Asing Jual BBRI Rp1,20 Triliun, Harga Anjlok 3,77%, Broker AK Dominasi Distribusi

Asing Jual BBRI Rp1,20 Triliun, Harga Anjlok 3,77%, Broker AK Dominasi Distribusi

trading saham
Seorang broker sedang memantau grafik harga saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Mediasaham.com, Jakarta 25 November 2025 — Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali berada di bawah tekanan kuat setelah investor asing melakukan aksi jual besar-besaran pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan hari ini (25/11/2025) asing mencatat net sell sekitar Rp1,20 triliun, menjadikan BBRI sebagai salah satu saham bank big cap dengan distribusi asing terbesar hari ini.

Baca: 92 Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia 2025

Harga BBRI pun terkoreksi signifikan 3,77% ke level Rp3.830 (dari harga Rp3.980), dengan total transaksi mencapai Rp1,55 triliun dan volume mencapai 4 juta lot.

BRI Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Buyback Saham, Nilai BBRI Dinilai Masih Undervalue

BRI Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Buyback Saham, Nilai BBRI Dinilai Masih Undervalue

BRI

Jakarta, Mediasaham.com — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membuka opsi aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) dalam waktu dekat. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada 24 Maret 2025.

Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu Retno, menjelaskan bahwa perseroan telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan buyback dalam periode 12 bulan sejak Maret 2025. Total anggaran buyback yang disetujui mencapai Rp3 triliun, dengan sisa dana sekitar Rp2,5 triliun yang masih siap dieksekusi kapan saja.

Asing Jual Saham BBRI Rp6,2 Juta Lot dalam Sepekan, Apakah Tekanan Jual Masih Tinggi?

Asing Jual Saham BBRI Rp6,2 Juta Lot dalam Sepekan, Apakah Tekanan Jual Masih Tinggi?

 


Mediasaham.com, Jakarta   – Tekanan jual dari investor asing terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) masih berlanjut pada awal Oktober 2025. Berdasarkan data perdagangan hingga 6 Oktober 2025, investor asing mencatatkan net sell sebesar 6,21 juta lot selama tujuh hari perdagangan terakhir.

Data perdagangan menunjukkan bahwa aksi jual asing paling besar terjadi pada 2 Oktober 2025, dengan net sell mencapai 2,43 juta lot. Pada hari tersebut, volume pembelian asing tercatat 722.606 lot, sedangkan penjualan mencapai 3.162.021 lot.

Berikut rincian pergerakan transaksi asing BBRI:

Laba Bersih BRI Turun 9,9% Jadi Rp32,6 triliun Per Agustus 2025

Laba Bersih BRI Turun 9,9% Jadi Rp32,6 triliun Per Agustus 2025

Bank BRI

Mediasaham.com – Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melaporkan kinerja keuangan per 31 Agustus 2025 dengan capaian negatif. Laba bersih BBRI per 31 Agustus 2025 sebesar Rp32,6 triliun, turun sebesar 9,9% dibanding periode yang sama tahun 2024, ketika perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp36,2 triliun pada Agustus 2024.

Dari sisi pendapatan bunga, BRI meraih sebesar Rp109,42 triliun hingga Agustus 2025, naik tipis 1,1% dibanding Rp108,21 triliun pada Agustus 2024. Beban bunga juga meningkat menjadi Rp34,74 triliun dari Rp34,57 triliun, atau naik 0,5%. Dengan demikian, laba bunga bersih (net interest income) tumbuh 1,4% menjadi Rp74,68 triliun, dari Rp73,63 triliun di tahun sebelumnya.

 BacaKamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula

Namun, tekanan datang dari pos beban operasional. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) meningkat menjadi Rp27,49 triliun, naik 7,4% dibanding Rp25,59 triliun pada 2024. Beban tenaga kerja juga naik tipis 0,7% menjadi Rp20,01 triliun, dari Rp19,86 triliun tahun sebelumnya. Beban lainnya pun melonjak 9,7% ke level Rp19,08 triliun, dari Rp17,40 triliun di 2024.

Baca: Daftar Bank Buku 4 di Indonesia

Di sisi lain, pendapatan non-bunga BRI menunjukkan pergerakan berbeda. Pendapatan dividen meningkat signifikan 22,5% menjadi Rp3,15 triliun dari Rp2,57 triliun. Pendapatan dari penjualan aset keuangan juga naik 24,5% ke Rp1,66 triliun dari Rp1,33 triliun. Namun, pendapatan komisi dan administrasi justru turun 10,4% menjadi Rp13,34 triliun dibanding Rp14,90 triliun setahun sebelumnya.

 Baca20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia

Per 31 Agustus 2025, Saham BBRI mencatat total ekuitas sebesar Rp304,30 triliun. Dari sisi aset, BRI memiliki total aset sebesar Rp1.925 triliun. Penyaluran kredit mendominasi dengan Rp1.273 triliun atau sekitar 66 persen dari total aset, disusul portofolio surat berharga Rp363,26 triliun. Likuiditas juga ditopang kas serta penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain senilai lebih dari Rp185 triliun.

Baca:
1. Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula
2. 
Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
3. Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan
4. Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula
5. 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Oktober 2025)

Perbandingan Kinerja Bank BRI Agustus 2025 vs Agustus 2024


1. Pendapatan dan Beban Bunga

  • Pendapatan bunga: Rp109,42 triliun (2025) vs Rp108,21 triliun (2024) → naik 1,1%
  • Beban bunga: Rp34,74 triliun vs Rp34,57 triliun → naik 0,5%
  • Pendapatan bunga bersih: Rp74,68 triliun vs Rp73,63 triliun → naik 1,4%

2. Pendapatan Non-Bunga

  • Pendapatan dividen: Rp3,15 triliun (2025) vs Rp2,57 triliun (2024) → naik 22,5%
  • Penjualan aset keuangan: Rp1,66 triliun vs Rp1,33 triliun → naik 24,5%
  • Pendapatan komisi & administrasi: Rp13,34 triliun vs Rp14,90 triliun → turun 10,4%

3. Beban Operasional

  • Kerugian penurunan nilai aset (impairment): Rp27,49 triliun (2025) vs Rp25,59 triliun (2024) → naik 7,4%
  • Beban tenaga kerja: Rp20,01 triliun vs Rp19,86 triliun → naik 0,7%
  • Beban lainnya: Rp19,08 triliun vs Rp17,40 triliun → naik 9,7%

4. Laba

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham