi.

BEI membagi seluruh saham yang terdaftar ke dalam beberapa sektor utama, yang masing-masing memiliki karakteristik dan pola pergerakan unik.

Berikut penjelasan lengkap setiap sektor saham di BEI: 

1. Sektor Energi

Sektor energi mencakup perusahaan yang menjual produk dan jasa terkait energi tidak terbarukan (fossil fuel) maupun energi alternatif. Kinerja sektor ini sangat dipengaruhi harga komoditas global. Contoh komoditas utama yang memengaruhi sektor energi meliputi:

2. Sektor Bahan Baku (Basic Materials)

Sektor bahan baku berisi perusahaan yang menyediakan produk dan jasa yang digunakan sebagai bahan baku untuk industri lain. Produk di sektor ini menjadi dasar pembuatan barang jadi. Contohnya:

  • Material konstruksi

  • Pertambangan mineral non-energi dan logam

  • Wadah dan kemasan

  • Produk kayu dan kertas

3. Sektor Perindustrian (Industrials)

Sektor ini mencakup perusahaan yang menghasilkan produk dan jasa yang digunakan oleh industri lain sebagai barang final. Biasanya tidak perlu diproses lagi sebelum digunakan. Contohnya:

  • Produk bangunan

  • Produk kelistrikan

  • Mesin

  • Pemasok barang dan jasa industri

4. Sektor Konsumsi Primer (Consumer Non-Cyclicals)

Sektor konsumsi primer mencakup perusahaan yang menjual barang kebutuhan pokok yang tetap dibutuhkan masyarakat setiap hari, terlepas dari kondisi ekonomi. Contohnya:

  • Ritel kebutuhan pokok (toko makanan, supermarket)

  • Produsen makanan dan minuman kemasan

  • Produk pertanian

  • Produsen kebutuhan rumah tangga

5. Sektor Konsumsi Non-Primer (Consumer Cyclicals)

Sektor konsumsi non-primer berisi perusahaan yang memproduksi barang sekunder atau barang yang sifatnya siklis—umumnya dibeli ketika daya beli masyarakat membaik. Contoh kategori dalam sektor ini:

  • Barang hobi

  • Mobil penumpang

  • Barang rumah tangga tahan lama

  • Barang tekstil

6. Sektor Kesehatan (Healthcare)

Sektor kesehatan mencakup perusahaan yang menyediakan produk dan layanan kesehatan. Contohnya:

7. Sektor Keuangan (Financials)

Sektor ini mencakup perusahaan penyedia layanan keuangan, termasuk:

8. Sektor Properti dan Real Estate

Sektor properti dan real estate berisi perusahaan yang bergerak dalam pengembangan dan layanan pendukung properti. Contohnya:

  • Pengembang properti dan real estate

  • Penyedia jasa penunjang properti dan real estate

9. Sektor Teknologi (Technology)

Sektor teknologi berisi perusahaan yang menyediakan produk dan layanan berbasis teknologi. Contohnya:

  • Penyedia jasa dan konsultan TI

  • Produsen perangkat jaringan

  • Produsen semikonduktor

10. Sektor Infrastruktur (Infrastructures)

Sektor ini mencakup perusahaan yang berperan dalam pembangunan, layanan, dan pengelolaan infrastruktur. Contohnya:

  • Operator infrastruktur transportasi

  • Perusahaan utilitas

  • Perusahaan konstruksi bangunan sipil

11. Sektor Transportasi dan Logistik

Sektor transportasi berisi perusahaan yang bergerak dalam aktivitas pengangkutan, distribusi, dan perpindahan barang maupun penumpang. Contohnya:

  • Penyedia jasa pengantaran

  • Transportasi darat, laut, udara

  • Perusahaan logistik


Kesimpulan

Bursa Efek Indonesia adalah pusat perdagangan saham dan efek lainnya di Indonesia. Keberadaannya sangat penting untuk menyediakan akses modal bagi perusahaan sekaligus menjadi tempat masyarakat berinvestasi saham.

Dengan memahami pengertian dan cara kerja BEI, serta jenis-jenis sektor saham yang diperdagangkan di BEI. Kamu bisa lebih siap melangkah ke dunia investasi saham yang sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2025 (Data Resmi BEI)

10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2025 (Data Resmi BEI)

Trading saham
Seseorang Investor sedang melakukan trading saham. Adit Saputra / Mediasaham.com

Broker Saham Asing dan Lokal – Broker saham lokal kali ini merajai nilai trading saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kode Broker CC atau Mandiri sekuritas menduduki peringkat pertama.

Broker AK berada di peringkat dua sebagai broker saham asing. Selanjutnya peringkat tiga dan empat tetap didominasi kode broker asing yaitu Broker ZP dan Broker YP.

Saat ini Pasar saham Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, seiring meningkatnya minat investor ritel maupun institusi. Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia per Agustus 2025 mencapai 18 juta. Sepanjang tahun 2025 ada penambahan hingga 3 juta.

Tidak heran apabila nilai trading saham terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu indikator utama untuk menilai performa pasar saham adalah nilai trading saham yang dicatat oleh broker saham lokal dan asing di BEI.

Data terbaru dari BEI yaitu dari Januari sampai Oktober 2025 menunjukkan siapa saja broker saham dengan nilai trading tertinggi di Indonesia, serta aplikasi trading yang mereka sediakan.

38 Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI

38 Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI

Daftar Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI
Dokter dan pasien saling bersalaman setelah selesai konsultasi kesehatan. Foto dokumentasi Mediasaham.com

Di pasar modal, ada puluhan perusahaan sektor kesehatan yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan menjadi perusahaan publik, emiten-emiten ini tidak hanya mendapatkan akses pendanaan lebih luas, tetapi juga memperkuat transparansi dan tata kelola.

Berdasarkan data resmi yang tercatat hingga tahun 2025. Terdapat 38 perusahaan sektor kesehatan yang sudah melantai di BEI dengan klasifikasi pada berbagai papan pencatatan sesuai ketentuan OJK dan BEI. Mulai dari papan utama, pengembangan dan pemantauan khusus.

Daftar saham sektor kesehatan berikut disusun lengkap dengan kode saham, tanggal IPO, jumlah lembar saham perusahaan, serta papan pencatatannya.  Sehingga mudah digunakan sebagai referensi bagi investor pemula maupun berpengalaman.

Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI


1. Darya-Varia Laboratoria Tbk.

Kode Saham: DVLA
Tanggal IPO: 11 Nov 1994
Jumlah Saham: 1.120.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

2. Indofarma Tbk.

Kode Saham: INAF
Tanggal IPO: 17 Apr 2001
Jumlah Saham: 3.099.267.500
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

3. Kimia Farma Tbk.

Kode Saham: KAEF
Tanggal IPO: 04 Jul 2001
Jumlah Saham: 5.566.588.407
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

4. Kalbe Farma Tbk.

Kode Saham: KLBF
Tanggal IPO: 30 Jul 1991
Jumlah Saham: 46.813.391.540
Papan Pencatatan di BEI: Utama

5. Merck Tbk.

Kode Saham: MERK
Tanggal IPO: 23 Jul 1981
Jumlah Saham: 448.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

6. Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.

Kode Saham: MIKA
Tanggal IPO: 24 Mar 2015
Jumlah Saham: 13.907.481.500
Papan Pencatatan di BEI: Utama

7. Pyridam Farma Tbk.

Kode Saham: PYFA
Tanggal IPO: 16 Okt 2001
Jumlah Saham: 11.236.691.910
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

8. Sarana Meditama Metropolitan Tbk.

Kode Saham: SAME
Tanggal IPO: 11 Jan 2013
Jumlah Saham: 17.147.132.545
Papan Pencatatan di BEI: Utama

9. Organon Pharma Indonesia Tbk.

Kode Saham: SCPI
Tanggal IPO: 08 Jun 1990
Jumlah Saham: 3.600.000
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

10. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Kode Saham: SIDO
Tanggal IPO: 18 Des 2013
Jumlah Saham: 30.000.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

11. Siloam International Hospitals Tbk.

Kode Saham: SILO
Tanggal IPO: 12 Sep 2013
Jumlah Saham: 13.006.125.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

12. Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.

Kode Saham: SRAJ
Tanggal IPO: 11 Apr 2011
Jumlah Saham: 12.238.959.990
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

13. Tempo Scan Pacific Tbk.

Kode Saham: TSPC
Tanggal IPO: 17 Jun 1994
Jumlah Saham: 4.509.864.300
Papan Pencatatan di BEI: Utama

14. Prodia Widyahusada Tbk.

Kode Saham: PRDA
Tanggal IPO: 07 Des 2016
Jumlah Saham: 937.500.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

15. Royal Prima Tbk.

Kode Saham: PRIM
Tanggal IPO: 15 Mei 2018
Jumlah Saham: 3.393.434.905
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

16. Medikaloka Hermina Tbk.

Kode Saham: HEAL
Tanggal IPO: 16 Mei 2018
Jumlah Saham: 15.365.950.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

17. Phapros Tbk.

Kode Saham: PEHA
Tanggal IPO: 26 Des 2018
Jumlah Saham: 840.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

18. Itama Ranoraya Tbk.

Kode Saham: IRRA
Tanggal IPO: 15 Okt 2019
Jumlah Saham: 1.600.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

19. Soho Global Health Tbk.

Kode Saham: SOHO
Tanggal IPO: 08 Sep 2020
Jumlah Saham: 12.691.682.390
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

20. Bundamedik Tbk.

Kode Saham: BMHS
Tanggal IPO: 06 Jul 2021
Jumlah Saham: 8.603.416.176
Papan Pencatatan di BEI: Utama

21. Kedoya Adyaraya Tbk.

Kode Saham: RSGK
Tanggal IPO: 08 Sep 2021
Jumlah Saham: 929.675.000
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

22. Murni Sadar Tbk.

Kode Saham: MTMH
Tanggal IPO: 20 Apr 2022
Jumlah Saham: 2.068.526.950
Papan Pencatatan di BEI: Utama

23. Hetzer Medical Indonesia Tbk.

Kode Saham: MEDS
Tanggal IPO: 10 Agt 2022
Jumlah Saham: 1.562.500.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

24. Famon Awal Bros Sedaya Tbk.

Kode Saham: PRAY
Tanggal IPO: 08 Nov 2022
Jumlah Saham: 13.959.422.300
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

25. Jayamas Medica Industri Tbk.

Kode Saham: OMED
Tanggal IPO: 08 Nov 2022
Jumlah Saham: 27.058.850.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

26. Multi Medika Internasional Tbk.

Kode Saham: MMIX
Tanggal IPO: 06 Des 2022
Jumlah Saham: 4.800.425.380
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

27. Penta Valent Tbk.

Kode Saham: PEVE
Tanggal IPO: 24 Jan 2023
Jumlah Saham: 1.765.625.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

28. Haloni Jane Tbk.

Kode Saham: HALO
Tanggal IPO: 08 Feb 2023
Jumlah Saham: 5.650.051.056
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

29. Charlie Hospital Semarang Tbk.

Kode Saham: RSCH
Tanggal IPO: 28 Agt 2023
Jumlah Saham: 2.650.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

30. Ikapharmindo Putramas Tbk.

Kode Saham: IKPM
Tanggal IPO: 08 Nov 2023
Jumlah Saham: 1.684.662.500
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

31. Maja Agung Latexindo Tbk.

Kode Saham: SURI
Tanggal IPO: 07 Des 2023
Jumlah Saham: 6.334.375.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

32. UBC Medical Indonesia Tbk.

Kode Saham: LABS
Tanggal IPO: 10 Jul 2024
Jumlah Saham: 3.950.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

33. Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk.

Kode Saham: OBAT
Tanggal IPO: 13 Jan 2025
Jumlah Saham: 607.844.489
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

34. Diastika Biotekindo Tbk.

Kode Saham: CHEK
Tanggal IPO: 10 Jul 2025
Jumlah Saham: 4.113.331.485
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

35. Medela Potentia Tbk.

Kode Saham: MDLA
Tanggal IPO: 15 Apr 2025
Jumlah Saham: 14.012.825.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

36. Cipta Sarana Medika Tbk.

Kode Saham: DKHH
Tanggal IPO: 08 Mei 2025
Jumlah Saham: 2.550.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

37. Metro Healthcare Indonesia Tbk.

Kode Saham: CARE
Tanggal IPO: 13 Mar 2020
Jumlah Saham: 33.250.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

38. Diagnos Laboratorium Utama Tbk.

Kode Saham: DGNS
Tanggal IPO: 15 Jan 2021
Jumlah Saham: 1.250.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan


Baca:


Gambar Health Checkup Icons
Berbagai icon daftar cek kesehatan. Adit Saputra / Mediasaham.com

Analisis Papan Pencatatan Perusahaan Sektor Kesehatan di BEI

Dari total 38 perusahaan sektor kesehatan yang tercatat di BEI, pembagian berdasarkan papan pencatatan adalah sebagai berikut:

  • Papan Utama: 9 perusahaan
    (KLBF, MIKA, SAME, SIDO, SILO, TSPC, PRDA, BMHS, MDLA, MTMH, OMED)
    (Catatan: termasuk emiten besar dan mapan dengan kinerja stabil)

  • Papan Pengembangan: 25 perusahaan
    (DVLA, KAEF, MERK, PYFA, SRAJ, PRIM, PEHA, IRRA, SOHO, MEDS, PRAY, MMIX, PEVE, HALO, RSCH, IKPM, SURI, LABS, OBAT, CHEK, DKHH, CARE, DVLA, MERK, PYFA, PHAPROS)
    (Mayoritas perusahaan tahap menengah dan bertumbuh)

  • Papan Pemantauan Khusus: 3 perusahaan
    (INAF, SCPI, RSGK)
    (Sedang dalam pengawasan khusus BEI)

Total keseluruhan:
38 perusahaan kesehatan tercatat di BEI hingga November 2025.


Contoh Perusahaan Sektor Kesehatan di BEI

Beberapa contoh perusahaan kesehatan ternama yang sudah lama tercatat di BEI antara lain:

  • Kalbe Farma Tbk. (KLBF) – perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, tercatat di Papan Utama sejak 1991.

  • Kimia Farma Tbk. (KAEF) – emiten farmasi pelat merah yang berada di Papan Pengembangan.

  • Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) – operator rumah sakit swasta terkemuka di Papan Utama.

  • Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) – rumah sakit swasta modern milik Grup Lippo di Papan Utama.

  • Indofarma Tbk. (INAF) – BUMN farmasi yang kini masuk Papan Pemantauan Khusus.


Kesimpulan

Berdasarkan data hingga 2025, terdapat 38 perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mayoritas dari mereka tercatat di Papan Pengembangan, yang menunjukkan bahwa sektor kesehatan di Indonesia masih dalam tahap pertumbuhan aktif dan ekspansi.

Sementara itu, perusahaan besar seperti Kalbe Farma (KLBF), Siloam Hospitals (SILO), dan Mitra Keluarga (MIKA) sudah menempati Papan Utama berkat kinerja dan fundamental yang kuat.

Baca: Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan

Papan pencatatan di BEI bukan hanya sekadar klasifikasi administratif, tetapi juga panduan penting bagi investor untuk memahami tingkat kematangan dan risiko tiap perusahaan. Dengan mengenal jenis papan ini, calon investor dapat memilih saham sektor kesehatan sesuai profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.

92 Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia 2025

92 Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia 2025

Broker Saham

Mediasaham.com - Kode Broker Saham Asing dan Lokal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Trading saham di Indonesia semakin diminati kaum muda dan milenial, baik pemula maupun profesional. Setiap kali para investor saham melakukan transaksi jual beli saham, maka aktivitas trading mereka akan terekam di salah satu broker saham.

Hal ini tidak terlepas dari peranan penting broker saham atau sekuritas dalam menjembatani investor dalam transaksi jual beli saham di BEI. Broker saham berperan sebagai perantara antara investor dan pasar modal, memfasilitasi transaksi jual-beli saham, memberikan layanan edukasi, hingga menyediakan berbagai fitur trading.

Broker Saham Lokal dan Asing di Bursa Efek Indonesia

Di Indonesia, ada broker saham lokal dan broker saham asing. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar investor dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan, gaya trading, serta keamanan investasi.

Daftar Harga Saham di Bawah 50 Rupiah

Daftar Harga Saham di Bawah 50 Rupiah

Daftar Harga Saham di Bawah 50 Rupiah

harga saham di bawah 50
Daftar Saham Harga di Bawah Rp 50. Adit Saputra / Mediasaham.com

Mediasaham.com —  Daftar Harga Saham di Bawah 50 Rupiah menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari para trader ritel, terutama yang suka berburu saham-saham berharga murah (low price). Namun saham yang harga di bawah 50 biasanya masuk dalam katagori pemantauan khusus.

Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan

Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan

BEI

Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com


Pengertian Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah tempat resmi untuk memperdagangkan berbagai surat berharga di Indonesia, mulai dari saham, obligasi, reksa dana ETF, hingga derivatif. BEI dikelola oleh PT Bursa Efek Indonesia, lembaga yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sederhananya, BEI itu seperti pasar besar yang mempertemukan perusahaan yang butuh modal dengan investor yang ingin menanamkan modal. BEI menyediakan sistem perdagangan yang aman, teratur, dan efisien agar investor bisa jual-beli saham kapan saja selama jam bursa.

Jadi saham-saham apa saja yang diperdagangkan di BEI. Berikut daftar lengkap saham yang terdaftar di BEI.

105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO

105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO

sektor keuangan di BEI
Gedung perusahaan dari berbagai sektor keuangan. Foto Dokumentasi Mediasaham.com 

Berdasarkan data terbaru, terdapat 105 emiten saham sektor keuangan BEI yang aktif diperdagangkan. Dari jumlah tersebut, 40 perusahaan tercatat di papan utama, 52 perusahaan di papan pengembangan, dan 13 perusahaan di papan pemantauan khusus.

Perusahaan besar seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mendominasi daftar saham keuangan Indonesia di papan utama.

Baca: 91 Daftar Saham Sektor Energi

Sementara Bank Amar Indonesia (AMAR) dan Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMAS) aktif di papan pengembangan dengan potensi pertumbuhan digital tinggi. Di sisi lain, Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) tercatat di papan pemantauan khusus karena evaluasi kinerja.

Bank-Bank Tercatat di Papan Utama BEI, Ini 29 Daftar Emiten dan Kodenya

Bank-Bank Tercatat di Papan Utama BEI, Ini 29 Daftar Emiten dan Kodenya

Bank
Ilustrasi / Mediasaham.com

Daftar emiten Bank di Bursa Efek Indonesia menunjukkan dominasi sektor perbankan sebagai salah satu penggerak utama pasar modal nasional. Hingga tahun 2025, terdapat 29 bank tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), mencakup bank-bank besar seperti BCA, BRI, Mandiri, hingga Bank Syariah Indonesia.

Tercatatnya nama-nama bank ini di papan utama bursa menegaskan peran penting industri perbankan dalam mendukung stabilitas keuangan, memperkuat likuiditas pasar, serta menjadi pilihan favorit bagi investor domestik dan internasional.

Apa Itu Papan Utama BEI?

Papan Utama BEI diperuntukkan bagi perusahaan besar dengan rekam jejak operasional dan keuangan yang kuat. Emiten di papan ini biasanya memiliki stabilitas bisnis tinggi, laba yang konsisten, serta tingkat tata kelola (governance) yang baik.

Papan ini menjadi representasi emiten blue chip — perusahaan yang dianggap mapan, solid, dan menjadi pilihan utama investor jangka panjang.

Keunggulan Papan Utama BEI

Emiten yang tercatat di papan utama biasanya memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:

  1. Likuiditas tinggi – saham lebih aktif diperdagangkan.

  2. Reputasi dan kepercayaan investor lebih besar.

  3. Akses pendanaan yang luas untuk ekspansi bisnis.

  4. Kepatuhan terhadap standar tata kelola perusahaan (GCG) yang lebih ketat.

  5. Menjadi tolok ukur indeks-indeks utama, seperti IHSG dan LQ45.

Papan ini menjadi representasi emiten blue chip — perusahaan yang dianggap mapan, solid, dan menjadi pilihan utama investor jangka panjang.


Syarat dan Kriteria Papan Utama Bursa Efek Indonesia

Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), berikut adalah persyaratan utama untuk dapat tercatat di Papan Utama:

KriteriaPersyaratan Papan Utama (BEI)
Bentuk HukumPerseroan Terbatas (PT)
Masa OperasionalMinimal 36 bulan (3 tahun)
Laba UsahaHarus mencatat laba bersih pada 1 tahun terakhir
Laporan Keuangan (Audited)Minimal 3 tahun, dengan 2 tahun terakhir mendapat opini Wajar Tanpa Modifikasi
Ukuran KeuanganAktiva berwujud bersih ≥ Rp100 miliar
Jumlah Saham yang Ditawarkan ke PublikMinimal 300 juta saham, dengan komposisi:
• 20% jika ekuitas < Rp500 miliar
• 15% jika ekuitas Rp500 miliar – Rp2 triliun
• 10% jika ekuitas > Rp2 triliun
Jumlah Pemegang SahamMinimal 1.000 pihak
Harga Saham Perdana (IPO)≥ Rp100 per saham
Bentuk Penjaminan EmisiFull Commitment

Artikel ini akan merangkum daftar lengkap emiten bank  yang terdaftar di papan utama BEI beserta kode saham, tanggal IPO, dan jumlah saham beredar yang perlu Anda ketahui.

91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI

91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI

daftar saham sektor energi

Saham sektor energi di Indonesia terdiri dari berbagai perusahaan yang mencakup kegiatan dari hulu hingga hilir. Mulai dari bidang pertambangan batu bara, minyak, dan gas, termasuk eksplorasi, produksi, hingga distribusinya.

Selain produsen itu, ada juga perusahaan jasa penunjang seperti transportasi, logistik, dan penyedia peralatan pertambangan maupun migas.

Sementara itu, di energi terbarukan, perusahaan fokus pada pembangkit listrik ramah lingkungan, produksi biofuel, serta komponen energi baru seperti panel surya dan turbin.

Perusahaan sektor energi memegang peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. sektor ini juga menjadi salah satu kontributor utama terhadap penerimaan negara melalui ekspor dan investasi. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat puluhan perusahaan energi yang sahamnya aktif diperdagangkan, mulai dari perusahaan tambang batu bara, minyak dan gas, hingga penyedia jasa pendukung energi.

Saham sektor energi apa saja?

Berdasarkan data terbaru di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 2025, terdapat 91 saham sektor energi yang tercatat di BEI. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga papan pencatatan:

  1. Papan Utama: 49 saham
  2. Papan Pengembangan: 27 saham
  3. Papan Pemantauan Khusus: 15 saham

Papan Utama umumnya diisi oleh perusahaan dengan kapitalisasi besar, kinerja keuangan solid, serta tata kelola yang baik. Sementara itu, Papan Pengembangan menjadi wadah bagi perusahaan yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Baca: 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik

Saham sektor energi yang berada di Papan Pemantauan Khusus diperuntukkan bagi emiten yang menghadapi masalah tertentu, baik dari sisi operasional maupun regulasi yang belum terpenuhi dai BEI.

Baca: Cara Karyawan Punya Penghasilan Passive Income tanpa Keluar Kerja, Gaji Tetap tapi Aset Terus Bertumbuh

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham