Anak Usaha DOID Gelar BUMA School: Jangkau 2.236 Siswa SMK, 400 Alumni Terbukti Terserap Kerja

MEDIASAHAM.COM – PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), terus memperkuat program pendidikan vokasi melalui BUMA School. Sejak pertama kali dijalankan pada 2018, program tersebut telah menjangkau 2.236 siswa dari berbagai SMK di Indonesia.

Program yang dirancang untuk memperkuat kesiapan kerja generasi muda tersebut juga telah melibatkan dan meningkatkan kapasitas 32 guru serta bekerja sama dengan 16 SMK di tujuh provinsi.

BUMA School

200 Siswa Ikuti BUMA School Tahun Ajaran 2025/2026

Pada tahun ajaran 2025/2026, BUMA School diikuti oleh 200 siswa dari 10 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian program dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 siswa juga berhasil memperoleh sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain itu, sebanyak 20 siswa mendapatkan kesempatan menjalani praktik kerja industri (PRAKERIN) di BUMA Rebuild Center, Balikpapan.

Capaian BUMA School 2025/2026 Jumlah
Siswa peserta 200 siswa
Sekolah mitra 10 SMK
Sertifikasi Basic Mechanic Course 200 siswa
Sertifikasi kompetensi mekanik BNSP 170 siswa
Peserta PRAKERIN 20 siswa

Lebih dari 400 Alumni BUMA School Sudah Bekerja

Dampak program BUMA School tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pendidikan. Hingga saat ini, lebih dari 400 alumni BUMA School telah terserap bekerja di BUMA maupun perusahaan lainnya.

Capaian tersebut menunjukkan upaya BUMA untuk menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri, terutama melalui pembekalan kompetensi teknis dan pengalaman kerja kepada siswa sejak masih duduk di bangku SMK.

Program BUMA School tidak hanya memberikan pembelajaran teknis. Siswa juga mendapatkan pembinaan soft skills, mental dan fisik, pembelajaran melalui Learning Management System (LMS), praktik kerja industri, hingga sertifikasi kompetensi.

Baca:

  1. PPGL Bagikan 514,12 Juta Saham Bonus, Pemegang 6 Saham Dapat 4 Saham Baru
  2. Pukul Rata Kanan Borong Saham MMIX, Kini Kuasai 4,33% Saham
  3. Bank Ina (BINA) Siapkan Private Placement 80 Juta Saham, Pelaksanaan 3 November 2026
  4. MESOP Mitratel Rp582: Harga Eksekusi Opsi Saham MTEL Lebih Mahal 51% dari Harga Pasar!
  5. Market Cap BBCA Anjlok Rp385 Triliun, Nilai Saham Djarum Turun Rp211 Triliun
  6. Garuda Metalindo (BOLT) Targetkan Laba 2026 Tumbuh 15%, Ekspor Dipatok Naik 5-10%

BUMA School Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja

Direktur Utama BUMA, Dian Sofia Andyasuri, mengatakan kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga disiplin, kemampuan beradaptasi, kerja sama tim, serta pemahaman terhadap standar kerja profesional.

Menurut dia, BUMA ingin membawa pengalaman dan pengetahuan industri yang dimiliki perusahaan lebih dekat kepada siswa sejak masih berada di sekolah.

Dengan pendekatan tersebut, materi yang diperoleh siswa diharapkan semakin relevan dengan kompetensi dan standar yang dibutuhkan ketika mereka memasuki dunia kerja.

BUMA Libatkan Anak Usaha sebagai Implementor

Dalam pelaksanaan BUMA School, BUMA bertindak sebagai pemilik program. Sementara itu, PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak usaha sekaligus social arm BUMA International Group, berperan sebagai implementor program.

BIRU turut mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta. Keterlibatan ekosistem industri tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam program BUMA School.

Materi pembelajaran dirancang agar siswa mendapatkan gambaran yang lebih dekat dengan kondisi pekerjaan sebenarnya, termasuk aspek keselamatan, kedisiplinan, kompetensi teknis, serta budaya kerja.

BUMA Lanjutkan Program ke Tahun Ajaran 2026/2027

BUMA juga kembali melanjutkan program BUMA School untuk tahun ajaran 2026/2027. Perseroan telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan empat SMK sebagai mitra penyelenggara.

Keempat sekolah tersebut adalah:

  • SMK Negeri 1 Balikpapan;
  • SMK Negeri 1 Singosari;
  • SMK Swasta Warga Solo; dan
  • SMK Swasta Tabalong.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen BUMA untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi sekaligus mendekatkan kebutuhan industri dengan sistem pendidikan.

Program BUMA School Dimulai Sejak 2018

BUMA School pertama kali dijalankan pada 2018 dan terus dikembangkan sebagai salah satu program utama BUMA dalam mendukung pendidikan vokasi di Indonesia.

Capaian BUMA School Sejak 2018 Jumlah
Siswa yang telah dijangkau 2.236 siswa
Guru yang terlibat dan ditingkatkan kapasitasnya 32 guru
Sekolah mitra 16 SMK
Provinsi 7 provinsi
Alumni terserap kerja Lebih dari 400 orang

DOID Perkuat Kontribusi di Bidang Pendidikan Vokasi

BUMA merupakan anak usaha utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), perusahaan yang memiliki bisnis jasa pertambangan di Indonesia dan Australia serta portofolio bisnis pertambangan dan teknologi.

Melalui BUMA School, perusahaan tidak hanya memberikan pelatihan teknis kepada siswa, tetapi juga berupaya membangun keterampilan dan karakter yang dibutuhkan untuk memasuki lingkungan kerja profesional.

BUMA berharap program tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak lulusan pendidikan vokasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan kerja setelah menyelesaikan pendidikan.


Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham