Kalkulator Saham
- Target profit berapa %
- Menghitung modal harga beli
- Menghitung profit harga jual
- Take Profit
JAKARTA — Aktivitas investor asing menjadi salah satu sorotan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 1 Oktober 2026.
Berdasarkan statistik BEI, investor asing mencatat net sell Rp241,86 miliar atau sekitar US$13,48 juta pada perdagangan hari tersebut.
Tekanan jual investor asing berlangsung bersamaan dengan pelemahan IHSG sebesar 1,02 persen ke level 6.009,502.
| Ilustrasi IHSG Hari Ini. Adit Saputra / Mediasaham.com |
Jika melihat kinerja secara year to date, aktivitas jual bersih investor asing tercatat jauh lebih besar.
BEI mencatat akumulasi net sell investor asing sebesar Rp81,28 triliun atau sekitar US$4,53 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sepanjang periode YTD yang tercantum dalam statistik BEI, nilai penjualan bersih investor asing masih lebih besar dibandingkan pembelian bersihnya.
Baca: Volume Trading Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Strategi Analisis untuk Investor
Berikut adalah ringkasan lengkap tanya jawab (Q&A) Public Expose ITMG 2026:
Q: Bagaimana dampak penurunan debit air Sungai Mahakam terhadap kapasitas muat tongkang dan biaya logistik Perusahaan saat ini?
Jawaban (Mulianto & Yulius Kurnawan Gozali - Direksi): Kondisi penurunan debit air di hulu Sungai Mahakam merupakan tantangan operasional yang juga dialami beberapa tambang kami di area Melak. Untuk memitigasi risiko kandas, kapasitas pemuatan tongkang disesuaikan turun berkisar 30% hingga 40% tergantung tinggi air. Dari sisi biaya, volume muat yang lebih kecil per perjalanan memang berpotensi menaikkan biaya logistik per ton. Namun, keterbatasan pengiriman ini juga menekan pasokan di pasar, yang pada gilirannya mendukung harga batu bara. Dampak biaya secara keseluruhan tetap terbatas karena area Melak hanya mencakup sebagian dari total penjualan. Sementara itu, tambang Indominco di Bontang tidak terdampak karena berlokasi di area pesisir laut.
Q: Bagaimana strategi Perusahaan mengantisipasi lonjakan harga solar pada semester II-2026 dan menjaga target Strip Ratio (SR)?
Jawaban (Yulius Kurnawan Gozali - Direksi): Kami fokus meningkatkan efisiensi operasional melalui efisiensi konsumsi bahan bakar dan memastikan kepastian pasokan solar. Mengenai strip ratio, target keseluruhan tahun tetap kami jaga di kisaran 10,3x hingga 10,5x, dan sejauh ini posisinya relatif stabil.
Q: Bagaimana update terkait persetujuan RKAB 2026 serta target produksi dan penjualan Full Year 2026?
Jawaban (Mulianto - Direksi): Mengenai revisi RKAB, Perusahaan mengacu pada pemberitahuan resmi dari Pemerintah. Fokus utama manajemen saat ini adalah menjalankan operasional sesuai ketentuan yang berlaku dan berupaya optimal mencapai target tahunan yang telah ditetapkan.
Mediasaham.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perdagangan saham pada Rabu, 30 September 2026 ditutup dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG ditutup di level 6.071,138, turun 50,562 poin atau 0,83% dari posisi sebelumnya 6.121,700. Level tertinggi IHSG pada perdagangan hari tersebut berada di 6.187,046, sedangkan level terendah berada di 6.071,138.
| Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.com |
Data berikut merupakan rangkuman IDX Daily Statistics yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia.
| Indikator | 30 September 2026 |
|---|---|
| IHSG | 6.071,138 |
| Perubahan | -50,562 |
| Perubahan IHSG | -0,83% |
| Volume saham | 28,294 miliar saham |
| Nilai transaksi | Rp14,030 triliun |
| Frekuensi | 1,790 juta kali |
| Kapitalisasi pasar BEI | Rp10.695 triliun |
| Kapitalisasi IHSG | Rp2.644 triliun |
| USD/IDR BI | Rp17.877 |
Rata-rata perdagangan harian sepanjang tahun berjalan atau YTD tercatat sebesar 38,958 miliar saham, dengan nilai transaksi rata-rata Rp20,847 triliun dan frekuensi rata-rata 1,202 juta kali.
Investor asing mencatat net sell sebesar Rp1,613,47 miliar atau sekitar Rp1,61 triliun pada perdagangan 30 September 2026.
Dalam denominasi dolar AS, net sell asing tercatat sebesar US$90,25 juta.
Secara kumulatif sepanjang 2026, posisi net sell asing mencapai Rp81,038,72 miliar atau sekitar Rp81,04 triliun, setara US$4,533,13 juta.
Sementara itu, market PER tercatat 12,42 kali dan market PBV sebesar 1,62 kali.
Mediasaham.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih menghadapi dinamika bisnis batu bara pada 2026. Produksi batu bara pada semester I 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penurunan produksi tersebut belum membuat kinerja keuangan perusahaan ikut melemah.
Sebaliknya, ITMG masih mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada semester I 2026.
| Tinjauan operasi ITMG 2026. Sumber Paparan Publik ITMG |
Berdasarkan Paparan Publik ITMG pada 9 September 2026, produksi batu bara ITMG mencapai 9,9 juta ton sepanjang semester I 2026, turun 5% dibandingkan 10,4 juta ton pada semester I 2025.
Di sisi lain, penjualan batu bara mencapai 12,3 juta ton, naik 5% secara tahunan. Pendapatan juga meningkat 9% menjadi sekitar US$1 miliar, sementara laba bersih naik 17% menjadi US$110 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kinerja ITMG tidak hanya ditentukan oleh jumlah batu bara yang diproduksi. Harga jual batu bara, biaya produksi, kualitas batu bara, serta efisiensi operasional juga menjadi faktor penting.
Produksi menjadi salah satu indikator utama untuk melihat kondisi operasi perusahaan tambang.
Pada semester I 2026, ITMG memproduksi 9,9 juta ton batu bara. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan produksi 10,4 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
| Periode | Produksi Batu Bara |
|---|---|
| Semester I 2025 | 10,4 juta ton |
| Semester I 2026 | 9,9 juta ton |
| Pertumbuhan | -5% |
Meskipun produksi turun, ITMG masih menargetkan produksi sepanjang 2026 sebesar 22,0 juta hingga 22,9 juta ton.
Untuk kuartal III 2026, perusahaan menargetkan produksi sekitar 5,9 juta ton.
Artinya, semester II 2026 akan menjadi periode penting untuk melihat kemampuan ITMG mengejar target produksi tahunannya.
Baca: Histori Dividen ITMG dari Tahun ke Tahun, Lengkap Analisis Dividend Yield
Mediasaham.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di sektor energi, khususnya industri pertambangan dan produksi batu bara.
ITMG tercatat di BEI dengan kode saham ITMG pada 18 Desember 2007. Saham perusahaan masuk dalam Papan Utama BEI.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ITMG memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak dalam pertambangan batu bara, pengangkutan dan perdagangan batu bara, energi alternatif, perdagangan energi, hingga jasa penunjang kegiatan pertambangan.
| PT Indo Tambangraya Megah Tbk. Foto Annual Report 2025 ITM |
Berikut profil PT Indo Tambangraya Megah Tbk:
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama Perusahaan | PT Indo Tambangraya Megah Tbk |
| Kode Saham | ITMG |
| Tanggal Pencatatan | 18 Desember 2007 |
| Papan Pencatatan | Utama |
| Sektor | Energi |
| Subsektor | Minyak, Gas & Batu Bara |
| Industri | Batu Bara |
| Subindustri | Produksi Batu Bara |
| Bidang Usaha | Pertambangan Batu Bara |
| Biro Administrasi Efek | PT Datindo Entrycom |
| Telepon | 021-2932 8100 |
| Fax | 021-2932 7999 |
| Alamat Kantor | Pondok Indah Office Tower III, 3rd Floor, Jl. Sultan Iskandar Muda Pondok Indah Kav. V-TA, Jakarta Selatan 12310 |
PT Indo Tambangraya Megah Tbk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 18 Desember 2007 dengan kode saham ITMG.
Sejak tercatat di BEI, saham ITMG masuk dalam Papan Utama.
Berdasarkan klasifikasi BEI yang tercantum pada data profil perusahaan, ITMG berada di sektor Energi, subsektor Minyak, Gas & Batu Bara, dengan industri Batu Bara dan subindustri Produksi Batu Bara.
Mediasaham.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. IHSG turun 26,159 poin atau 0,43% ke level 6.121,700, dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.147,859.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.013,079-6.150,552. Pelemahan indeks berlangsung di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai ratusan miliar rupiah.
| IDX Daily Statistics, Selasa, 29 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.co |
Berdasarkan IDX Daily Statistics, total volume perdagangan saham pada 29 September 2026 mencapai 36,13 miliar saham.
Nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp13,22 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai sekitar 1,79 juta kali.
Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp10.758 triliun.
Jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan harian sepanjang 2026, aktivitas perdagangan hari ini relatif lebih rendah.
Rata-rata harian sepanjang tahun berjalan tercatat sebesar 39,02 miliar saham, dengan rata-rata nilai transaksi Rp20,89 triliun dan frekuensi sekitar 1,21 juta kali.
Dengan demikian, nilai transaksi 29 September berada sekitar 36,7% di bawah rata-rata harian YTD.
Short selling di BEI adalah transaksi saham dengan cara menjual saham yang belum dimiliki, karena saham tersebut terlebih dahulu dipinjam. Setelah itu, saham dibeli kembali untuk dikembalikan kepada pihak yang meminjamkan.
Sederhananya, short selling adalah menjual lebih dulu, kemudian membeli kembali.
Kalau harga saham turun, transaksi ini bisa menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, kalau harga saham naik, investor bisa mengalami kerugian karena harus membeli kembali saham tersebut dengan harga yang lebih mahal.
| Ilustrasi cara kerja short selling. Adit Saputra / Mediasaham.com |
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan kembali transaksi short selling secara bertahap mulai 1 Oktober 2026. Pada tahap awal, terdapat lima saham yang masuk dalam daftar, yaitu ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF.
Artikel ini akan menjelaskan apa itu short selling, cara kerja short selling di BEI, syarat short selling, modal yang dibutuhkan, risiko short selling, serta contoh transaksi short selling menggunakan saham BBCA.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Berdasarkan statistik perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.147,859, turun 94,033 poin atau 1,51% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.241,892.
Sepanjang perdagangan, IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.227,899. Namun, indeks kemudian bergerak melemah hingga menyentuh level terendah 6.140,342 sebelum ditutup di 6.147,859.
Tekanan pasar juga terlihat dari aktivitas investor asing. BEI mencatat net sell asing sebesar Rp1,13 triliun pada perdagangan hari ini.
| Asing Net Sell Rp1,13 Triliun Per 28 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.com |
JAKARTA, Mediasaham.com — Sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 21–25 September 2026.
Berdasarkan statistik mingguan BEI, FORU menjadi saham dengan kenaikan harga terbesar dalam daftar top gainers.
Harga FORU tercatat naik dari Rp154 menjadi Rp360 per saham. Dengan demikian, saham tersebut mengalami kenaikan Rp205 atau 133,72% dalam sepekan.
Selain FORU, sejumlah saham lainnya juga membukukan kenaikan lebih dari 50%.