BSI (BRIS) Siapkan Kas Rp 500 Miliar untuk Buyback Saham

MEDIASAHAM.COM - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) bersiap menggelar aksi korporasi di pasar modal. Emiten bank syariah terbesar di Indonesia ini berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp 500 miliar.

Rencana aksi korporasi tersebut disampaikan manajemen BSI melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (26/10/2026). Langkah ini diambil perseroan untuk merespons kondisi pasar modal yang tengah mengalami fluktuasi signifikan.

Manajemen BRIS menjelaskan, pelaksanaan buyback mengacu pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan, serta Surat OJK No. S-112/D.04/2026.

Gambar ilustrasi Bank BSI lakukan buyback saham. Adit Saputra/Mediasaham.com

Gunakan Kas Internal

Untuk melancarkan aksi korporasi ini, perseroan menyiapkan dana maksimal Rp 500 miliar, yang sudah memperhitungkan biaya transaksi dan biaya lainnya. BSI memastikan seluruh dana buyback berasal dari kas internal, bukan dari hasil penawaran umum (PO) maupun pinjaman atau utang dalam bentuk apa pun.

"Perseroan meyakini pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan perseroan," tulis manajemen BSI dalam keterbukaan informasi.

Alokasi dana tersebut juga dipastikan tidak melebihi 20% dari modal disetor perseroan, sesuai dengan batas maksimal yang diperkenankan regulasi.

Adapun periode pelaksanaan buyback diperkirakan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai 27 Oktober 2026 hingga 26 Januari 2027. Transaksi akan dilakukan melalui satu anggota bursa secara bertahap maupun sekaligus di BEI.

Terkait eksekusi, perseroan belum menetapkan patokan harga pasti. BSI menegaskan buyback akan dilakukan pada tingkat harga yang dinilai baik dan wajar dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Baca:

  1. Indofood Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Dimulai 26 Oktober 2026
  2. LSIP Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Dimulai 26 Oktober 2026
  3. IHSG Menguat 4,90 Persen Periode 19-23 Oktober 2026, Naik ke Level 5.439
  4. Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?
  5. Net Sell Asing BEI Capai Rp6,67 Triliun Periode 19-23 Oktober 2026
  6. Asing Jual Bersih Rp3,19 Triliun di BEI, IHSG Anjlok 14,91% dan Saham Big Caps Tertekan
  7. Top Gainer dan Top Loser BEI Sepekan: TRUK Naik 87,11 Persen, ALDO Anjlok 29,92 Persen
  8. WIKA Lepas Seluruh Saham WINNER ke WIKA Rekon, Perkuat Restrukturisasi Grup BUMN
  9. BUMI Akuisisi Mount Margaret Mining di Australia Senilai US$22 Juta
  10. BSI (BRIS) Siapkan Kas Rp 500 Miliar untuk Buyback Saham

Dampak terhadap Indikator Keuangan

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, manajemen BSI memberikan gambaran keuangan perseroan pasca buyback:

  • Total Aset: Diproyeksikan terkoreksi dari Rp 464,50 triliun menjadi Rp 464,00 triliun (berkurang Rp 500 miliar).
  • Total Ekuitas: Turun dari Rp 51,04 triliun menjadi Rp 50,54 triliun (berkurang Rp 500 miliar).
  • Laba Bersih Per Saham (Earnings Per Share/EPS): Diproyeksikan meningkat dari Rp 90,09 menjadi Rp 91,06 per saham (naik Rp 0,97). Kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya jumlah saham yang beredar, sementara laba bersih disajikan tetap sebesar Rp 4,15 triliun.
  • Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR): Diproyeksikan landai dari 20,41% menjadi 20,19% (turun 22 bps).
  • Imbal Hasil Ekuitas (Return on Equity/ROE): Diproyeksikan naik tipis dari 18,14% menjadi 18,18% (naik 4 bps).

BSI menilai penyesuaian pada CAR dan ekuitas tersebut tergolong tidak signifikan. Dengan CAR di kisaran 20%, permodalan bank dinilai masih sangat solid untuk menopang ekspansi bisnis dan memenuhi seluruh kewajiban keuangan yang akan jatuh tempo.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham