HATM Beli Kapal Bulk Carrier Rp457 Miliar, Bakal Disewakan Jangka Panjang ke Pihak Internasional

MEDIASAHAM.COM – PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) melakukan transaksi material berupa pembelian satu unit kapal jenis bulk carrier senilai US$25,6 juta atau sekitar Rp457,11 miliar.

Transaksi tersebut dilakukan pada 26 Oktober 2026 dengan pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan, yakni Coastline Shipping Limited.

Kapal Bulk Carrier
Ilustrasi Kapal Bulk Carrier UNION LOTUS. Adit Saputra/Mediasaham.com 

HATM Beli Kapal Bulk Carrier UNION LOTUS

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), objek transaksi merupakan satu unit kapal bulk carrier bernama UNION LOTUS. Setelah transaksi, kapal tersebut akan berganti nama menjadi HABCO ANTLIA.

Nilai pembelian kapal mencapai US$25,6 juta. Jika menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (BI) per 30 Juni 2026 sebesar Rp17.856 per dolar AS, nilai transaksi tersebut setara dengan Rp457,11 miliar.

Keterangan Detail
Emiten PT Habco Trans Maritima Tbk
Kode saham HATM
Objek transaksi 1 unit kapal Bulk Carrier
Nama kapal UNION LOTUS
Nama baru HABCO ANTLIA
Nilai transaksi US$25,6 juta
Nilai setara rupiah Rp457,11 miliar
Pihak penjual Coastline Shipping Limited
Hubungan dengan HATM Pihak ketiga nonafiliasi
Tanggal transaksi 26 Oktober 2026

Nilai Transaksi Capai 27,92% dari Ekuitas HATM

Transaksi pembelian kapal tersebut tergolong sebagai transaksi material karena nilainya mencapai 27,92% dari ekuitas perseroan.

HATM mencatat ekuitas sebesar Rp1,637 triliun berdasarkan laporan keuangan yang telah direviu oleh KAP Gideon Adi & Rekan per 30 Juni 2026.

Meski masuk kategori transaksi material, perseroan menyatakan transaksi tersebut tidak memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

Baca:

  1. BSI (BRIS) Siapkan Kas Rp 500 Miliar untuk Buyback Saham
  2. Bahtera Bumi Raya (PGJO) Dirikan Anak Usaha Baru, Bidik Pengembangan Bisnis Logistik
  3. HATM Beli Kapal Bulk Carrier Rp457 Miliar, Bakal Disewakan Jangka Panjang ke Pihak Internasional
  4. Pukul Rata Kanan Borong Saham MMIX, Kini Kuasai 4,33% Saham
  5. Bank Ina (BINA) Siapkan Private Placement 80 Juta Saham, Pelaksanaan 3 November 2026
  6. MESOP Mitratel Rp582: Harga Eksekusi Opsi Saham MTEL Lebih Mahal 51% dari Harga Pasar!
  7. Market Cap BBCA Anjlok Rp385 Triliun, Nilai Saham Djarum Turun Rp211 Triliun
  8. Perkuat Layanan Offshore, Anak Usaha CDIA Operasikan Kapal MPSV Berteknologi Canggih DP Class III

HATM Ingin Tambah Armada untuk Penuhi Permintaan Pelanggan

Manajemen HATM menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan utama pembelian kapal tersebut adalah keterbatasan jumlah armada yang dimiliki perseroan untuk memenuhi permintaan layanan dari pelanggan.

Dengan penambahan kapal HABCO ANTLIA, perseroan berharap kapasitas armadanya meningkat sehingga dapat mengakomodasi permintaan layanan dari para pelanggan.

Perseroan juga memperkirakan pengoperasian kapal tersebut dapat memberikan tambahan pendapatan. Pada akhirnya, HATM menargetkan transaksi ini dapat meningkatkan kinerja keuangan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Kapal Akan Disewakan dengan Kontrak Jangka Panjang

Menariknya, kapal yang dibeli HATM tersebut nantinya akan disewakan melalui skema time charter.

Perseroan menyebut kapal tersebut akan disewakan berdasarkan kontrak jangka panjang kepada pihak ketiga dari luar negeri atau internasional yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan HATM.

Skema tersebut berpotensi memberikan sumber pendapatan dari pengoperasian kapal dalam jangka panjang. Namun, keterbukaan informasi HATM tidak mengungkapkan nilai kontrak sewa maupun besaran pendapatan yang akan diperoleh dari kontrak tersebut.

Aset Lancar HATM Diproyeksi Turun, Aset Tidak Lancar Naik

Dari sisi kondisi keuangan, transaksi pembelian kapal tersebut akan mengubah struktur aset HATM.

Perseroan memperkirakan nilai aset lancar akan mengalami penurunan sebesar 24,76%. Di sisi lain, nilai aset tidak lancar diperkirakan meningkat sebesar 33,36%.

Perubahan tersebut dihitung dengan menggunakan angka dalam laporan keuangan limited review per 30 Juni 2026 yang telah disampaikan HATM melalui sistem pelaporan BEI pada 21 Oktober 2026.

Transaksi Pembelian Kapal Dinilai Wajar

HATM juga telah memperoleh laporan pendapat kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan dengan nomor 00122/2.0118-00/BS/05/0520/1/X/2026.

Berdasarkan laporan tersebut, rencana transaksi pembelian kapal dinyatakan wajar.

HATM Bidik Pertumbuhan Pendapatan dan Nilai Pemegang Saham

Penambahan armada menjadi bagian dari strategi HATM untuk meningkatkan kapasitas layanan di tengah permintaan pelanggan yang menurut perseroan belum sepenuhnya dapat dipenuhi dengan jumlah kapal yang tersedia saat ini.

Dengan kapal baru yang akan dioperasikan dan disewakan melalui kontrak time charter jangka panjang, perseroan berharap dapat meningkatkan pendapatan dan kinerja keuangan.

Manajemen juga menyatakan peningkatan kinerja tersebut pada akhirnya diharapkan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham, termasuk memberikan potensi dividen.

Namun, besaran tambahan pendapatan maupun kontribusi laba dari kapal HABCO ANTLIA belum diungkapkan dalam keterbukaan informasi transaksi material tersebut.


Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham