Jakarta, Mediasaham.com — Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (IDX: BSBK) membukukan pertumbuhan pendapatan namun mengalami penurunan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan Tumbuh, Margin Laba Tertekan
BSBK mencatat pendapatan sebesar Rp277,63 miliar pada sembilan bulan pertama 2025, naik 5,4% dibandingkan Rp263,43 miliar pada kuartal III 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi sektor properti hunian dan sewa komersial yang stabil, terutama dari proyek-proyek yang berlokasi di Balikpapan.
Namun, beban pokok penjualan juga meningkat 21,3% menjadi Rp85,93 miliar dari Rp70,84 miliar. Kenaikan biaya ini menekan margin laba kotor yang turun tipis 0,5% menjadi Rp191,70 miliar dari Rp192,58 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, efisiensi biaya operasional belum cukup menahan penurunan profitabilitas. Laba usaha tercatat sebesar Rp109,66 miliar, turun 2,2% dibandingkan Rp112,18 miliar pada kuartal III 2024.
Laba Bersih Terkoreksi, EPS Turun
Penurunan laba usaha berdampak langsung pada laba bersih perusahaan. BSBK membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp54,12 miliar, turun 12,9% dibandingkan Rp62,11 miliar pada kuartal III 2024.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tercatat turun 12,9% menjadi Rp54,12 miliar. Seiring penurunan laba, nilai laba per saham (earnings per share / EPS) turun menjadi Rp2,16 per lembar dari Rp2,48 per lembar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lihat Juga: Laporan Keuangan Mark Dynamics Indonesia Tbk Q3 2025: Laba Bersih Turun 7,7% di Tengah Penurunan Penjualan
Manajemen perusahaan menyebut, tren ini mencerminkan penyesuaian pasar pascapandemi dan kenaikan biaya konstruksi yang masih berlangsung di beberapa proyek utama.
Struktur Keuangan Tetap Kuat
Dari sisi neraca, total aset BSBK per 30 September 2025 mencapai Rp2,88 triliun, naik 0,6% dibandingkan Rp2,87 triliun pada tahun sebelumnya. Total liabilitas turun 4,7% menjadi Rp738,78 miliar, menandakan adanya perbaikan struktur permodalan.
Sementara itu, total ekuitas meningkat 2,6% menjadi Rp2,15 triliun, memperlihatkan posisi keuangan yang tetap solid di tengah tantangan bisnis properti yang kompetitif.Arus Kas dari Operasi Masih Positif
Dalam laporan arus kas, BSBK mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp44,86 miliar, turun 47,0% dari Rp84,60 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya piutang usaha dan persediaan proyek yang masih dalam pembangunan.
Lihat Juga: Laba BOBA Melejit 37% di Q3 2025, Penjualan Stabil dan Efisiensi Dorong Profitabilitas
Arus kas dari aktivitas investasi tercatat negatif Rp24,59 miliar, lebih rendah 28,4% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara arus kas dari aktivitas pendanaan juga turun menjadi negatif Rp28,68 miliar.
Kas dan setara kas pada akhir periode tercatat sebesar Rp10,30 miliar, turun 37,3% dibandingkan Rp16,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Ringkasan Laporan Keuangan BSBK Q3 2025
(Periode 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024)
| Pos Keuangan (Rp) | 2025 | 2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | 277.630.035.503 | 263.428.692.119 | +5,4% |
| Beban Pokok Penjualan | 85.933.670.284 | 70.844.906.230 | +21,3% |
| Laba Kotor | 191.696.365.219 | 192.583.785.889 | -0,5% |
| Laba Usaha | 109.657.629.962 | 112.181.120.971 | -2,2% |
| Laba Sebelum Pajak | 54.887.305.886 | 62.880.590.380 | -12,7% |
| Laba Tahun Berjalan | 54.120.038.139 | 62.106.551.055 | -12,9% |
| Laba per Saham (EPS) | Rp2,16 | Rp2,48 | -12,9% |
| Total Aset | 2.883.936.242.569 | 2.866.621.350.778 | +0,6% |
| Total Liabilitas | 738.781.459.832 | 775.586.606.178 | -4,7% |
| Total Ekuitas | 2.145.154.782.737 | 2.091.034.744.600 | +2,6% |
| Arus Kas Operasi | 44.861.581.672 | 84.598.554.116 | -47,0% |
| Arus Kas Investasi | -24.585.706.178 | -34.332.659.938 | -28,4% |
| Arus Kas Pendanaan | -28.680.516.549 | -52.802.712.905 | -45,7% |
| Kas Akhir Periode | 10.299.344.811 | 16.434.606.565 | -37,3% |
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2025, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) mencatat penurunan laba bersih sebesar 12,9% menjadi Rp54,12 miliar dibandingkan Rp62,11 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan beban pokok penjualan dan tekanan margin laba di tengah kondisi pasar properti yang fluktuatif. Sejalan dengan kinerja tersebut, laba per saham (EPS) juga turun dari Rp2,48 menjadi Rp2,16 per lembar.
.jpg)
0 Comments
Posting Komentar