Perubahan paling menonjol terlihat pada laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Setelah membukukan rugi sebesar Rp8,27 miliar pada sembilan bulan pertama 2025, perseroan berbalik mencatat laba sebesar Rp18,40 miliar pada periode yang sama 2026.
![]() |
| Ilustrasi Laporan Keuangan Multi Garam Utama (FOLK) |
Ringkasan Kinerja Keuangan PT Multi Garam Utama Tbk
Berikut ringkasan sejumlah indikator keuangan perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Untuk indikator laba bersih, angka yang digunakan adalah laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
| Indikator | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan neto | Rp14,45 miliar | Rp14,06 miliar | +Rp394,14 juta | +2,80% |
| Laba bruto | Rp7,87 miliar | Rp7,85 miliar | +Rp12,33 juta | +0,16% |
| Laba (rugi) usaha | Rp17,32 miliar | Rugi Rp10,60 miliar | +Rp27,92 miliar | Berbalik untung |
| Laba (rugi) sebelum pajak | Rp17,28 miliar | Rugi Rp10,56 miliar | +Rp27,83 miliar | Berbalik untung |
| Laba (rugi) bersih pemilik entitas induk | Laba Rp18,40 miliar | Rugi Rp8,27 miliar | +Rp26,67 miliar | Berbalik untung |
| Total aset | Rp151,99 miliar | Rp76,21 miliar | +Rp75,78 miliar | +99,44% |
| Total liabilitas | Rp11,52 miliar | Rp10,09 miliar | +Rp1,44 miliar | +14,23% |
| Total ekuitas | Rp140,46 miliar | Rp66,12 miliar | +Rp74,34 miliar | +112,45% |
Pendapatan Naik 2,80% Menjadi Rp14,45 Miliar
Selama sembilan bulan pertama 2026, PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) membukukan pendapatan neto sebesar Rp14,45 miliar. Angka tersebut meningkat Rp394,14 juta atau sekitar 2,80% dibandingkan pendapatan Rp14,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan tersebut belum diikuti pertumbuhan laba bruto yang sebanding. Laba bruto tercatat Rp7,87 miliar, hanya naik sekitar Rp12,33 juta atau 0,16% dibandingkan Rp7,85 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp6,59 miliar dari Rp6,20 miliar. Dengan demikian, kenaikan beban pokok lebih besar dibandingkan kenaikan pendapatan, sehingga margin laba bruto sedikit menyusut.
| Komponen | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan neto | Rp14,45 miliar | Rp14,06 miliar | +Rp394,14 juta | +2,80% |
| Beban pokok pendapatan | Rp6,59 miliar | Rp6,20 miliar | +Rp381,81 juta | +6,15% |
| Laba bruto | Rp7,87 miliar | Rp7,85 miliar | +Rp12,33 juta | +0,16% |
Beban Operasional dan Penghasilan Lain-lain
Dari sisi beban usaha, beban penjualan dan pemasaran turun cukup besar menjadi Rp2,50 miliar dari Rp4,66 miliar pada periode sebelumnya. Penurunan tersebut setara sekitar 46,23%.
Namun, beban umum dan administrasi justru meningkat menjadi Rp14,71 miliar dari Rp12,60 miliar, atau naik sekitar 16,75%. Nilai beban umum dan administrasi tersebut juga lebih besar dibandingkan laba bruto perseroan.
Faktor yang sangat memengaruhi perubahan hasil usaha adalah pos penghasilan (beban) lain-lain. Pada sembilan bulan pertama 2026, perseroan membukukan penghasilan lain-lain sebesar Rp26,67 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun 2025 tercatat beban lain-lain sebesar Rp1,19 miliar.
Perubahan pada pos tersebut membuat hasil usaha berbalik dari rugi Rp10,60 miliar menjadi laba Rp17,32 miliar. Karena kontribusi penghasilan lain-lain sangat besar terhadap hasil periode berjalan, komposisi dan sifat penghasilan tersebut menjadi bagian penting untuk diperhatikan dalam membaca kinerja perseroan.
| Komponen | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Beban penjualan dan pemasaran | Rp2,50 miliar | Rp4,66 miliar | -Rp2,15 miliar | -46,23% |
| Beban umum dan administrasi | Rp14,71 miliar | Rp12,60 miliar | +Rp2,11 miliar | +16,75% |
| Penghasilan (beban) lain-lain | Penghasilan Rp26,67 miliar | Beban Rp1,19 miliar | +Rp27,87 miliar | Berbalik menjadi penghasilan |
| Laba (rugi) usaha | Laba Rp17,32 miliar | Rugi Rp10,60 miliar | +Rp27,92 miliar | Berbalik untung |
Laba Bersih Pemilik Entitas Induk Berbalik Positif
Setelah memperhitungkan penghasilan keuangan, biaya keuangan, dan manfaat pajak, PT Multi Garam Utama Tbk mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp17,31 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan membukukan rugi bersih konsolidasian sebesar Rp10,51 miliar.
Namun, sesuai pendekatan analisis laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham entitas induk, angka yang menjadi perhatian utama adalah laba sebesar Rp18,40 miliar. Angka tersebut berbalik dari rugi Rp8,27 miliar pada periode sembilan bulan pertama 2025.
Sementara itu, kepentingan nonpengendali mencatat rugi sebesar Rp1,09 miliar pada 2026, lebih kecil dibandingkan rugi Rp2,23 miliar pada 2025. Dengan demikian, laba bersih konsolidasian merupakan hasil setelah memperhitungkan bagian laba atau rugi yang menjadi hak kepentingan nonpengendali.
| Komponen laba bersih | 9M 2026 | 9M 2025 |
|---|---|---|
| Laba (rugi) bersih konsolidasian | Rp17,31 miliar | Rugi Rp10,51 miliar |
| Laba (rugi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk | Rp18,40 miliar | Rugi Rp8,27 miliar |
| Rugi yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali | Rp1,09 miliar | Rp2,23 miliar |
Laba per saham dasar dan dilusian juga berubah menjadi positif sebesar Rp4,51 per saham, dibandingkan rugi Rp2,10 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Laporan Keuangan Emiten:
- Laporan Keuangan Indosat Q3 2026: Laba Bersih Melonjak +37,19% Jadi Rp4,92 triliun, Cek Analisis Keuangan ISAT
- Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
- Laba Bersih Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) Turun 6,89% per September 2026
- Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026
- Bank Mandiri Cetak Laba Rp47,11 Triliun hingga September 2026, Naik 13,9%
- Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 61% hingga September 2026, Pendapatan Turun 10%
- Bukalapak Minus Rp881 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Naik 19%
- SNLK Catat Pendapatan Rp32,82 Miliar hingga September 2026, Rugi Bersih Turun 39,36%
- Laba BLES Melonjak 484% Jadi Rp284 Miliar hingga Kuartal III-2026
- Metrodata Electronics (MTDL) Raih Pendapatan Rp22,09 Triliun, Laba Naik 2,33% hingga September 2026
- Laba Saham PADA Melonjak 333% Jadi Rp3,4 Miliar hingga September 2026
- Laba PT Vale Indonesia (INCO) Meroket 180% Jadi AS$147,1 juta hingga September 2026
- Kedaung Indah Can (KICI) Pangkas Rugi 67,74% Jadi Rp2,19 Miliar hingga September 2026
- Laporan Keuangan Mayora Q3 2026: Laba Naik +31,08% Jadi Rp2,47 Triliun, Cek Rasio Keuangan Saham MYOR
Posisi Aset Meningkat Menjadi Rp151,99 Miliar
Berdasarkan laporan posisi keuangan per 30 September 2026, total aset perseroan mencapai Rp151,99 miliar. Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp75,78 miliar atau 99,44% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp76,21 miliar.
Kenaikan terutama terlihat pada aset lancar yang meningkat dari Rp8,58 miliar menjadi Rp85,57 miliar. Salah satu komponen yang mengalami perubahan besar adalah investasi lain-lain jangka pendek, yang tercatat Rp57,37 miliar pada September 2026, sementara pada akhir 2025 belum tercatat.
Kas dan setara kas juga meningkat menjadi Rp9,94 miliar dari Rp1,25 miliar. Selain itu, uang muka naik menjadi Rp9,23 miliar dari Rp379,65 juta, sedangkan persediaan meningkat menjadi Rp4,22 miliar dari Rp1,54 miliar.
| Komponen aset | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Kas dan setara kas | Rp9,94 miliar | Rp1,25 miliar | +Rp8,69 miliar | +696,72% |
| Piutang usaha neto | Rp2,23 miliar | Rp1,08 miliar | +Rp1,15 miliar | +105,78% |
| Persediaan | Rp4,22 miliar | Rp1,54 miliar | +Rp2,68 miliar | +174,14% |
| Uang muka | Rp9,23 miliar | Rp379,65 juta | +Rp8,85 miliar | +2.333,07% |
| Investasi lain-lain jangka pendek | Rp57,37 miliar | Tidak tercatat | +Rp57,37 miliar | Tidak dihitung |
| Total aset lancar | Rp85,57 miliar | Rp8,58 miliar | +Rp76,99 miliar | +897,03% |
| Total aset tidak lancar | Rp66,42 miliar | Rp67,62 miliar | -Rp1,21 miliar | -1,78% |
| Total aset | Rp151,99 miliar | Rp76,21 miliar | +Rp75,78 miliar | +99,44% |
Sementara itu, aset tidak lancar tercatat Rp66,42 miliar, turun tipis dibandingkan Rp67,62 miliar pada akhir 2025. Penurunan aset tetap dari Rp11,10 miliar menjadi Rp9,03 miliar diimbangi antara lain oleh kenaikan aset takberwujud dan goodwill.
Liabilitas Naik, Ekuitas Bertambah Signifikan
Total liabilitas perseroan per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp11,52 miliar, meningkat 14,23% dibandingkan Rp10,09 miliar pada 31 Desember 2025.
Liabilitas jangka pendek justru turun dari Rp9,61 miliar menjadi Rp8,32 miliar. Di sisi lain, liabilitas jangka panjang meningkat menjadi Rp3,21 miliar dari Rp482,96 juta, terutama karena munculnya utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp2,56 miliar.
Total ekuitas meningkat menjadi Rp140,46 miliar dari Rp66,12 miliar. Kenaikan tersebut terutama sejalan dengan bertambahnya tambahan modal disetor dari Rp39,86 miliar menjadi Rp93,86 miliar serta kenaikan modal saham dari Rp78,96 miliar menjadi Rp81,83 miliar.
| Komponen | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Liabilitas jangka pendek | Rp8,32 miliar | Rp9,61 miliar | -Rp1,29 miliar | -13,41% |
| Liabilitas jangka panjang | Rp3,21 miliar | Rp482,96 juta | +Rp2,72 miliar | +563,85% |
| Total liabilitas | Rp11,52 miliar | Rp10,09 miliar | +Rp1,44 miliar | +14,23% |
| Modal saham | Rp81,83 miliar | Rp78,96 miliar | +Rp2,86 miliar | +3,63% |
| Tambahan modal disetor | Rp93,86 miliar | Rp39,86 miliar | +Rp54,00 miliar | +135,44% |
| Saldo laba (defisit) belum ditentukan penggunaannya | Defisit Rp17,72 miliar | Defisit Rp36,12 miliar | Defisit berkurang Rp18,40 miliar | — |
| Total ekuitas | Rp140,46 miliar | Rp66,12 miliar | +Rp74,34 miliar | +112,45% |
Perlu dicatat, saldo laba belum ditentukan penggunaannya masih berada dalam posisi defisit Rp17,72 miliar. Meski demikian, jumlah defisit tersebut lebih kecil dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp36,12 miliar.
Kepentingan nonpengendali juga masih tercatat negatif sebesar Rp16,68 miliar, dibandingkan negatif Rp15,60 miliar pada akhir tahun sebelumnya.
Rasio Keuangan PT Multi Garam Utama Tbk
Berdasarkan angka dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi, sejumlah rasio sederhana dapat digunakan untuk melihat perubahan struktur keuangan perseroan. Rasio berikut merupakan hasil perhitungan dari data yang disajikan, bukan angka rasio yang dikutip langsung dari laporan keuangan.
| Rasio | 30 Sep 2026 / 9M 2026 | 31 Des 2025 / 9M 2025 |
|---|---|---|
| Current ratio (aset lancar / liabilitas jangka pendek) | 10,29 kali | 0,89 kali |
| Liabilitas terhadap aset | 7,58% | 13,24% |
| Liabilitas terhadap ekuitas | 0,08 kali | 0,15 kali |
| Margin laba bruto | 54,42% | 55,87% |
| Margin laba bersih pemilik entitas induk | 127,31% | -58,85% |
Current ratio meningkat karena aset lancar bertambah cukup besar, terutama dari investasi lain-lain jangka pendek. Rasio liabilitas terhadap aset dan liabilitas terhadap ekuitas juga menurun karena pertumbuhan ekuitas lebih tinggi daripada pertumbuhan liabilitas.
Margin laba bersih pemilik entitas induk mencapai 127,31%. Angka ini lebih tinggi dari 100% karena laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencakup hasil atribusi kepentingan nonpengendali yang mengalami rugi. Selain itu, besarnya penghasilan lain-lain turut memengaruhi laba periode berjalan. Karena itu, margin tersebut perlu dibaca bersama komposisi pendapatan dan penghasilan lain-lain, bukan hanya sebagai gambaran margin dari aktivitas penjualan.
Arus Kas Tidak Disajikan dalam Data yang Dianalisis
Data yang menjadi dasar artikel ini mencakup laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi serta penghasilan komprehensif lain. Laporan arus kas tidak disertakan dalam materi yang diberikan, sehingga perubahan arus kas operasi, investasi, dan pendanaan belum dapat dianalisis.
Dengan demikian, kenaikan saldo kas dari Rp1,25 miliar menjadi Rp9,94 miliar belum dapat dijelaskan berdasarkan sumber penerimaan dan penggunaan kasnya hanya dari dua laporan tersebut.
Kesimpulan Kinerja PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK)
Kinerja PT Multi Garam Utama Tbk pada sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan pendapatan yang tumbuh tipis sebesar 2,80%, sementara laba bruto relatif stagnan dengan kenaikan 0,16%. Perubahan terbesar terlihat pada hasil usaha dan laba bersih yang berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp18,40 miliar, dibandingkan rugi Rp8,27 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Perubahan ini berlangsung bersamaan dengan munculnya penghasilan lain-lain sebesar Rp26,67 miliar, sehingga pos tersebut menjadi salah satu faktor utama dalam membaca peningkatan laba.
Dari sisi neraca, total aset meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp151,99 miliar. Kenaikan terutama berasal dari aset lancar, termasuk investasi lain-lain jangka pendek sebesar Rp57,37 miliar. Ekuitas juga meningkat menjadi Rp140,46 miliar, sedangkan total liabilitas tercatat Rp11,52 miliar.
Secara keseluruhan, laporan menunjukkan perbaikan laba dan peningkatan aset serta ekuitas. Namun, pertumbuhan pendapatan yang relatif terbatas, besarnya kontribusi penghasilan lain-lain, serta belum tersedianya laporan arus kas dalam data yang dianalisis merupakan hal penting untuk diperhatikan dalam memahami kualitas dan sumber kinerja periode tersebut.
FAQ Seputar Kinerja PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) 2026
Berapa pendapatan PT Multi Garam Utama Tbk pada sembilan bulan pertama 2026?
Perseroan mencatat pendapatan neto sebesar Rp14,45 miliar, meningkat sekitar 2,80% dibandingkan Rp14,06 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Berapa laba bersih PT Multi Garam Utama Tbk pada 2026?
Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp18,40 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat rugi sebesar Rp8,27 miliar.
Mengapa laba perseroan meningkat signifikan?
Salah satu faktor utama adalah perubahan penghasilan (beban) lain-lain, dari beban Rp1,19 miliar pada 2025 menjadi penghasilan Rp26,67 miliar pada 2026. Pos ini berkontribusi besar terhadap perubahan hasil usaha.
Berapa total aset PT Multi Garam Utama Tbk per September 2026?
Total aset perseroan mencapai Rp151,99 miliar per 30 September 2026, meningkat 99,44% dibandingkan Rp76,21 miliar pada 31 Desember 2025.
Berapa total liabilitas dan ekuitas perseroan?
Per 30 September 2026, total liabilitas tercatat Rp11,52 miliar dan total ekuitas sebesar Rp140,46 miliar.
Apakah laporan keuangan September 2026 sudah diaudit?
Tidak. Laporan posisi keuangan per 30 September 2026 dan laporan laba rugi untuk periode sembilan bulan yang digunakan dalam analisis ini berstatus tidak diaudit.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments
Posting Komentar