47 Daftar Saham Sektor Teknologi di BEI 2026

47 Daftar Saham Sektor Teknologi di BEI 2026

Ada 47 saham sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Daftar ini mencakup perusahaan teknologi yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, solusi digital, pusat data, perangkat teknologi, distribusi digital, hingga layanan berbasis internet.

Bagi investor yang sedang mencari daftar saham sektor teknologi di BEI, mengetahui kode saham dan nama perusahaan menjadi langkah awal sebelum melakukan analisis lebih lanjut.

Saham sektor teknologi di BEI
Ilustrasi daftar saham sektor tekonologi di BEI. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Beberapa saham teknologi yang cukup dikenal investor antara lain BUKA, GOTO, EMTK, DCII, EDGE, WIFI, MTDL, MSTI, GLVA dan sejumlah emiten lainnya.

Namun, tidak semua saham teknologi memiliki karakter bisnis yang sama. Ada perusahaan yang fokus pada ekosistem digital, ada yang bergerak di bidang teknologi informasi, ada pula yang menyediakan infrastruktur dan pusat data.

Berikut 47 daftar saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia berdasarkan data yang dihimpun dari BEI.

Daftar Saham Sektor Teknologi di BEI 2026

No.

Kode Saham

Nama Perusahaan

Papan Pencatatan

1

UVCR

Trimegah Karya Pratama Tbk.

Pengembangan

2

BUKA

Bukalapak.com Tbk.

Ekonomi Baru

3

RUNS

Global Sukses Solusi Tbk.

Akselerasi

4

WGSH

Wira Global Solusi Tbk.

Akselerasi

5

WIRG

WIR ASIA Tbk.

Pengembangan

6

GOTO

GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

Pengembangan

7

AXIO

Tera Data Indonusa Tbk.

Pengembangan

8

BELI

Global Digital Niaga Tbk.

Pengembangan

9

NINE

Techno9 Indonesia Tbk.

Akselerasi

10

ELIT

Data Sinergitama Jaya Tbk.

Pengembangan

11

IRSX

Folago Global Nusantara Tbk.

Pengembangan

12

CHIP

Pelita Teknologi Global Tbk.

Akselerasi

13

TRON

Teknologi Karya Digital Nusa Tbk.

Pengembangan

14

MENN

Menn Teknologi Indonesia Tbk.

Pemantauan Khusus

15

AWAN

Era Digital Media Tbk.

Pengembangan

16

JATI

Informasi Teknologi Indonesia Tbk.

Pengembangan

17

CYBR

ITSEC Asia Tbk.

Pengembangan

18

IOTF

Sumber Sinergi Makmur Tbk.

Pengembangan

19

MSTI

Mastersystem Infotama Tbk.

Utama

20

TOSK

Topindo Solusi Komunika Tbk.

Pengembangan

21

MPIX

Mitra Pedagang Indonesia Tbk.

Pengembangan

22

AREA

Dunia Virtual Online Tbk.

Pengembangan

23

ATIC

Anabatic Technologies Tbk.

Pengembangan

24

EMTK

Elang Mahkota Teknologi Tbk.

Utama

25

KREN

Quantum Clovera Investama Tbk.

Pemantauan Khusus

26

LMAS

Limas Indonesia Makmur Tbk.

Pemantauan Khusus

27

MLPT

Multipolar Technology Tbk.

Pengembangan

28

MTDL

Metrodata Electronics Tbk.

Utama

29

PTSN

Sat Nusapersada Tbk.

Pengembangan

30

SKYB

Northcliff Citranusa Indonesia Tbk.

Pemantauan Khusus

31

KIOS

Kioson Komersial Indonesia Tbk.

Pengembangan

32

MCAS

M Cash Integrasi Tbk.

Pengembangan

33

NFCX

NFC Indonesia Tbk.

Pengembangan

34

DIVA

Distribusi Voucher Nusantara Tbk.

Pengembangan

35

LUCK

Sentral Mitra Informatika Tbk.

Pengembangan

36

ENVY

Envy Technologies Indonesia Tbk.

Pemantauan Khusus

37

HDIT

Hensel Davest Indonesia Tbk.

Utama

38

TFAS

Telefast Indonesia Tbk.

Pengembangan

39

DMMX

Digital Mediatama Maxima Tbk.

Pengembangan

40

GLVA

Galva Technologies Tbk.

Utama

41

PGJO

Bahtera Bumi Raya Tbk.

Akselerasi

42

CASH

Cashlez Worldwide Indonesia Tbk.

Akselerasi

43

TECH

Indosterling Technomedia Tbk.

Pemantauan Khusus

44

WIFI

Solusi Sinergi Digital Tbk.

Pengembangan

45

DCII

DCI Indonesia Tbk.

Pengembangan

46

EDGE

Indointernet Tbk.

Pemantauan Khusus

47

ZYRX

Zyrexindo Mandiri Buana Tbk.

Pengembangan

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI).

Apa Itu Saham Sektor Teknologi?

Saham sektor teknologi adalah saham perusahaan yang kegiatan usahanya masuk dalam kelompok sektor teknologi berdasarkan klasifikasi sektor yang digunakan di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan dalam sektor ini tidak selalu membuat aplikasi atau menjadi perusahaan internet. Bidangnya cukup luas.

Ada perusahaan yang menyediakan perangkat keras, layanan teknologi informasi, keamanan siber, pusat data, solusi digital, jaringan internet, distribusi produk teknologi, hingga berbagai layanan berbasis teknologi.

Karena itu, karakter setiap saham teknologi bisa sangat berbeda.

Misalnya, bisnis perusahaan yang bergerak di pusat data, tentu berbeda dengan perusahaan e-commerce atau perusahaan penyedia perangkat teknologi.

5 Saham Teknologi yang Banyak Dikenal Investor

Dari 47 saham di atas, ada beberapa nama yang cukup dikenal di pasar modal Indonesia.

1. GOTO

GoTo Gojek Tokopedia Tbk. memiliki kode saham GOTO.

GOTO dikenal sebagai perusahaan yang memiliki ekosistem bisnis digital, termasuk layanan on-demand, perdagangan elektronik, dan layanan keuangan digital.

2. BUKA

Bukalapak.com Tbk. menggunakan kode saham BUKA.

BUKA merupakan salah satu perusahaan teknologi yang dikenal luas melalui bisnis perdagangan digital.

3. EMTK

Elang Mahkota Teknologi Tbk. memiliki kode saham EMTK.

EMTK merupakan salah satu perusahaan besar yang masuk dalam sektor teknologi dan tercatat di Papan Utama.

4. DCII

DCI Indonesia Tbk. menggunakan kode saham DCII.

Perusahaan ini bergerak di bidang pusat data atau data center, yang menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan ekonomi digital.

Semakin banyak layanan digital yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data.

5. MTDL

Metrodata Electronics Tbk. memiliki kode saham MTDL.

Metrodata dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan solusi digital.

Daftar Kode Saham Teknologi di BEI

Bagi pembaca yang hanya membutuhkan kode sahamnya, berikut daftar singkat 47 saham sektor teknologi:

UVCR, BUKA, RUNS, WGSH, WIRG, GOTO, AXIO, BELI, NINE, ELIT, IRSX, CHIP, TRON, MENN, AWAN, JATI, CYBR, IOTF, MSTI, TOSK, MPIX, AREA, ATIC, EMTK, KREN, LMAS, MLPT, MTDL, PTSN, SKYB, KIOS, MCAS, NFCX, DIVA, LUCK, ENVY, HDIT, TFAS, DMMX, GLVA, PGJO, CASH, TECH, WIFI, DCII, EDGE, dan ZYRX.

Daftar tersebut dapat digunakan sebagai referensi awal bagi investor yang ingin mencari emiten teknologi di Bursa Efek Indonesia.

Saham Teknologi Berdasarkan Papan Pencatatan

Selain kode saham dan nama perusahaan, data BEI juga menunjukkan papan pencatatan masing-masing emiten.

Papan pencatatan dalam daftar tersebut terdiri dari Papan Utama, Papan Pengembangan, Papan Akselerasi, Ekonomi Baru, dan Pemantauan Khusus. Untuk mengetahui lebih dalam pengertian dari jenis-jenis papan pencatatan di BEI, bisa baca di sini Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan Utama

Beberapa saham teknologi yang tercatat di Papan Utama antara lain:

  • MSTI – Mastersystem Infotama Tbk.
  • EMTK – Elang Mahkota Teknologi Tbk.
  • MTDL – Metrodata Electronics Tbk.
  • HDIT – Hensel Davest Indonesia Tbk.
  • GLVA – Galva Technologies Tbk.

Papan Pengembangan

Sebagian besar saham dalam daftar berada di Papan Pengembangan.

Contohnya:

  • UVCR
  • WIRG
  • GOTO
  • AXIO
  • BELI
  • ELIT
  • IRSX
  • TRON
  • AWAN
  • JATI
  • CYBR
  • IOTF
  • TOSK
  • MPIX
  • AREA
  • MLPT
  • PTSN
  • KIOS
  • MCAS
  • NFCX
  • DIVA
  • LUCK
  • TFAS
  • DMMX
  • WIFI
  • DCII
  • ZYRX

Papan Akselerasi

Beberapa saham teknologi tercatat di Papan Akselerasi, yaitu:

  • RUNS
  • WGSH
  • NINE
  • CHIP
  • PGJO
  • CASH

Ekonomi Baru

Dalam data yang dihimpun, BUKA tercatat pada papan Ekonomi Baru.

Pemantauan Khusus

Sejumlah saham teknologi juga tercatat dalam Papan Pemantauan Khusus, yaitu:

  • MENN
  • KREN
  • LMAS
  • SKYB
  • ENVY
  • TECH
  • EDGE

Papan Pemantauan Khusus perlu diperhatikan investor karena penempatan saham pada papan tersebut menunjukkan adanya kondisi atau kriteria tertentu yang ditetapkan BEI.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat sektor perusahaan, tetapi juga memperhatikan status pencatatannya.

Apakah Semua Saham Teknologi Cocok untuk Investasi?

Tidak.

Meskipun sama-sama masuk sektor teknologi, kondisi setiap perusahaan bisa berbeda jauh.

Ada perusahaan yang sudah memiliki bisnis besar dan laba yang stabil. Ada pula perusahaan yang masih berada dalam tahap mengembangkan bisnis dan masih mengalami kerugian.

Karena itu, sektor teknologi tidak otomatis berarti sahamnya akan naik.

Investor tetap perlu melihat kondisi perusahaan sebelum membeli saham.

Beberapa hal yang dapat diperiksa antara lain:

  • pertumbuhan pendapatan;
  • laba bersih;
  • arus kas;
  • jumlah utang;
  • aset dan ekuitas;
  • margin keuntungan;
  • prospek bisnis;
  • valuasi saham;
  • likuiditas perdagangan;
  • serta aksi korporasi perusahaan.

Kenapa Saham Teknologi Menarik Diperhatikan?

Sektor teknologi memiliki peluang pertumbuhan yang cukup besar karena penggunaan teknologi terus berkembang.

Masyarakat semakin banyak menggunakan internet, aplikasi digital, pembayaran elektronik, layanan cloud, pusat data, keamanan siber dan berbagai layanan berbasis teknologi.

Perusahaan juga semakin membutuhkan teknologi untuk menjalankan bisnis. Namun, peluang tersebut tetap harus dilihat secara realistis.

Pertumbuhan industri tidak selalu berarti semua perusahaan di dalamnya akan mendapatkan keuntungan yang sama.

Misalnya, ketika penggunaan internet meningkat, perusahaan penyedia infrastruktur digital mungkin mendapatkan manfaat. Tetapi perusahaan lain yang memiliki biaya tinggi dan belum mampu menghasilkan laba bisa menghadapi kondisi yang berbeda.

Itulah sebabnya investor perlu melihat perusahaan satu per satu, bukan hanya melihat label "sektor teknologi".

Cara Memilih Saham Teknologi untuk Dianalisis

saham teknologi
Belajar mempelajari saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Bagi investor yang baru mulai mempelajari saham teknologi, tidak perlu langsung menganalisis seluruh 47 emiten.

Mulailah dari beberapa saham.

Pertama, pilih perusahaan yang bisnisnya mudah dipahami.

Kemudian lihat laporan keuangannya.

Apakah pendapatannya tumbuh?

Apakah perusahaan menghasilkan laba?

Bagaimana kondisi utangnya?

Apakah arus kasnya sehat?

Setelah itu, baru lihat harga sahamnya.

Saham perusahaan yang bagus belum tentu menarik jika harganya sudah terlalu mahal.

Sebaliknya, saham yang harganya sudah turun banyak juga belum tentu murah.

Karena itu, harga saham dan kondisi perusahaan harus dilihat bersama-sama.

Baca: Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan

Kesimpulan

Ada 47 saham sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berdasarkan data yang dihimpun dari BEI.

Daftar tersebut mencakup berbagai perusahaan dengan bisnis yang berbeda, mulai dari teknologi informasi, perdagangan digital, infrastruktur digital, pusat data, perangkat teknologi, hingga layanan berbasis teknologi.

Beberapa kode saham teknologi yang cukup dikenal investor antara lain BUKA, GOTO, EMTK, MTDL, DCII, EDGE, WIFI, MSTI, dan GLVA.

Namun, investor perlu memahami bahwa masuknya sebuah perusahaan ke sektor teknologi bukan berarti saham tersebut otomatis menarik untuk dibeli.

Setiap emiten memiliki kondisi bisnis, laporan keuangan, tingkat risiko, valuasi dan prospek yang berbeda.

Karena itu, daftar 47 saham teknologi di BEI ini sebaiknya digunakan sebagai titik awal untuk melakukan analisis, bukan sebagai daftar rekomendasi beli.

Sebelum membeli saham, pelajari terlebih dahulu bisnis perusahaan dan kondisi keuangannya.


Disclaimer

Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan merupakan rekomendasi pembelian atau penjualan saham tertentu. Penyebutan saham atau kode saham adalah sebagai studi kasus historis. Investasi saham mengandung risiko. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR - Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan investasi.

10 Bank Terbesar dan Terbaik di Indonesia September 2026

10 Bank Terbesar dan Terbaik di Indonesia September 2026

Ilustrasi Bank Terbesar dan Terbaik di Indonesia. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Industri perbankan Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Dari ratusan bank yang beroperasi, hanya beberapa yang mampu masuk dalam jajaran bank terbesar di Indonesia dengan aset mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah dan modal inti yang sangat kuat.

Bank-bank tersebut tidak hanya memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat untuk menyimpan uang, mengajukan kredit, hingga menggunakan berbagai layanan perbankan digital.

Menentukan bank terbaik di Indonesia tidak hanya berdasarkan besarnya aset. Ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti modal inti, jaringan layanan, layanan digital, serta kontribusinya terhadap perekonomian.

Pada 2026, posisi teratas masih didominasi oleh Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Central Asia (BCA).

Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan bursa Indonesia
Seseorang sedang memperhatikan papan bursa. Adit Saputra / Mediasaham.com

Pengertian Papan Pencatatan Saham di BEI

Papan pencatatan saham adalah sistem klasifikasi yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengelompokkan perusahaan tercatat (emiten) berdasarkan ukuran, kinerja, serta karakteristik bisnisnya.

Tujuan utama papan pencatatan adalah agar BEI dapat memantau dan membedakan jenis perusahaan yang sudah terdaftar, sekaligus membantu investor dalam menentukan strategi investasi yang sesuai. Cek di sini daftar perusahaan yang terdaftar di BEI.

Saham Terus Naik, Apakah Ikut Beli?

Saham Terus Naik, Apakah Ikut Beli?

Saham Terus Naik
Ilustrasi Harga Saham Terus Naik. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Pernah melihat sebuah saham naik 5%, lalu 10%, kemudian 20% dalam beberapa hari? Awalnya kita hanya melihat.

Lalu mulai berpikir:

“Wah, naik terus. Kalau beli sekarang masih bisa untung nggak, ya?”

Kita melihat saham itu kembali naik. Akhirnya muncul pikiran lain:

“Kalau saya tidak beli sekarang, nanti keburu mahal.” Akhirnya kita membeli.

Beberapa menit kemudian harga naik. Kita senang.

“Benar kan, saham ini memang bagus!” Tetapi tidak lama kemudian harga berbalik turun. Turun 2%. Kemudian 5%. Lalu 10%.

Asing Borong BBRI Rp745 Miliar, Ini 10 Saham yang Paling Banyak Dibeli

Asing Borong BBRI Rp745 Miliar, Ini 10 Saham yang Paling Banyak Dibeli

Trading Saham
Trading Saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com

JAKARTA — Ada kabar menarik dari pasar saham Indonesia. Ketika IHSG naik 1,93% sepanjang perdagangan 18–21 Agustus 2026, investor asing ternyata kembali melakukan pembelian besar-besaran.

Salah satu saham yang paling banyak diburu adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Dalam empat hari perdagangan tersebut, investor asing mencatat net buy BBRI sebesar Rp745,32 miliar.

Menariknya, harga saham BBRI juga ikut naik 3,53% menjadi Rp3.230 per saham.

Jadi, apakah ini tanda investor asing mulai kembali ke pasar saham Indonesia?

Jawabannya: belum tentu.

Ada beberapa hal yang perlu kita lihat lebih dalam.

Cara Trading Saham Harian: Biar Cuan Setiap Hari Tanpa Ribet

Cara Trading Saham Harian: Biar Cuan Setiap Hari Tanpa Ribet

 

trading saham harian

Mediasaham.comTrading saham harian atau day trading sangat populer di kalangan anak muda gen Z khususnya para pemula. Tentu kamu juga pernah dengar istilah trading saham harian bukan? Simpelnya, ini cara cari untung dari jual-beli saham dalam waktu singkat bahkan hanya dalam hitungan menit dan jam.

Kalau investasi saham biasanya nunggu bertahun-tahun baru ada hasil, trading harian ini beda banget. Kamu beli saham dalam hitungan menit dan jual saat itu juga, bisa langsung dapet cuan.

Namun, di balik peluangnya yang besar, risikonya juga lebih tinggi. Karena itu, penting bagi kamu untuk memahami cara kerja, strategi, hingga tips manajemen risiko agar tidak salah langkah. Yuk, kita bahas bareng-bareng biar nggak salah langkah.

Cara Trading Saham Harian: Biar Cuan Setiap Hari

Apa Itu Trading Saham Harian?

Trading saham harian (atau sering disebut day trading) adalah kegiatan jual beli saham di hari yang sama. Misalnya pagi hari kamu beli saham Bank BRI waktu harganya turun, siang harganya naik, langsung kamu jual.

Dari selisih harga itulah kamu dapet keuntungan. Tapi ingat, ini bukan tebak-tebakan. Kamu perlu tahu kapan waktu terbaik buat beli dan kapan harus jual.

Stockbit Melejit ke Puncak, Transaksi Tembus Rp665 Triliun hingga Juli 2026

Stockbit Melejit ke Puncak, Transaksi Tembus Rp665 Triliun hingga Juli 2026

volume trading saham
Ilustrasi Trading Saham di Bursa Efek Indonesia. Radit M. Pase


JAKARTA — Stockbit Sekuritas Digital menjadi perusahaan sekuritas dengan nilai transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Juli 2026, berdasarkan data year-to-date (YTD) yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia.

Nilai transaksi Stockbit mencapai Rp665,22 triliun hingga Juli 2026. Angka tersebut setara dengan 10,94% dari total nilai transaksi di BEI.

Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI: (Update Agustus 2026)

Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI: (Update Agustus 2026)

broker asing di indonesia
Ilustrasi Daftar Broker Asing di Indonesia. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Berinvestasi di pasar modal Indonesia (Bursa Efek Indonesia/BEI) kini semakin mudah diakses oleh investor, baik lokal maupun global. Namun, bagi sebagian investor, muncul pertanyaan krusial, terutama ketika melihat jejak transaksi: Apa saja Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI yang aman dan legal digunakan?

Memilih perusahaan sekuritas yang tepat adalah langkah pertama menuju kesuksesan investasi. Kriteria utama yang wajib dipenuhi adalah legalitas. Semua perusahaan efek yang beroperasi di Indonesia, termasuk yang berafiliasi dengan entitas asing, wajib mengantongi izin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artikel ini akan memberikan panduan komprehensif, daftar lengkap Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI per April 2026, analisis mendalam mengenai layanan yang mereka tawarkan, dan mengapa kehadiran broker asing sangat penting bagi likuiditas dan transparansi pasar modal domestik.

7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Agustus 2026)

7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Agustus 2026)

aplikasi trading saham
Aplikasi trading saham Bions. Dokumentasi Mediasaham.com


Mediasaham.com - Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia Agustus 2026.

Investasi saham sekarang makin mudah dilakukan, bahkan hanya lewat ponsel. Dengan hadirnya Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia, siapa pun bisa mulai belajar beli-jual saham tanpa perlu repot ke kantor sekuritas. Cukup download aplikasinya, buka akun, dan kamu sudah bisa pantau pergerakan harga saham kapan saja.

Banyaknya pilihan aplikasi trading saham tentu bisa buat bingung, terutama bagi yang baru mulai investasi. Setiap aplikasi punya kelebihan masing-masing — ada yang unggul di fitur edukasi, ada juga yang fokus di biaya transaksi murah. Karena itu, penting banget untuk tahu Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia yang paling cocok buat kebutuhan dan gaya investasimu.

Jadwal Dividen 2026: Kalender Lengkap & Cara Hitung Yield (Update)

Jadwal Dividen 2026: Kalender Lengkap & Cara Hitung Yield (Update)

dividen 2026
Jadwal pembagian dividen 2026


Bagi investor saham, Tahun 2026 menjadi momen krusial untuk menangkap peluang passive income. Mengetahui Jadwal Dividen 2026 lebih awal memungkinkan Anda mengatur modal dan menghindari risiko membeli di harga yang sudah terlalu tinggi saat mendekati tanggal Cum Date.



Jadwal Dividen Tahun 2026

Saham Dividen per Lembar Cum Dividen Tanggal Pembayaran
NISP Rp.45 17 Aprip 2026 4 Mei 2026
BNLI Rp.35 15 April 2026 7 Mei 2026
ROTI Rp.80,04 15 April 2026 24 April 2026
ADMF Rp.630 14 April 2026 30 April 2026
BDMN Rp.142,19 9 April 2026 30 April 2026
MEGA Rp.171,94 9 April 2026 30 April 2026
WOMF Rp.12,28 8 April 2026 30 April 2026
TEBE Rp.156 8 April 2026 24 April 2026
BBCA Rp281 27 Maret 2026 8 April 2026
ELPI Rp17 17 Maret 2026 10 April 2026
BBNI Rp349,41 17 Maret 2026 7 April 2026
AMOR Rp13 10 Februari 2026 24 Februari 2026
PNGO Rp90 14 Januari 2026 27 Januari 2026
CDIA Rp1,34 13 Januari 2026 29 Januari 2026
RAJA Rp25 8 Januari 2026 28 Januari 2026
RDTX Rp200 8 Januari 2026 21 Januari 2026
GDST Rp2,5 7 Januari 2026 23 Januari 2026
SOHO Rp33,1 7 Januari 2026 22 Januari 2026
EAST Rp5,6 6 Januari 2026 22 Januari 2026
BMRI Rp100 5 Januari 2026 14 Januari 2026
IPCM Rp4,40 2 Januari 2026 15 Januari 2026
BSSR AS$0,0076 2 Januari 2026 15 Januari 2026

*Catatan: Data di atas akan diperbarui secara setiap kali ada pengumuman resmi terbaru dari emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Kalkulator Dividen

Hitung total passive income yang akan masuk ke RDN Anda.

Total Dividen yang Diperoleh:

Rp 0


Kalkulator Dividend Yield

Hitung persentase keuntungan dividen Anda di sini.

Estimasi Dividend Yield Anda:
0%

Contoh Simulasi Perhitungan Dividen (Saham BMRI)

Mari kita hitung estimasi keuntungan jika Anda memiliki saham BMRI berdasarkan jadwal terbaru:

Data Investasi:

  • Dividen per Lembar: Rp100
  • Jumlah Kepemilikan: 100 Lot (10.000 lembar saham)
  • Harga Beli (Sesuaikan Dengan Harga Beli Anda): Rp5.075 per lembar

Langkah Perhitungan:

  1. Total Dividen Bruto: 10.000 lembar x Rp100 = Rp1.000.000
  2. Pajak Dividen (10%): 10% x Rp1.000.000 = Rp100.000 (Gratis jika diinvestasikan kembali).
  3. Dividen Netto (Bersih): Rp1.000.000 - Rp100.000 = Rp900.000

Dividend Yield: (100 / 5.075) x 100% = 1,97%


Cara Mendapatkan Dividen Saham

Banyak investor pemula mengira harus memiliki saham selama satu tahun penuh untuk mendapatkan dividen. Kenyataannya, Anda hanya perlu memperhatikan satu tanggal kunci.

Berikut langkah-langkah mendapatkan dividen:

  • Miliki Akun Sekuritas: Pastikan Anda memiliki rekening saham (RDN) yang aktif dan terverifikasi.
  • Beli Sebelum/Pada Cum Date: Anda harus membeli atau memiliki saham tersebut paling lambat pada tanggal Cum Dividen sebelum pasar ditutup.
  • Jangan Jual di Hari Cum Date: Jika Anda menjual saham Anda tepat di hari Cum Date, Anda akan kehilangan hak dividen.
  • Hold Hingga Ex-Date: Anda boleh menjual saham Anda pada tanggal Ex-Dividen (satu hari kerja setelah Cum Date) dan tetap akan mendapatkan dividen.

Strategi Investasi Dividen: Menghindari Dividend Trap

Banyak investor pemula terjebak membeli saham hanya karena yield yang tinggi, namun harganya anjlok tajam saat Ex-Date. Fenomena inilah yang disebut sebagai Dividend Trap (Jebakan Dividen). Penurunan harga pada saat Ex-Date seringkali lebih besar daripada nilai dividen yang diterima, sehingga investor justru mengalami kerugian secara total portofolio.

Tips Sukses Berburu Dividen:

  • Analisis Fundamental: Pastikan laba perusahaan bertumbuh secara konsisten. Dividen yang besar dari perusahaan yang sedang mengalami penurunan laba atau merugi adalah sinyal bahaya bagi keberlanjutan investasi Anda.
  • Cek Dividend Payout Ratio (DPR): Rasio pembagian laba yang sehat biasanya berada di angka 30% - 70%. Jika DPR di atas 100%, ada risiko perusahaan menggunakan cadangan kas dari tahun-tahun sebelumnya atau bahkan menggunakan utang untuk membayar dividen.
  • Beli Jauh Sebelum Cum Date: Harga saham cenderung merangkak naik saat mendekati pengumuman RUPST atau jadwal dividen resmi. Membeli lebih awal memberikan potensi ganda: keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) sekaligus mendapatkan dividen.
  • Diversifikasi: Jangan menaruh semua modal pada satu saham saja, terutama di sektor komoditas atau tambang yang sangat volatil. Sebarkan modal Anda ke beberapa sektor seperti perbankan, logistik, energi dan sektor lainnya untuk menjaga stabilitas portofolio.

FAQ: Pertanyaan Seputar Jadwal Dividen 2026

1. Apa itu Cum Date dalam Jadwal Dividen?

Cum Date (Cumulative Date) adalah hari terakhir seorang investor harus memiliki atau membeli saham suatu perusahaan agar berhak mendapatkan dividen yang akan dibagikan. Jika Anda membeli saham satu hari setelah tanggal ini (saat Ex-Date), Anda tidak akan mendapatkan dividen tersebut.

2. Apakah Dividen Saham Dikenakan Pajak?

Berdasarkan peraturan perpajakan di Indonesia (UU Cipta Kerja), dividen yang diterima investor pribadi dalam negeri bisa bebas pajak (0%) dengan syarat dividen tersebut diinvestasikan kembali di wilayah NKRI selama minimal 3 tahun. Jika tidak diinvestasikan kembali, maka berlaku pajak PPh Final sebesar 10%.

3. Apa yang Dimaksud dengan Dividend Trap?

Dividend Trap adalah fenomena di mana harga saham turun drastis pada saat Ex-Date. Penurunan harga ini sering kali sama atau bahkan lebih besar dari nilai dividen yang diberikan. Investor yang terjebak biasanya membeli saham tepat saat Cum Date karena tergiur yield tinggi tanpa melihat risiko teknis penurunan harga.

4. Berapa Lama Harus Menahan Saham untuk Dapat Dividen?

Anda tidak perlu menahan saham selama satu tahun penuh. Anda cukup memiliki saham tersebut sejak pasar dibuka hingga penutupan pasar pada tanggal Cum Date. Anda sudah diperbolehkan menjual saham tersebut pada keesokan harinya (Ex-Date) dan tetap berhak menerima dividen secara penuh.

5. Kapan Dividen Masuk ke Rekening Saham (RDN)?

Dividen akan otomatis masuk ke RDN Anda pada Tanggal Pembayaran (Payment Date). Jadwal pembayaran ini biasanya berjarak sekitar 2 hingga 3 minggu setelah tanggal Cum Date diumumkan secara resmi oleh emiten.


Kesimpulan: Siapkan Strategi Passive Income Anda di 2026

Mengincar keuntungan dari pembagian laba perusahaan melalui dividen memerlukan ketelitian dalam memantau Jadwal Dividen 2026. Dengan memperhatikan tanggal Cum Date pada saham-saham potensial di tahun 2026. Anda dapat mengoptimalkan passive income sekaligus meminimalisir risiko penurunan harga saham yang tajam (Dividend Trap).

💡 Pesan Penting untuk Investor:

Gunakan kalkulator dividen di atas untuk menghitung estimasi keuntungan bersih Anda setelah pajak. Jangan lupa untuk selalu melakukan analisis fundamental secara mendalam sebelum membeli, serta lakukan diversifikasi sektor agar portofolio investasi Anda tetap sehat dan terjaga dari volatilitas pasar.

Simpan (Bookmark) halaman ini sekarang juga! Kami akan terus memperbarui jadwal dividen secara real-time berdasarkan pengumuman resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2026.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

Penulis: Adit Saputra, Radit M. Pase - Mediasaham Research

Nabung Saham BBRI Untung apa Rugi? Cek Faktanya di Sini!

Nabung Saham BBRI Untung apa Rugi? Cek Faktanya di Sini!

yuk nabung saham
Ilustrasi Nabung Saham di BEI. Adit Saputra / Mediasaham.com


Ringkasan

  • Metode DCA & Konsistensi: Nabung saham berfokus pada teknik Dollar Cost Averaging (DCA), yakni menyisihkan dana tetap secara rutin untuk membeli saham Blue Chip guna membangun aset produktif tanpa terpengaruh kepanikan pasar.
  • Fokus pada Akumulasi Lot: Berdasarkan studi kasus BBRI, meskipun nilai pasar berfluktuasi secara jangka pendek, disiplin menabung memungkinkan investor mengumpulkan jumlah lot yang maksimal sebagai sumber pendapatan dividen yang stabil.
  • Manajemen Risiko & Waktu: Keberhasilan investasi ini bergantung pada penggunaan "uang dingin" dan cakrawala waktu jangka panjang (3-5 tahun) untuk memanfaatkan efek bunga majemuk serta memitigasi risiko penurunan harga.

Apakah Anda ingin melawan inflasi dengan strategi yang teruji secara historis? Nabung saham adalah metode investasi dengan cara menyisihkan dana secara rutin untuk membeli saham perusahaan secara konsisten dalam jangka panjang.

Berbeda dengan tabungan bank konvensional, menabung saham memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga aset (capital gain) dan pembagian laba perusahaan (dividen). Dalam artikel ini, kita akan membedah strategi nabung saham berdasarkan data riil pasar periode 2022 hingga akhir 2025.

Bank BNI (BBNI) Bagi Dividen Rp349,41 Per Lembar, Dividen Yield Mencapai 8%

Bank BNI (BBNI) Bagi Dividen Rp349,41 Per Lembar, Dividen Yield Mencapai 8%

jadwal dividen Bank BNI
Dividen BBNI 2026 Rp349 Per Lembar. Radit M. Pase / Mediasaham.com


MEDIASAHAM.COM, Jakarta – Bank BNI (BBNI) akan membagikan dividen sebesar Rp349,41 per lembar pada tanggal 7 April 2026. Keputusan ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 Maret 2026. Bank pelat merah ini akan membagikan dividen dengan total sebesar Rp13,02 triliun dari laba bersih tahun lalu.

Angka tersebut setara dengan 65% dari total laba bersih Perseroan tahun buku 2025. Laba bersih BBNI yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat mencapai Rp20,04 triliun per 31 Desember 2025.

38 Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI Tahun 2026

38 Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI Tahun 2026

Ada 38 perusahaan sektor kesehatan yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini. Dengan menjadi perusahaan publik, emiten-emiten ini tidak hanya mendapatkan akses pendanaan lebih luas, tetapi juga memperkuat transparansi dan tata kelola.

Berdasarkan data resmi yang tercatat hingga tahun 2026. Ke 38 perusahaan sektor kesehatan yang sudah melantai di BEI di kelompokkan ke berbagai papan pencatatan sesuai ketentuan OJK dan BEI. Mulai dari papan utama, pengembangan dan pemantauan khusus.


Daftar Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI
Dokter dan pasien saling bersalaman setelah selesai konsultasi kesehatan. Foto dokumentasi Mediasaham.com

Daftar saham sektor kesehatan berikut disusun lengkap dengan kode saham, tanggal IPO, jumlah lembar saham perusahaan, serta papan pencatatannya.  Sehingga mudah digunakan sebagai referensi bagi investor pemula maupun berpengalaman.

Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI


1. Darya-Varia Laboratoria Tbk.

Kode Saham: DVLA
Tanggal IPO: 11 Nov 1994
Jumlah Saham: 1.120.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

2. Indofarma Tbk.

Kode Saham: INAF
Tanggal IPO: 17 Apr 2001
Jumlah Saham: 3.099.267.500
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

3. Kimia Farma Tbk.

Kode Saham: KAEF
Tanggal IPO: 04 Jul 2001
Jumlah Saham: 5.566.588.407
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

4. Kalbe Farma Tbk.

Kode Saham: KLBF
Tanggal IPO: 30 Jul 1991
Jumlah Saham: 46.813.391.540
Papan Pencatatan di BEI: Utama

5. Merck Tbk.

Kode Saham: MERK
Tanggal IPO: 23 Jul 1981
Jumlah Saham: 448.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

6. Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.

Kode Saham: MIKA
Tanggal IPO: 24 Mar 2015
Jumlah Saham: 13.907.481.500
Papan Pencatatan di BEI: Utama

7. Pyridam Farma Tbk.

Kode Saham: PYFA
Tanggal IPO: 16 Okt 2001
Jumlah Saham: 11.236.691.910
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

8. Sarana Meditama Metropolitan Tbk.

Kode Saham: SAME
Tanggal IPO: 11 Jan 2013
Jumlah Saham: 17.147.132.545
Papan Pencatatan di BEI: Utama

9. Organon Pharma Indonesia Tbk.

Kode Saham: SCPI
Tanggal IPO: 08 Jun 1990
Jumlah Saham: 3.600.000
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

10. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Kode Saham: SIDO
Tanggal IPO: 18 Des 2013
Jumlah Saham: 30.000.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

11. Siloam International Hospitals Tbk.

Kode Saham: SILO
Tanggal IPO: 12 Sep 2013
Jumlah Saham: 13.006.125.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

12. Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.

Kode Saham: SRAJ
Tanggal IPO: 11 Apr 2011
Jumlah Saham: 12.238.959.990
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

13. Tempo Scan Pacific Tbk.

Kode Saham: TSPC
Tanggal IPO: 17 Jun 1994
Jumlah Saham: 4.509.864.300
Papan Pencatatan di BEI: Utama

14. Prodia Widyahusada Tbk.

Kode Saham: PRDA
Tanggal IPO: 07 Des 2016
Jumlah Saham: 937.500.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

15. Royal Prima Tbk.

Kode Saham: PRIM
Tanggal IPO: 15 Mei 2018
Jumlah Saham: 3.393.434.905
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

16. Medikaloka Hermina Tbk.

Kode Saham: HEAL
Tanggal IPO: 16 Mei 2018
Jumlah Saham: 15.365.950.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

17. Phapros Tbk.

Kode Saham: PEHA
Tanggal IPO: 26 Des 2018
Jumlah Saham: 840.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

18. Itama Ranoraya Tbk.

Kode Saham: IRRA
Tanggal IPO: 15 Okt 2019
Jumlah Saham: 1.600.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

19. Soho Global Health Tbk.

Kode Saham: SOHO
Tanggal IPO: 08 Sep 2020
Jumlah Saham: 12.691.682.390
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

20. Bundamedik Tbk.

Kode Saham: BMHS
Tanggal IPO: 06 Jul 2021
Jumlah Saham: 8.603.416.176
Papan Pencatatan di BEI: Utama

21. Kedoya Adyaraya Tbk.

Kode Saham: RSGK
Tanggal IPO: 08 Sep 2021
Jumlah Saham: 929.675.000
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

22. Murni Sadar Tbk.

Kode Saham: MTMH
Tanggal IPO: 20 Apr 2022
Jumlah Saham: 2.068.526.950
Papan Pencatatan di BEI: Utama

23. Hetzer Medical Indonesia Tbk.

Kode Saham: MEDS
Tanggal IPO: 10 Agt 2022
Jumlah Saham: 1.562.500.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

24. Famon Awal Bros Sedaya Tbk.

Kode Saham: PRAY
Tanggal IPO: 08 Nov 2022
Jumlah Saham: 13.959.422.300
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

25. Jayamas Medica Industri Tbk.

Kode Saham: OMED
Tanggal IPO: 08 Nov 2022
Jumlah Saham: 27.058.850.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

26. Multi Medika Internasional Tbk.

Kode Saham: MMIX
Tanggal IPO: 06 Des 2022
Jumlah Saham: 4.800.425.380
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

27. Penta Valent Tbk.

Kode Saham: PEVE
Tanggal IPO: 24 Jan 2023
Jumlah Saham: 1.765.625.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

28. Haloni Jane Tbk.

Kode Saham: HALO
Tanggal IPO: 08 Feb 2023
Jumlah Saham: 5.650.051.056
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

29. Charlie Hospital Semarang Tbk.

Kode Saham: RSCH
Tanggal IPO: 28 Agt 2023
Jumlah Saham: 2.650.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

30. Ikapharmindo Putramas Tbk.

Kode Saham: IKPM
Tanggal IPO: 08 Nov 2023
Jumlah Saham: 1.684.662.500
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

31. Maja Agung Latexindo Tbk.

Kode Saham: SURI
Tanggal IPO: 07 Des 2023
Jumlah Saham: 6.334.375.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

32. UBC Medical Indonesia Tbk.

Kode Saham: LABS
Tanggal IPO: 10 Jul 2024
Jumlah Saham: 3.950.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

33. Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk.

Kode Saham: OBAT
Tanggal IPO: 13 Jan 2025
Jumlah Saham: 607.844.489
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

34. Diastika Biotekindo Tbk.

Kode Saham: CHEK
Tanggal IPO: 10 Jul 2025
Jumlah Saham: 4.113.331.485
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

35. Medela Potentia Tbk.

Kode Saham: MDLA
Tanggal IPO: 15 Apr 2025
Jumlah Saham: 14.012.825.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

36. Cipta Sarana Medika Tbk.

Kode Saham: DKHH
Tanggal IPO: 08 Mei 2025
Jumlah Saham: 2.550.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

37. Metro Healthcare Indonesia Tbk.

Kode Saham: CARE
Tanggal IPO: 13 Mar 2020
Jumlah Saham: 33.250.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

38. Diagnos Laboratorium Utama Tbk.

Kode Saham: DGNS
Tanggal IPO: 15 Jan 2021
Jumlah Saham: 1.250.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan


Baca:


Gambar Health Checkup Icons
Berbagai icon daftar cek kesehatan. Adit Saputra / Mediasaham.com

Analisis Papan Pencatatan Perusahaan Sektor Kesehatan di BEI

Dari total 38 perusahaan sektor kesehatan yang tercatat di BEI, pembagian berdasarkan papan pencatatan adalah sebagai berikut:

  • Papan Utama: 9 perusahaan
    (KLBF, MIKA, SAME, SIDO, SILO, TSPC, PRDA, BMHS, MDLA, MTMH, OMED)
    (Catatan: termasuk emiten besar dan mapan dengan kinerja stabil)

  • Papan Pengembangan: 25 perusahaan
    (DVLA, KAEF, MERK, PYFA, SRAJ, PRIM, PEHA, IRRA, SOHO, MEDS, PRAY, MMIX, PEVE, HALO, RSCH, IKPM, SURI, LABS, OBAT, CHEK, DKHH, CARE, DVLA, MERK, PYFA, PHAPROS)
    (Mayoritas perusahaan tahap menengah dan bertumbuh)

  • Papan Pemantauan Khusus: 3 perusahaan
    (INAF, SCPI, RSGK)
    (Sedang dalam pengawasan khusus BEI)

Total keseluruhan:
38 perusahaan kesehatan tercatat di BEI hingga Maret 2026.


Contoh Perusahaan Sektor Kesehatan di BEI

Beberapa contoh perusahaan kesehatan ternama yang sudah lama tercatat di BEI antara lain:

  • Kalbe Farma Tbk. (KLBF) – perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, tercatat di Papan Utama sejak 1991.

  • Kimia Farma Tbk. (KAEF) – emiten farmasi pelat merah yang berada di Papan Pengembangan.

  • Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) – operator rumah sakit swasta terkemuka di Papan Utama.

  • Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) – rumah sakit swasta modern milik Grup Lippo di Papan Utama.

  • Indofarma Tbk. (INAF) – BUMN farmasi yang kini masuk Papan Pemantauan Khusus.


Kesimpulan

Berdasarkan data hingga Maret 2026, terdapat 38 perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mayoritas dari mereka tercatat di Papan Pengembangan, yang menunjukkan bahwa sektor kesehatan di Indonesia masih dalam tahap pertumbuhan aktif dan ekspansi.

Sementara itu, perusahaan besar seperti Kalbe Farma (KLBF), Siloam Hospitals (SILO), dan Mitra Keluarga (MIKA) sudah menempati Papan Utama berkat kinerja dan fundamental yang kuat.

Baca: Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan

Papan pencatatan di BEI bukan hanya sekadar klasifikasi administratif, tetapi juga panduan penting bagi investor untuk memahami tingkat kematangan dan risiko tiap perusahaan. Dengan mengenal jenis papan ini, calon investor dapat memilih saham sektor kesehatan sesuai profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham