Harga Saham 50 Rupiah Tahun 2026 (Update Oktober)

Harga Saham 50 Rupiah Tahun 2026 (Update Oktober)

Mediasaham.com — Harga saham 50 rupiah atau yang sering disebut saham gocap. Saham gocap sering menjadi perbincangan investor ritel karena harganya sudah mentok dan terkadang tidak ada transaksi.

Secara nominal harga saham gocap kelihatannya “murah banget”. Tapi murah belum tentu cuan—yang penting ngerti dulu kondisi dan potensi tiap sahamnya.

harga saham gocap
Ilustrasi. Harga saham 50 rupiah. Adit Saputra / Mediasaham.com

Secara umum, saham gocap adalah saham yang sudah mentok di batas bawah harga perdagangan BEI. Saham gocap biasanya punya masalah fundamental, seperti kinerja perusahaan yang menurun, beban utang tinggi, atau bisnis yang tidak lagi berkembang. Intinya saham-saham gocap seringkali disebut saham "bermasalah" oleh investor ritel.

Bahkan investor-investor sering kali mengalami yang namanya “nyangkut” karane harga sahamnya tidak bergerak-gerak dari harga gocap. Atau tidak ada transaksi jual beli karena tidak ada peminatnya.

10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2026  (Data Resmi BEI)

10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2026 (Data Resmi BEI)

10 broker saham asing dan lokal dengan nilai trading tertinggi 2026 menunjukkan persaingan yang semakin ketat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data Total Trade Value secara year to date (YTD) hingga Agustus 2026, Stockbit Sekuritas Digital (XL) menjadi broker dengan nilai trading saham terbesar di Indonesia.

Stockbit Sekuritas Digital mencatat nilai trading sebesar Rp748,38 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Posisi kedua ditempati Mandiri Sekuritas (CC) dengan nilai trading Rp673,29 triliun, disusul UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar Rp672,32 triliun.

Broker Asing Terbesar
Ilustrasi. Seorang Investor sedang memasuki kantor broker saham. Adit Saputra / Mediasaham.com

Selain melihat nilai transaksi, daftar broker saham terbesar juga menarik karena memperlihatkan perubahan kinerja dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Beberapa broker mencatat pertumbuhan nilai trading lebih dari 60% secara year on year (YoY).

10 Broker Saham dengan Nilai Trading Tertinggi 2026

Berikut daftar 10 broker saham asing dan lokal dengan nilai trading tertinggi 2026 berdasarkan total nilai perdagangan saham YTD hingga Agustus 2026:

Peringkat Broker Saham Kode Nilai Trading YTD
1Stockbit Sekuritas DigitalXLRp748,38 triliun
2Mandiri SekuritasCCRp673,29 triliun
3UBS Sekuritas IndonesiaAKRp672,32 triliun
4Maybank Sekuritas IndonesiaZPRp432,76 triliun
5Mirae Asset Sekuritas IndonesiaYPRp352,95 triliun
6CGS International Sekuritas IndonesiaYURp347,77 triliun
7Indo Premier SekuritasPDRp265,15 triliun
8J.P. Morgan Sekuritas IndonesiaBKRp258,79 triliun
9Semesta Indovest SekuritasMGRp224,78 triliun
10Ajaib Sekuritas AsiaXCRp187,61 triliun

Catatan: nilai trading pada tabel merupakan pembulatan dari data dalam satuan miliar rupiah.

Daftar Harga Saham di Bawah 100 Rupiah, Lengkap Terbaru September 2026

Daftar Harga Saham di Bawah 100 Rupiah, Lengkap Terbaru September 2026

Bagi investor pemula, saham dengan harga di bawah Rp100 per lembar sering menjadi perhatian karena terlihat lebih terjangkau dibandingkan saham dengan harga ribuan atau puluhan ribu rupiah.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki cukup banyak saham yang diperdagangkan pada kisaran harga di bawah Rp100. Berdasarkan data per September 2026 yang digunakan dalam daftar ini, terdapat 100 saham dengan harga di bawah Rp100 per saham, mulai dari Rp51 hingga Rp99.

Daftar Harga Saham di Bawah 100 Rupiah
Daftar Harga Saham di Bawah 100 Rupiah. Radit M. Pase

Namun, perlu dipahami bahwa harga saham yang rendah tidak selalu berarti valuasinya murah. Untuk mengetahui apakah sebuah saham benar-benar murah atau mahal, investor tetap perlu melihat kapitalisasi pasar, kinerja keuangan, laba, utang, prospek bisnis, likuiditas perdagangan, dan faktor fundamental lainnya.

Daftar Harga Saham di Bawah Rp40, Lengkap dengan Kode dan Harga

Daftar Harga Saham di Bawah Rp40, Lengkap dengan Kode dan Harga

Daftar saham di bawah Rp40 menjadi salah satu informasi yang banyak dicari investor, terutama mereka yang sedang mencari saham dengan harga nominal rendah di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham dengan harga Rp1, Rp5, Rp10, Rp20, hingga di bawah Rp40 memang terlihat terjangkau. Namun, investor perlu memahami bahwa harga saham yang murah secara nominal belum tentu berarti saham tersebut murah secara valuasi.

harga saham di bawah gocap
Harga saham di bawah 40 rupiah. Adit Saputra / Mediasaham.com

Misalnya, saham dengan harga Rp10 belum tentu lebih murah dibandingkan saham dengan harga Rp1.000. Untuk mengetahui apakah suatu saham benar-benar murah atau mahal, investor perlu melihat faktor lain seperti kapitalisasi pasar, laba perusahaan, jumlah saham beredar, valuasi, kondisi keuangan, dan prospek bisnis.

Dalam artikel ini, kami menyajikan daftar saham di bawah Rp40 berdasarkan data harga yang digunakan dalam artikel ini.

Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan bursa Indonesia
Seseorang sedang memperhatikan papan bursa. Adit Saputra / Mediasaham.com

Pengertian Papan Pencatatan Saham di BEI

Papan pencatatan saham adalah sistem klasifikasi yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengelompokkan perusahaan tercatat (emiten) berdasarkan ukuran, kinerja, serta karakteristik bisnisnya.

Tujuan utama papan pencatatan adalah agar BEI dapat memantau dan membedakan jenis perusahaan yang sudah terdaftar, sekaligus membantu investor dalam menentukan strategi investasi yang sesuai. Cek di sini daftar perusahaan yang terdaftar di BEI.

92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia 2026

92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia 2026

kode broker asing dan lokal
Gambar menampilkan grafik trading saham / Pixabay


Mediasaham.com - Kode Broker Saham Asing dan Lokal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Trading saham di Indonesia semakin diminati kaum muda dan milenial, baik pemula maupun profesional. Setiap kali para investor saham melakukan transaksi jual beli saham, maka aktivitas trading mereka akan terekam di salah satu broker saham.

Hal ini tidak terlepas dari peranan penting broker saham atau sekuritas dalam menjembatani investor dalam transaksi jual beli saham di BEI. Broker saham berperan sebagai perantara antara investor dan pasar modal, memfasilitasi transaksi jual-beli saham, memberikan layanan edukasi, hingga menyediakan berbagai fitur trading.

Broker Saham Asing dan Lokal di Bursa Efek Indonesia

Di Indonesia, ada broker saham lokal dan broker saham asing. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar investor dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan, gaya trading, serta keamanan investasi.

Pengertian Bursa Efek Indonesia, Fungsi, Cara Kerja dan dan Instrumen yang Diperdagangkan

Pengertian Bursa Efek Indonesia, Fungsi, Cara Kerja dan dan Instrumen yang Diperdagangkan

Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indoensia. Adit Saputra / Mediasaham.com


Buat kamu yang baru mulai belajar investasi, istilah Bursa Efek Indonesia (BEI) pasti sering muncul. Tapi sebenarnya, apa sih Bursa Efek Indonesia itu? Kenapa tempat ini begitu penting dalam dunia saham?

Yuk, kita bahas dengan bahasa yang simple dan mudah dipahami.

Pengertian Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah tempat resmi untuk memperdagangkan berbagai surat berharga di Indonesia, mulai dari saham, obligasi, reksa dana ETF, hingga derivatif.
Sederhananya, BEI itu seperti pasar besar yang mempertemukan perusahaan yang butuh modal dengan investor yang ingin menanamkan modal.

BEI dikelola oleh PT Bursa Efek Indonesia, lembaga yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengapa Disebut “Bursa Efek”?

Karena yang diperdagangkan adalah efek—istilah hukum yang mencakup saham, obligasi, surat utang, dan instrumen investasi lainnya.
Jadi, Bursa Efek = pasar tempat jual-beli efek.

Fungsi Bursa Efek Indonesia

Bursa bukan sekadar tempat jual-beli saham. Fungsinya jauh lebih luas, di antaranya:

1. Menjadi Wadah Transaksi Saham

BEI menyediakan sistem perdagangan yang aman, teratur, dan efisien agar investor bisa jual-beli saham kapan saja selama jam bursa.

2. Membantu Perusahaan Mendapatkan Modal

Perusahaan bisa go public dan menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat untuk mendapatkan dana ekspansi bisnis.

3. Menyediakan Informasi Pasar

BEI menyediakan data harga saham, laporan keuangan, pengumuman aksi korporasi, hingga indeks saham seperti IHSG.

4. Menjaga Kepercayaan Investor

Dengan regulasi yang ketat dan pengawasan OJK, bursa membantu menciptakan pasar yang transparan dan terpercaya.

Cara Kerja Bursa Efek Indonesia

Prosesnya cukup sederhana:

  1. Investor membuka akun di perusahaan sekuritas.

  2. Selama jam perdagangan, investor bisa membeli atau menjual saham perusahaan yang terdaftar.

  3. Semua transaksi diproses melalui sistem perdagangan BEI, seperti JATS (Jakarta Automated Trading System).

  4. Harga saham bergerak berdasarkan permintaan dan penawaran.

  5. Setelah transaksi terjadi, proses penyelesaian dilakukan oleh KPEI dan KSEI.

Instrumen yang Diperdagangkan di BEI

Tidak hanya saham, BEI juga memperdagangkan berbagai instrumen lain seperti:

Peran BEI dalam Perekonomian

BEI punya pengaruh besar terhadap ekonomi Indonesia. Kenapa?

  • Menjadi sumber pendanaan perusahaan nasional.

  • Menggerakkan sektor keuangan.

  • Menciptakan lapangan kerja dari berbagai industri pasar modal.

  • Menjadi indikator kesehatan ekonomi lewat IHSG.

Semakin aktif transaksi di BEI, semakin dinamis pula pergerakan ekonomi.

Siapa Saja yang Bisa Berinvestasi di BEI?

Semua orang bisa! Mulai dari pelajar, karyawan, UMKM, sampai investor asing.
Cukup buka akun di sekuritas yang terdaftar di BEI, setor dana, dan kamu sudah bisa mulai beli saham.

Blue Chip
Ilustrasi. Seorang investor sedang melihat daftar saham blue chip. Adit Saputra / Mediasaham.com


Jenis-Jenis Sektor Saham di Bursa Efek Indonesia

Dalam dunia investasi, memahami klasifikasi sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat penting. Pembagian sektor ini membantu investor menganalisis kinerja suatu perusahaan berdasarkan industri tempat mereka beroperasi.

BEI membagi seluruh saham yang terdaftar ke dalam beberapa sektor utama, yang masing-masing memiliki karakteristik dan pola pergerakan unik.

Berikut penjelasan lengkap setiap sektor saham di BEI: 

1. Sektor Energi

Sektor energi mencakup perusahaan yang menjual produk dan jasa terkait energi tidak terbarukan (fossil fuel) maupun energi alternatif. Kinerja sektor ini sangat dipengaruhi harga komoditas global. Contoh komoditas utama yang memengaruhi sektor energi meliputi:

2. Sektor Bahan Baku (Basic Materials)

Sektor bahan baku berisi perusahaan yang menyediakan produk dan jasa yang digunakan sebagai bahan baku untuk industri lain. Produk di sektor ini menjadi dasar pembuatan barang jadi. Contohnya:

  • Material konstruksi

  • Pertambangan mineral non-energi dan logam

  • Wadah dan kemasan

  • Produk kayu dan kertas

3. Sektor Perindustrian (Industrials)

Sektor ini mencakup perusahaan yang menghasilkan produk dan jasa yang digunakan oleh industri lain sebagai barang final. Biasanya tidak perlu diproses lagi sebelum digunakan. Contohnya:

  • Produk bangunan

  • Produk kelistrikan

  • Mesin

  • Pemasok barang dan jasa industri

4. Sektor Konsumsi Primer (Consumer Non-Cyclicals)

Sektor konsumsi primer mencakup perusahaan yang menjual barang kebutuhan pokok yang tetap dibutuhkan masyarakat setiap hari, terlepas dari kondisi ekonomi. Contohnya:

  • Ritel kebutuhan pokok (toko makanan, supermarket)

  • Produsen makanan dan minuman kemasan

  • Produk pertanian

  • Produsen kebutuhan rumah tangga

5. Sektor Konsumsi Non-Primer (Consumer Cyclicals)

Sektor konsumsi non-primer berisi perusahaan yang memproduksi barang sekunder atau barang yang sifatnya siklis—umumnya dibeli ketika daya beli masyarakat membaik. Contoh kategori dalam sektor ini:

  • Barang hobi

  • Mobil penumpang

  • Barang rumah tangga tahan lama

  • Barang tekstil

6. Sektor Kesehatan (Healthcare)

Sektor kesehatan mencakup perusahaan yang menyediakan produk dan layanan kesehatan. Contohnya:

7. Sektor Keuangan (Financials)

Sektor ini mencakup perusahaan penyedia layanan keuangan, termasuk:

8. Sektor Properti dan Real Estate

Sektor properti dan real estate berisi perusahaan yang bergerak dalam pengembangan dan layanan pendukung properti. Contohnya:

  • Pengembang properti dan real estate

  • Penyedia jasa penunjang properti dan real estate

9. Sektor Teknologi (Technology)

Sektor teknologi berisi perusahaan yang menyediakan produk dan layanan berbasis teknologi. Contohnya:

  • Penyedia jasa dan konsultan TI

  • Produsen perangkat jaringan

  • Produsen semikonduktor

10. Sektor Infrastruktur (Infrastructures)

Sektor ini mencakup perusahaan yang berperan dalam pembangunan, layanan, dan pengelolaan infrastruktur. Contohnya:

  • Operator infrastruktur transportasi

  • Perusahaan utilitas

  • Perusahaan konstruksi bangunan sipil

11. Sektor Transportasi dan Logistik

Sektor transportasi berisi perusahaan yang bergerak dalam aktivitas pengangkutan, distribusi, dan perpindahan barang maupun penumpang. Contohnya:

  • Penyedia jasa pengantaran

  • Transportasi darat, laut, udara

  • Perusahaan logistik


Kesimpulan

Bursa Efek Indonesia adalah pusat perdagangan saham dan efek lainnya di Indonesia. Keberadaannya sangat penting untuk menyediakan akses modal bagi perusahaan sekaligus menjadi tempat masyarakat berinvestasi saham.

Dengan memahami pengertian dan cara kerja BEI, serta jenis-jenis sektor saham yang diperdagangkan di BEI. Kamu bisa lebih siap melangkah ke dunia investasi saham yang sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2025 (Data Resmi BEI)

10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2025 (Data Resmi BEI)

Trading saham
Seseorang Investor sedang melakukan trading saham. Adit Saputra / Mediasaham.com

Broker Saham Asing dan Lokal – Broker saham lokal kali ini merajai nilai trading saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kode Broker CC atau Mandiri sekuritas menduduki peringkat pertama.

Broker AK berada di peringkat dua sebagai broker saham asing. Selanjutnya peringkat tiga dan empat tetap didominasi kode broker asing yaitu Broker ZP dan Broker YP.

Saat ini Pasar saham Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, seiring meningkatnya minat investor ritel maupun institusi. Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia per Agustus 2025 mencapai 18 juta. Sepanjang tahun 2025 ada penambahan hingga 3 juta.

Tidak heran apabila nilai trading saham terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu indikator utama untuk menilai performa pasar saham adalah nilai trading saham yang dicatat oleh broker saham lokal dan asing di BEI.

Data terbaru dari BEI yaitu dari Januari sampai Oktober 2025 menunjukkan siapa saja broker saham dengan nilai trading tertinggi di Indonesia, serta aplikasi trading yang mereka sediakan.

Daftar Harga Saham di Bawah 50 Rupiah

Daftar Harga Saham di Bawah 50 Rupiah

Daftar Harga Saham di Bawah 50 Rupiah

harga saham di bawah 50
Daftar Saham Harga di Bawah Rp 50. Adit Saputra / Mediasaham.com

Mediasaham.com —  Daftar Harga Saham di Bawah 50 Rupiah menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari para trader ritel, terutama yang suka berburu saham-saham berharga murah (low price). Namun saham yang harga di bawah 50 biasanya masuk dalam katagori pemantauan khusus.

Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan

Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan

BEI

Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com


Pengertian Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah tempat resmi untuk memperdagangkan berbagai surat berharga di Indonesia, mulai dari saham, obligasi, reksa dana ETF, hingga derivatif. BEI dikelola oleh PT Bursa Efek Indonesia, lembaga yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sederhananya, BEI itu seperti pasar besar yang mempertemukan perusahaan yang butuh modal dengan investor yang ingin menanamkan modal. BEI menyediakan sistem perdagangan yang aman, teratur, dan efisien agar investor bisa jual-beli saham kapan saja selama jam bursa.

Jadi saham-saham apa saja yang diperdagangkan di BEI. Berikut daftar lengkap saham yang terdaftar di BEI.

Bank-Bank Tercatat di Papan Utama BEI, Ini 29 Daftar Emiten dan Kodenya

Bank-Bank Tercatat di Papan Utama BEI, Ini 29 Daftar Emiten dan Kodenya

Bank
Ilustrasi / Mediasaham.com

Daftar emiten Bank di Bursa Efek Indonesia menunjukkan dominasi sektor perbankan sebagai salah satu penggerak utama pasar modal nasional. Hingga tahun 2025, terdapat 29 bank tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), mencakup bank-bank besar seperti BCA, BRI, Mandiri, hingga Bank Syariah Indonesia.

Tercatatnya nama-nama bank ini di papan utama bursa menegaskan peran penting industri perbankan dalam mendukung stabilitas keuangan, memperkuat likuiditas pasar, serta menjadi pilihan favorit bagi investor domestik dan internasional.

Apa Itu Papan Utama BEI?

Papan Utama BEI diperuntukkan bagi perusahaan besar dengan rekam jejak operasional dan keuangan yang kuat. Emiten di papan ini biasanya memiliki stabilitas bisnis tinggi, laba yang konsisten, serta tingkat tata kelola (governance) yang baik.

Papan ini menjadi representasi emiten blue chip — perusahaan yang dianggap mapan, solid, dan menjadi pilihan utama investor jangka panjang.

Keunggulan Papan Utama BEI

Emiten yang tercatat di papan utama biasanya memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:

  1. Likuiditas tinggi – saham lebih aktif diperdagangkan.

  2. Reputasi dan kepercayaan investor lebih besar.

  3. Akses pendanaan yang luas untuk ekspansi bisnis.

  4. Kepatuhan terhadap standar tata kelola perusahaan (GCG) yang lebih ketat.

  5. Menjadi tolok ukur indeks-indeks utama, seperti IHSG dan LQ45.

Papan ini menjadi representasi emiten blue chip — perusahaan yang dianggap mapan, solid, dan menjadi pilihan utama investor jangka panjang.


Syarat dan Kriteria Papan Utama Bursa Efek Indonesia

Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), berikut adalah persyaratan utama untuk dapat tercatat di Papan Utama:

KriteriaPersyaratan Papan Utama (BEI)
Bentuk HukumPerseroan Terbatas (PT)
Masa OperasionalMinimal 36 bulan (3 tahun)
Laba UsahaHarus mencatat laba bersih pada 1 tahun terakhir
Laporan Keuangan (Audited)Minimal 3 tahun, dengan 2 tahun terakhir mendapat opini Wajar Tanpa Modifikasi
Ukuran KeuanganAktiva berwujud bersih ≥ Rp100 miliar
Jumlah Saham yang Ditawarkan ke PublikMinimal 300 juta saham, dengan komposisi:
• 20% jika ekuitas < Rp500 miliar
• 15% jika ekuitas Rp500 miliar – Rp2 triliun
• 10% jika ekuitas > Rp2 triliun
Jumlah Pemegang SahamMinimal 1.000 pihak
Harga Saham Perdana (IPO)≥ Rp100 per saham
Bentuk Penjaminan EmisiFull Commitment

Artikel ini akan merangkum daftar lengkap emiten bank  yang terdaftar di papan utama BEI beserta kode saham, tanggal IPO, dan jumlah saham beredar yang perlu Anda ketahui.

20 Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar di BEI

20 Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar di BEI

trading saham

Mediasaham.com, Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam perdagangan saham tanggal 7 Oktober 2025 mencatat 20 saham dengan nilai transaksi terbesar. Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (IDX: CDIA) menempati posisi pertama dengan total nilai transaksi mencapai Rp3,98 triliun.

Posisi kedua ditempati oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (IDX: CUAN) dengan nilai Rp2,33 triliun, disusul oleh PT Timah Tbk. (IDX: TINS) senilai Rp989,92 miliar.


Baca Juga:
10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Saham Tertinggi
Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia


Berikut daftar lengkap 20 saham dengan nilai transaksi terbesar di BEI:

  1. CDIA — Chandra Daya Investasi Tbk. — Rp 3.983.472.835.000
  2. CUAN — Petrindo Jaya Kreasi Tbk. — Rp 2.337.107.690.000

  3. TINS — Timah Tbk. — Rp 989.923.672.000

  4. PTRO — Petrosea Tbk. — Rp 968.875.962.500

  5. BRPT — Barito Pacific Tbk. — Rp 967.317.268.000

  6. TOBA — TBS Energi Utama Tbk. — Rp 960.310.766.500

  7. BUMI — Bumi Resources Tbk. — Rp 907.129.697.500

  8. WIFI — Solusi Sinergi Digital Tbk. — Rp 802.715.031.000

  9. BRMS — Bumi Resources Minerals Tbk. — Rp 709.734.843.500

  10. RAJA — Rukun Raharja Tbk. — Rp 603.072.087.000

  11. BBRI — Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. — Rp 575.788.245.000

  12. BBCA — Bank Central Asia Tbk. — Rp 560.977.602.500

  13. MEDC — Medco Energi Internasional Tbk. — Rp 530.614.981.000

  14. DEWA — Darma Henwa Tbk. — Rp 505.471.854.000

  15. SSIA — Surya Semesta Internusa Tbk. — Rp 491.617.134.500

  16. BREN — Barito Renewables Energy Tbk. — Rp 442.489.097.500

  17. BMRI — Bank Mandiri (Persero) Tbk. — Rp 428.630.718.000

  18. MBMA — Merdeka Battery Materials Tbk. — Rp 399.682.759.500

  19. ANTM — Aneka Tambang Tbk. — Rp 365.930.775.000

  20. EMTK — Elang Mahkota Teknologi Tbk. — Rp 330.447.769.000


Jika diamati, mayoritas saham dengan nilai transaksi tertinggi berasal dari sektor energi, pertambangan, dan infrastruktur. Saham-saham seperti CDIA, CUAN, TINS, PTRO, BRPT, TOBA, dan BUMI menunjukkan tingginya rotasi modal asing maupun domestik ke emiten yang berhubungan dengan sumber daya alam.

Sementara itu, sektor perbankan masih menunjukkan peran penting dalam menjaga likuiditas pasar. Tiga bank besar — BBRI, BBCA, dan BMRI — masih menempati posisi di 20 besar dengan total nilai transaksi gabungan lebih dari Rp1,56 triliun.

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham