
Ilustrasi. Seorang Investor sedang menatap grafik sebauh saham di layar komputer. Radit M. Pase / Mediasaham.com
Jakarta, Mediasaham.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu, 19 November 2025, dengan kenaikan 0,53% ke level 8.406,577. Penguatan indeks didukung sentimen positif dari saham-saham big caps serta masuknya dana asing dalam jumlah besar.
Pada perdagangan 19/11/2025, IHSG bergerak di rentang 8.375—8.426, dengan total transaksi mencapai 44,6 miliar saham dan nilai perdagangan Rp30 triliun. Aktivitas pasar tercatat tinggi dengan frekuensi mencapai 2,22 juta kali.
Asing Masuk Besar: Net Buy Rp1,67 Triliun
Investor asing mencatat net buy Rp1,67 triliun, atau sekitar USD 100 juta, menjadi salah satu pendorong utama penguatan IHSG. Namun secara year-to-date (YTD), asing masih membukukan net sell Rp31,8 triliun.
Baca: 10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2025 (Data Resmi BEI)
Komposisi transaksi hari ini masih didominasi investor domestik, namun aliran dana asing menjadi katalis positif di tengah volatilitas global.
Saham Pendorong IHSG
Beberapa saham berkapitalisasi besar (top leaders) yang mendorong IHSG antara lain:
-
BBCA (+0.89%) kontribusi +7,01 poin
-
AMMN (+2.78%) kontribusi +5,55 poin
-
BMRI (+1.25%) kontribusi +4,95 poin
-
BBRI (+0.76%) kontribusi +4,89 poin
-
COIN (+9.48%) kontribusi +4,57 poin
Sementara saham yang menjadi penekan IHSG (laggards) antara lain:
-
TPIA (-4.00%) kontribusi -6,45 poin
-
BRPT (-2.23%) kontribusi -4,75 poin
-
GOTO (-1.64%) kontribusi -2,05 poin
Top Gainers & Losers
Top Gainers:
-
TIFA +25,00%
-
BUKK +24,75%
-
FMII +24,71%
-
SGRO +19,92%
-
LIFE +19,82%
Top Losers:
-
JATI -14,94%
-
PURI -14,91%
-
KONI -14,75%
-
TMPO -11,56%
-
ESTA -10,37%
Saham Teraktif
Berdasarkan volume perdagangan:
-
BUMI – 14,16 miliar saham
-
GOTO – 4,01 miliar saham
-
BKSL – 1,85 miliar saham
-
DEWA – 1,84 miliar saham
-
SGRO – 1,22 miliar saham
-
SGRO – Rp9,63 triliun
-
BUMI – Rp3,25 triliun
-
BBCA – Rp1,61 triliun
Kinerja Indeks Sektoral
Hampir seluruh sektor menguat, dipimpin oleh:
-
Energi +1,54%
-
Konsumsi Non-Siklikal +1,09%
-
Infrastruktur +1,04%
Namun sektor Teknologi melemah signifikan -0,91%, terkena aksi ambil untung setelah reli panjang YTD yang telah naik lebih dari 151%.
IHSG Masih Salah Satu Terkuat di ASEAN
Dibandingkan negara-negara ASEAN, IHSG menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik:
-
IHSG +18,74% (YTD)
-
Singapura +18,95%
-
Vietnam +31,03% (terkuat)
-
Filipina dan Thailand masih mencatatkan pelemahan YTD
Posisi IHSG berada di peringkat 3 ASEAN dan peringkat 17 global berdasarkan return YTD.
Kesimpulan: Sentimen Masih Positif
Masuknya dana asing dan penguatan saham perbankan membuat pasar bergerak stabil ke zona hijau. Selama IHSG bertahan di atas level support 8.300, peluang melanjutkan penguatan tetap terbuka.
Sumber data: Laporan Statistik Bursa Efek Indonesia
0 Comments
Posting Komentar