MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — PT Bahtera Bumi Raya Tbk (PGJO) memperluas kegiatan usahanya melalui pendirian anak usaha baru di bidang jasa pengurusan transportasi atau freight forwarding.
Anak usaha tersebut bernama PT Mitra Samudera Logistik (MSL) dan didirikan oleh dua anak usaha PGJO, yakni PT Mega Mitra Marine (MMM) dan PT Samudera Sejahtera Shipping (SSS).
Pendirian MSL menjadi salah satu langkah PT Bahtera Bumi Raya Tbk dalam mengembangkan kegiatan bisnis dan usaha Grup. Informasi mengenai pendirian anak usaha tersebut disampaikan perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui keterbukaan informasi tertanggal 26 Oktober 2026.
| Armada PT Bahtera Bumi Raya Tbk. Dok. PGJO |
PGJO Dirikan PT Mitra Samudera Logistik
Berdasarkan keterbukaan informasi, pendirian MSL telah dituangkan dalam Akta Pendirian Nomor 1 tertanggal 5 Oktober 2026 yang dibuat di hadapan Notaris Grace Madeart Girsang, S.H., M.Kn.
Perseroan menyebut pendirian MSL telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor AHU-0084898.AH.01.01 Tahun 2026 tertanggal 21 Oktober 2026.
MSL berkedudukan di Jakarta Selatan. Perusahaan tersebut memiliki maksud dan tujuan serta kegiatan usaha utama di bidang jasa pengurusan transportasi (JPT) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Nomor 52311.
Modal MSL Rp500 Juta
Dalam struktur permodalannya, MSL memiliki modal dasar sebesar Rp2 miliar yang terbagi atas 200.000 saham dengan nilai nominal Rp10.000 per saham.
Sementara itu, modal ditempatkan dan disetor MSL mencapai Rp500 juta atau sebanyak 50.000 saham.
PT Mega Mitra Marine menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebanyak 49.500 saham atau senilai Rp495 juta. Adapun PT Samudera Sejahtera Shipping memiliki 500 saham dengan nilai nominal Rp5 juta.
| Pemegang Saham | Jumlah Saham | Nilai Nominal |
|---|---|---|
| PT Mega Mitra Marine (MMM) | 49.500 saham | Rp495 juta |
| PT Samudera Sejahtera Shipping (SSS) | 500 saham | Rp5 juta |
| Total | 50.000 saham | Rp500 juta |
Transaksi Tidak Masuk Kategori Material
PT Bahtera Bumi Raya menyatakan penyertaan modal dalam pendirian MSL bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Hal tersebut disebabkan nilai transaksi tidak mencapai atau melebihi 20% dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026.
Meski demikian, transaksi pendirian MSL merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Perseroan menjelaskan transaksi tersebut tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maupun penggunaan jasa penilai independen. Alasannya, transaksi dilakukan antara sesama perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit 99% oleh perseroan.
Baca:
- Indofood Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Dimulai 26 Oktober 2026
- LSIP Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Dimulai 26 Oktober 2026
- Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?
- Net Sell Asing BEI Capai Rp6,67 Triliun Periode 19-23 Oktober 2026
- WIKA Lepas Seluruh Saham WINNER ke WIKA Rekon, Perkuat Restrukturisasi Grup BUMN
- BUMI Akuisisi Mount Margaret Mining di Australia Senilai US$22 Juta
- BSI (BRIS) Siapkan Kas Rp 500 Miliar untuk Buyback Saham
- Bahtera Bumi Raya (PGJO) Dirikan Anak Usaha Baru, Bidik Pengembangan Bisnis Logistik
Susunan Pengurus MSL
Dalam keterbukaan informasi tersebut, PGJO juga mengungkapkan susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Mitra Samudera Logistik.
Dewan Komisaris
- Komisaris: Willius Wijaya
Direksi
- Direktur: Wang Zhongbang
PGJO Harapkan Dampak Positif bagi Grup
Manajemen Bahtera Bumi Raya menyatakan pendirian anak usaha baru tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha dan kegiatan bisnis Grup.
Dengan bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi, MSL akan menjadi entitas baru dalam struktur Grup PGJO yang menjalankan kegiatan usaha di sektor logistik.
Langkah tersebut sekaligus memperluas cakupan bisnis Grup, khususnya pada aktivitas yang berkaitan dengan pengurusan transportasi.
Perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi mengenai pendirian MSL kepada OJK pada 26 Oktober 2026. Informasi tersebut ditandatangani oleh Natalia selaku Sekretaris Perusahaan PT Bahtera Bumi Raya Tbk.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
0 Comments
Posting Komentar